cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Search results for , issue "2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012" : 120 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Ayu Apsari, Ratih; Suarsana, I Made; Putu Sudiarta, I Gusti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang dilakukan Sudiarta pada tahun 2007 menemukan kendala-kendala yang menyebabkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, diantaranya: (1) kesulitan guru dalam mempersiapkan masalah matematika, (2) kesulitan guru dalam menampilkan dirinya sebagai fasilitator, dan (3) kelemahan dalam mengakomodasi struktur kognitif siswa terutama yang berkaitan dengan pola pikir. Berangkat dari hal tersebut, dikembangkanlah model pembelajaran pemecahan masalah yang disebut dengan IKRAR. Model pembelajaran IKRAR terdiri atas empat tahapan yang terdiri atas Iniasiasi, Konstruksi-Rekonstruksi, Aplikasi, dan Refleksi. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan efektivitas penggunaan model IKRAR dalam meningkatkan pemecahan masalah matematika siswa. Akan tetapi, model pembelajaran IKRAR belum memaksimalkan keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi. Untuk itu, dikembangkanlah model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal yang dalam penelitian ini adalah nasihat-nasihat yang bersumber pada budaya Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Populasi penelitian ini sebanyak 442 orang siswa kelas V SD Gugus 8 Kecamatan Denpasar Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-Test Only Control Group Design. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
PERANAN PENDIDIKAN SAINS DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Suma, Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAbad 21 adalah abad yang ditandai oleh perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi yang berlangsung secara eksponensial. Di samping membawa dampak positif, perkembangan sains dan teknologi juga telah membawa dampak-dampak negatif. Beberapa dampak negatif perkembangan sains dan teknologi telah menghasilkan ketidakseimbangan ekosistem yang mengancam sistem kehidupan di bumi ini. Efek negatif ini telah membawa gambaran bahwa sains telah dinodai oleh serangkaian aktivitas yang tanpa didasari oleh nilai kemanusiaan telah membawa degradasi lingkungan, konsekwensi sosial serta ancaman bahaya bagi kehidupan. Untuk menjaga keseimbangan perkembangan iptek dengan lingkungan serta kelestarian sumber daya alam muncullah konsep pembanguan berkelanjutan Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains yang memberi penekanan utama kepada pengajaran nilai-nilai merupakan faktor yang amat penting. Pendidikan sains harus mampu menghasilkan masyarakat berbudaya yang terdiri atas orang-orang yang memiliki pemahaman yang luas terhadap ide-ide ilmiah dan mengapresiasi nilai-nilai sains. Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains harus dipandang sebagai pengembangan intelektual, pengembangan atribut personal, dan pengembangan nilai-nilai sosial.
Teknik Fermentasi Jus Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) Menjadi Wine Ratna Nastiti, Tri
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakWine Belimbing Wuluh adalah hasil fermentasi dari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) yang memiliki khasiat terutama sebagai anti diabetes dan antioksidan. Proses fermentasi menggunakan ragi wine (Saccharomyces cerevisiae) hingga dihasilkan wine yang matang, berwarna keemasan dan mengandung alkohol cukup tinggi. Dalam upaya mendapatkan hasil fermentasi yang maksimal, penelitian dilanjutkan dengan beberapa teknik pengendalian proses diantaranya dengan perlakuan yang difokuskan pada pengolahan buah Belimbing Wuluh sebelum proses fermentasi. Buah yang cukup tua dan matang penuh dibuat jus terlebih dulu sebelum proses fermentasi. Hasil fermentasi dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya yaitu dari fermentasi buah tanpa dibuat jus lebih dulu melainkan hanya dibelah dua. Teknik ini dinilai sangat berpengaruh terhadap proses pematangan, citarasa serta aroma wine yang diperoleh. Selanjutnya dilakukan evaluasi atribut sensori yang meliputi cita rasa, aroma, tampilan, warna, dan after taste pada produk wine yang dibuat dari jus dan yang tanpa dibuat jus lebih dulu. Perlakuan yang berbeda sebelum fermentasi menghasilkan wine yang berbeda pula. Wine dari belimbing wuluh yang hanya dibelah menghasilkan wine yang bening, berwarna keemasan namun memiliki cita rasa yang kurang kresss .....,sementara wine dari jus belimbing wuluh agak keruh, berwarna putih kehijauan namun memiliki cita rasa yang lebiht enak. Hasil fermentasi jus buah belimbing memiliki daya terima lebih tinggi dari aspek cita rasa namun kurang dalam aspek tampilan dan warna. Sebaliknya hasil fermentasi buah tanpa di-jus memiliki daya terima tinggi dari aspek tampilan dan warna, sedangkan daya terima cita rasanya kurang.
PEMBUATAN CONCRETE ZEOLIT-LEMPUNG UNTUK PERVAPORASI CAMPURAN ETANOL/AIR TANPA PEMANASAN Wisnu Adhi Putra, I Made; Arryanto, Yateman; Kartini, Indriana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPreparation of zeolite-clay concrete for new ethanol/water pervaporation without heating has been carried out. Concrete was made by mixing natural zeolite, portland cement, natural clay and distilled water in porcelain disk. The mixture was manually stirred until homogenous suspension obtained. The suspension formed was then placed in the mold and allowed to dry in open air for 48 hours. The mass of natural zeolite was varied from 10, 12.5, 15, 17.5, and 20 g meanwhile the mass of natural clay was varied from 0, 1.25, 2.5, 3.75, and 5 g. The mass of portland cement was fixed in the value of 10 g. The concrete was characterized by infrared spectrophotometer (IR) and X-ray diffraction (XRD). Material testing machine was used to determine the compressive strength of the concrete agreeable with decided ASTM C349-08 standard.Based on preparation of zeolite-clay concrete, it was found that the increase of the natural zeolite mass from 15 to 20 g caused fracture to the concrete, but water adsorption percentage increased from 27.7% to 35.2%. Meanwhile, the higher the mass of natural clay, the greater the compressive strength of concrete from 130.3 MPa to 179.9 MPa and water adsorption percentage from 28.9% to 32.3%. The adsorption-desorption data showed that the water was faster to adsorb into the concrete than ethanol, whereas the desorption rate of concrete with respect to ethanol was greater than that to water. The difference on desorption rate was then used to separate ethanol/water mixture through pervaporation without heating. Pervaporation test using the concretes resulted in the increase of ethanol feed concentration from 60%, 70%, 80%, and 90% to 82.9%, 82.5%, 87.8%, and 93.7% respectively.Keywords: concrete, compressive strength, adsorption-desorption, ethanol/water mixture, pervaporation.
OPTIMASI JAMUR JERAMI PADI UNTUK BIODEGRADASI ZAT WARNA TEKSTIL JENIS REMAZOL RED Sukarta, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi, waktu kontak, serta pH optimum yang diperlukan oleh jamur jerami padi ILS (Isolat Lokal Singaraja) untuk mendegradasi zat warna azo jenis remazol red. Subjek dalam penelitian ini adalah jamur jerami padi ILS yang diperoleh dari sawah yang ada di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Sedangkan objeknya adalah konsentrasi, waktu kontak, dan pH optimum yang diperlukan oleh jamur jerami padi ILS untuk mendegradasi zat warna tekstil jenis remazol red. Tahap pengumpulan data dimulai dari uji pendahuluan biodegradasi zat warna, penumbuhan jamur pada media PDA (potato dextrosa agar) dan Czapex cair, uji kualitatif enzim lignolitik, dan uji biodegradasi zat warna pada variasi kondisi lingkungan. Konsentrasi zat warna remazol red sebelum dan sesudah didegradasi oleh jamur jerami padi ILS diukur menggunakan spektrofotometer Hach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi zat warna azo jenis remazol red RB menggunakan jamur jerami padi ILS berlangsung optimum pada konsentrasi zat warna 30 ppm, lama waktu kontak 10 hari, dan pH 5 dengan efisiensi masing-masing sebesar 57,77; 71,13; dan 50,88%.
META-ANALISIS TERHADAP MATERIAL BERBASIS SILIKA TERBARUKAN DARI SEKAM PADI PEMETAAN BIOMASSA TROPIS KAYA SILIKON Karyasa, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari studi ini adalah (1) memeta-analisis penelitian-penelitian tentang material berbasis silika terbarukan yang berasal dari limbah pertanian padi yaitu sekam padi sebagai upaya untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang pembangunan berkelanjutan dalam memproduksi material maju dengan harga murah dan ramah lingkungan; dan (2) pemetaan biomassa tropis kaya silikon melalui analisa terhadap abu hitam dari beberapa bagian tumbuhan tropis sebagai upaya mengeksplorasi potensi biomassa tropis sebagai kandidat penghasil bubuk silika terbarukan dan material maju turunannya. Untuk mencapai tujuan pertama, metode meta-analisis Wilson dan Kelly diadopsi untuk menelaah jurnal-jurnal penelitian di dunia dalam dekade terakhir tentang silika dari sekam padi dan material-material turunannya. Untuk pemetaan biomassa tropis kaya silikon, analisis dengan spektroskopi X-ray fluoresensi telah dilakukan terhadap lima belas abu hitam tumbuhan tropis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa material anorganik berbasis silika terbarukan merupakan tema yang menarik para peneliti untuk mendukung gerakan kimia hijau untuk industri hijau. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan bahwa selain sekam padi, ada beberapa tumbuhan tropis menjadi kandidat yang baik sebagai biomassa tropis yang kandungan silikonnya tinggi.
FOTODEGRADASI SURFAKTAN ANIONIK NATRIUM DODESILBENZENASULFONAT TERKATALISIS TiO2 Ceristrisani, Normah; Rusdiarso, Bambang; Tri Wahyuni, Endang
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenghilangan surfaktan anionik berupa natrium dodesilbenzenasulfonat (DBS) yang termasuk dalam golongan Linear Alkilbenzena Sulfonat (LAS), telah dilakukan melalui metode fotodegradasi terkatalisis TiO2. Dalam penelitian tersebut telah dipelajari pengaruh konsentrasi DBS dan waktu penyinaran terhadap efektivitas fotodegradasi DBS yang terkatalisis TiO2.Proses fotodegradasi surfaktan DBS dilakukan dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan DBS dan serbuk fotokatalis TiO2 dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV dan disertai pengadukan. Kondisi penelitian fotodegradasi adalah 50 mL larutan DBS dengan konsentrasi awal dan waktu penyinaran yang bervariasi. Hasil fotodegradasi ditentukan berdasarkan selisih konsentrasi DBS awal dengan konsentrasi DBS sisa dalam larutan setelah proses fotodegradasi menggunakan metilen biru melalui metode Spektrofotometri UV-Visibel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO2 dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi surfaktan DBS dari 15,27 % menjadi 98,55 % dari konsentrasi DBS awal 10 ppm. Fotodegradasi DBS terkatalisis TiO2 juga mengalami peningkatan dengan semakin besarnya konsentrasi DBS awal hingga optimum tercapai yaitu pada konsentrsi DBS awal 40 ppm, sebanyak 99,35 % DBS terdegradasi. Waktu penyinaran yang semakin lama dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi surfaktan DBS terkatalisis TiO2 sampai 24 jam dengan hasil degradasi sebesar 98,55 % dan untuk waktu yang lebih lama dapat menyebabkan penurunan efektivitas fotodegradasi.
PERAN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN MIPA DALAM MENUNJANG ARAH MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Dasna, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembangunan berkelanjutan merupakan kegiatan pembangunan saat ini yang dapat menjaga keberlangsungan lingkungan pada masa yang akan datang sehingga generasi pada masa tersebut dapat melaksanakan kehidupannya tanpa terganggu. Pendidikan sangat berperan dalam menyiapkan generasi yang mempunyai wawasan pembangunan berkelanjutan. Pendidikan MIPA dapat berperan dalam menyiapkan generasi yang dapat memecahkan masalah secara sistematis dan terencana menggunakan metode ilmiah. Pembelajaran yang menggunaan pendekatan proses akan dapat menghasilkan siswa yang berkarakter jujur, objektif, bekerja keras, berpikir kritis, dan sebagainya seperti yang tercakup dalam sikap ilmiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada makalah ini dipaparkan beberapa peran pelaku pendidikan MIPA seperti pengenalan metode ilmiah pada pendidikan dasar, penggunaan strategi pembelajaran yang relevan dengan hakekat MIPA, dan pengembangan sumber belajar yang berkonteks Indonesia. Sedangkan tantangan pembelajaran MIPA untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan terutama pada pengembangan sistem pendidikan dan pembelajaran MIPA yang mempunyai keseimbangan antara pembelajaran produk, proses, dan pembentukan sikap (ilmiah).
IDENTIFIKASI VARIABILITAS KLOROFIL-A DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT MODIS DI PERAIRAN TEJAKULA, BULELENG Yudi Wisnawa, I Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam usaha menjaga keberlangsungan perairan laut Tejakula yang kini menjadi salah satu rintisan DPL dan sebagai salah satu sentra perikanan tangkap oleh para nelayan tradisonal, penting untuk diketahui potensi perairan Tejakula ditinjau dari variabilitas konsentrasi klorofil-a beserta sebaran spasialnya. Klorofil-a merupakan salah satu dari parameter yang sangat menentukan tingkat kesuburan suatu perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabilitas konsentrasi klorofil-a sekaligus sebarannya secara spasial di perairan Tejakula dengan menggunakan data citra satelit aqua-MODIS. Algoritma yang digunakan untuk menduga konsentrasi klorofil-a dari citra Aqua-MODIS adalah OC3M (Ocean Chlorophyll 3-band algorithm MODIS).Sebaran kandungan klorofil-a di perairan Tejakula pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus (musim timur) relatif tinggi, berkisar antara 0 – 1 mg/m3. Sebaran spasial secara horisontal tampak jelas bahwa terjadi peningkatan kandungan klorofil-a yang cukup signifikan secara horizontal dari awal periode musim timur hingga akhir periode musim timur. Kandungan klorofil-a di perairan Tejakula nilainya semakin menurun menuju daratan. Keadaan ini berhubungan erat dengan suplai unsur hara yang minim dari aliran sungai-sungai periodik di daratan Tejakula yang cukup dekat dengan lokasi penelitian.
PENAMPILAN PUYUH STARTER YANG DIBERI EKSTRAK DAUN MENGKUDU SEBAGAI ANTIBAKTERI SALMONELLA THYPHIMURIUM Maria Wardiny, Tuty; Retnani, Yuli; Azwar Sinar, T. Eduard
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu sebagai antibakteri Salmonella thyphimurium terhadap penampilan puyuh starter. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari penelitian ini. Dua ratus empat puluh ekor puyuh umur sehari dibagi menjadi empat perlakuan dan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari dua puluh ekor puyuh umur sehari. Empat perlakuan air minum yang diberikan adalah: kontrol, air minum+ vita chicks (R0), air minum+ 5% ekstrak daun mengkudu (R1), air minum+ 10% ekstrak daun mengkudu (R2), dan air minum+15% ekstrak daun mengkudu (R3). Parameter yang diukur adalah daya hambat terhadap Salmonella typhimurium, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, mortalitas dan persentase bobot karkas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum dan mortalitas nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh perlakuan, tetapi tidak berbeda nyata terhadap pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa 15% estrak daun mengkudu dalam air minum memberikan perlakuan terbaik karena dapat menurunkan mortalitas, dan memiliki daya hambat tertinggi yaitu 6 mm terhadap Salmonella typhimurium. Ini termasuk kedalam kategori sedang karena berada diantara 5-10mm.

Page 3 of 12 | Total Record : 120