cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : 1829586X     EISSN : 25810170     DOI : -
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam with registered number ISSN 1829 586X (print) and ISSN 2581-0170 (online) is a scientific journal managed and published by Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas PGRI Palembang. Sainmatika Journal publishes research articles from laboratory or field experiment as well as theoretical and elaborative research in field of Basic Sciences; Mathematics, Chemistry, Physics and Biology. This journal accepts articles in Indonesian or English. This journal is published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
KONSTRUKSI DOUBLE DISRUPTANT RAGI Saccharomyces cerevisiae DENGAN METODE PERSILANGAN-TETRAD ANALISIS Hermansyah Hermansyah
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 2 (2010): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v7i2.12

Abstract

ABSTRAKFungsi redundan gen-gen ragi Saccharomyces cerevisiae dapat dipelajari melalui fenotip yang ditimbulkan ketika dua gen di rusak sekaligus. Konstruksi double disruptant protein fosfatase ptc2∆ msg5∆ dapat dilakukan dengan metodepersilangan-tetrad analisis. Single disruptant ptc2∆ dan msg5∆ disilangkan, kemudian dilakukan persilangan kembali antara ptc2∆ msg5∆ dengan msg5∆ dan dilakukan tetrad analysis. Hasil penelitian menunjuKkan bahwa hasil persilangan kembali tersebut menghasilkan pola segregasi 2:2 pada media sintetik media tanpa histidin antara ptc2∆ msg5∆ dengan msg5∆ . Hal ini mengindikasikan bahwa konstruksi double disruptant ptc2∆ msg5∆ berhasil dengan baik.Kata kunci: Saccharomyces cerevisiae, tetrad analisis, segregasi
Struktur Morfologi Batang di Taman Wisata Alam Punti Kayu Kota Palembang Dewi Rosanti
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 15 No. 1 (2018): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.45 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v15i1.1762

Abstract

Research on the morphological structure of stems to the vegetation found in the Taman Punti Kayu Palembang Tourism Park has been conducted in February to March 2017. This study aims to study the types of morphology of stems, including the type of stem, branching and the direction of growing branches. Results of the study found 22 species of tree vegetation from 16 families. The result of morphological analysis of 22 species stems that it is concluded that the type of stem owned is woody stem (lignosus) and grass (calmus), the type of branching is monopodial and simpodial and the direction of branch growth is orthotropic and plagiatropic. ABSTRAK Penelitian tentang struktur morfologi batang terhadap vegetasi yang terdapat di kawasan Taman Wisata Punti Kayu Palembang telah dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2017. Penelitian ini bertujuan mengkaji tipe-tipe morfologi batang, meliputi jenis batang, percabangan dan arah tumbuh cabang. Hasil penelitian ditemukan 22 species vegetasi pohon dari 16 familia. Hasil analisis morfologi batang 22 species tersebut disimpulkan bahwa jenis batang yang dimiliki adalah batang berkayu (lignosus)  dan rumput (calmus), tipe percabangan bersifat monopodial dan simpodial dan arah pertumbuhan cabang bersifat ortotropik dan plagiatropik.Kata kunci : caulis, monopodial, simpodial, ortotropik, plagiotropik
JENIS-JENIS FITOPLANKTON DI PERAIRAN RAWA LEBAK TADAH HUJAN PAMPANGAN Dina Muthmainnah
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 11 No. 1 (2014): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v11i1.417

Abstract

Rain-fed swamp is a type of freshwater swamp found in Pampangan Sub district of Ogan Komering Ilir Regency,South Sumatra, characterize by fluctuation of water level related to variation of rain precipitation. This research was carried out in Pampangan swamp by collected phytoplankton samples in 5 different month i.e. May, July, October and December 2011 and February 2012 in order to find out the diversity of phytoplankton in rain-fed swamp. Phytoplankton samples were collected by filtering 100 L swamp water through plankton net and 50 ml of filtrate were used for identification. Water quality parameters such as ph, alkalinity, hardness, conductivity, total-P, total-N, and Chlorophyll-a content also observed. The result showed that phytoplankton community in rain-fed swamp composed of 40 species member of 3 class; Bacillariophyceae (22 species), Chlorophyceae (14 species), and Cyanophyceae (4 species). Key words: Phytoplankton, rain-fed swamp, Pampangan
Toksisitas Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosa Linn.) Terhadap Jamur Fusarium sp Dewi Novianti
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 16 No. 2 (2019): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.236 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v16i2.3247

Abstract

Telah dilakukan penelitian Toksisitas Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosa Linn.) Terhadap Jamur Fusarium sp. Penelitian ini dilakukan secara in vitro dengan tujuan untuk menngetahui toksisitas ekstrak metanol daun sirsak terhadap jamur Fusarium sp penyebab layu kecambah pada tanaman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan 5 kali ulangan. Ekstrak metanol daun srikaya yang dipakai yaitu konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian perlakuan ekstrak daun srikaya berpengaruh nyata terhadap jamur Fusarium sp. Ekstrak daun srikaya bersifat toksik terhadap pertumbuhan jamur Fusarium sp. Toksisitas ekstrak daun srikaya terhadap jamur Fusarium sp berbanding lurus  antara konsentrasi perlakuan dengan persentase penghambatannya. Pada konsentrasi ekstrak daun srikaya sebanyak 2% sudah bersifat toksik dalam menghambat pertumbuhan Fusarium sp.
KARAKTERISASI SUHU α-AMILASE Aspergillus versicolor 3a1 YANG DIPRODUKSI PADA MEDIA LIMBAH CAIR TAPIOKA Fitratul Aini
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 2 (2011): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v8i2.769

Abstract

Telah dilakukan penelitian Karakterisasi Suhu α-Amilase Aspergillus versicolor 3a1 yang Diproduksi Pada Media Limbah Cair Tapioka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2004 - Maret 2005. Karakterisasi suhu α-amilase Aspergillus versicolor 3a1 ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengarakterisasi suhu ekstrak kasar enzim α-amilase Aspergillus versicolor 3a1 yang diproduksi pada media limbah cair tapioka.          Proses karakterisasi suhu α-amilase Aspergillus versicolor 3a1 dilakukan dengan cara : peremajaan isolat, pengukuran pertumbuhan kapang, pengukuran aktivitas α-amilase dan kadar protein, produksi ekstrak kasar α-amilase Aspergillus versicolor 3a1, karakterisasi suhu ekstrak kasar enzim pada kisaran 30-80 oC (selang 10 oC) dengan pH 7.0 dan waktu inkubasi selama 10 menit, kestabilan suhu ekstrak kasar enzim, pengukuran aktifitas spesifik enzim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktifitas spesifik tertinggi ekstrak kasar enzim α-amilase Aspergillus versicolor 3a1 pada media limbah cair tapioka dicapai pada suhu 70 oC, sebesar 13.16 U/mg. Aktivitas spesifik ekstrak kasar α-amilase Aspergillus versicolor 3a1 pada media limbah cair tapioka yang diinkubasi pada suhu optimum 70 oC dengan penambahan FeSO4  relatif stabil.
KAJIAN KETEBALAN TANAH LIAT SEBAGAI BAHAN DIELEKTRIK KAPASITOR PLAT SEJAJAR Jumingin Jumingin; Susi Setiawati
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 13 No. 1 (2016): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.631 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v13i1.960

Abstract

Research on the study of the clay thickness as a parallel plate capacitor dielectric material has been carried out in the Laboratory of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences University of PGRI Palembang from May to July 2013. This study aimed to analyze the effect of dielectric material and the the clay thickness to the capacitance of parallel plate capacitor. This research used experimental methods, where clay samples were made of 3 x 5 cm size with a thickness variation of 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, and 20 mm. The results obtained showed that the use of clay as a dielectric material increased the capacitance of a parallel plate capacitor. The capacitance values in the thickness of 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14,16, 18, and 20 mm were respectively 4.2; 3.2; 3.0; 2.5; 2.2; 2.0; 1.9; 1.8; 1.6; and 1.4 pF for air dielectric material and 128, 118, 115, 105, 98, 92, 89, 74, 67, and 65 pF for clay dielectric material. There was a tendency of the greater thickness of the dielectric material, the smaller the capacitance of a capacitor. Keywords: dielectric material, capacitance, clay ABSTRAK Penelitian tentang kajian ketebalan tanah liat sebagai bahan dielektrik kapasitor plat sejajar telah dilakukan di Laboratorium Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI Palembang pada bulan Mei sampai Juli 2013. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bahan dielektrik tanah liat dan ketebalan bahan dielektrik terhadap kapasitansi yang dihasilkan pada kapasitor plat sejajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana sampel tanah liat dibuat dengan ukuran 3x5 cm dengan variasi ketebalan 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, dan 20 mm. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan tanah liat sebagai bahan dielektrik meningkatkan nilai kapasitansi suatu kapasitor plat sejajar. Nilai kapasitansi pada ketebalan 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14,16, 18, dan 20 mm adalah 4,2; 3,2; 3,0; 2,5; 2,2; 2,0; 1,9; 1,8; 1,6; dan 1,4 pF untuk bahan dielektrik udara dan 128, 118, 115, 105, 98, 92, 89, 74, 67, dan 65 pF untuk bahan dielektrik tanah liat. Ada kecenderungan semakin besar ketebalan bahan dielektrik, semakin kecil nilai kapasitansi suatu kapasitor. Kata kunci : Bahan dieletrik, kapasitansi, tanah liat
KEMAMPUAN TANAMAN ECENG GONDOK SEBAGAI AGENS FITOREMEDIASI AIR TERCEMAR TIMBAL (Pb) Syaiful Eddy
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2009): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v6i2.3

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang kemampuan tanaman eceng gondok dalam menyerap Pb dalam air telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2008 bertempat di Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang dan Laboratorium BLH Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjajaki kemampuan tanaman eceng gondok dalam menyerap logam Pb yang terdapat pada media tanam serta menjajaki tingkat toleransinya terhadap logam Pb. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan konsentrasi Pb, yaitu 0, 10, 100, 1000, 2000 dan 3000 ppm dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data yang diperoleh berupa kandungan Pb di akar, daun dan media tanam serta berat kering dianalisis dengan analisis sidik ragam (uji F). Jika terdapat perbedaan nyata pada uji F dengan taraf 5%, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untukmenentukan perlakuan terbaik. Dari hasil yang diperoleh menunjuKkan bahwa tanaman eceng gondok mampu mengakumulasikan Pb pada jaringan akar dan daun.Akumulasi tertinggi dicapai untuk perlakuan 3000 ppm Pb pada media tanam, masing-masing akumulasi pada akar dan daun yaitu sebesar 3.453,34 dan 2.185,70 µg/g DW selama 10 hari. Tanaman eceng gondok mampu menurunkan kadar Pb pada media tanam rata-rata mencapai 80% selama 10 hari untuk seluruh perlakuan melalui mekanisme rizofiltrasi dan fitoekstraksi. Tanaman eceng gondok dapat berperansebagai agens fitoremediasi air tercemar Pb, namun kurang toleran terhadap konsentrasi Pb yang terlalu tinggi.Kata kunci: eceng gondok, fitoremediasi, Pb.
TINGKAT AKUMULASI LOGAM TIMBAL (Pb) PADA REMIS (Corbicula sp ) DI DERMAGA PASAR 16 ILIR, BOOM BARU DAN TANGGA TAKAT KOTA PALEMBANG Ita Emilia
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 14 No. 2 (2017): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.808 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v14i2.1297

Abstract

    Research on the level of accumulation of heavy metal lead (Pb) on mussels (Corbicula sp) at Musi River Palembang City to determine the level of heavy metal accumulation based on Bioconcentration Factor (BCF) the concentration of lead metal (Pb) in river water, sediment, and mussels (Corbicula sp.) in the waters of the Musi River, namely at Pasar 16 Ilir dock, Boom Baru dock and Tangga Takat dock. The method used is quantitative descriptive method. The results showed that the average value of Bioconcentration factor (BCF) of lead metal (Pb) in mussels (Corbicula sp.) and water was 200.2. Meaning mussels (Corbicula sp.) in accumulating lead (Pb) in water show moderate accumulation rates. The mean value of lead metal bioconcentration (BCF) of lead (Pb) in mussels (Corbicula sp.) and sediment was 1.2207. Meaning mussels (Corbicula sp.) in accumulating lead metals (Pb) in sediments show low accumulation rates.Keywords: level of accumulation, lead, mussels, river of musiABSTRAK Penelitian tentang tingkat akumulasi logam berat timbal (Pb) pada remis (Corbicula sp.) di Sungai Musi Kota Palembang bertujuan untuk mengetahui  tingkat akumulasi logam berat timbal (Pb) berdasarkan nilai Bioconcentration  Factor (BCF) yang diperoleh dari besarnya konsentrasi  logam timbal (Pb)  pada  air sungai, sedimen, dan remis (Corbicula sp.) yang diambil pada 3 (tiga) lokasi penelitian, yaitu di dermaga Pasar 16 Ilir, dermaga Boom Baru dan dermaga Tangga Takat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai Bioconcentration factor (BCF) logam timbal (Pb) dalam remis (Corbicula sp.)  dan air sebesar 200,2 yang menunjukkan bahwa remis (Corbicula sp.)  dalam mengakumulasi logam timbal (Pb) dalam  air   berada pada tingkat akumulasi sedang.  Rata-rata nilai bioconcentration factor (BCF) logam timbal  (Pb) dalam remis (Corbicula sp.)  dan sedimen   sebesar 1,2207  menunjukkan  remis (Corbicula sp.) dalam mengakumulasi logam timbal  (Pb) di sedimen  dalam  tingkat akumulasi rendah. Kata Kunci :  tingkat akumulasi,  timbal, remis, sungai musi
PENGARUH BORAKS TERHADAP KUANTITAS SPERMA MENCIT (Mus musculus) Yunilda Rosa
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 10 No. 1 (2013): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v10i1.413

Abstract

The use of food additive such as borax has a negative effects on health, example the abuse of borax as food additive in the pempek and bakso can be dangerous for human health at Palembang city. The borax or boric acid have toxic effect on all body cells.  The purpose of the  research is to assess the effect of borax on the quantity of mice sperm, how many are the borax doses can cause decrease the quantity of sperm mice. The research  was carried out at laboratory Department of Medical biology, Faculty of Medicine Sriwijaya University Palembang using a Completely Randomized Design. The treatment group give the borax, the control group was administrated by similar volume of aquabidest only. The result showed that borax could significantly  decreased (P<0,05) the number of mice  sperm concentration compared to control  group. As  a conclusion the administration of borax at doses 4 mg/10 gr bw and 6 mg/10 gr bw on male mice by gavage in 35 days can significantly decrease the quantity of mice sperm compared to the control  group. It is suggested  to conduct further studies such as the fertility test  of mice sperm given  borax longer than 35 days by  gavage. Key words:   Borax, The quantity of sperm and Mus musculus
KOMPOSISI, KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI PULAU SALAH NAMA SUNGAI MUSI SUMATERA SELATAN Mirna Dwirastina; Etti Riani
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 16 No. 1 (2019): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.244 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v16i1.2863

Abstract

Pulau Salah The name is also called Banjar Island is located in Banyuasin 1 Kelurahan Mariana Ilir Sungai Musi Sumatera Selatan. Area of Island Salah Name about 170 ha. Phytoplankton is one of the parameters of water fertility. Algae or phytoplankton can act as one ecological parameter that can describe the condition of a waters and is also an important biotic component in the metabolism of water bodies, since it is the primary link in the food chain of aquatic ecosystems. The purpose of the study was to provide information on the composition, abundance and diversity of phytoplankton in South Sumatra's Wrong Island. The research was conducted on Pulau Salah Nama, sampling was conducted in 5 stations. The study was conducted in August 2016, November 2016 and January 2017. The study found 3 classes of phytoplankton namely Bacillariophyceae, Chlorophyceae and Cyanophyceae. The highest composition is found in the Bacillariophyceae class. The abundance of phytoplankton ranges from 4.2 × 10 3 cells / l to 2,34 × 10 5 cells / l. The phytoplankton diversity index in Pulau Salah Nama is 0-3 belonging to category 1 <H '<3 is said to be the stability of the moderate biota community.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 1 (2025): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 21 No. 2 (2024): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 21 No. 1 (2024): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 20 No. 2 (2023): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 20 No. 1 (2023): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 19 No. 2 (2022): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 19 No. 1 (2022): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 18 No. 2 (2021): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 18 No. 1 (2021): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 17 No. 2 (2020): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 17 No. 1 (2020): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 16 No. 2 (2019): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 1 (2019): SAINMATIKA Vol. 16 No. 1 (2019): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 15 No 2 Desember 2018 Sainmatika Volume 15 No 2 Desember 2018 Vol. 15 No. 2 (2018): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 15 No. 1 Juni 2018 Vol. 15 No. 1 (2018): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 14 No. 2 Desember 2017 Vol. 14 No. 2 (2017): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 14 No. 1 (2017): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 14 No. 1 Juni 2017 Sainmatika Volume 13 No. 2 Desember 2016 Vol. 13 No. 2 (2016): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 13 No. 2 Desember 2016 Sainmatika Volume 13 No. 1 Juni 2016 Vol. 13 No. 1 (2016): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 2 (2015): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 12 No. 2 Desember 2015 Sainmatika Volume 12 No.1 Juni 2015 Sainmatika Volume 12 No.1 Juni 2015 Vol. 12 No. 1 (2015): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 11 No. 2 (2014): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 11 No. 2 Desember 2014 Vol. 11 No. 1 (2014): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 11 No.1 Juni 2014 Vol. 10 No. 2 (2013): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 10 No. 2 Desember 2013 Vol. 10 No. 1 (2013): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 10 No. 1 Juni 2013 Sainmatika Volume 9 No. 2 Desember 2012 Sainmatika Volume 9 No. 1 Juni 2012 Sainmatika Volume 8 No. 2 Desember 2011 Vol. 8 No. 2 (2011): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 8 No. 2 Desember 2011 Vol. 8 No. 1 (2011): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 8 No. 1, Juni 2011 Vol. 7 No. 2 (2010): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 7 No. 2 Desember 2010 Sainmatika Volume 7 No. 1 Juni 2010 Vol. 7 No. 1 (2010): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 6 No. 2 Desember 2009 Vol. 6 No. 2 (2009): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Sainmatika Volume 6 No. 1 Juni 2009 Vol. 6 No. 1 (2009): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam More Issue