cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2011)" : 19 Documents clear
HUBUNGAN JUMLAH CD4+ DENGAN PENURUNAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN TERINFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)/ACQUIRED IMMUNEDEFICIENCY SYNDROME (AIDS) DI RSUDDr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Riska Wandini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5434.876 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.857

Abstract

Salah satu hal yang masih memprihitinkan di dunia remaja saat ini adalah kebiasaan merokok dikalangan remaja. Semakin bertambahnya tahun, kebiasaan merokok dikalangan remaja cenderung semakin bertambah. Menurut Depkes RI (2006) dalam Tim penyususn Poltekkes Depkes Jakarta 1 (2010), sebesar 35% penduduk umur 15 tahun ke atas merokok. Dibandingkan dari hasil penelitian Survei sosial dan ekonomi nasional (Susenas) dalam Tim penyusun Poltekkes Depkes Jakarta 1 (2010), tahun 2001 dan 2003 terjadi peningkatan sebesar 3%. Persentase prilaku merokok pada laki-laki konstan tinggi, yaitu 63% pada tahun 2001, 2003 dan 2004. Pada perempuan jauh lebih rendah, namun ada peningkatan dari 1,4% pada tahun 2001 menjadi 1,7% pada tahhun 2003, dan 4,5% pada tahun 2004.Tujuan penelitian adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan merokok pada siswa SMA Negeri 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Pada penelitian ini populasinya adalah Seluruh Siswa Laki-laki SMA Negeri 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat Kelas X, XI dan XII yang berjumlah 246 Siswa, dengan sempel 152 orang. Analisa bivariat yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan pengaruh orang tua dengan kebiasaan merokok siswa SMA Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat (p-value = 0,334), tidak ada hubungan Pengaruh teman dengan kebiasaan merokok siswa SMA Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat (p-value = 0,361) dan ada hubungan pengaruh Iklan dengan kebiasaan merokok siswa SMA Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat (p.value = 0,016).Diharapkan bagi siswa untuk mengerti dan menyadari tentang bahaya akibat merokok sehingga dapat meninggalkan kebiasaan merokok yang seharusnya kebiasaan tersebut tidak perlu dilakukan oleh remaja.
Pengaruh Working Capital To Total Assets, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover Dan Net Profit Margin Terhadap Pertumbuhan Laba Pada PT Bukit Asam (Persero) Tbk Periode 2009-2014 Robby Chandra Purnama
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3723.631 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.874

Abstract

Kekurangan iodium masih menjadi masalah besar di beberapa negara di dunia, khususnya negara-negara berkembang, karena semakin baik gizi dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari maka semakin baik pula kemampuan manusianya. Garam merupakan salah satu media yang difortifikasi iodium, adapun garam yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah garam dengan bentuk kasar dan halus dengan lama penyimpanan yang berbeda-beda, ini akan berpengaruh terhadap kadar iodium pada garam konsumsi, karena KIO; merupakan zat oksidator, sehingga KIO, akan tereduksi dengan penyimpanan dalam keadaan terbuka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah lama dan cara penyimpanan garam beriodium secara terbuka dan tertutup berpengaruh terhadap kadar iodium. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memprediksi kualitas garam yang dikonsumsi masyarakat dalam jangka waktu relatif lama yang dapat dijadikan sebagai bahan pustaka. Penentuan kadar KIO3 dilakukan dengan menggunakan metode iodometri, dengan prinsip penambahan kalium iodida secara berlebih, kemudian iodium yang dibebaskan dititrasi danagn natrium tiosulfat. Berdasarkan hasil penelitian kadar iodium pada garam beriodium yang telah disimpan dalam wadah terbuka dan wadah tertutup selama 12 hari, masih memenuhi persyaratan yaitu 30 -80 mg/kg, akan tetapi kadar iodium pada garam mengalami penurunan, dari data yang diperoleh dilakukan analisa statistik dengan menggunakan uji t, karena uji t dapat membandingkan dua hal yang berbeda. Berdasarkan uji t didapatkan hasil t percobaan = 2,119735, sedangkan t kritik = 2,31 (taraf kepercayaan 95%). Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penyimpanan garam beriodium secara terbuka dan tertutup terhadap kadar iodium.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN MENARCHE PADA REMAJA DI MTS MIFTAHUL HUDA TULUNGASAHAN KABUPATEN TANGGAMUS Yulina Yulina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5604.13 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.865

Abstract

Menarche dapat terjadi dalam rentang usia yang bervariasi, dan penentuan waktunya di pengaruhi oleh faktor genetik / riwayat keturunan, gizi dan lingkungan. Dibandingkan dengan faktor genetik, nutrisi dan kesehatan umum, pengaruh faktor sosial lebih kecil. Demikian pula statistik menunjukkan bahwa usia menarche di pengaruhi oleh faktor keturunan, keadaan gizi, dan kesehatan umum (Winkjosastro, 1999). Hasil prasurvey di MTS Miftahul Huda Tulungasahan terdapat 5 orang siswa yang berusia < 10 tahun (kelas 7) sudah mengalami menstruasi. penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi siswa kelas 7 yang berjumlah 127 orang terdiri dari 6 kelas. Sampel menggunakan random sampling 28 siswa dari 6 kelas. Hasil penelitian adanya pengaruh yang signifikan antara faktor umur menarche ibu dengan kecepatan menarche pada remaja (p=0,000), faktor penghasilan orang tua tidak adanya pengaruh dengan kecepatan menarche pada remaja (p=0,020), Faktor kesehatan umum pada riwayat penyakit TBC mempengaruhi kecepatan menarche pada remaja (p=0.002), Faktor riwayat penyakit ginjal tidak mempengaruhi kecepatan menarche pada remaja (p=0.250), Faktor gizi berpengaruh terhadap kecepatan menarche pada remaja (p=0.004). oleh karena itu disarankan setiap orang tua selalu memonitor perkembangan anak remaja khusunya remaja putri.
Penentuan Strategi Bersaing Menggunakan Analisis SWOT (Studi Kasus Pada PT. Keong Nusantara Abadi Natar Lampung Selatan) Rahma Elliya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4747.764 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.870

Abstract

Setiap wanita normal selalu mengalami masa pubertas, yaitu masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa dengan ciri-ciri datangnya menerche. Remaja mengalami menarche remaja akan mengalami kecemasan, yang merupakan reaksi umum. Kecemasan pada remaja dalam menghadapi menarche seringkali dikaitkan dengan pemahaman-pemahaman yang salah tentang menarche atau keterbatasan informasi tentang menarche. Orang yang memiliki pengetahuan secara baik, kecemasannya lebih rendah dari pada orang yang memiliki pengetahuan kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang menarche terhadap tingkat kecemasan remaja pada saat mengalami menarche. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskritif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yang dijadikan sampel adalah 46 responden remaja wanita. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi square. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang menarche terhadap tingkat kecemasan remaja pada saat mengalami menarche di SMP Muhammadiyah 3 Labuhanratu Bandar Lampung Tahun 2009 (p value= 0,012 yang berarti (p<a=0,05). Diharapkan Penelitian selanjutnya untuk dapat mengkaji lebih jauh apakah ada faktor lain yang mempengaruhi tingkat kecemasan remaja yang menghadapi menarche dan manfaat pemberian pengetahuan pada remaja dalam menghadapi menarche.
KORELASI ANTARA DERAJAT PARASITEMIA DENGAN ANEMIA PADA PENDERITA YANG TERINFEKSI MALARIA DI PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Aryanti Wardiyah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2988.104 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.861

Abstract

Belum tercapainya target K4, salah satunya disebabkan karena pemahaman tentang pedoman Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) khususnya kunjungan pemeriksaan kehamilan masih kurang, sehingga masih ditemukan ibu hamil yang belum mengetahui pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur. Cakupan K4 untuk Puskesmas Kenali 74.0%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu hamil dalam antenatal care di Puskesmas Kenali Lampung Barat. Penelitian menggunakan desain korelasi, sampel adalah ibu Hamil Trimester III h 65 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian didapat gambaran kunjungan ANC responden sebagian besar kategori tidak lengkap 66.2%, pengetahuan responden sebagian besar kategori baik 67.7%, sikap responden sebagian besar kategori positif 73.8%, perilaku petugas sebagian besar kategori mendukung 53.8%, keyakinan responden sebagian besar kategori tidak yakin 52.3%, ada hubungan antara pengetahuan (P value 0.010), sikap (P value 0.011), perilaku petugas (P value 0.000), keyakinan dengan kunjungan ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan (ANC) (P value 0.035). Saran kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan pemberian informasi atau masukan yang diharapkan dapat meningkatkan peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi mengenai manfaat pemeriksaan antenatal care sehingga dapat meningkatkan kunjungan antenatal care ibu melalui penyuluhan, penempelan poster atau leaflet.
Pengaruh Sikap Fiskus, Sistem Administrasi Perpajakan Modern, Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan Di KPP Pratama Teluk Betung Bandar Lampung Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3456.219 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.875

Abstract

Walaupun telah lama dilaksanakan program imunisasi, masih saja terdapat Kejadian Luar Biasa terhadap penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan Program Imunisasi, di Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat cakupan imunisasi bayi menunjukkan angka yang belum memenuhi target yang diinginkan. Kurangnya target cakupan ini merupakan cermin dari perilaku ibu bayi terhadap imunisasi bayi yang kurang aktif, perilaku yang aktif sebanyak 118 (57,6%) dan tidak aktif 87 (42,4%). Tujuan penelitian ini, diketahuinya factor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu bayi terhadap imunisasi bayi. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasi menggunakan pendekatan Cross Sectional, dilaksanakan pada bulan Januari 2010 di Posyandu Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat. Jumlah populasi sebanyak 422 ibu bayi. Teknik pengambilan sampel Multistage Random Sampling, jumlah sampel 205 ibu bayi. Untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan dependen dengan menggunakan chi sguare (x) dengan a (0,05). Distribusi frekuensi pengetahuan ibu bayi yang memiliki pengetahuan rendah 115 ibu bayi (56,1%) pengetahuan tinggi 90 ibu bayi (43,9%), sikap yang positif terdapat 108 ibu bayi (52,7%), sikap yang negatif 97 ibu bayi (47,3%), peran serta kader yang berperan 99 orang (46,3%) dan tidak berperan 106 (51,7%), frekuensi penyuluhan dalam kategori pernah 119 ibu bayi (58,0%) dan tidak pernah 86 ibu bayi (42,0% ). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara variabel pengetahuan (p value= 0,044), sikap (p value= 0,009), peran serta kader (p value= 0,020), penyuluhan (p value= 0,000). Diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai imunisasi bayi sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi sebagai output perilaku ibu bayi.
FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI PEKON WAY HALOM WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDALOMAN KECAMATAN GUNUNG ALIP KABUPATEN TANGGAMUS Umi Romayati Keswara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4329.625 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.866

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang sangat dominan di daerah tropis dan sub-tropis dan dapat mematikan. Setidaknya 270 juta penduduk dunia menderita malaria dan lebih dari 2 miliar atau 42% penduduk bumi memiliki risiko terkena malaria. WHO mencatat setiap tahunnya tidak kurang dari 1 hingga 2 juta penduduk meninggal karena penyakit yang disebar luaskan nyamuk Anopheles (Fahmi, 2005). Berdasarkan Laporan Puskesmas Kedaloman, 2009, Kasus malaria klinis di wilayah kerja Puskesmas Kedaloman pada 4 tahun terakhir terjadi peningkatan, dimana AMI 22,81 per 1000 penduduk tahun 2006 meningkat menjadi 22,91 per 1000 penduduk tahun 2007, dan meningkat lagi menjadi 27,01 tahun 2008, sedangkan pada tahun 2009 menjadi 29,42 per 1000 penduduk. Diketahui faktor-faktor resiko berpengaruh terhadap kejadian malaria di Pekon Way Halom Wilayah Kerja Puskesmas Kedaloman Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus Tahun 2010. Tujuan Penelitian diketahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian malaria. Studi menggunakan pendekatan case control. Dilaksanakan Desember 2010 di Pekon Way Halom Wilayah Kerja Puskesmas Kedaloman Kecamatan Gunung Alip Tanggamus. Sampel penelitian sebanyak 34 responden ditambah responden kontrol sebanyak 34 responden sehingga total responden penelitian sebanyak 68 responden dengan total population sampling. Pengambilan data wawancara dan observasi. Analisa data dengan Chi Square. Hasil Studi menunjukkan terdapat hubungan antara penutup ventilasi (p value = 0.001), genangan air (p value=0.025), kebiasaan berada diluar rumah pada malam hari (p value=0.004) dan OR=5.01, kebiasaan menggunakan kelambu saat tidur (p value=0.00) dengan kejadian malaria. Berdasarkan hasil studi disarankan kepada masyarakat untuk menutup ventilasi, membersihkan genangan air, tidak keluar rumah pada malam hari dan menggunakan kelambu saat tidur.genangan air, kebiasaan keluar pada malam hari kebiasaan 
GAMBARAN KARAKTERISTIK PITIRIASIS VERSIKOLOR DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4353.401 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.854

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab kematian sekitar 7,1 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 13 % dari total kematian, sedangkan di Indonesia hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian. Jumlah penderita hipertensi di Kecamatan Lambu Kibang tahun 2009 yaitu 630 orang. Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah usia, keturunan, jenis kelamin, obesitas, konsumsi natrium, konsumsi lemak, kelainan ginjal, merokok, dan kurang olahraga.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Kampung Pagar Jaya, Tulang Bawang Barat. rvei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh usia lanjut berjumlah 94 orang dengan sampel total populasi. Pengumpulan data wawancara, dengan alat bantu kuesioner, selain itu juga pengukuran tekanan darah, serta lingkar pinggang dan lingkar panggul. Berdasarkan hasil univariate diperoleh 55,3% orang menderita hipertensi dan 44,7% orang tidak hipertensi, 50% orang berjenis kelamin laki-laki dan 50% perempuan, 55,3% orang obesitas dan 44,7% tidak obesitas, serta 40,4% orang merokok dan, 59,6% tidak merokok. Sedangkan bivariate ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,002), obesitas (p-value = 0,017) dengan kejadian hipertensi, dan tidak ada hubungan antara perilaku merokok (p-value = 0,137) dengan kejadian hipertensi. Saran bagi institusi pendidikan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan bagi masyarakat informasi dapat dipergunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi.
Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Hotel (Studi Kasus Hotel Ranggonang Sekayu) Gunawan Irianto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5087.7 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.871

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Faktor Resiko Masalah Gizi Buruk pada masyarakat miskin di Provinsi Lampung dan mendapatkan data base resiko gizi buruk masyarakat miskin di Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan di enam kabupaten/kota yang ada di Propinsi Lampung, dengan teknik purpossive random sampling, dengan melihat prevalensi masalah gizi buruk di Propinsi Lampung. Asupan makanan yang kurang yaitu frekuensi makan dalam sehari hanya 2 kali dalam sehari (56,4%). Sejumlah 14,5% keluarga memiliki menu gizi yang tidak seimbang dengan jenis makanan. Penyakit infeksi pada penderita gizi buruk adalah diare (47,2%) dan ISPA (34,5%). Sebagian besar keluarga miskin dengan penderita gizi buruk tidak memiliki pekerjaan tetap (94,5%). Pola pengasuhan pada keluarga dengan gizi buruk yang ada di Prop. Lampung 45,4% tidak sepenuhnya di asuh oleh orangtua. Ibu tidak orangtua. Ibu tidak menyusui anaknya sampai usia 2 tahun (72,7%) begitu juga konsumsi jajanan yang dilakkan orangtua agar anaknya mau makan masih terjadi pada 58,2% prangtua penderita masalah gizi buruk. Keluarga memiliki mitos adanya makanan pantang untuk anaknya (67,2%). Sebagian besar keluarga penderita gizi buruk (87,2%) menyatakan tidak tahu apa dan bagaimana menu seimbang tersebut. Sebagian tidak tahu tentang ASI eksklusif (63,6%). Tetapi, pemanfaatan Posyandu oleh orang tua penderita gizi buruk cukup baik yaitu 81,8% dan mengikuti program (83,6%) Masih ada yang mengaku tidak mendapatkan penyuluhan gizi dari petugas kesehatan (38,2%).
PERBEDAAN LUAS GERAK SENDI PADA SENDI LUTUT PENDERITA OSTEOARTRITIS PRIMER SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN LATIHAN GERAK SENDI AKTIF DAN PASIF DI RS URIP SUMOHARJO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5326.215 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.862

Abstract

Fluor albus atau keputihan merupakan keluhan dari alat kandungan yang banyak ditemukan di poliklinik KIA, Kebidanan dan Kulit Kelamin. Frekuensi tertinggi fluor albus ditemukan pada wanita golongan reproduktif yaitu 83,5%.Di provinsi Lampung keluhan keputihan yang ditemukan berdasarkan catatan rekam medis RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2009 adalah 4,46%. Sebanyak 2% diantaranya adalah di RSCM pada usia remaja (11-15 Tahun). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan personal hygiene alat genetalia dengan da siswi kelas X dan kelas XI di SMK Pelita Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Desain penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah semua siswi SMK Pelita Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran berjumlah 102 orang, dengan sampel 102 responden (total populasi). Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki personal hygiene dalam kategori baik yaitu sebanyak 70 responden (68,6%), responden yang mengalami keputihan yaitu sebanyak 25 responden (24,5%). Ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan dengan (alpha 0,000 < 0,005) di dapatkan ( value 0,000). Saran kepada pihak sekolah untuk meningkatkan pemberian informasi pada siswi tentang kesehatan reproduksi khususnya mengenai keputihan dan pencegahannya melalui penyuluhan secara langsung.

Page 1 of 2 | Total Record : 19