cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2021)" : 20 Documents clear
Studi literatur: Gambaran penerimaan diri penderita diabetes mellitus tipe II Sopia Marlina; Udin Rosidin; Sandra Pebrianti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.4093

Abstract

Acceptance of illness among patients with type 2 diabetes mellitus: A Literature study Background: Diabetes mellitus is a chronic disease that is a world health problem. Every year there is an increase in the number of morbidity that can be at risk of complications. DM patients require lifelong management to prevent complications. There is a change in lifestyle that can lead to feelings of hopelessness, so it is very important for sufferers to have an attitude of acceptance of illness. Low acceptance of illness can affect sufferers of poor disease management.Purpose: To describe of acceptance of illness among patients with type 2 diabetes mellitus.Method: Using published narrative artarticle obtained from a database-based search process. The data used are secondary data taken from national and international scientific articles starting from 2010 to 2020. The search engine used is Google Scholar and a database from PubMed. Analyzing keywords according to the topic, “acceptance of disease” OR “acceptance” OR “receiving” AND Diabetes mellitus OR Diabetes mellitus Type II.Results: Finding was 10 articles showed 6 articles with a low level patient's acceptance of their illness which could affect sufferers such as low self-care, poor glycemic control, anxiety, depression, quality of life, emotional aspects and disrupting medication adherence while 4 articles showed high acceptance of illness showing DM management. adequate coping, low depression pressure, adherence to medication, good glycemic control and excellent quality of life.Conclusion: The description of the patient's acceptance of their illness shows the results of all articles that developed and developing countries do not affect the acceptance of illness level. Of the 10 articles, 6 articles showed low acceptance of illness and 4 articles showed high acceptance of illness. Keywords: Acceptance of illness; Patient; Type 2 diabetes mellitus Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan dunia, setiap tahun mengalami peningkatan angka kesakitan yang dapat beresiko terjadi komplikasi. Pasien DM memerlukan pengelolaan seumur hidup untuk mencegah terjadi komplikasi. Terjadi perubahan pola hidup dapat menimbulkan rasa putus asa sehingga penting sekali penderita memiliki sikap acceptance of illness. Acceptance of illness yang rendah dapat mempengaruhi penderita terhadap managemen penyakit yang burukTujuan: Mengetahui gambaran penerimaan diri penderita Diabetes Mellitus Tipe IIMetode: Menggunakan Narrative review artikel yang terpublikasi yang didapatkan dari proses pencarian berbasis database. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diambil dari artikel ilmiah nasional maupun internasional di mulai dari tahun 2010-2020. Search Engine yang digunakan adalah Google Schoolar dan database dari PubMed. Menganalisis kata kunci yang sesuai dengan topik, “penerimaan penyakit” ATAU “penerimaan” ATAU “menerima” DAN Diabetes Mellitus ATAU Diabetes Mellitus Tipe IIHasil: Dari 10 artikel menunjukan 6 artikel dengan acceptance of illness rendah yang dapat menimbulkan dampak pada penderita seperti rendah perawatan diri, kontrol glikemik buruk, kecemasan, depresi, kualitas hidup, aspek emosional dan menganggu kepatuhan pengobatan sedangkan 4 artikel menunjukan acceptance of illness tinggi menunjukan managemen DM koping adekuat, tekanan depresi yang rendah, patuh pengobatan, kontrol glikemik baik dan kualitas hidup baik.Simpulan: Gambaran tentang Acceptance Of Illness pada Penderita Diabetes Mellitus menunjukan hasil dari semua artikel bahwa negara maju dan berkembang tidak mempengaruhi pada tingkat acceptance of illness. Dari 10 artikel yang didapatkan 6 artikel menunjukan acceptance of illness rendah dan 4 artikel menunjukan acceptance of illness tinggi. 
Pengaruh terapi komplementer akupresur terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I Ratna Dewi; Noviyanti Noviyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.4268

Abstract

Acupressure as a complementary therapy to the treatment of emesis gravidarumBackground: Nausea, vomiting results in decreased appetite, so that there is a change in electrolyte balance (potassium, calcium and sodium) which changes the body's metabolism. Nausea and vomiting (emesis gravidarum) when become severe conditions called hyperemesis gravidarum which causes pregnant women to vomit continuously every time they drink or eat, as a result the condition of the mother's body is getting worse, weaker, pale, and the frequency of urination decreases drastically so that little body fluids and blood becomes thick (hemoconcentration) and slows blood circulation, conjunction it can endanger the health condition of the mother and the development of the fetus.Purpose: To determine the effect of acupressure therapy in reducing the intensity of nausea and vomiting in the first trimester.Method: A quasi Experiment using a pretest-posttest design. The population were pregnancy who experiencing of nausea and vomiting. The sampling technique used a purposive sampling technique. Data analysis used dependent T-test and the Independent T-test.Results: There was an effect of acupressure therapy in reducing the intensity of nausea and vomiting in first Trimester with p-value 0.008. (<0.05).Conclusion: There was the effect of acupressure therapy in reducing the intensity of nausea and vomiting in the first trimester. Suggestion: To management of public health centre to promotion increase the provision of information on types of complementary non-pharmacological therapies, such as acupressure therapy emesis gravidarum.Keywords : Acupressure; Complementary therapy; Treatment; Emesis gravidarumPendahuluan: Mual muntah mengakibatkan menurunnya selera makan sehingga terjadi perubahan keseimbangan elektrolit (kalium, kalsium dan natrium) membuat metabolisme tubuh berubah. Mual muntah (emesis gravidarum) yang parah atau sering ini disebut hiperemesis gravidarum yang menyebabkan ibu hamil muntah terus menerus setiap kali minum atau makan, akibatnya kondisi tubuh ibu semakin turun, lemah, pucat, dan frekuensi pada buang air kecil (BAK) menurun drastis sehingga cairan tubuh sedikit dan darah menjadi kental (hemokonsentrasi) serta melambatkan peredaran darah, akibatnya dapat membahayakan kondisi kesehatan ibu dan perkembangan janin/bayi dalam kandungan ibu.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi akupressur dalam menurunkan intensitas mual muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya.Metode : Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan menggunakan rancangan Pretest-Posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami mual muntah. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji T Dependent test dan uji T Independent test. Hasil : Hasil penelitian terdapat  pengaruh pemberian terapi akupressur dalam menurunkan intensitas mual muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya dengan nilai p < 0.005 yaitu nilai p didapat 0.008.Simpulan: Ada pengaruh terapi akupresur dalam menurunkan intensitas mual dan muntah pada trimester pertama. Saran: Kepada manajemen Puskesmas agar meningkatkan promosi kesehatan dengan penyediaan informasi jenis terapi non farmakologis komplementer, seperti terapi akupresur emesis gravidarum
Pengaruh karakteristik individu dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) perawat dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening Ismuhadi Ismuhadi; Yusmahdi Yusmahdi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.3928

Abstract

Individual characteristics, Job satisfaction of hospital nurse Organizational Citizenship Behavior (OCB) with Organizational Commitments as Intervening Variable Background: A hospital organization supported by competent nurses encourages the creation of the best services from the hospital. Work in a hospital could flexible by individually and in a team, competent nurses can work professionally in hospitals and must be able to work in Organizational Citizenship Behavior (OCB) as well.Purpose: To determine Individual characteristics, Job satisfaction of hospital nurse organizational citizenship behavior (OCB) with Organizational Commitments as Intervening VariableMethod: An analysis of the research with a structural equation model, at the Cut Meutia Lhokseumawe Hospital in North Aceh with a total sample of 120 nurses using simple random sampling method.Results: Finding that individual characteristics and job satisfaction have a significant effect on organizational commitment, individual characteristics and job satisfaction and organizational commitment have a significant effect on OCB. The role of organizational commitment as an intervening variable mediates the relationship between individual characteristics and job satisfaction with OCB.Keywords: Individual characteristics; Job satisfaction; Hospital; Nurse; Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pendahuluan: Organisasi rumah sakit sangat membutuhkan perawat yang bersedia melakukan lebih dari sekadar tugas rutinitas yang diberikan oleh pimpinan, sikap kerelaan perawat bersedia membantu perawat lain adalah sikap yang sangat menguntung organisasi. Pekerjaan dalam dunia kerja harus dikerjakan secara fleksibel oleh individu dan tim, oleh karena itu perawat dirumah sakit harus mampu menjalankan OCB yang baik.Tujuan: Menguji pengaruh karakteristik individu dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi, pengaruh karakteristik individu dan kepuasan kerja serta komitmen organisasi.Metode: Menggunakan analisa model structural equation modeling, dan dilakukan di RSUD Cut Meutia Lhokseumawe Aceh Utara.   jumlah sampel 120 perawat dengan teknik sampling metode simple random sampling.Hasil: Ditemukan karakteristik individu dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, karakteristik individu dan kepuasan kerja serta  komitemen organisasi berpengaruh signifikan terhadap OCB. Peran komitmen organisasi sebagai variabel intervening  memediasi hubungan karakteristik individu dan kepuasan kerja terhadap OCB.
Analisa kelengkapan resep narkotika dan psikotropika di rumah sakit x kota Depok Nurwulan Adi Ismaya; Siti Novy Romlah; Diah Permata Sari; Nur Hasanah; Fajar Tri Kuncoroyekti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.3825

Abstract

The practice in prescribing and managing medicines: Narcotic and psychotropic drugsBackground: Using narcotic and psychotropic drugs in some hospitals now that have not implemented digital prescription. Nursing staff must be able to ensure that the prescription is legal and find some prescriptions written incomplete such as doctor name, date delivery without following the administrative standards and pharmaceutical requirements.Purpose: Analyze the feasibility of prescribing narcotics and psychotropics based on the completeness of administrative and pharmaceutical prescription requirements.Method: A Quantitative approach with descriptive analysis method. The recipes were analyzed based on; Administrative Completeness, Patient Administration, Pharmaceutical Completeness. A total of 750 narcotic prescriptions and 1378 psychotropic prescriptions were available at Puri Cinere Hospital from February to May 2020Results: Finding, 89.16% of narcotics prescriptions appropriate with the administrative requirements of the physician and 78.64% was appropriate with the administrative requirements of the patient and 99.76% was appropriate with the pharmaceutical requirements, while 89.18% of narcotics prescriptions were appropriate with the administrative and pharmaceutical requirements. As for psychotropic prescriptions, 90.70% of them were appropriate with the administrative requirements of the physician and 78.48% appropriate with the administrative requirements of the patient, 99.97% appropriate with the pharmaceutical requirements, while 89.78% of psychotropic prescriptions were appropriate with the administrative and pharmaceutical requirements.Conclusion: Approximately 100% of the prescriptions are in place where administrative requirements are appropriate. However, as far as pharmaceutical requirements are concerned, so many prescriptions still had no written a dosage in medicine.Keywords: The practice; Prescribing; Managing medicines;  Narcotic; Psychotropic drugsPendahuluan: Penggunaan obat narkotik dan psikotropika di beberapa rumah sakit saat ini belum menerapkan resep digital. Staf perawat harus dapat memastikan bahwa resep tersebut legal dan menemukan beberapa resep yang tertulis tidak lengkap seperti nama dokter, tanggal pengiriman tanpa mengikuti standar administrasi dan persyaratan kefarmasian.Tujuan: Menganalisis kelayakan peresepan narkotika dan psikotropika berdasarkan kelengkapan persyaratan administrasi dan resep farmasi.Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Resep-resep tersebut dianalisis berdasarkan; kelengkapan administrasi, administrasi pasien, kelengkapan kefarmasian. Sebanyak 750 resep narkotika dan 1378 resep psikotropika tersedia di RS Puri Cinere mulai Februari hingga Mei 2020.Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah terdapat resep narkotika memenuhi 89,16 % persyaratan adminstratif dokter, 78,64% persyaratan administratif pasien dan 99,76% persyaratan farmasetik, secara keseluruhan memenuhi 89,16% memenuhi persyaratan administratif dan faramasetik dan untuk resep psikotropik memenuhi 90,70 % persyaratan adminstratif dokter, 78,48% persyaratan administratif pasien dan 99,97% persyaratan farmasetik, secara keseluruhan memenuhi 89,78% memenuhi persyaratan administratif dan farmasetik.Simpulan: berdasarkan kelengkapan administratif baik dari segi dokter maupun pasien baik untuk resep narkotik maupun psikotropik belum 100% lengkap. Berdasarkan kelengkapan farmasetik baik untuk resep narkotik dan psikotropik masih ada yang tidak menuliskan kekuatan obat / dosis obat.
Efektivitas edukasi kesehatan menggunakan permainan tebak gambar dan audiovisual terhadap pemahaman kesehatan gigi dan mulut Fenita Purnama Sari Indah; Tri Okta Ratnaningtyas; Rita Dwi Pratiwi; Ida Listiana; Desty Alyumah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.3809

Abstract

The effectiveness of educational videos and picture charades: A health teaching device in improving oral health knowledge among elementary school students Background: Dental and oral health was one of the public health problems that required comprehensive treatment. Dental and oral health care efforts have to begin from an early age. To overcome the problem among elementary school students need health education used to counseling methods that were under the criteria target of health education.Purpose: To determine of the effectiveness of educational videos and picture charades: A health teaching device in improving oral health knowledge among elementary school students.Method: A quasi-experiment design with a non-equivalent control group with pretest posttest with a sample of 60 people. The group by a video method of 30 respondents and the group by picture charades of 30 respondents, The sample taken by purposive sampling. The technique of collecting data used to a questionnaire sheet. This studied used to Wilxocon signed rank test statistics and Mann Whitney test for data analysis.Results: There was a significant difference in oral health knowledge on educational videos group also picture charades group among elementary school students before and after interventions with (p value = 0.015) and (p value = 0.010) and differences both groups with (p value = 0.011).Conclusion: The video method and picture charades were in the same effective for increasing the knowledge of dental and oral health for fourth-grade students at Government Elementary School (SDN Muncul 3).Keywords: Educational; Videos; Picture charades; A health teaching device; Oral health knowledge; Elementary school studentsPendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan secara komperehensif. Upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Untuk mengatasi masalah pada siswa sekolah dasar dapat dilakukan dengan penyuluhan kesehatan menggunakan metode penyuluhan yang sesuai dengan kriteria sasaran penyuluhan kesehatan. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan dari duapuluh siswa memiliki pemahaman kurang tentang kesehatan gigi dan mulut.Tujuan: Mengetahui perbedaan pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut antara penyuluhan kesehatan dengan metode audiovisual dan permainan tebak gambar.Metode: Penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan non-equivalent control group design with Pretest Posttest design dengan sampel yaitu 60 orang. Untuk kelompok metode audiovisual sebanyak 30 responden dan untuk kelompok permainan tebak gambar sebanyak 30 responden dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik uji wilcoxon signed rank test dan uji mann whitney test.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan dengan metode audiovisual (p value = 0,015) dan permainan tebakgambar (p value = 0,010) serta perbedaan diantara kedua pengguna metode penyuluhan kesehatan (p value = 0,011).Simpulan: Metode audiovisual dan permainan tebak gambar sama - sama efektifnya untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa kelas IV SDN Muncul 3. Namun, jika dibandingkan kedua metode ini, metode permainan tebak gambar lebih dapat meningkatkan pemahaman siswa.
Pengaruh terapi musik klasik (mozart) terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Rahma Elliya; Satria Baharuddin; Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.1605

Abstract

The effect of classic music therapy (mozart) on blood pressure in elderly with hypertensionBackground: Based on the Health Profile of North Lampung Regency in 2018 the number of people with hypertension in the last three years increased to 600 in 2017 and in 2018 the number of sufferers was 741 sufferers.Purpose: To determine the effect of classical music therapy (Mozart) on blood pressure.Method: Quantitative research uses a quasi-experimental approach. The population was patients with hypertension at the Elderly Post health service (Posyandu) at Kalibalangan Health Center, which amounts to 80 people. A sample of 62 participants divided into 2 groups, 31 participants by music therapy + antihypertensive drug (amlodipine), and 31 other participants only take the antihypertensive drug as amlodipine. Data collection techniques by monitoring of blood pressure. The statistical test used is the Independent Test.Results:The average blood pressure of systole before being given Classical Music (Mozart) + Amlodiphine is 164.2 mmHg, diastole 102.7 mmHg. The average blood pressure of systole before being given Amlodipine is 163.5mmHg, diastole 103.9 mmHg. Average blood pressure of systole after given Classical Music (Mozart) + Amlodipine is 147.1mmHg, diastole 89.03mmHg. The mean systole blood pressure after Amlodipine is 152.3mmHg, diastole 95.2 mmHg. There are differences in systolic blood pressure in patients with moderate hypertension between the intervention groups (classical music therapy (mozart) ) and the control group (p-value = 0,000) There is a difference in diastolic blood pressure in patients with moderate hypertension between the intervention group (classical music therapy (mozart) and the control group (p value = 0.016).Conclusion: There is an influence of classical music therapy (mozart) on blood pressure, it is recommended to use the results of this study as an alternative therapy in the treatment of primary hypertension and so that it can be socialized to the communityKeywords: Classical Music Therapy (Mozart); Blood Pressure; Hypertension; ElderlyPendahuluan: Jumlah penderita hipertensi di Kabupaten Lampung Utara dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan tahun 2015 sebesar 10.743 penderita tahun 2016 sebesar 13.039 penderita dan tahun 2017 sebesar 11.228 penderita. Sementara di Puskesmas Kalibalangan tahun 2015 sejumlah 604 turun menjadi 458 tahun 2016, kemudian meningkat menjadi 600 tahun 2017 dan tahun 2018 sejumlah 741 pasien, musik klasik merupakan salah satu terapi non farmakalogik yang mampu menurunkan tekanan darah.Tujuan: Diketahui pengaruh terapi music klasik (Mozart) terhadap tekanan darah pada lansia.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di Posyandu Puskesmas Kalibalangan yang berjumlah 80 orang. Sampel sebanyak 62 partisipan dibagi menjadi 2 kelompok, 31 partisipan dengan terapi musik + obat anti hipertensi (amlodipine), dan 31 partisipan lainnya hanya mengkonsumsi obat anti hipertensi sebagai amlodipine. Teknik pengumpulan data dengan mengamati tekanan darah. Uji statistik yang digunakan adalah Independent Test.Hasil: Rata-rata tekanan darah systole sebelum diberi Musik Klasik (Mozart) + Amlodiphine adalah 164.2 mmHg, diastole 102,7 mmHg, pada kelompok yang diberi Amlodipine adalah 163.5mmHg, diastole 103.9 mmHg. Rata-rata tekanan darah systole sesudah diberi Musik Klasik (Mozart) + Amlodipine adalah 147.1 mmHg, diastole 89.03 mmHg, pada kelompok yang diberi Amlodipine adalah 152.3 mmHg, diastole 95.2 mmHg. Ada perbedaan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi sedang antara kelompok intervensi (terapi music klasik (mozart) dan kelompok control (p-value = 0,000). Ada perbedaan tekanan darah diastolic pada penderita hipertensi sedang antara kelompok intervensi (terapi music klasik (mozart) dan kelompok control (p value =0,016).Simpulan: Ada pengaruh terapimusik klasik (Mozart) terhadap tekanan darah pada lansia, sehingga disarankan agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu terapi alternative dalam pengobatan hipertensi primer dan agar dapat disosialisasikan kepada masyarakat.
Pola asuh orang tua pada remaja dengan kecanduan internet Janet Tri Bibelia; Nur Oktavia Hidayati; Irman Somantri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.4629

Abstract

Parenting Style among Teenagers with an Internet Addiction Background: Teenagers are transition from childhood to adulthood which is a period of crisis against maladaptive risks, such as internet addiction. One of the external factors that most influences internet addiction in teenagers is parenting style.Purpose: To describe the parenting style among teenagers with an internet addiction.Method: A quantitative descriptive with a cross-sectional approach. The population was all students in grades of X and XI grade senior high school of Jatinangor, and samples were taken by purposive sampling with criteria of experiencing internet addiction, have complete parents, and living with parents with a total sample of 100 students. Data collection by using an instrument of Parental Authority Questionnaire (PAQ) which has translated in bahasa and tested for its validity with coefficient ≤ 0.300, and its reliability with of Alpha Cronbach ≤ 0.700. The results were analyzed by univariate.Results: The research showed that authoritative father’s parenting style perceived by teenagers (38%), authoritative mother’s parenting style perceived by teenagers (43%), authoritarian father’s parenting style perceived by teenagers (25%), authoritarian mother’s parenting style perceived by teenagers (28%), permissive father’s parenting style perceived by teenagers (28%), and permissive mother’s parenting style perceived by teenagers (16%).Conclusion: Most of the parenting styles perceived by adolescents with internet addiction are democratic maternal. Keywords: Internet addiction; Parent style; Teenagers. Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju  dewasa yang merupakan masa krisis terhadap risiko maladaptif, seperti kecanduan internet. Salah satu faktor eksternal yang paling mempengaruhi kecanduan internet pada remaja ialah pola asuh..Tujuan: Mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada remaja dengan kecanduan internet.Metode: Penelitian deskriptif-kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Negeri Jatinangor, sebanyak 838 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi mengalami kecanduan internet, orang tua lengkap dan tinggal bersama orang tua dengan jumlah sampel sebanyak 100 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Instrumen Parental Authority Questionnaire (PAQ) yang telah dialih bahasakan dan diuji validitasnya dengan nilai koefisien ≤ 0.300, serta reliabilitasnya dengan nilai Alpha Cronbach≤ 0.700. Hasil penelitian dianalisis  dengan teknik analisis univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pola asuh ayah demokratis yang dipersepsikan remaja (38%), pola asuh ibu demokratis yang dipersepsikan remaja (43%), pola asuh ayah otoriter yang dipersepsikan remaja (25%), pola asuh ibu otoriter yang dipersepsikan remaja (28%), pola asuh ayah permisif yang dipersepsikan remaja (28%), dan pola asuh ibu permisif yang dipersepsikan remaja (16%).Simpulan: Sebagian besar pola asuh yang dipersepsikan remaja dengan kecanduan internet adalah pola asuh ibu demokratis.
Aplikasi pemberian teknik distraksi terhadap skala nyeri anak selama prosedur medis Setiawati Setiawati; Linawati Novikasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.4392

Abstract

A comparison of distractors for  controlling pain and discomfort in young children during medical procedures Background: The problem that often occurs in the pediatric ward is when going to take medical procedures, there are several procedures that will cause a pain and discomfort in young children. During the performance, a nurse needs a full concentration and a calm environment. Meanwhile, a young children need a distraction for controlling pain and discomfort during medical procedures. Procedure need to apply to make easily and smoothly until end of the performance.Purpose:  A comparison of distractors for  controlling pain and discomfort in young children during medical proceduresMethod: A quantitative study and a purposive sampling experimental design (pre-test and post-test). The population and sample taken 60 participants by a purposive sampling divided into two groups intervention, 30 participants by video cartoons and 30 participants with storytelling. A medical procedure when taking a venous blood sample. The measuring instrument used the face, legs, activity, cry and consolability (FLACC) pain scale with the lowest score of 0 and the highest score of 10. Statistical test using the T test.Results: Finding that there was a significant effect on young children by distraction technique with cartoon video media and storytelling media when taking venous blood samples. Both groups obtained p-value 0.000, indicating that both distraction techniques are effective to use. While the difference in the mean value (pre test-post test) on video cartoon media is 0.97 and storytelling media with a mean value of 1.50. It means that storytelling media is more effective than video cartoon media.Conclusion: Both distraction techniques, such as videos, cartoon media and storytelling media, have a significant level of effectiveness and storytelling media is more effective than cartoon video media, that could as an alternative as a permanent procedure in the pediatric ward.Keywords: Distractors; Controlling pain; Discomfort; Young children; Medical proceduresPendahuluan:  Masalah yang sering terjadi diruang anak yaitu pada saat akan melakukan tindakan medis, dimana ada beberapa prosedur yang akan membuat rasa sakit dan ketidaknyamanan pada anak. Selama tindakan tersebut, seorang perawat akan mengerjakannya dengan penuh konsentrasi dan perlu ketenangan. Sedangkan pada anak tersebut dibutuhkan tindakan distraksi supaya tindakan medis dapat dilakukan dengan mudah dan lancar.Tujuan: Untuk melihat efektivitas pemberian teknik distraksi terhadap skala nyeri anak selama prosedur medis di rumah sakitMetode: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (pre-test dan post-test) dan pemilihan sampelnya menggunakan purposive sampling. Populasi dan sampel sebanyak 60 partisipan yang dibagi dalam dua grop perlakuan yaitu 30 partisipan dengan media video cartoon dan 30 partisipan dengan media storytelling. Prosedur medis yang dilakukan pada saat pengambilan sampel darah vena. Alat ukur yang dipakai untuk mengujkur skala nyeri menggunakan skala nyeri face, legs, activity, cry and consolability (FLACC) dengan skor terendah 0 dan tertinggi skor 10. Uji statistik menggunakan uji T.Hasil: Didapatkan adanya pengaruh yang signifikan pada anak jika dilakukan perlakukan distraksi dengan media video kartun dan media storytelling saat pengambilan sampel darah vena. Kedua kelompok didapatkan p-value 0.000 menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif untuk digunakan. Sedangkan perbedaan nilai mean (pre test-post test) pada media video cartoon 0.97 dan media storytelling dengan nilai mean 1.50. artinya media storytelling lebih efektif dibandingkan media video cartoon.Simpulan: Intervensi menonton video kartun dan storytelling mempunyai tingkat efektivitas yang sukup signifikan dan media storytelling lebih efektif dibandingkan media video cartoon, sehingga dapat jadikan alternatif sebagai prosedur tetap diruangan anak.
Pengaruh penerapan komunikasi terapeutik terhadap sikap kooperatif anak usia dini Yenni Fusfitasari; Dita Amita; Kurniawan Saprihadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.4352

Abstract

Therapeutic communication and cooperative behavior among early childhoodBackground: Cooperative behavior is an important level of developmental achievement, one factor influencing cooperative behavior with the application of therapeutic communication. The results of the initial survey conducted on 10 Kindergarten students, there were 8 students who were uncooperative with nurses or health workers.Purpose: Knowing the effect of the application of therapeutic communication and cooperative behavior in early childhoodMethod : A quantitative research was pre-experimental design with the One Group Pretest Posttest approach. The population with a total sample of 38 students conducted at kindergarten school, in Bengkulu. data collection using by observations. Data analysis was univariate (frequency distribution) and bivariate (Paired sample t-test).Results: The mean of early childhood in cooperative behavior before therapeutic communication was 4.03. The mean of after therapeutic communication was 7.08. The statistical test results got the value of ρ = 0,000 <α (0.05), so there is an effect of the therapeutic communication and cooperative behavior among early childhood.Conclusion: There is an effect of the therapeutic communication and cooperative behavior among early childhood, to be following continuously implement invitations and cooperation with nurses or health workers to implement of therapeutic communication, and developing positive a behavior.Keywords: Therapeutic communication; Cooperative behavior; Early childhood; Kindergarten schoolPendahuluan : Sikap kooperatif merupakan salah satu tingkat pencapaian perkembangan yang penting untuk dikembangkan, salah satu faktor mempengaruhi sikap koperaif dengan penerapan komunikasi teraupetik. Hasil survey awal yang dilakukan terhadap 10 siswa TK Witri I terdapat 8 orang yang tidak kooperatif terhadap perawat atau petugas kesehatan yang hadir dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan untuk pengecekan tumbuh dan kembang anak di TW Witri I tersebut.Tujuan : diketuahui pengaruh penerapan komunikasi teraupetikterhadap sikap kooperatif anak usia diniMetode: Penelitian kuantitatif rancangan pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest postest. Populasi seluruh perawata dengan pengambilan sampel secara total sampling yang berjumlah 38 siswa telah dilakukan di TK Witri I Kota Bengkulu. pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan ke responden. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (Uji paired sampel t-test).Hasil : Rata-rata sikap kooperatif anak usia dini sebelum dilakukan komunikasi teraupetikadalah 4,03. Rata-rata sikap kooperatif Anak Usia setelah dilakukan komunikasi teraupetikadalah 7,08. Hasil uji statistic didapatkan nilai ρ = 0,000 < α (0,05), maka ada pengaruh penerapan komunikasi teraupetikterhadap sikap kooperatif anak usia dini.Simpulan : Didapatkan Pengaruh pengaruh penerapan komunikasi teraupetikterhadap sikap kooperatif anak usia dini (p-value 0,0001 < α 0,05). Diharapkan penyelenggara pendidikan anak usia dini hendaknya secara terus menerus menerapkan mengundang dan kerjasama kepada perawat atau tenaga kesehatan untuk menerapkan komunikasi teraupetiksehingga sikap anak selalu kooperatif kepada tenaga kesehatan dan orang yang baru dikenal.
Analisa pola asuh orang tua dengan harga diri pada siswa/siswi Sekolah Menengah Atas Mardhatilah Hasdianasari; Teguh Pribadi; Lolita Sary
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.1604

Abstract

Analysis of patterns of parenting and self-esteem among high school studentsBackground: Low self-esteem is a feeling of worthlessness. Family is one factor that determines an adolescent's personality. The form of adult parenting improves the child's personality when he is an adult.Purpose: To an analysis of patterns of parenting and self-esteem among high school studentsMethod: Quantitative research with time research in a cross-sectional study. The population in this study were grade X high school students at Bandar Lampung in 2019 with a sample of 198 respondents. The instrument of data collection in this study used a questionnaire. Data analysis using Chi-Square test.Results: The findings, most of the respondents were male, namely 173 (87.4%), respondents who had low self-esteem were 70 (35.4%), felt that their father was dominant in providing care 135 (68.2%), respondents Those who feel they have authoritarian parenting are 33 (16.7%), permissive parenting is 27 (13.6%), neglected parenting is 44 (22.2%), undemocratic parenting is 104 (82.5%) and (p-value = 0.000 and OR = 4.143), (p-value = 0.984), (p-value = 0.00 and OR = 4.100), (p-value = 0.000 and OR = 7.556).Conclusion: There is a relationship between authoritarian parenting, neglect, and self-esteem among high school students. There is no relationship between permissive parenting and self-esteem among high school students. Suggestions: School management and psychological counseling to pay attention more to the importance of parenting that deserves high self-esteem in adolescents.Keywords: Patterns of parenting; Self-esteem; High school studentsPendahuluan: Harga diri rendah  adalah perasaan  tidak berharga, tidak berarti dan  rendah  diri yang berkepanjangan   akibat evaluasi yang negatif terhadap  diri sendiri atau  kemampuan diri. Keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepribadian seorang remaja. Bentuk pola asuh orangtua mempengaruhi pembentukan kepribadian anak saat dia dewasa.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan waktu dalam penelitian ini secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK A Bandar Lampung  pada tahun 2019 dengan jumlah sampel 198 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Sebagian besar responden merupakan laki-laki yaitu sebanyak 173 orang (87,4%), responden yang mengalami harga diri rendah sebanyak 70 orang (35,4%), orangtua responden yang dominan dalam pemberian pola asuh adalah bapak yaitu 135 orang (68,2%), responden yang memiliki pola asuh otoriter sebanyak 33 orang (16,7%), pola asuh permisif sebanyak 27 orang (13,6%), pola asuh diabaikan sebanyak 44 orang (22,2%), pola asuh demokratis sebanyak 94 orang (47,5%) dan (p-value = 0,000 dan OR= 4,143), (p-value = 0,984), (p-value = 0,000 dan OR= 4,100), (p-value = 0,000 dan OR= 7,556).Simpulan: Terdapat hubungan pola asuh otoriter, diabaikan dan demokratis dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Tidak terdapat hubungan pola asuh permisif dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Saran : Dalam penelitian ini diharapkan orangtua lebih memahami tentang pentingnya pola asuh yang tepat agar terbentuk harga diri yang tinggi pada anak remaja.

Page 2 of 2 | Total Record : 20