AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology an international journal focuses on biological science, biotechnology, bioremidiation, environmental biology, and biological education. It is intended to communicate original research and article review in current issues on the subject.
The subject covers field studies and literary with various perspectives, both interdiscipline and multidiscipline, i.e. ecology, technology, education and much more.
This journal is published by Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Indonesia, and managed to be issued twice in every volume. We warmly welcome contributions from scholars and researchers of many disciplines.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2018)"
:
14 Documents
clear
Perbandingan Pemberian Variasi Konsentrasi Pupuk dari Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)
Amalia, Wakhida;
Hayati, Nur;
Kusrinah, Kusrinah
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2683
Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas di Indonesia. Sektor pertanian di Indonesia masih mengandalkan pupuk anorganik untuk meningkatkan produktivitas tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Pemberian pupuk anorganik berlebih menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah. Pupuk organik dari limbah cair tahu dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Limbah cair tahu difermentasi selama 10 hari dengan bahan tambahan EM4 dan air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian variasi konsentrasi pupuk dari limbah cair tahu terhadap pertumbuhan tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini berjumlah 5 yaitu pupuk 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengamatan dilakukan terhadap tiga parameter pertumbuhan yaitu diameter batang, tinggi tanaman, dan jumlah helai daun. Analisis data menggunakan One-way ANOVA dan Uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5% (). Hasil uji One-way ANOVA menunjukkan Fhitung diameter batang, tinggi tanaman, dan jumlah helai daun lebih besar dibandingkan Ftabel pada  5%. Uji BNT menunjukkan pada perlakuan pupuk konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% menunjukkan perbedaan dibanding perlakuan kontrol.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Guided Inquiry Materi Tumbuhan Berbiji Pada Siswa SMK Farmasi Nusaputera
Norra, Bunga Ihda
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2684
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model perangkat pembelajaran biologi yang selama ini digunakan di SMK Farmasi Nusaputera, mengembangkat perangkat pembelajaran biologi pendekatan kontekstual metode guided inquiry pada materi tumbuhan berbiji dan untuk mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran biologi dengan pendekatan kontekstual metode guided-inquiry pada materi tumbuhan berbiji dalam upaya meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian merupakan penelitian Research and Development. Tahapan penelitian terdiri dari riset dan pengembangan. Riset dilakukan untuk mengetahui keadaan awal dari tempat penelitian. Pengembangan dilakukan untuk merencanakan, menyususn, menguji coba dan memvalidasi perangkat pembelajaran, dalam tahap ini dilakukan validasi perangkat dan uji coba perangkat. Uji coba dilakukan untuk mengukur keefektifan dan kepraktisan perangkat. Keefektifan ditentukan berdasarkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa sedangkan kepraktisan ditentukan berdasarkan respon guru dan siswa. Dari hasil penelitian dan pengembangan diperoleh perangkat pembelajaran yang valid, efektif dan praktis. Perangkat dinyatakan valid sebab perangkat berada dalam kriteria sangat baik. Perangkat dinyatakan efektif sebab perangkat dapat meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa, dapat dilihat melalui perbandingan dengan kelompok eksperimen dan perangkat dinyatakan praktis sebab > 75% respon guru dan siswa menyatakan baik. Perangkat pembelajaran pendekatan kontekstual metode guided inquiry dapat diterapkan pada materi pembelajaran yang lain misalnya materi ekosistem dan tumbuhan paku. Perangkat dapat digunakan pada materi dan tempat lain dengan penyesuaian terhadap sumber belajar dan kondisi lingkungan di sekitar siswa.
Desain Kota Ramah Anak Perspektif Pendidikan Lingkungan (Studi Kasus Kota Semarang)
Hidayatullah, Ahmad Fauzan
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2685
Pemerintah Kota Semarang telah berupaya mencari alternatif solusi untuk memenuhi Hak Anak tersebut dengan menetapkan kebijakan Kota Ramah Anak Perspektif Pendidikan Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah Konsep Kebijakan Kota Ramah Anak Perspektif Lingkungan sesuai dengan permasalahan lingkungan yang ada di Kota Semarang, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang digunakan adalah data wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang sudah diolah kemudian disajikan dalam bentuk uraian, lalu diinterpretasikan atau ditafsirkan untuk dilakukan pembahasan dan dianalisis secara kualitatif, kemudian ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa konsep kebijakan Kota Ramah Anak Perspektif Pendidikan Lingkungan di Kota Semarang telah dibuat dalam Peraturan Walikota Semarang tentang Kota Ramah Anak pada 2 (dua) komponen, yaitu, kelembagaan dan hak anak. Dari komponen dan konsep idealisasi dalam pelaksanaannya serta tercapainya sebuah tujuan program kebijakan yang diukur dalam penilaian tersbut menghasilkan sebuah Desain Kota Ramah Anak Perspektif Pendidikan Lingkungan di Kota Semarang yang efektif dan efisien.
Aplikasi Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus) Sebagai Alternatif Penurun Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus
Lianah, Lianah;
Tyas, Dian Ayuning;
Armanda, Dian Triastari;
Setyawati, Siti Mukhlishoh
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2666
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus L.) setelah mengonsumsi suweg mentah dan suweg rebus. Eksperimen dilakukan pada 15 ekor tikus putih sehat dengan rerata berat badan 181-183 gram. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Setiap kelompok tikus normal diadaptasikan terhadap pakan selama 3 hari dan dipuasakan selama 8-12 jam, kemudian diberi pakan sesuai dengan kelompok perlakuan masing-masing pakan suweg dengan dosis 10 mg/180 g BB suweg rebus, 10 mg/180 g BB suweg mentah, dan 10 mg/180 g BB pakan standar (kontrol). Kadar glukosa darah diukur dengan glukometer pada menit ke 0, 60 dan 120 setelah pemberian pakan secara oral. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan umbi suweg mentah menunjukkan aktivitas penurunan kadar gula darah lebih tinggi (3,8 mg/dl) dibandingkan umbi suweg rebus (3,6 mg/dl). Kecenderungan ini menunjukkan bahwa secara alami hormon insulin di dalam tubuh tikus sudah bekerja dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Suweg mengandung senyawa bioaktif berupa Polisakarida Larut Air (PLA) dan serat pangan yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Umbi suweg dapat diaplikasikan pada manusia khususnya sebagai terapi diet penurun kadar glukosa darah bagi penderita diabetes mellitus.
Perbandingan Variasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
Zahroh, Fatimatuz;
Kusrinah, Kusrinah;
Setyawati, Siti Mukhlishoh
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2687
Limbah ikan merupakan salah satu limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi limbah ikan berupa jeroan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair karena masih mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik cair merupakan salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman holtikultura seperti tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian variasi konsentrasi pupuk organik cair dari limbah ikan terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan 4 ulangan sehingga ada 20 unit eksperimen dan ditempatkan secara acak yaitu pupuk 0% (P1), pupuk 3,5% (P2), pupuk 4% (P3), pupuk 4,5% (P4), dan pupuk 5% (P5). Pengamatan dilakukan terhadap tiga parameter pertumbuhan yaitu jumlah daun, diameter batang, dan tinggi tanaman. Teknis analisis data menggunakan One-way ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan uji lanjutan Duncan. Hasil uji One-way ANOVA pada pertumbuhan jumlah daun tanaman cabai merah adalah Fhitung sebesar 6,770 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung > Ftabel). Hasil uji One-way ANOVA pada pertumbuhan tinggi batang adalah Fhitung sebesar 5,267 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung > Ftabel). Hasil uji One-way ANOVA  pada pertumbuhan diameter batang tanaman cabai merah adalah Fhitung sebesar 2,770 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung < Ftabel). Uji lanjutan Duncan menunjukkan pada perlakuan konsentrasi 4,5 % (P4) menunjukkan perbedaan yang paling signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun dan tinggi batang tanaman cabai merah.
Korelasi Pengetahuan Mahasiswa Tentang Pemanasan Global Terhadap Perilaku Peduli Lingkungan Sekitar
Nugroho, Wahyu Septa;
Ismail, Ismail;
Hariz, Anif Rizqianti
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2682
Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Ada tidaknya masalah lingkungan tergantung bagaimana sikap dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengetahuan tentang pemanasan global terhadap perilaku peduli lingkungan sekitar, dilakukan pada mahasiswa Pendidikan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo. Diperoleh hasil bahwa pengetahuan pemanasan global tidak mempengaruhi secara signifikan perilaku peduli lingkungan sekitar. Pada umumnya perilaku peduli lingkungan sudah baik yaitu sebesar 62% dan pengetahuan tentang pemanasan global sudah cukup baik yaitu sekitar 75%. Dari analisis data diperoleh hasil perhitungan adalah r = 0,125 memberikan penafsiran bahwa tingkat pengaruh variabel sangat rendah. Kemudian diuji keberartian koefisien korelasinya dan didapat hasil berdasarkan perhitungan diperoleh bahwa thitung = 0,896 untuk x dan y. Harga ini dikonsultasikan dengan dk = 52 dan taraf signifikansi 5% diperoleh ttabel= 2,009. Karena thitung <ttabelmaka Ho diterima artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan tentang pemanasan global terhadap perilaku peduli lingkungan. Kemudian dihitung Koefisien Determinasi Pada Regresi Linier Sederhana. Didapat hasil bahwa Nilai koefisien determinasir2= 0,1252 = 0,016. Ini berarti bahwa pengaruh pengetahuan pemanasan global (X) terhadap sikap peduli lingkungan(Y) sebesar 1,6% terhadap perilaku peduli lingkungan. Selain dipengaruhi pengetahuan tentang pemanasan global juga dipengaruhi faktor lain sebesar 98,4% yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Pengembangan Kawasan Industri Ramah Lingkungan Sebagai Upaya Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem (Studi Kasus di Taman Industri BSB Semarang)
Hariz, Anif Rizqianti;
Purwanto, Purwanto;
Suherman, Suherman
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2688
Kawasan industri merupakan suatu kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri. Sumber daya dan energi yang dibutuhkan dalam penyediaan sarana dan prasarana tersebut, serta bahan baku yang digunakan dalam industri, menyebabkan terjadinya eksploitasi berbagai sumber daya alam, yang apabila eksploitasi tersebut tidak terkendali akan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Aktivitas industri memiliki peran dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi di sisi lain juga mendorong terjadinya kerusakan lingkungan. Keberadaan kawasan industri dalam sebuah ekosistem tentunya akan menimbulkan dampak dan perubahan pada ekosistem tersebut. Padahal dalam ekosistem sendiri terdapat berbagai macam komponen yang menyusunnya, baik itu komponen biotik maupun abiotik. Untuk itu, muncul sebuah konsep yang disebut konsep industri hijau, yaitu kawasan industri yang ramah lingkungan, sehingga dapat dicapai manfaat lingkungan, ekonomi, dan sosial sebanyak mungkin. Dan tujuan jangka panjang dari konsep ini adalah untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan industri pada kawasan industri. Proses pengembangan kawasan industri terus dilakukan agar dapat menjadi kawasan industri hijau. Taman Industri BSB merupakan salah satu kawasan industri di Semarang yang sedang berkembang. Dalam penelitian ini dilihat hal-hal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan Taman Industri BSB menjadi kawasan industri hijau. Metode yang digunakan dalam pemilihan strategi adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat dilakukan pada tahap awal pengembangan adalah melakukan pembelian bahan baku bersama antar industri sejenis dalam kawasan, pengoperasian IPAL kawasan untuk mengolah air limbah secara komunal, dan kerjasama antara industri dalam kawasan dan masyarakat sekitar dengan mengembangkan industri kecil daur ulang.
Desain Kota Ramah Anak Perspektif Pendidikan Lingkungan (Studi Kasus Kota Semarang)
Ahmad Fauzan Hidayatullah
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2685
Pemerintah Kota Semarang telah berupaya mencari alternatif solusi untuk memenuhi Hak Anak tersebut dengan menetapkan kebijakan Kota Ramah Anak Perspektif Pendidikan Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah Konsep Kebijakan Kota Ramah Anak Perspektif Lingkungan sesuai dengan permasalahan lingkungan yang ada di Kota Semarang, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang digunakan adalah data wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang sudah diolah kemudian disajikan dalam bentuk uraian, lalu diinterpretasikan atau ditafsirkan untuk dilakukan pembahasan dan dianalisis secara kualitatif, kemudian ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa konsep kebijakan Kota Ramah Anak Perspektif Pendidikan Lingkungan di Kota Semarang telah dibuat dalam Peraturan Walikota Semarang tentang Kota Ramah Anak pada 2 (dua) komponen, yaitu, kelembagaan dan hak anak. Dari komponen dan konsep idealisasi dalam pelaksanaannya serta tercapainya sebuah tujuan program kebijakan yang diukur dalam penilaian tersbut menghasilkan sebuah Desain Kota Ramah Anak Perspektif Pendidikan Lingkungan di Kota Semarang yang efektif dan efisien.
Aplikasi Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus) Sebagai Alternatif Penurun Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus
Lianah Lianah;
Dian Ayuning Tyas;
Dian Triastari Armanda;
Siti Mukhlishoh Setyawati
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2666
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus L.) setelah mengonsumsi suweg mentah dan suweg rebus. Eksperimen dilakukan pada 15 ekor tikus putih sehat dengan rerata berat badan 181-183 gram. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Setiap kelompok tikus normal diadaptasikan terhadap pakan selama 3 hari dan dipuasakan selama 8-12 jam, kemudian diberi pakan sesuai dengan kelompok perlakuan masing-masing pakan suweg dengan dosis 10 mg/180 g BB suweg rebus, 10 mg/180 g BB suweg mentah, dan 10 mg/180 g BB pakan standar (kontrol). Kadar glukosa darah diukur dengan glukometer pada menit ke 0, 60 dan 120 setelah pemberian pakan secara oral. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan umbi suweg mentah menunjukkan aktivitas penurunan kadar gula darah lebih tinggi (3,8 mg/dl) dibandingkan umbi suweg rebus (3,6 mg/dl). Kecenderungan ini menunjukkan bahwa secara alami hormon insulin di dalam tubuh tikus sudah bekerja dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Suweg mengandung senyawa bioaktif berupa Polisakarida Larut Air (PLA) dan serat pangan yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Umbi suweg dapat diaplikasikan pada manusia khususnya sebagai terapi diet penurun kadar glukosa darah bagi penderita diabetes mellitus.
Perbandingan Variasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)
Fatimatuz Zahroh;
Kusrinah Kusrinah;
Siti Mukhlishoh Setyawati
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/ah.v1i1.2687
Limbah ikan merupakan salah satu limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi limbah ikan berupa jeroan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair karena masih mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik cair merupakan salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman holtikultura seperti tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian variasi konsentrasi pupuk organik cair dari limbah ikan terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan 4 ulangan sehingga ada 20 unit eksperimen dan ditempatkan secara acak yaitu pupuk 0% (P1), pupuk 3,5% (P2), pupuk 4% (P3), pupuk 4,5% (P4), dan pupuk 5% (P5). Pengamatan dilakukan terhadap tiga parameter pertumbuhan yaitu jumlah daun, diameter batang, dan tinggi tanaman. Teknis analisis data menggunakan One-way ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan uji lanjutan Duncan. Hasil uji One-way ANOVA pada pertumbuhan jumlah daun tanaman cabai merah adalah Fhitung sebesar 6,770 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung Ftabel). Hasil uji One-way ANOVA pada pertumbuhan tinggi batang adalah Fhitung sebesar 5,267 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung Ftabel). Hasil uji One-way ANOVA pada pertumbuhan diameter batang tanaman cabai merah adalah Fhitung sebesar 2,770 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung Ftabel). Uji lanjutan Duncan menunjukkan pada perlakuan konsentrasi 4,5 % (P4) menunjukkan perbedaan yang paling signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun dan tinggi batang tanaman cabai merah.