Rilyani Rilyani
Dosen PSIK Universitas Malahayati

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP KETERAMPILAN REMAJA PUTRI DALAM MELAKUKAN SADARI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Rilyani Rilyani; Rahma Ellya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.441 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.227

Abstract

Penyakit kanker adalah salah satu penyebab kematian utama dengan 1,7 juta kasus baru. Upaya untuk memulihkan angka-angka yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melakukan deteksi dini dengan metode SADARI. Tujuan penelitian ini diketahuinya terhadap kesehatan anak-anak perempuan dalam melakukan SADARI di SMA Kartikatama Metro tahun 2016.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain yang digunakan adalah quasi desain eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Kartikatama Metro kelas XII yang berjudul 107 orang, sampel yang dipilih sebanyak 32 orang. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample t-test.Hasil: Dari uji statistik menunjukkan rata-rata remaja putri dalam melakukan SADARI sebelum penyuluhan adalah 49,53 dengan standar deviasi 18,239 dan setelah dilakukan penyuluhan adalah 77,88 dengan standar deviasi 13,234. Pada hasil uji paired sample t-test terbukti ada dukungan terhadap kesehatan terhadap keterampilan remaja dalam melakukan SADARI (p-value = 0,000 < 0,05). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dengan menggunakan alat bantu langsung untuk meningkatkan pengetahuan dan tugas remaja.
Konsumsi sayur jantung pisang terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu masa nifas Rilyani Rilyani; Renda Wulandasri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.115 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1626

Abstract

Banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk outputBackground: Data of Bandar Lampung Health Office in 2018 showed that there were 3 public health centers with lowest exclusive breastfeeding coverages. There were 142 breastfeeding mothers in Sumur Batu public health center, where 102 babies (28.17%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 40 babies received it. There were 919 breastfeeding mothers in Way Kandis public health center, where 621 babies (32.93%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 298 babies received it. There were 98 breastfeeding mothers in Kemiling public health center, where 62 babies (36.73%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 36 babies received it.Purpose: Knowing influence of banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk output.Methods: this was a quantitative research with quasi-experiment method and by using one group pretest and posttest design. Population was 30 respondents and 30 samples were taken by using purposive sampling. Data were analyzed by using dependent t-test.Result: The average scores of breastmilk production from 30 respondents before consuming banana blossom were mean 4.9, standard of deviation 0.854, standard of error 0.1554 and min-max score of 4-7. The average scores of breastmilk production from 30 respondents after consuming banana blossom were mean 7.37, standard of deviation 0.765, standard of error 0.140 and min-max score of 4-8. Dependent t-test result derived p-value 0.000 < α 0.05, then it can be concluded the influence of banana blossom consumption to maternal breastmilk productionConclusion: There was an influence of banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk output. The health workers especially midwife should improve their skills with new literatures, training and counseling for each pregnant mother examination, so that they would have sufficient knowledge concerning banana blossom benefit in improving breastmilk production.Keywords: Banana Blossom; Increasing; Maternal Breast Milk OutputPendahuluan: Data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2018 menunjukan bahwa terdapat 3 Puskesmas dengan cakupan pemberian ASI terendah yaitu, Puskesmas Sumur Batu, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 142, sebanyak 102 bayi (28.17%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 40 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Way Kandis, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 919, sebanyak 621 bayi (32.93%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 298 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Kemiling, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 98, sebanyak 62 bayi (36.73%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 36 ASI mendapat ASI eksklusif.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur jantung pisang terhadap peningkatan ASI ibu.Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental dengan pendekatan One group pretest – posttest design. Populasi dan sampel sebanyak 30 responden, pengambilan sampel dengan purposive sampling, uji statistik menggunakan uji t-tes dependen.Hasil: Rata-rata ASI ibu sebelum pemberian sayur jantung pisang pada ibu terhadap 30 orang ibu menyusui, dengan mean 4,90 standar deviasi 0,854 standar eror 0,1554 dan nilai min-max 4-7, sesudah pemberian sayur jantung pisang pada ibu mean 7,37 standar deviasi 0,765 standar eror 0.140 dan nilai min-max 4-8. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi sayur jantung pisang dengan peningkatan ASI pada ibu.Simpulan: Terdapat pengaruh konsumsi sayur jantung pisang dengan peningkatan ASI pada ibu . Petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih meningkatkan keterampilan melalui literatur terbaru, pelatihan serta konseling pada setiap pemeriksaan ibu hamil, sehingga memiliki pengetahuan tentang manfaat yang cukup terhadap jantung pisang batu dalam meningkatkan produksi ASI.
GAMBARAN PENGETAHUAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG KEPUTIHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.479 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i3.15

Abstract

Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal.Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan keluarga menantikannya selama 9 bulan. Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) meningkat dari 228 jiwa pada 2007-2012 menjadi 359 jiwa per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Angka ini jauh dari target MDGS Millenium Development Goals. Di RS Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Bandarlampung, jumlah persalinan normal dalam satu tahun terakhir sejumlah 36,47%, dan persalinan sectio cesaerea sejumlah 63,53%. Ibu yang bersalin di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin boleh di damping oleh suami atau keluarga lainnya. Tujuan penelitian ini diketahui ada hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu bersalin (kala I) di ruang kebidanan RS Pertamina Bintang Amin ( RSPBA ) Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan analitik observasional, menggunakan pendekatan case control. Populasi seluruh ibu yang Ibu bersalin kala I (normal) yang ada di RS Pertamina Bintang AminBandar Lampung. Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang diambil dengan teknik Accidental Sampling.Analisis data menggunakan uji statistik Chi- Square dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil: Pada penelitian menunjukkanibu bersalin sebannyak 60 ibu (100%). 30 ibu (50%) yang di damping suami, dan 30 ibu (50%) yang tidak didampingi suami. Ibu bersalin yang mengalami tingkat kecemasan sedang – cemas berat sebanyak 22 ibu (36.7%) dan ibu bersalin yang mengalami tingkat kecemasan tidak cemas – cemas ringan sebanyak 38 ibu (63.3%). Ibu bersalin sebanyak 3 (10.0%) ibu dengan didampingi suami mempunyai tingkat kecemasan sedang – cemas berat. Sedangkan diantara ibu dengan tidak didampingi suami , ada 19 (63.3%) ibu yang mengalami cemas sedang – cemas berat. Hasil uji Chi-square diperoleh p value = 0.00 (< α = 0.05) maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu. Dari hasil analisis diperolehnilai OR= 15.545. Disarankan agar para tenaga kesehatan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pentingnya pendampingan suami di wilayah kerjanya dengan metode penyuluhan dengan cara membagi brosur atau leaflet.
Pengaruh Sikap Fiskus, Sistem Administrasi Perpajakan Modern, Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan Di KPP Pratama Teluk Betung Bandar Lampung Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3456.219 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.875

Abstract

Walaupun telah lama dilaksanakan program imunisasi, masih saja terdapat Kejadian Luar Biasa terhadap penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan Program Imunisasi, di Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat cakupan imunisasi bayi menunjukkan angka yang belum memenuhi target yang diinginkan. Kurangnya target cakupan ini merupakan cermin dari perilaku ibu bayi terhadap imunisasi bayi yang kurang aktif, perilaku yang aktif sebanyak 118 (57,6%) dan tidak aktif 87 (42,4%). Tujuan penelitian ini, diketahuinya factor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu bayi terhadap imunisasi bayi. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasi menggunakan pendekatan Cross Sectional, dilaksanakan pada bulan Januari 2010 di Posyandu Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat. Jumlah populasi sebanyak 422 ibu bayi. Teknik pengambilan sampel Multistage Random Sampling, jumlah sampel 205 ibu bayi. Untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan dependen dengan menggunakan chi sguare (x) dengan a (0,05). Distribusi frekuensi pengetahuan ibu bayi yang memiliki pengetahuan rendah 115 ibu bayi (56,1%) pengetahuan tinggi 90 ibu bayi (43,9%), sikap yang positif terdapat 108 ibu bayi (52,7%), sikap yang negatif 97 ibu bayi (47,3%), peran serta kader yang berperan 99 orang (46,3%) dan tidak berperan 106 (51,7%), frekuensi penyuluhan dalam kategori pernah 119 ibu bayi (58,0%) dan tidak pernah 86 ibu bayi (42,0% ). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara variabel pengetahuan (p value= 0,044), sikap (p value= 0,009), peran serta kader (p value= 0,020), penyuluhan (p value= 0,000). Diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai imunisasi bayi sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi sebagai output perilaku ibu bayi.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI DESA ULUDANAU OGAN KOMERING ULU SELATAN Ragil Riyadi; Aryanti Wardiyah; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.449 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.312

Abstract

 Penyebab kematian bayi dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu berat badan lahir rendah, asfiksia, tetanus, infeksi dan masalah pemberian minuman dan ASI. Kematian bayi baru lahir yaitu kematian bayi yang terjadi dalam satu bulan pertama, dapat dicegah jika bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama setelah kelahirannya. Hal ini didukung oleh hasil SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun 2012 menemukan bahwa angka kematian bayi di indonesia saat ini adalah 32 per 1.000 kelahiran hidup. Di Lampung, angka kematian bayi mencapai 35 per 1.000 kelahiran hidup dan di Bandar Lampung angka kematian bayi mencapai 132 kasus. Diketahui Hubungan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Tahun 2014.Jenis penelitian adalah Kuantitatif, dengan rancangan Survei Analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung tahun 2014, sampel 175 orang. Analisis data menggunakan uji Chi square.Sebagian besar responden melaksanakan inisiasi menyusu dini yaitu 162 orang (92,6%), sebagian besar responden mengalami  ASI eksklusif yaitu 158 orang (90,3%). ada hubungan yang bermakna pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas rajabasa indah bandar lampung tahun 2014 dengan p value <α (0,000 < 0,05). Diharapkan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Rajabasa Indah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, kemampuan berkomunikasi, dan mengedukasi para ibu hamil tentang pentingnya inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap ibu post partum.
PENGARUH MINUMAN KOPI LUWAK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Yulistiana Evayanti; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.622 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.113

Abstract

Balita yang mengalami hambatan atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan akan berdampak pada periodekehidupan selanjutnya. Dalam program pelayanan SDIDTK dilakukan pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala,deteksi dini penyimpangan, dan stimulasi dan deteksi perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan penyuluhan dan keaktifan kader posyandu dengan peningkatan cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita diPuskesmas Way Jepara Tahun 2014.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah kader Puskesmas WayJepara dengan besar sampel 144 orang. Teknik pengammbilan sampel dengan cluster (cluster sampling). Analisis datamenggunakan chi-square, dengan α = 0,05.Hasil analisis didapatkan (56,3%) tidak melaukan penyuluhan, (43,8%) kader yang tidak aktif, (43,1%) cakupanDeteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) Balita yang tetap/menurun. Ada pengaruh penyuluhan terhadap cakupan DeteksiDini Tumbuh Kembang (DDTK) Balita di Puskesmas Way Jepara Kabupaten Lampung Timur Tahun 2014 (p-value = 0,025;OR = 2,315), ada pengaruh keaktifan kader terhadap cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) balita di PuskesmasWay Jepara Kabupaten Lampung Timur Tahun 2014 (p-value = 0,031; OR = 2,219),Disarankan agar Meningkatkan komunikasi dengan melakukan penyuluhan baik secara personal maupun terpadupada masyarakat agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini tumbuh kembang balitanya.
PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Rilyani Rilyani; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.721 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i3.243

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Tahun 2015 kejadian stunting di Kota Bandar Lampung sebesar 15,5% dengan kecamatan yang memiliki nilai stunting tinggi yaitu Kecamatan Panjang. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2016. Jenis penelitian kuantitatif, desainsurvey analitik dengan rancangan cros-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang mengalami stunting di Puskesmas Panjang Bandar Lampung dengan jumlah 144 anak. Sampel diambil dengan teknik propotional random samplingdengan jumlah 106 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisa yang digunakan adalah analisa bivariat dengan uji statistik yang digunakan Chi Square. Hasil uji statistik menunjukan bahwa faktor kejadian stunting pada balita adalah sosial ekonomi yang rendah < UMR Rp 1.870.000,- (p value< α, 0,000 < 0,05 ; OR =8,111) dan tinggi badan ibu < 150 cm (p value< α, 0,000 < 0,05 ; OR = 7,696), sedangkan pendidikan ibu dan pemberian imunisasi bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan data dan informasi dari penelitian ini dapat menjadi masukanbagi para orang tua agar lebih memperhatikan gizi anak.
ANALISIS HUBUNGAN KEKERASAN TERHADAP ISTRI DENGAN GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI DI GUNUNG SARI BANDAR LAMPUNG 2013 Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6250.029 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v6i1.178

Abstract

Iklim kerja merupakan faktor penting dalam memperoleh hasil kerja yang kondusif, dan selayaknya perhatian yang serius dari pihak manajemen Rumah Sakit. Dimana permasalahan kinerja di Rumah Sakit Waras Bandar Lampung terdapat 95 perawat menyatakan selalu diberi tugas yang tidak sesuai kompetensinya sebagai perawat seperti perawat harus mengurus segala keperluan administrasi pasien penggunakan asuransi ataupun jaminan perusahaan sehingga terkadang perawat selalu memberikan informasi yang tidak jelas kepada klien. Klien merasa tidak puas dengan apa yang diberikan oleh perawat. Tujuan an untuk mengetahui hubungan iklim kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Bumi Waras Bandar Tahun 2012. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Crossectional si dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di ruang perawatan Rumah Sakit Bumi Waras sebanyak 130 orang dan selanjutnya dijadikan sampel atau total populasi. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iklim Kerja berhubungan dengan Kinerja Perawat Rumah Sakit Bumi Waras Bandar Lampung Tahun 2012 dengan nilai  Saran dalam penelitian ini kan tenaga perawat dapat meningkatkan akan kinerjanya, karena kinerja juga diartikan sebagai gerakan, pelaksanaan, kegiatan atau tindakan sadar
PENGARUH PENGETAHUAN IBU, PAPARAN MEDIA, PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERDEKAT TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KECAMATAN METRO SELATAN KOTA METRO TAHUN 2012 Sumini Setiawati; Rilyani Rilyani; Riska Wandini; Aryanti Wardiyah; Lidya Aryanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.106 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.167

Abstract

Angka kejadian anemia menurut WHO berkisar antara 20% sampai 89%, dimana 34% terjadi pada ibu hamil. Kejadian ini 75% berada di negara sedang berkembang. Di Indonesia 63,5% ibu hamil dengan anemia. Di Lampung sebesar 69,7%, di Kabupaten Lampung Timur mencapai 72,3%. Umumnya penyebab anemia adalah kehilangan darah secara kronis, asupan zat besi yang tidak cukup dan penyerapan yang tidak adekuat dan meningkatnya kebutuhan zat besi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2013.Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross secsional. Populasi adalah seluruh ibu hamil berjumlah 81 ibu. Sampel berjumlah 81 ibu dengan tehnik total sampling. Instrumen penelitian adalah kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah Uji chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi kejadian anemia sebesar 51,9%, asupan Fe sebagian besar dengan asupan yang kurang sebesar 60,5%, peningkatan kebutuhan fisiologis yang meningkat sebesar 70,4%, terdapat 7,4% yang pernah mengalami kehilangan banyak darah. Hasil uji statistic ada hubungan asupan Fe dengan anemia dengan p value: 0,001, ada hubungan peningkatan kebutuhan fisiologis dengan anemia dengan p value: 0,000, dan tidak ada hubungan kehilangan banyak darah dengan anemia dengan p value: 0,677. Saran untuk ibu hamil agar lebih memperhatikan asupan nutrisi khususnya Fe dan bagi tenaga kesehatan agar meningkatkan promosi kesehatan tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe bagi ibu hamil dan bagi Puskesmas untuk dapat menurunkan angka kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerjanya.
Hubungan antara riwayat status gizi ibu masa kehamilan dengan pertumbuhan bayi usia 9-12 bulan Rilyani Rilyani; Lelly Sugiyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3516

Abstract

Maternal nutritional status during pregnancy and effects on growth among infants 9-12 monthsBackground: Maternal nutritional status during pregnancy needs attention because it affects the development of the fetus they are carrying. During pregnancy are at risk of experiencing of chronic energy deficiency (CED) in adults if they have LILA <23.5 cm are at risk of maternal death, preterm delivery/low birth weight (LBW), death and impaired growth and development of infant. Base on data in Way Panji Public Health Centre reported that among maternal during pregnancy were of 43 (29.05%) who has LILA <23.5 cm.Purpose: To determine the relationship between maternal nutritional status during pregnancy and infant growth at the Way Panji Community Health Centre coverage area.Method: A quantitative by cross-sectional research, the population in this study were of 143 respondent as all maternal who had an infant aged 9-12 months in May 2020. Both of them observed such as a history of maternal nutritional status during pregnancy and infant growth when aged 9-12 months and bivariate analysis (Chi-Square).Results: Showing that the frequency distribution of maternal nutritional status during pregnancy, mostly with has sufficient in nutrition of 113 (79.0%) respondents and they have an infant with a normal growth of 107 (74.8%). There is a relationship between maternal nutritional status during pregnancy and infant growth (p-value 0.000: OR 5,314).Conclusion: There is a relationship between maternal nutritional status during pregnancy and infant growth in Way Panji Public Health Center coverage area Lampung-Indonesia. Suggestions to public health centre management to increase the promotion programme of maternal nutritional status during pregnancy and preventing poor growing of the infant by providing leaflets or posters also supplement nutritions for maternal during pregnancy.Keywords: Maternal; Nutritional status; Pregnancy; Infant; GrowthPendahuluan: Gizi ibu hamil perlu mendapat perhatian karena sangat berpengaruh pada perkembangan janin yang dikandungnya, Wanita hamil berisiko mengalami KEK jika memiliki LILA < 23,5 cm. ibu hamil dengan KEK berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). BBLR akan membawa risiko kematian, dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. KEK juga dapat menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu. Data dari Puskesmas Way Panji mengatakan bahwa terdapat 43 orang (29,05%) yang berisiko KEK dengan LILA < 23,5 cm.Tujuan: Diketahui Hubungan Status Gizi Ibu Masa Kehamilan Dengan Pertumbuhan Bayi Di Puskesmas Way Panji Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian crossectional , Subyek dalam penelitian ini adalah Ibu Masa Kehamilan, Variabel dependen : Pertumbuhan bayi, variabel independent : gizi ibu saat hamil,   populasinya paraibu yang telah melahirkan dan bayinya usia 9-12 bulan dengan total sampel berjumlah 143 responden/bayi, dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020, dengan analisa univariat dan bivariat (Chi-Square).Hasil: Didapatkan Distribusi frekuensi status gizi ibu masa kehamilan, sebagian besar dengan gizi baik yaitu sebanyak 113 (79,0%)  responden. pertumbuhan bayi kategori normal yaitu sebanyak 107 (74,8%). Ada hubungan status gizi ibu masa kehamilan dengan pertumbuhan bayi  (p-value 0.000 :  OR 5,314).Simpulan: Ada hubungan status gizi ibu masa kehamilan dengan pertumbuhan bayi di Puskesmas Way Panji, Disarankan kepadapihak manajemen Puskesmas setempat supaya dapat meningkatan upaya promosi guna penurunan kejadian pertumbuhan bayi yang abnormal dan membantu terpenuhinya kebutuhan gizi atau nutrisi pada saat ibu dalam masa kehamilan dengan cara pemberian leaflet atau poster.