cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Search results for , issue "2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016" : 98 Documents clear
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN-PEKTIN TERTAUT SILANG POLIVINIL ALKOHOL (PVA) DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA AZO JENIS REMAZOL BLACK B (RBB) Ni Putu Sri Ayuni; I G N A Suryaputra; Ni Made Novianti Dewi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang  bertujuan untuk menganalisis hasil sintesis dan karakterisasi membran kitosan-pektin tertaut silang PVA 1 % dan menentukan efisiensi adsorpsi zat warna azo jenis RBB menggunakan membran kitosan-pektin tertaut silang PVA 1 % dengan variasi pH (1, 2, 5, 7, 9, 11); waktu kontak (10, 20, 40, 60, 80, dan 100 menit); konsentrasi larutan zat warna azo jenis RBB (10, 30, 50, 70, dan 100 mg/L). Hasil sintesis membran dikarakterisasi dengan spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian menunjukkan pada spektrum FTIR membran terjadi pelebaran pita pada bilangan gelombang 3448,72 cm-1 mengindikasikan kemungkinan tumpang tindih regang ikatan hydrogen pada PVA dan -NH2 pada kitosan, sedangkan pada bilangan gelombang 1635,64 cm-1 menunjukkan terjadi ikatan amida yang terbentuk dari gugus amino dari kitosan dan gugus karboksil dari pektin. Hasil Efisiensi adsorpsi terjadi pada pH 2, waktu kontak 80 menit dan konsentrasi 30 mg/L dengan nilai efisiensi sebesar 95,68% dan  massa zat yang teradsorpsi adalah 5,0206 mg/g. Kata-kata Kunci: adsorpsi ,kitosan-pektin, PVA, Remazol Black B Abstract This research was an experiment laboratory which aimed to  synthesis product and characterization of chitosan-pectin linked cross PVA 1% membrane and also to determine adsorption efficiency RBB azo dye.  Adsorption RBB azo dye with membrane was prepared by variations of pH (1, 2, 5, 7, 9 , 11); contact time (10, 20, 40, 60, 80, and 100 minutes); RBB azo dye concentration (10, 30, 50, 70, and 100 mg/L). Membrane synthesized was characterized by FTIR spectrophotometer. Result shows  that there is  a bond broadening at wave number 3448.72 cm-1 on FTIR membrane spectrum which indicated the possibility of hydrogen bond overlapping stretch in PVA and -NH2 of chitosan. Beside that there is an amida bond formed from the amino group of chitosan and carboxyl groups of pectin at wave number 1635.64 cm-1. The efficiency of RBB azo dye adsorption is 95.68% with mass of adsorbed is 5.0206 mg/g at pH 2 for 80 minutes and 30 mg/L RBB azo dye. Keywords : adsorption, chitosan-pectin, PVA, Remazol Black B
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLUM L.) DAN ANALISIS METIL ESTERNYA DENGAN GC-MS I Wayan Muderawan; Ni Ketut Prati Daiwataningsih
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang termasuk dalam fanili Clusiaceae merupakan tumbuhan hijau yang memiliki potensi sebagai sumber biodiesel karena kandungan minyak yang tinggi pada bijinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mensintesis dan menganalisis biodiesel yang dibuat dari minyak nyamplung. Minyak nyamplung diisolasi dari biji nyamplung dengan metode maserasi dengan menggunakan n-heksana sebagai pelarut, dengan rendemen 65,80%. Minyak yang diperoleh kemudian ditransformasikan menjadi biodiesel melalui esterifikasi  dengan menggunakan methanol dan katalis asam sulfat pekat  selama 3 jam dan dilanjutkan dengan tranesterifikasi menggunakan natrium metoksi sebagai katalis dalam methanol selama 2 jam. Rendemen hasil reaksi adalah 83,40%. Komposisi metil ester biodiesel dari minyak nyamplung yang dianalisis dengan kromatografi gas spektrofotometer massa adalah metil oleat 43,41%; metil linoleat 23,68%; metil pamitat 17,05%; metil stearat 11,71%; metil arakidat 2,66%; metil palmitoleat 1,30%  dan metil gondoat 0,20%. Kata-kata Kunci: minyak nyamplung, masersi, transesterifikasi, biodiesel, metil ester, GC-MS AbstractCalophyllum inophyllum belonging to family Clusiaceae is an evergreen tree that has good potential as source of biodiesel due to the high oil content of the seed. The present research was performed with the aim to synthesis and analyse the biodiesel prepared from the oil of Calophyllum inophyllum. The oil was isolated from the seed of Calophyllum inophyllum by maceration method using n-hexane as a solvent with 65.80% yields. The oil obtained was transformed into biodiesel by esterification using methanol and acid as catalyst for 3 hours and continued by transesterification using sodium methoxide in methanol for 2 hours. The yield of conversion is 83.40%. The composition of methyl esters of the biodiesel determined by GC-MS are methyl oleate 43.41%, methyl linoleate 23.68%, methyl pamitate 17.05%, methyl stearate 11.71%, methyl arachidate 2,66%, methyl palmitoleate 1,30% dan metil gondoate 0,20%. Key words: Calophyllum inophyllum seed oil, maceration, transesterification, biodiesel, methyl ester, GC-MS
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE DPPH Ni Wayan Martiningsih; Gede Agus Beni Widana; Putu Lilik Pratami Kristiyanti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Sampel daun matoa yang digunakan berasal dari daerah Banyuasri, Singaraja. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Hasil maserasi tersebut kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental etanol sebanyak 10,44 gram. Ekstrak kental etanol dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Analisis kekuatan antioksidan dilakukan dengan menghitung nilai IC50 yang didasarkan pada persen peredaman radikal bebas oleh sampel uji. Kekuatan antioksidan ditentukan berdasarkan perbandingan antara IC50 dari sampel ekstrak etanol daun matoa dengan vitamin C. Hasil skrining fitokimia terhadap ekstrak kental etanol daun matoa mengindikasikan adanya senyawa flavonoid dan tanin. Berdasarkan perhitungan nilai IC50 diperoleh hasil bahwa nilai IC50 dari ekstrak etanol daun matoa sebesar 45,78 ppm dan vitamin C sebesar 7,53 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa lebih lemah dibandingkan dengan vitamin C. Kata-kata Kunci: daun matoa, skrining fitokimia, antioksidan, DPPH AbstractThis research aimed at evaluating the  secondary metabolites as well as antioxidant properties of the ethanol extract of matoa leaves (Pometia pinnata). The research samples were collected at Banyuasri, Singaraja. The extract of matoa leaves was prepared by maceration in ethanol and followed by evaporation using rotary evaporator to give 10,44 gram of crude extract. Crude extract was analyzed the secondary metabolites by phytochemical screening.The antioxidant properties was calculated by measuring the reduction precentage of free radical DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). The antioxidant strength was determined based on comparison between IC50 from ethanol extract of matoa leaves with vitamin C. Phytochemical screening of the extract strongly indicated the presence of flavonoid and tanin. The IC50 value of ethanol extract is 45,78 ppm and vitamin C is 7,53 ppm. These values suggested that the ethanol extract of matoa leaves exhibited weak antioxidant properties compound to that of vitamin C. Keywords : matoa leaves, phytochemical screening, antioxidant, DPPH
IDENTIFIKASI KOMPONEN EKSTRAK HEKSANA DARI BIJI DUKU (Lansium domestikum, varr domesticum) DENGAN MENGGUNAKAN GC-MS Gede Billy Oktavio Putra; I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Duku (Lansium domestikum, varr domesticum) merupakan tanaman tropis yang banyak digunakan dan menghasilkan senyawa bahan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen pada ekstrak n-heksana dari biji Lansium domesticum varr domesticum (duku) dengan menggunakan GC-MS. Penelitian ini merupakan penellitian eksperimental yang mana biji duku merupakan subjek penelitian dan komponen ektrak n-heksana dari biji duku sebagai objek penelitian. Serbuk kering dari biji dimaserasi dengan n-heksana dalam tiga kali tiga hari sehingga didapatkan rendemen ekstrak  0.93%. Analisis GC-MS menunjukkan komponen dari ekstrak n-heksana duku berjumlah 61 senyawa dan α-kubebena merupakan senyawa dengan jumlah terbanyak. Kata-kata Kunci: n-Heksana, Lansium Domesticum, kandungan kimia, GC-MS AbstractDuku (Lansium domestikum, varr domesticum) is a tropical plant which is widely  used and produce secondary metabolites. The aim of the research is to identify the n-hexane extract components of Lansium domesticum varr domesticum (duku) seed using GCMS. This research is experimental research with duku seed as subject and duku seed component as object. The dried powder of the seed was macerated with n-hexane for three days in three times then the yields of extracts was 0.93% (duku n-hexane extract). Chemical constituents of Chemical constituents of duku hexane extract are 61 compounds and the main component is α-cubebene (6.16%). Keywords : n-Hexane, Lansium Domesticum, chemical components, GC-MS
FISIKOKIMIA, FITOKIMIA, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETIL ASETAT BIJI MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L) Ni Putu Novi Puspitadesi; I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kegunaan, hasil sampingan dan juga bagian tumbuhan yang tidak terpakai menjadi perhatian yang sangat serius. Salah satunya yaitu penelitian mengenai sifat-sifat dari kandungan kimia dalam kulit manggis (Garcinia mangostana L) ataupun dalam ekstrak buahnya, akan tetapi penelitian mengenai biji manggis sangat sedikit.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fisikokimia, fitokimia, dan aktivitas antioksidan  dari ekstrak biji manggis. Serbuk kering dari biji manggis dimaserasi selama tiga kali dan di dapatkan rendemen sebesar 48.13%.Bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan peroksida sebesar  10.09 mgKOH/g, 43.07 mgKOH/g, dan nol. Jumlah fenol, flavonoid , dan kapasitas antioksidannya sebesar 198.74 mg/100g, 33.8410 mg/100g, dan 408.8836 mg/L. Aktivitas antioksidan, IC50, dari biji manggis yang ditentukan dengan menggunakan DPPH adalah 19.63 µg/mL. Penelitian ini membuktikan bahwa biji manggis memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Kata-kata Kunci: Garcinia mangostana L., ekstrak etil asetat biji, fisikokimia, fitokimia, aktivitas antioksidan. AbstractRecently, there has been a great deal of attention on usage, by products, and wastes of the food industry. There have been many studies on the properties of chemical constituents of mangostana (Garcinia mangostana L.) pericarp and just fruit extracts, but only view reported the seed. This recent study is to investigate the physicochemical, phytochemical and evaluate antioxidant activity of mangostana seed extract. The dried powder of seed was macerated with ethyl acetate for three times to give 48.13% of yields. The acid value, saponification number and peroxide value of extract are 10.09 mgKOH/g, 143.07 mgKOH/g, and zero, respectively The total phenolic compounds, flavanoid compounds, and antioxidant capacity of extract are 198.74 mg/100g, 33.8410 mg/100g, and 408.8836 mg/L, respectively. Furthermore, by using DPPH scavenging method, the value of IC50 for the Garcinia mangostana L seed extract is 19.63µg/mL. This result demonstrates that the seed extract of Garcinia mangostana L has high antioxidant content and activity. Key words: Garcinia mangostana L., ethyl acetate seed extract, physicochemical, phytochemical, antioxidant activity
MEMPELAJARI FENOMENA ABSORPSI-DESORPSI AIR DARI BATU CADAS ABASAN DI WILAYAH SANGSIT BULELENG I Wayan Karyasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu cadas Abasan telah dikenal sebagai bahan bangunan tradisional berarsitektur Bali Utara seperti Pura Beji di Desa Sangsit dan Pura Dalem di Desa Jagaraga karena memiliki ketahanan cuaca dalam kurun waktu yang lama, dan memiliki keunikan variasi warna yang berbeda serta dapat berubah warna dengan adanya air atau perubahan kelembaban. Penelitian awal ini bertujuan mendeskripsikan fenomena absorpsi-desorpsi air dari batu cadas Abasan yang bervariasi warna yaitu merah, merah tua, merah ungu, abu tua, dan hitam. Tiap-tiap variasi warna batu cadas dipilih secara acak di lokasi penggalian di Desa Sangsit yang selanjutnya dibuat sejumlah cuplikan berukuran 7,0 cm x 7,0 cm x 4,0 cm. Tiap-tiap cuplikan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga mencapai berat kering, selanjutnya direndam dengan air hingga mendapatkan berat basah. Sekelompok cuplikan (kelompok A) dibiarkan di tempat teduh beberapa hari hingga mencapai berat kering kembali dan sekelompok lagi (kelompok B) dijemur selama 10 jam dan didiamkan di tempat teduh 14 jam secara berselang-seling. Pengukuran berat cuplikan dilakukan tiap-tiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan absorpsi dan desorpsi air batu cadas yang berbeda warna namun memiliki pola desorpsi yang mirip. Penjelasan absorpsi-desorpsi air batu cadas Abasan dapat dipakai sebagai landasan dalam menemukan geopolimer smart material baru. Kata-kata Kunci: batu cadas, absorpsi, desorpsi AbstractAbasan Cadas Stone have already well known as  material of Northern Bali architectural traditional buildings such as Beji Temple in Sangsit Village and Dalem Temple in Jagaraga Village because of its time long span resistant against weather, and its different color variation uniqueness and its color changes in the presence of water or moisture. The preliminary research was aimed to describe the fenomena of water absorption-desorption of the stones with color variation, namely red, dark red, violet-red, dark grey, and black. Each color variation of the stones was randomly chosen at mining location in Sangsit Village, and then some stone samples in size of 7.0 cm x 7.0 cm x 4.0 cm. Each sample was dried under sun rays until reaching the dry weight and then it was dipped in water unttil reaching wet weight. A group of samples (group A) was allowed for water desorption in ambient condition without sun rays, but the other group (group B) was allowed for water desorption with help of sun rays about 10 hours and 14 hours without sun rays. Two series of weight measurements were conducted every 24 hours. As a result, it showed that there was different water absorption-desorption abilities those stones with color variation, however their water desorption patterns were similar. The explanation of water absorption-desorption of Abasan cadas stones may be used as a foundation in finding a new geopolimer smart material. Keywords: cadas stone, absorption, desorption
EFISIENSI PEROMBAKAN WARNA AIR LIMBAH TEKSTIL BUATAN YANG DIOLAH SECARA ELEKTROOKSIDASI PADA VARIASI pH, KONSENTRASI GARAM DAN BEDA POTENSIAL I Dewa Ketut Sastrawidana; Dewi Oktofa Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya efisiensi perombakan warna dari air limbah limbah tekstil buatan yang diolah secara elektrooksidasi menggunakan multi elektroda karbon pada variasi pH, konsentrasi garam dapur dan beda potensial. Zat warna yang digunakan untuk membuat limbah tekstil buatan terdiri dari remazol red, remazol yellow, remazol blue dan remazol black. Reaktor elektrooksidasi mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi secara berturut turut sebesar 50 cm x 35 cm x 25 cm yang didalamnya terangkai delapan elektroda karbon ( 4 anoda dan 4 katoda) yang disusun secara selang seling dengan jarak antar elektroda 10 cm. Proses perombakan ditetapkan selama 60 menit dengan variasi pH 4 sampai pH 10, konsentrasi NaCl 2-10 gram perliter limbah dan variasi beda potensial terpakai sebesar 10-24 volt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perombakan air limbah tekstil buatan 150 ppm dalam reaktor elektrooksidasi berlangsung optimal pada kondisi pH limbah awal adalah 9 dan konsentrasi NaCl adalah 9 gram per liter limbah. Untuk menghasilkan efisiensi perombakan warna 95,06% dicapai dengan menggunakan potensial 10 Volt sedangkan untuk menghasilkan efisiensi perombakan 99,75% menggunakan potensial 24 volt dengan lama waktu perombakan 60 menit. Kata-kata Kunci : Elektrooksidasi, air limbah tekstil buatan, perombakan warna AbstractThis study aimed to analyze the efficiency of artificial textile wastewater treatment electrochemical oxidation method at various of pH, table salt concentration and potential. The dye used to make artificial textile wastewater consists of remazol red, yellow blue and black. Electro oxidation reactor has dimensions of length, width and height of 50 cm x 35 cm x 25 cm respectively.  Eight carbon electrode (4 anode and cathode 4) are immersed in the reactor with 10 cm distance between the electrodes. Electrochemical oxidation process was set for 60 minutes with a variation of pH 4 to pH 10, the concentration of table salt of 2-10 g/L of textile wastewater and applied potential variation of 10-24 volts. The results showed that artificial textile waste take place optimally at pH initial waste is 9 and the concentration of tabel salt is 9 g/L  Color removal efficiency of 95.06% is achieved by using a 10 volt potential, while 99.75% use a 24 volt potential within 60 minutes. Key words: Electro oxidation, textile wastewater, colour degradation
KOMPONEN ISOFLAVON TEMPE KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris L) PADA BERBAGAI LAMA FERMENTASI Siti Maryam
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe kacang merah (Phaseolus vulgaris L) merupakan hasil modifikasi kacang kedele (Glycine max) sebagai bahan dasar tempe dengan menggunakan kacang merah (Phaseolus vulgaris L). Tujuan penelitian ini menentukan komponen isoflavon tempe kacang merah (Phaseolus vulgaris L) yang dibuat dengan berbagai macam lama fermentasi, yaitu 36, 48 dan 60 jam. Metoda yang digunakan adalah memaserasi tepung tempe kacang merah dengan menggunakan pelarut etanol selanjutnya dipekatkan dan pada akhirnya komponen isoflavon diuji menggunakan alat HPLC. Hasil penelitian menyatakan bahwa komponen isoflavon pada tempe kacang merah yang difermentasi dengan lama fermentasi 36, 48 dan 60 jam berturut turut : 104,38 mg/100 gr ; 126, 33 mg/100 gr dan 135,76 mg/100 gr. Dari data penelitian ini, disarankan dalam proses pembuatan tempe kacang merah memperhatikan lama waktu fermentasi, untuk menghasilkan tempe yang mengandung isoflavon tinggi. Kata kata Kunci : tempe kacang merah, lama fermentasi, isoflavon AbstractTempe red beans (Phaseolus vulgaris) is one of tempe modified soybean (Glycine max) as the base material tempe with red beans (Phaseolus vulgaris). The purpose of this study determines component isoflavon of tempe red beans (Phaseolus vulgaris) are made with a wide variety of fermentation time are 36, 48 and 60 hours. The methods used are maceration tempe red beans poweder using ethanol solvent subsequently concentrated and eventually component isoflavone tested using HPLC instrument . The study states that the components of isoflavones in read beans fermented with 36 , 48 and 60 hours respectively : 104.38 mg / 100 g ; 126 , 33 mg / 100 g and 135,76 mg / 100 g . From these data suggested in the process of making tempe red beans attention to the length of time of fermentation , to produce tempe hight containing isoflavones . Keywords : tempe red beans , fermentation , isoflavones

Page 10 of 10 | Total Record : 98