cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : 1829586X     EISSN : 25810170     DOI : -
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam with registered number ISSN 1829 586X (print) and ISSN 2581-0170 (online) is a scientific journal managed and published by Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas PGRI Palembang. Sainmatika Journal publishes research articles from laboratory or field experiment as well as theoretical and elaborative research in field of Basic Sciences; Mathematics, Chemistry, Physics and Biology. This journal accepts articles in Indonesian or English. This journal is published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linn.) Irma Indriani; Saleh Hidayat
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2011): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v8i1.728

Abstract

ABSTRACTThe research was backed by the amount of protein content in wheat leaves of Moringa (M. oleifera Lamk.) is 27.10 grams and moringa leaf is also a kind of plant that can be a source of protein for growing cattle feed, including one of which is the tilapia (O. niloticus Linn.) . Provision of moringa leaf powder in the formula feed can be integrated with other raw materials, namely rebon flour, fine bran, and wheat flour. The results showed that the using of Moringa leaf powder in the feed formula is veryreal effect on the growth of length and weight of tilapia (O. niloticus Linn.).Key words: Feed, moringa leaf powder, the growth of tilapia (O. niloticus Linn.)
PENGARUH TEGANGAN LISTRIK TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM MANGAN PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PERCETAKAN DENGAN METODE ELEKTROLISIS Parmin Lumbantoruan; Niluh Rini Sri Wahyuni
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 2 (2015): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v12i2.949

Abstract

The research has been done on the effect of voltage to the decreased levels of manganese in printing industry liquid waste. This research aimed to study the effect of voltage to the decreased levels of manganese in printing industry liquid waste pusing electrolysis method. Variables used were voltage of 3, 4.5, 6, 7.5, 9, and 12 Volt for 10 minutes and the method used was experimental method. The samples were analyzed using AAS after the electrolysis process. From the reserach done, it was found that at the voltage of 3 Volt, the metal content became 0.7551 mg/L, at 4.5 Volt the manganese content became 0.6266 mg/L, at 6 Volt became 0.5330 mg/L, at 7.5 Volt the manganese content became 0.4873 mg/L, at 9 Volt became 0.3999 mg/L and at 12 Volt became 0.2859 mg/L. These showed that the higher the voltage, the metal content in liquid waste decreased. This result showed that electrolysis method can be used to wastewater treatment printing industry.Key words: AAS, electrolysis, electrode, electrolyte, voltage, and manganeseABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh tegangan listrik terhadap penurunan kadar logam mangan pada limbah cair industri percetakan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tegangan listrik terhadap penurunan kadar logam mangan pada limbah cair industri percetakan dengan metode elektrolisis. Variabel yang digunakan  berupa tegangan listrik dari 3 volt, 4,5 volt, 6 volt, 7,5 volt, 9 volt, dan 12 volt dengan waktu selama 10 menit dan metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Analisa sampel setelah elektrolisis menggunakan AAS. Dari penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil yaitu pada tegangan 3 volt kadar logam menjadi 0,7551 mg/L, pada tegangan 4,5 vol kadar mangan menjadi 0,6266 mg/L, pada tegangan 6 volt kadar mangan menjadi 0,5330 mg/L, pada tegangan 7,5 volt kadar mangan menjadi 0,4873 mg/L, pada tegangan 9 volt kadar mangan menjadi 0,3999 mg/L dan pada tegangan 12 volt kadar mangan menjadi 0,2859 mg/L. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar tegangan maka kadar logam yang terdapat dalam limbah semakin berkurang. Hasil ini menujukkan bahwa metode elektrolisis dapat digunakan untuk pengolahan limbah cair industri percetakan.Kata Kunci: AAS, elektrolisis, elektroda, elektrolit, tegangan dan logam mangan.
TIME EVOLUTION OF THE GROWTH OF VERTICALLY ALIGNED CARBON NANOTUBES USING PALM OIL Suriani Abu Bakar
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 14 No. 1 (2017): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.151 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v14i1.1105

Abstract

We studied the change in morphology and microstructure of carbon nanotubes (CNT) grown for 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35 and 40 mins respectively. The CNT was fabricated from palm oil using thermal chemical vapor deposition method at fixed synthesis temperature of 750°C in argon ambient. The samples were analyzed using field emission scanning electron microscopy and micro-Raman spectroscopy. At 5 min of growing time, a very thin layer of CNT was produced without any vertical growth of CNT. The tube walls were also defective and coated with amorphous carbon. The vertically aligned CNT (VACNT) was initially observed at 10 min synthesis time and the length increases with prolonged synthesis time at various growth rate. It should also be highlighted that as the nanotubes get longer and thickens with time, the development of secondary growth structures was also spotted particularly for synthesis time more than 30 min. From Energy-dispersive X-ray spectroscopy analysis, it is justifiable that the generation of secondary growth came from the raised catalyst. As a conclusion, it can be said that, the optimum synthesis time for higher growth rate VACNT, smaller diameter and mix with single-walled CNT, low ID/IG ratio was identified at 30 min time.Key words: Nanotubes, Chemical synthesis method, Scanning electron microscopy (SEM) and Raman spectra.ABSTRAK Kami mengkaji perubahan morfologi dan struktur mikro tabung nano karbon (CNT) yang ditumbuhkan selama 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35 dan 40 menit. CNT difabrikasi dari minyak sawit menggunakan metode deposisi uap kimia termal pada suhu sintesis 750 °C dalam lingkungan argon. Sampel dianalisis menggunakan mikroskop elektron dan spektroskopi mikro-Raman. Pada waktu pertumbuhan 5 menit, diperoleh lapisan CNT yang sangat tipis tanpa pertumbuhan vertikal CNT. Dinding tabung juga rusak dan dilapisi dengan karbon amorf. Pertumbuhan CNT vertikal sejajar (VACNT) pada awalnya teramati pada waktu sintesis 10 menit dan panjangnya bertambah seiring dengan perpanjangan waktu sintesis di berbagai tingkat pertumbuhan. Harus digarisbawahi pula bahwa semakin panjang dan tebal tabung nano seiring bertambahnya waktu, perkembangan struktur pertumbuhan sekunder juga terlihat terutama untuk waktu sintesis lebih dari 30 menit. Dari analisis spektroskopi energi dispersif sinar-X, terlihat bahwa generasi pertumbuhan sekunder berasal dari katalis yang terangkat. Sebagai kesimpulan, dapat dikatakan bahwa waktu sintesis optimal untuk tingkat pertumbuhan VACNT yang lebih tinggi, diameter lebih kecil, bercampur dengan CNT berdinding tunggal, dan rasio ID/IG rendah diidentifikasi pada 30 waktu menit.Kata Kunci: tabung nano karbon, metode sintesis kimiawi, mikroskop electron (SEM), spectrum Raman
KUANTITASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT SERTA KONSENTRASI ASAM LAKTAT DARI FERMENTASI IKAN GABUS (Channa striata), IKAN NILA (Oreochromis niloticus), DAN IKAN SEPAT (Trichogaster trichopterus) PADA PEMBUATAN BEKASAM Dewi Novianti
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 10 No. 2 (2013): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v10i2.395

Abstract

This  study  aims  to determine the quantitation of lactic acid bacteria and lactic acid bacteria as well as identify the concentration of lactic acid produced  from fermented catfish (Channa striata), tilapia (Oreochromis niloticus), and fish Sepat  (Trichogaster trichopterus) on maked bekasam (fish fermented). This  research  was conducted at the Center for Health Laboratory Palembang on July till August 2009 . Research  used  titrimetric  method  for determining  the  levels  of  lactic acid. Total  Plate  Count  method  to  determine  the  amount  of  lactic  acid forming bacteria, while  the  identification  of  lactic  acid  bacteria is done through biochemical  tests  and  test  the differential characteristics  of  lactic  acid   forming bacteria . The highest  content of lactic acid bacteria is 124.904 x 103 colonies/ml and the highest levels of lactic acid is 6.363% derived from Sepat fermented fish. Sepat fermented fish and tilapia on making bekasam found lactic acid bacteria of the genus Lactobacillus sp, Pediococcus sp  and Streptococcus sp. While the results of fermentation bekasam found only in fish cork lactic acid bacteria of the genus Lactobacillus and Streptococcus sp. Key words: fermentation, bekasam, identification, lactic acid bacteria, 
Morfologi Orchidaceae di Kebun Raya Liwa Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung Dewi Rosanti; Rizki Revici Widianjaya
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 15 No. 2 (2018): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.495 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v15i2.2371

Abstract

Research on Morphology Orchidaceae Plants in the Botanical Garden Liwa West Lampung Regency of Lampung Province, has been carried out in February - March 2017, aims to examine the types and morphological descriptions Familia Orchidaceae plants in the Botanical Garden Liwa, was conducted using descriptive survey method by doing direct observation on Nursery location in Liwa Botanical Garden. Results of the study were 25 Orchid species, namely : Agrostophyllum bicuspidatum J.J.Smith., Agrostophyllum majus Hook.F., Anoectyllus sp., Appendiculata torta Blume., Arundina graminifolia Blume., Bulbophylum lepidum J.J.Smith., Bulbophyllum phalaenopsis J.J.Smith.¸ Coelogyne asperata Lindl., Coelogyne speciosa Lindl., Dendrobium crumenatum Lindl., Dendrobium montanum J.J.Smith., Eria flavescens Blume., Eria iridifolia Hook.F., Eria nutans Lindl., Goodyera sp., Gramatophyllum speciosum Blume., Liparis gibbosa Finet., Malaxis sp., Nephelaphyllum pulcrum Blume., Paphiopedilum tonsum Rchb.F., Pholidota imbricata W.J.Hoocke., Pholidota ventricosda Blume., Pomatocalpa kunsteri Hook.F., Thecostele alata (Roxb.)Par. & Rchb.F., dan Tricotosia feroxi Blume. Species obtained has a root system fibers with root specific functions of the roots patches and aerial roots, rod-type herbaceous and pseudobulb, type of stem growth simpodial and monopodial, single leaf, leaf types of lancet, elongated, oval, swords, ribbon and heart, flowering single and plural in bunches with growth type of flos terminalis and flos axillary.ABSTRAKPenelitian tentang struktur morfologi Familia Orchidaceae di Kebun Raya Liwa (KRL) telah dilaksanakan  pada Maret-Juli 2017, bertujuan untuk mengkaji tipe morfologi akar, batang, daun dan bunga familia Orchidaceae yang tersebar di KRL, dengan mendeskripsikan  25 species Orchidaceae yaitu  Agrostophyllum bicuspidatum J.J.Smith., Agrostophyllum majus Hook.F., Anoectyllus sp., Appendiculata torta Blume., Arundina graminifolia Blume., Bulbophylum lepidum J.J.Smith., Bulbophyllum phalaenopsis J.J.Smith.¸ Coelogyne asperata Lindl., Coelogyne speciosa Lindl., Dendrobium crumenatum Lindl., Dendrobium montanum J.J.Smith., Eria flavescens Blume., Eria iridifolia Hook.F., Eria nutans Lindl., Goodyera sp., Gramatophyllum speciosum Blume., Liparis gibbosa Finet., Malaxis sp., Nephelaphyllum pulcrum Blume., Paphiopedilum tonsum Rchb.F., Pholidota imbricata W.J.Hoocke., Pholidota ventricosda Blume., Pomatocalpa kunsteri Hook.F., Thecostele alata (Roxb.) Par. & Rchb.F., dan Tricotosia feroxi Blume. Spesies yang diperoleh memiliki sistem akar serabut dengan akar khusus akar udara, batang herbaceous dan pseudobulb, jenis pertumbuhan batang simpodial dan monopodial, daun tunggal, jenis daun lanset, memanjang, oval, pedang, pita dan jantung. Bunga tunggal dan majemuk dalam tandan dengan jenis pertumbuhan flos terminalis dan flos axillar.  
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI DANAU OPI JAKABARING KOTA PALEMBANG Syaiful Eddy
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 1 (2015): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v12i1.434

Abstract

Research on the Structure of Phytoplankton in Lake OPI Jakabaring Palembang was held in January 2015 in the Lake District of Seberang Ulu OPI 1 Palembang, aims to determine the structure and composition of phytoplankton communities are didanau OPI Jakabaring. This study used a survey method. Phytoplankton samples were taken from three stations, namely middle, upstream and downstream in the lake OPI Jakabaring Palembang. Then performed and identification of the type and amount of phytoplankton from each lake water samples were taken. Physical and chemical parameters measured in field waters that include brightness, depth, temperature, DO and pH. Results showed that the community structure of phytoplankton in lakes OPI Jakabaring consists of 18 species of phytoplankton. The abundance of phytoplankton with the lowest density value between  28.75ind/l - 55.375ind/l. Diversity index of the three observation stations is low with the H’ 0,201-0,307. Key words: community structure, phytoplankton, water quality
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI AREA REKLAMASI KAWASAN PENGENDAPAN TAILING PT. FREEPORT INDONESIA KABUPATEN MIMIKA, PAPUA Syaiful Eddy; Indra Yustian; Zulkifli Dahlan
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2010): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v7i1.784

Abstract

Analisis struktur dan komposisi vegetasi area reklamasi kawasan pengendapan tailing PT. Freeport Indonesia (PT-FI) dapat menggambarkan keanekaragaman,kelimpahan dan dominansi jenis. Informasi ini dapat dijadikan acuan untuk memantaukeberhasilan reklamasi yang dilakukan PT-FI sehingga akan membantu dalammengambil kebijakan pengelolaan kawasan pengendapan tailing. Monitoring vegetasidilakukan melalui metode observasi lapangan pada dua area reklamasi, yaitu area Tanggul Barat Lama dan area Tanggul Barat Baru di wilayah Mod-ADA. Datavegetasi meliputi tingkat petumbuhan semai, pancang, tiang dan pohon diperolehmelalui metode transek berupa garis berpetak. Diagram profil vegetasi digambarkanmelalui transek 20 x 60 m. Selama periode penelitian bulan Mei s/d Juli 2009, untukarea Tanggul Barat Lama diperoleh spesies tingkat pohon, tiang, pancang, semai setatumbuhan bawah masing-masing sebanyak 5, 8, 24 dan 51 spesies, sedangkan untukarea Tanggul Barat Baru masing-masing diperoleh 3, 3, 13 dan 38 spesies. Diagramprofil vegetasi untuk area Tanggul Barat Lama terdiri dari 11 spesies sedangkan untukTanggul Barat Baru terdiri dari 6 spesies. Diagram profil pada kedua tanggul inididominasi oleh Casuarina equisetifolia L. Hasil yang diperoleh menunjukkan areareklamasi yang pada awalnya hanya ditanami beberapa jenis tumbuhan sepertiCasuarina equesetifolia L., ternyata dapat menyediakan habitat yang cukup baik bagiberagam jenis tumbuhan lain.
PENGARUH LETHAL TEMBAKAU ROKOK TERHADAP ANAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus L.) Abdul Karim Gaffar
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 2 (2010): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v7i2.17

Abstract

ABSTRAKPenelitian untuk mengetahui pengaruh lethal tembakau rokok terhadap anakan ikan nila (Oreochromis niloticus L.) telah dilakukan pada bulan Agustus 2010 di Laboratorium Hidrobiologi Balai Riset perikanan Perairan Umum. Berbagaikonsentrasi air rendaman tembakau rokok diujikan terhadap anakan ikan nila untuk mendapatkan nilai LC 50 24 jam, 48 jam dan 96 jam serta nilai LT 50 pada konsentrasi 340 dan 400 ppm. Pengujian dilakukan dalam medium statis (Sprague, 1969). Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tembakau rokok berdaya racun sedang dengan nilai LC 50 jam pada konsentrasi231,03 ppm, 227,44 ppm dan 211,55 ppm dalam waktu pendedahan masing-masing 24, 48, dan 96 jam. Nilai LT 50 pada konsentrasi 340 ppm = 392,62 menit dan pada konsentrasi 400 ppm = 323,13 menit.Kata kunci : Tembakau, LC 50, LT 50, Oreochromis niloticus.
Optimum Form of Hydrogen Bond in Water-Alcohol Systems : A Study Through Molecular Dynamic Modelling Budiono Budiono; Rani Nawang Sari; Seni Metasari
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 15 No. 1 (2018): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.299 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v15i1.1738

Abstract

Because of the limited human sight to the molecular view, there are still a little information gained from molecular properties especially on how its iteract. Many research equipment brought up in order to gain more information, but still it was limited. Most of nowaday equipments are works by measuring energy gained or released by molecules without view actual molecule of a compound. One best way to describe how molecules interact is using visualization that generate molecular modelling. It work by mathematics computational that measure every aspect of physical works. Of course its not a single solution, but for now its the best choice to be used. In this molecular modelling, equipment we need is the program Hyperchem (software) and computer (hardware). Main purpose is study the hydrogen bonds in water-water, methanol-water and ethanol-water system. Properties we study is stable state of hydrogen bond based on the lowest energy measured if radius, bond angle and torsion were controlled. The result showed that the most stable state of hydrogen bond in water-water system is 3,025 Å in lenght, 79⁰ in HO-H angle and 0⁰ in bond torsion. Meanwhile in methanol-water system is 2,935 Å in lenght, 154⁰ in HO-H angle and 257⁰ in bond torsion. For ethanol-water system the optimum form is 2,94 Å in lenght, 143,5⁰ in HO-H angle and 314⁰ in bond torsion. Keywords : hydrogen, bond, molecule, radius, angle, torsion, energy ABSTRAK Pengamatan terhadap model molekul masih terbatas, sedikit informasi diperoleh dari sifat-sifat molekul dan interaksinya. Banyak penelitian dikembangkan untuk mendapatkan informasi tentang ini tetapi masih terbatas. Saat ini sebagian besar penelitian mengukur energi yang diperoleh atau dilepas oleh mlekul tanpa melihat solekul sebenarnya dari suatu senyawa. Salah satu cara terbaik untuk menggambarkan bagaimana molekul berinteraksi menggunakan visualisasi yang menghasilkan pemodelan molekuler. Cara ini bekerja dengan perhitungan matematika yang mengukur setiap aspek perubahan fisik. Hal ini bukan satu-satunya cara tetapi saat ini menjadi pilihan terbaik. Dalam pemodelan molekuler ini, peralatan yang kita butuhkan adalah program Hyperchem (perangkat lunak) dan komputer (hardware). Tujuan utama adalah mempelajari ikatan hidrogen dalam sistem air-air, metanol-air dan etanol. Permasalahan yang kami pelajari adalah keadaan stabil ikatan hidrogen berdasarkan energi terendah yang diukur jika jarak, sudut ikatan dan torsi dikontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa ikatan hidrogen yang paling stabil dalam sistem air-air adalah jarak ikatan 3,025 Å , sudut H-O-H 79⁰ dan torsi dalam ikatan 0⁰. Sementara itu dalam sistem metanol-air adalah jarak ikatan 2.935 Å,sudut H-O-H 154⁰ dan sudut torsi 257⁰. Untuk sistem etanol-air, bentuk optimumnya adalah jarak ikatan 2,94 Å , sudut H-O-H 143,5⁰ dan sudut ikatan 314⁰. Kata Kunci: hydrogen, ikatan, molekul, torsi, energi
STRUKTUR KOMUNITAS SERANGGA PADA TANAMAN KOPI (Coffea robusta L) DI DESA BELIMBING KECAMATAN MUARA PINANG SUMATERA SELATAN Rini Apriani Sari
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 11 No. 1 (2014): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v11i1.422

Abstract

Research of  insect of community structure on coffe  (Coffea robusta L.) in Belimbing Village Muara Pinang  Subdistrict   Sumatera Selatan Province, conducted  September till  October  2013, to saw insect species of coffe plant, density, ferquency, importan value index and  diversity index. The research used direct survey method, and data sampling with purpossive in  transect.   The result showed gated 15 species   insects are Valanga nigricornis, Anax sp, Neoconocephalus sp, Oecopylla smaragdina, Gryllus miratus, Hydrophilus sp,  Photuris sp, Zizinia sp, Mantis sp, Phyllophaga sp,  Hypothenemus hampei,  Bactrocera conformis,  Sexava sp, Tipula sp and Polistes sp. Oecopylla smaragdina  was dominant species, with importan value index  34,94%Diversity index was medium categhory with  H’ value  2,22. Key words :   diversity, insect,  Vigna sinensis

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 1 (2025): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 21 No. 2 (2024): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 21 No. 1 (2024): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 20 No. 2 (2023): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 20 No. 1 (2023): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 19 No. 2 (2022): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 19 No. 1 (2022): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 18 No. 2 (2021): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 18 No. 1 (2021): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 17 No. 2 (2020): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 17 No. 1 (2020): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 16 No. 2 (2019): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 2 (2019) Vol. 16 No. 1 (2019): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 1 (2019): SAINMATIKA Vol. 15 No. 2 (2018): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 15 No 2 Desember 2018 Sainmatika Volume 15 No 2 Desember 2018 Vol. 15 No. 1 (2018): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 15 No. 1 Juni 2018 Sainmatika Volume 14 No. 2 Desember 2017 Vol. 14 No. 2 (2017): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 14 No. 1 Juni 2017 Vol. 14 No. 1 (2017): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 13 No. 2 Desember 2016 Vol. 13 No. 2 (2016): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 13 No. 2 Desember 2016 Vol. 13 No. 1 (2016): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 13 No. 1 Juni 2016 Sainmatika Volume 12 No. 2 Desember 2015 Vol. 12 No. 2 (2015): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 1 (2015): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 12 No.1 Juni 2015 Sainmatika Volume 12 No.1 Juni 2015 Sainmatika Volume 11 No. 2 Desember 2014 Vol. 11 No. 2 (2014): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 11 No.1 Juni 2014 Vol. 11 No. 1 (2014): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 10 No. 2 (2013): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 10 No. 2 Desember 2013 Vol. 10 No. 1 (2013): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 10 No. 1 Juni 2013 Sainmatika Volume 9 No. 2 Desember 2012 Sainmatika Volume 9 No. 1 Juni 2012 Sainmatika Volume 8 No. 2 Desember 2011 Sainmatika Volume 8 No. 2 Desember 2011 Vol. 8 No. 2 (2011): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 8 No. 1, Juni 2011 Vol. 8 No. 1 (2011): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 2 (2010): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 7 No. 2 Desember 2010 Vol. 7 No. 1 (2010): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 7 No. 1 Juni 2010 Vol. 6 No. 2 (2009): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 6 No. 2 Desember 2009 Vol. 6 No. 1 (2009): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 6 No. 1 Juni 2009 More Issue