cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2010)" : 12 Documents clear
PENDIDIKAN SENI DAN TRANSDICIPLINARITY Wardani, Cut Kamil
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3026

Abstract

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kebutuhan zaman, berbagai usaha sadar dalam bidang pendidikan seni mulai dituntut untuk berubah dengan cara membelajarkan murid tentang berbagai kemampuan dalam apresiasi, kreativitas dan konseptual. Berbagai pendekatanpun mengalami perubahan dengan diterapkannya pendekatan seni terpadu di sekolah maupun di perguruan tinggi. Murid belajar beragam seni melalui beragam topik yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Dalam pembelajaran kesenian terpadu berbagai bidang seni seperti seni rupa, musik, tari, drama dapat dipadukan di samping keterpaduan dengan bidang ilmu lain seperti matematika, IPA, IPS, agama, olah raga, dll. Keterpaduan dalam bidang seni dapat dilakukan berdasarkan pada matra substansial dalam bidang seni itu sendiri, seperti: Persepsi, pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, apresiasi dan produksi yang bertujuan pada pengolahan dan pengembangan kesadaran estetis anak. Sedangkan keterpaduan dengan lintas bidang seni dapat dilakukan berdasarkan dimensi perkembangan anak yang meliputi fisik, perseptual, intelektual, sosial, emosional, kreativitas, moral, dan estetis
PENGEMBANGAN ASESMEN PORTOFOLIO MATEMATIKA DALAM SETING PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN MASALAH BERBASIS BUDAYA BATAK DI SMA Sinaga, Bornok
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3027

Abstract

Akar masalah dalam penelitian ini adalah kenyataan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika kurang memuaskan, dan orientasi pembelajaran matematika yang terjadi selama ini kurang menekankan pada usaha memampukan siswa mengonstruksi pengetahuan dan penilaian yang dilakukan oleh guru belum berorientasi pada proses, sehingga siswa kurang memahami konsep dan tidak mampu memecahkan masalah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan (Developmental Research) yang bertujuan untuk mendapatkan suatu model Asesmen Portofolio Matematika (APM) dalam seting Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak (PBM-B3) yang dapat mengaktifkan siswa belajar dan guru dapat mendeteksi perkembangan belajar siswa. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan APM- PBM-B3 ini mengacu pada model pengembangan pendidikan umum dari Tjeerd Plomp (1997) dengan memperhatikan 3 aspek kualitas material dari Nieveen, yakni aspek kevalidan, aspek kepraktisan, dan aspek keefektifan. Adapun fase-fase dalam pengembangan APM-PBM-B3 ini:1) Fase investigasi awal. Pada fase ini dilakukan analisis terhadap: (a) kebutuhan lingkungan, (b) kurikulum (c) teori-teori belajar, (d) teori asesmen; 2) Fase desain. Pada fase ini didesain perangkat APM-PBM-B3, dan desain instrumen penelitian. Kegiatan yang dilakukan pada fase ini meliputi (a) merancang buku model APM-PBM-B3, dan (b) merancang perangkat APM-PBM-B3; 3) Fase realisasi. Pada fase ini dibuat/disusun Prototipe APM-PBM-B3; 4) Fase tes, evaluasi, dan revisi. Fase ini difokuskan pada dua hal, yakni: (a) memvalidasi, dan (b) mengadakan uji coba lapangan prototipe APM-PBM-B3 yang telah disusun. Hasil validasi dari 7 (tujuh) validator menunjukkan bahwa pengembangan APM-PBM-B3 dan perangkat pendukung APM-PBM-B3 adalah valid, dan hasil uji coba pada siswa kelas I SMA Negeri 1 Balige tahun ajaran2008/2009 diperoleh: (1) perangkat pendukung pelaksanaan APM-PBM-B3 memenuhi kriteria praktis, dan (2) perangkat pendukung pelaksanaan APM-PBM-B3 memenuhi kriteria efektif
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DENGAN PENDEKATAN REFLECTIVE LEARNING Khodijah, Nyanyu
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas dengan mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam menggunakan pendekatan belajar reflektif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 6 Palembang pada bulan September 2005 hingga Juni 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research), dan model intervensi tindakan yang digunakan adalah model John Elliot. Pengumpulan data dan analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan mixed method. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala religiusitas, skala penilaian afektif, tes hasil belajar, pedoman observasi, angket, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas (SMA)  dapat  ditingkatkan  melalui  penggunaan pendekatan belajar reflektif. Selain itu, penerapan pendekatan belajar reflektif juga dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI.
MEMBANGUN JEJARING PENGETAHUAN (MENGUPAYAKAN PTAI MENJADI LEARNING ORGANIZATION (LO)) Cahyadi, Ani
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3017

Abstract

PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) adalah lembaga pendidikan Islam yang telah lama berdiri dengan berbagai dinamikanya. Upaya lembaga ini untuk terus berbenah diri menjadi yang terbaik adalah dambaan orang. Mengupayakan PTAI untuk terus belajar dan menjadi organisasi belajar terus diupayakan berbagai kalangan intern dan ekstern organisasi ini. Dengan memadukan people (siapa lagi yang belajar selain manusia), process (belajar sebelum, selagi, dan setelah), dan technology (sebuah mesin penghimpun otomatis yang mudah diakses). Pada akhirnya keseluruhan praktik berbagi dapat dilakukan dengan menjangkarkan kegiatan pada orang-orang yang bersemangat menyelesaikan tugas. Juga terbentuk mental model pada setiap individu pada organisasi ini dapat men-shared ilmu pengetahuan dan perubahan.
REVITALISASI FIKIH UNTUK KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP Sukarni, Sukarni
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3018

Abstract

Fikih sering dituduh tertinggal untuk menyahutiFikih sering dituduh tertinggal untuk menyahuti masalah-masalah sosial karena secara tradisional lebih berorientasi sufustik dan tekstual dogmatis. Keadaan ini diperparah dengan kajian-kajian fikih yang hanya menggunakan metode deduktif istinbathi, sehingga hasilnyapun tampak sebagai undukan fatwa yang berorientasi kemasa lalu, tidak menjangkau masa sekarang dan akan datang. Fikih sebenarnya akan berdaya saing dalam memberikan konsep-konsep untuk memecahkan masalah-masalah sosial, termasuk problema krisis lingkungan. Keberdayaan fikih itu akan tampak bila kajian- kajiannya diproyeksikan untuk menjawab masalah-masalah sosial yang ril terjadi dengan pendekatan induktif. Oleh karena itu, pendekatan deduktif doktriner dalam berijtihad dilakukan hanya sebagai langkah awal dan mesti dilanjutkan dengan pendekatan induktif istiqara?i. Pendekatan induktif istiqra?i meniscayakan semua problem sosial, termasuk masalah krisis lingkungan dapat dijawab oleh ajaran fikih
INDUKSI SEBAGAI METODE ILMIAH (KAJIAN TENTANG FILSAFAT ILMU FRANCIS BACON) Noor, Irfan
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3019

Abstract

Tulisan ini membahas pemikiran filosofis Francis Bacon tentang induksi sebagai metode ilmiah yang sahih bagi ilmu pengetahuan modern. Melalui metode induksi ini, Bacon telah mendorong berkembangnya suatu metode observasi, eksperimentasi, dan komparasi yang lazim dipakai dalam penelitian ilmiah. Salah satu sumbangan Bacon yang begitu penting dalam sejarah filsafat ilmu adalah berpindah titik berat pemikiran ilmiah modern dari pemikiran finalitas yang berpusat pada final cause kepada pemikiran yang berpusat pada efficient cause, dimana alam lebih dipandang menurut proses-proses internal yang saling berinteraksi satu sama lain bukannya menurut suatu tujuan akhir yang dicapai dalam evolusi alam semesta. Dengan demikian, Francis Bacon telah membuat suatu rumusan filsafat ilmu baru, yakni suatu prosedur ilmiah bagaimana ilmu pengetahuan modern dapat berkembang secara sistemik dan progresif
REVITALISASI FIKIH UNTUK KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP Sukarni Sukarni
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3018

Abstract

Fikih sering dituduh tertinggal untuk menyahutiFikih sering dituduh tertinggal untuk menyahuti masalah-masalah sosial karena secara tradisional lebih berorientasi sufustik dan tekstual dogmatis. Keadaan ini diperparah dengan kajian-kajian fikih yang hanya menggunakan metode deduktif istinbathi, sehingga hasilnyapun tampak sebagai undukan fatwa yang berorientasi kemasa lalu, tidak menjangkau masa sekarang dan akan datang. Fikih sebenarnya akan berdaya saing dalam memberikan konsep-konsep untuk memecahkan masalah-masalah sosial, termasuk problema krisis lingkungan. Keberdayaan fikih itu akan tampak bila kajian- kajiannya diproyeksikan untuk menjawab masalah-masalah sosial yang ril terjadi dengan pendekatan induktif. Oleh karena itu, pendekatan deduktif doktriner dalam berijtihad dilakukan hanya sebagai langkah awal dan mesti dilanjutkan dengan pendekatan induktif istiqara‘i. Pendekatan induktif istiqra’i meniscayakan semua problem sosial, termasuk masalah krisis lingkungan dapat dijawab oleh ajaran fikih
INDUKSI SEBAGAI METODE ILMIAH (Kajian tentang Filsafat Ilmu Francis Bacon) Irfan Noor
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3019

Abstract

Tulisan ini membahas pemikiran filosofis Francis Bacon tentang induksi sebagai metode ilmiah yang sahih bagi ilmu pengetahuan modern. Melalui metode induksi ini, Bacon telah mendorong berkembangnya suatu metode observasi, eksperimentasi, dan komparasi yang lazim dipakai dalam penelitian ilmiah. Salah satu sumbangan Bacon yang begitu penting dalam sejarah filsafat ilmu adalah berpindah titik berat pemikiran ilmiah modern dari pemikiran finalitas yang berpusat pada final cause kepada pemikiran yang berpusat pada efficient cause, dimana alam lebih dipandang menurut proses-proses internal yang saling berinteraksi satu sama lain bukannya menurut suatu tujuan akhir yang dicapai dalam evolusi alam semesta. Dengan demikian, Francis Bacon telah membuat suatu rumusan filsafat ilmu baru, yakni suatu prosedur ilmiah bagaimana ilmu pengetahuan modern dapat berkembang secara sistemik dan progresif
PENDIDIKAN SENI DAN TRANSDICIPLINARITY Cut Kamil Wardani
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3026

Abstract

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kebutuhan zaman, berbagai usaha sadar dalam bidang pendidikan seni mulai dituntut untuk berubah dengan cara membelajarkan murid tentang berbagai kemampuan dalam apresiasi, kreativitas dan konseptual. Berbagai pendekatanpun mengalami perubahan dengan diterapkannya pendekatan seni terpadu di sekolah maupun di perguruan tinggi. Murid belajar beragam seni melalui beragam topik yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Dalam pembelajaran kesenian terpadu berbagai bidang seni seperti seni rupa, musik, tari, drama dapat dipadukan di samping keterpaduan dengan bidang ilmu lain seperti matematika, IPA, IPS, agama, olah raga, dll. Keterpaduan dalam bidang seni dapat dilakukan berdasarkan pada matra substansial dalam bidang seni itu sendiri, seperti: Persepsi, pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, apresiasi dan produksi yang bertujuan pada pengolahan dan pengembangan kesadaran estetis anak. Sedangkan keterpaduan dengan lintas bidang seni dapat dilakukan berdasarkan dimensi perkembangan anak yang meliputi fisik, perseptual, intelektual, sosial, emosional, kreativitas, moral, dan estetis
PENGEMBANGAN ASESMEN PORTOFOLIO MATEMATIKA DALAM SETING PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN MASALAH BERBASIS BUDAYA BATAK DI SMA Bornok Sinaga
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3027

Abstract

Akar masalah dalam penelitian ini adalah kenyataan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika kurang memuaskan, dan orientasi pembelajaran matematika yang terjadi selama ini kurang menekankan pada usaha memampukan siswa mengonstruksi pengetahuan dan penilaian yang dilakukan oleh guru belum berorientasi pada proses, sehingga siswa kurang memahami konsep dan tidak mampu memecahkan masalah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan (Developmental Research) yang bertujuan untuk mendapatkan suatu model Asesmen Portofolio Matematika (APM) dalam seting Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak (PBM-B3) yang dapat mengaktifkan siswa belajar dan guru dapat mendeteksi perkembangan belajar siswa. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan APM- PBM-B3 ini mengacu pada model pengembangan pendidikan umum dari Tjeerd Plomp (1997) dengan memperhatikan 3 aspek kualitas material dari Nieveen, yakni aspek kevalidan, aspek kepraktisan, dan aspek keefektifan. Adapun fase-fase dalam pengembangan APM-PBM-B3 ini:1) Fase investigasi awal. Pada fase ini dilakukan analisis terhadap: (a) kebutuhan lingkungan, (b) kurikulum (c) teori-teori belajar, (d) teori asesmen; 2) Fase desain. Pada fase ini didesain perangkat APM-PBM-B3, dan desain instrumen penelitian. Kegiatan yang dilakukan pada fase ini meliputi (a) merancang buku model APM-PBM-B3, dan (b) merancang perangkat APM-PBM-B3; 3) Fase realisasi. Pada fase ini dibuat/disusun Prototipe APM-PBM-B3; 4) Fase tes, evaluasi, dan revisi. Fase ini difokuskan pada dua hal, yakni: (a) memvalidasi, dan (b) mengadakan uji coba lapangan prototipe APM-PBM-B3 yang telah disusun. Hasil validasi dari 7 (tujuh) validator menunjukkan bahwa pengembangan APM-PBM-B3 dan perangkat pendukung APM-PBM-B3 adalah valid, dan hasil uji coba pada siswa kelas I SMA Negeri 1 Balige tahun ajaran2008/2009 diperoleh: (1) perangkat pendukung pelaksanaan APM-PBM-B3 memenuhi kriteria praktis, dan (2) perangkat pendukung pelaksanaan APM-PBM-B3 memenuhi kriteria efektif

Page 1 of 2 | Total Record : 12