cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Applied Sciences
ISSN : 20899203     EISSN : 25811991     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Applied Sciences (IJAS) is a scientific journal published three times a year (April, August, December). Indonesian Journal of Applied Sciences publish original research results related to research in the field of natural science, covering a wide range of topics written in the field of knowledge: medicine, agriculture, animal husbandry, fisheries, pharmaceuticals, and other exact sciences
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2015)" : 8 Documents clear
PENGARUH KOMITMEN BERAGAMA ISLAM TERHADAP KONSEP DIRI DAN REGULASI DIRI REMAJA DI KOTA BANDUNG (The Influence of Islamic Religious Commitment On Self Concept and Self-regulation of Adolescent in Bandung) Agus Sofyandi Kahfi
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7656.283 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15056

Abstract

AbstrakPenyalahgunaan narkoba di Indonesia baik dalam sisi jenis ataupun jumlah penyalahguna, perkembangannya meningkat dengan tajam. Peningkatan ini tidak lepas dari dinamika  pemakaian narkoba itu sendiri yang mengarahkan individu mengalami ketergantungan psikologis terhadap narkoba yang sulit untuk ditanganinya dan akan lebih sulit lagi apabila pemakai sudah sampai pada tahap penyalahguna dan atau kecanduan. Sehubungan dengan hal ini, maka penelitian akan diarahkan pada remaja. Pertimbangannya adalah: pertama, penelitian menunjukkan bahwa hampir 97% kasus penyalahgunaan narkoba dimulai pada usia remaja, kedua pada umumnya para remaja masih dalam tahap coba-coba atau situasional dalam memakai narkoba, sehingga peluang untuk disembuhkan masih besar. Tujuan penelitian ini ingin menemukan data  mengenai  pengaruh dari komitmen beragama Islam yang terdiri dari dimensi iman (religious belief), dimensi Islam (religious practic) dan dimensi ihsan (religious effect) terhadap konsep diri dan regulasi diri baik secara langsung ataupun melalui konsep diri remaja di kota Bandung dengan design penelitian Causal-comparative research atau penelitian ex post facto. Alat ukur yang berupa angket dengan model skala ordinal untuk komitmen beragama Islam yang disusun peneliti berdasarkan tiga ajaran utama dalam Islam dan  angket regulasi diri yang dimodifikasi dari teori Zimmermann. Angket self concept menggunakan alat ukur dari William Fits, yaitu TSCS (Tennessee Self Concept  Scale). Subjek penelitian terdiri dari 406 siswa SMAN kota Bandung yang dipilih dengan teknik stratified cluster random sampling. Pengolahan data menggunakan pendekatan Structural Equation Model (SEM) yang dihitung dengan bantuan program Lisrel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dimensi Iman, Islam dan Ihsan sebagai dimensi utama komitmen beragama Islam secara langsung memberikan pengaruh terhadap konsep diri dan regulasi diri remaja dan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap regulasi diri jika melalui konsep diri. Dimensi Ihsan merupakan dimensi yang memberikan kontribusi paling besar terhadap komitmen beragama Islam dan memberikan pengaruh paling besar terhadap konsep diri dan regulasi diri para remaja.  Kata kunci: Dimensi Iman, Islam dan Ihsan, Komitmen beragama Islam, konsep diri, dan regulasi diri.AbstractDevelopment of drug abuse in Indonesia continue increased either in the type or number of user. Dealing with cases of people who became addictive will be difficult thing to handle. This because at addictive stage, the user has used to consumsed drug in large amount that makes them easely to relapse. This type of user is characterized by compulsive urge to search and using a substance even though they knows that it has dangerous consequences. This study focus to this kind of drug user with adolescent age. Early research showed that adolescents were vulnerable age to start taking drugs. Nearly 97% of cases of drug abuse starts at the age of 13-17 years ol. In general, adolescent are trial error age in situational concerning drugs. The expectation to prevent they continue using drug is still large. The aim of this study is to prove the effect of islamic religious commitment in Muslim teenagers on self-concept and self-regulation. The dimensions of islamic religious commitment consist of iman (religious belief), islam (religious practic) and ihsan (religious effect). The objective of this study is finding empirical data about effect of islamic religious commitment's dimensions to self-concept and self-regulation directly or indirectly through self concept of adolescent in Bandung. The reseach design is using causal-comparative research or ex post facto's research. Methods to collectdata was use the techniques in the form of self-report questionnaire, used ordinal scale model. This techniques is used to measure religious commitment from three basic islamic teaching and self regulation from Zimmerman's theory. To gather the data of self-concept, research is used TSCS (Tennessee Self Concept Scale), a standard measured tool developed by William Fitts. The subjects of this study consisted of 452 high school students in Bandung city. This subject gathers with stratified cluster random sampling technique. The data has been processed by approaches of Structural Equation Model (SEM) that calculated with Lisrel's program. Results of this study proved that the dimension of Iman, Islam and Ihsan as a major dimension of Islamic religious commitment that could directly effect self-concept and self-regulation and provide a greater influence on the self-regulation if it is through the self concept. Ihsan dimension is the dimension that contribute most to the Islamic religious commitment and provide greater effect of self-concept and self-regulation of adolescents.Keywords: Dimensions of iman, islam and ihsan, Islamic religious commitment, self-concept and self- regulation.
KARAKTERISTIK FLUIDA DAN GAS PANAS BUMI SEBAGAI PENGARUH PENINGKATAN AKTIVITAS VULKANIK GUNUNGAPI SLAMET (Characteristic Of Geothermal Fluid And Gas Induced By Increased Volcanic Activity Of Slamet Volcano) Mamay Surmayadi
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7656.278 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15061

Abstract

AbstrakSejak awal Maret 2014 status aktifitas Gunungapi Slamet di Jawa Tengah dinaikan dari Normal menjadi Waspada seiring dengan peningkatan jumlah gempa vulkanik. Seismisitas Gunungapi Slamet memperlihatkan gempa letusan 1106 kejadian dan gempa hembusan 6857 per hari.  Sementara itu,  gempa vulkanik dalam hanya terekam 2 kali selama periode Maret – Agustus 2014. Sumber gempa berada pada kedalaman antara 1 - 2 km di bawah kawah Gunungapi Slamet sebagai indikasi gempa permukaan. Peningkatan aktifitas vulkanik Slamet menghasilkan pelepasan gas CO2 yang berpengaruh terhadap fluida panas bumi yang ditunjukan dengan terjadinya perubahan keasaman air dari normal menjadi alkalin, pembentukan bualan gas CO2 pada air panas Pancuran 3 di Baturraden, dan peningkatan saturasi kalsit.  Bualan gas CO2 menjadi indikasi terjadinya proses pendidihan pada temperatur 273 C pada kedalaman 454 m di bawah permukaan laut. Kondisi ini menjadikan temperatur reservoir lebih tinggi sebagai indikasi sistem panas bumi Gunungapi Slamet merupakan sistem panas bumi aktif bertemperatur tinggi. Kata kunci : gempa permukaan, fluida panas bumi, bualan gas, saturasi kalsitAbstractSince the beginning of March 2014 the status of activities Slamet volcano in Central Java has been declared from Normal becomes Alert due to significant increase in the number of volcanic earthquakes. Slamet volcano seismicity shows eruption earthquakes as many as 1106, and gas emission earthquakes as many as 6857 events per day. Meanwhile, the deep volcanic earthquake recorded only 2 times during the period March to August 2014. The hypocentre of these earthquake was at a depth of 1-2 km below Slamet volcano crater as an indication of the surface earthquakes.Increased magmatic activity resulted in the release of CO2 gas effect on the geothermal fluid which is indicated by changes in water acidity from normal to alkaline, formation of CO2 bubble gas on Pancuran 3 hot spring at Baturraden area, and calcite saturation enhancement. The presence of CO2 bubble gas is indication of boiling at temperatures 273 C at a depth of 454 m below sea level. This condition makes the reservoir temperature becomes higher as indication that the geothermal system of Slamet volcano is active geothermal systems with high temperature (high enthalpy).Keywords: surface earthquake, geothermal fluid, bubble gas.
KEKERABATAN 22 KLON BAWANG MERAH BERDASARKAN MARKA MIKROSATELIT (Genetic Relationship off 22 Shallot Clones Base on Microsatelit Marker) Joko Pinilih; Meddy Rachmadi; Murdaningsih HK; Warid Ali Qosim
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7656.071 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15057

Abstract

AbstrakBawang merah merupakan komoditas sayuran penting di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari hubungan kekerabatan 22 klon bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Biteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian di Bogor. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat  kemiripan genetik (genetic  similarity)  dari 22 genotipe yang  diuji  berkisar  antara  0,75  –  0,99,  hal ini  berarti   diantara  ke-22  genotipe   mempunyai  kekerabatan yang  dekat.AbstractShallot is important vegetable crops in Indonesia. The aim of research to study genetic relationship of 22 clones shallot with microsatellite molecular markers. Research was conducted at the Research Institute Biotechnology and Agricultural Genetic Resources in Bogor. The study was conducted in October to December, 2013. The results of research showed the genetic similarity of 22 genotypes were closely relationship obout  0.75 to 0.99.
Senyawa Damara-20,24-dien-3-on yang beraktivitas Sitotoksis terhadap Sel Mcf-7 dari Kulit Batang Chisocheton Marcrophyllus (Meliaceae) Nurlelasari Nurlelasari; Nurabi Ferdiana; Subekti Mauluddin; Desi Harneti; Moelyono Moektiwardoyo; Rizky Abdullah; Unang Supratman; Khalijah Awang
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7656.348 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15062

Abstract

AbstrakSenyawa triterpenoid damaran, damara-20,24-dien-3-on telah diisolasi dari kulit batang Chisocheton Marcrophyllus (Meliaceae). Struktur kimia kedua senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data spektroskopi dan perbandingan data spektra yang diperoleh dari literatur. Senyawa damara-20,24-dien-3-on menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara manusia MCF-7 dengan nilai IC50 28 mM.Kata Kunci : aktivitas sitotoksik, sel MCF-7, triterpenoid damaran, Chisocheton Marcrophyllus,  MeliaceaeAbstractDammarane triterpenoid, damara-20,24-dien-3-on has been isolated from the bark of Chisocheton Marcrophyllus (Meliaceae). Chemical Structure of compound was dtermined on the basic of spektroscopic data and comparison with those spectra data previously reported. Compound damara-20,24-dien-3-on exhibited cytotoxic activity againts MCF-7 human breast cancer cell lines with IC50 value 28 mM respectively.Kata Kunci : cytotoxic activity, MCF-7 cell, dammarane triterpenoid, Chisocheton Marcrophyllus,  Meliaceae
KEBERGAMAAN SEBAGAI FAKTOR UTAMA PEMBENTUKAN KEKUATAN KARAKTER PEMUDA (Studi Analisis Pengaruh pada Mahasiswa DKI Jakarta) (Religiousity As A Determinan Factor Of Youth Character Strengths Building (Influence Analysis Study of Student College in Jakarta) ) Natris Idriyani
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7656.312 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15058

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai pengaruh keberagamaan terhadapa kekuatan karakter mahasiswa. Konsep dasar penelitian ini merujuk pada teori keutamaan dan kekuatan karakter dari Peterson dan Seligman (2004) bahwa virtues dan character strengths yang dalam bahasa Indonesia disebut keutamaan dan kekuatan karakter adalah unsur psikologis—proses atau mekanisme— yang menjelaskan keutamaan individu yang lebih spesifik atau mekanisme yang menentukan virtues. Dengan kata lain, kekuatan karakter merupakan ciri kualitas psikologis yang berbeda yang mengarah pada salah satu keutamaan karakter. Dan konsep keberagamaan berdasarkan teori fetzer (1999). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif analisis, teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling yakni dengan cluster random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 215 mahasiswa/i UIN Jakarta. Pada penelitian ini, penulis menggunakan alat ukur dalam bentuk skala adaptasi VIA-IS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keutamaan karakter transenden yang dominan serta terdapat lima kekuatan karakter teratas yang dimiliki mahasiswa tersebut di atas adalah humor, kritis, optimis, gemar belajar, dan spirirtualis/agamis. Kelima kekuatan karakter tersebut menjadi signature strengths atau kekuatan karakter pada urutan lima teratas yang dimiliki oleh mahasiswa.Kata kunci : Keutamaan dan Kekuatan Karakter, Mahasiswa, Psikologi Positif
PENYELESAIAN KONFLIK PERKAWINAN DITINJAU DARI USIA PERKAWINAN Sitti Murdiana
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7656.243 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15063

Abstract

AbstrakTingginya jumlah pasangan yang memutuskan untuk bercerai, yang disebabkan penyelesaian konflik perkawinan yang tidak terselesaikan dengan baik. berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran penyelesaian konflik perkawinan pada pasangan menikah ditinjau dari usia perkawinan. Subjek penelitian ini terdiri dari 833 pasangan menikah yang terdiri dari 378 laki-laki dan 455 perempuan yang tersebar di Kota Makassar dengan kriteria telah menikah. Alat ukur penelitian ini menggunakan skala penyelesaian konflik perkawinan konstruktif dan skala penyelesaian konflik destruktif data yang diperoleh diolah menggunakan independent Sample T-test dengan bantuan program SPSS for windows 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian konflik perkawinan dapat dibedakan berdasarkan usia perkawinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penyelesaian konflik perkawinan sesuai usia perkawinan. Kesimpulan penelitian ini adalah penyelesaian konflik perkawinan berdasarkan kategori dapat ditinjau berdasarkan usia perkawinan.
PENYESUAIAN DIRI KOMUNITAS REMAJA SUKU PUNJAB DI KOTA MEDAN Nur'aini Nur'aini; Juke Roosjati Siregar; Kusdwiratri Setiono; Hendriati Agustiani
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15059

Abstract

AbstrakSecara umum penelitian dilakukan untuk menggali data terkait fenomena penyesuaian diri di lingkungan pendidikan pada kelompok remaja yang berasal dari etnik minoritas di kota Medan, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kasus-kasus yang muncul di lingkungan pendidikan yang terkait dengan fenomena penyesuaian diri, khususnya pada komunitas remaja suku Punjab di kota Medan. Responden adalah komunitas remaja suku Punjab di kota Medan, yang berjumlah 60 orang. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan angket sederhana. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil survey yang telah dilakukan, maka diperoleh sebanyak 70% komunitas remaja minoritas suku Punjab mengalami masalah penyesuaian diri dengan teman sebayanya di lingkungan pendidikan. Adapun penyesuaian diri yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kemampuan komunitas remaja suku Punjab dalam mereaksi perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman sebayanya di lingkungan pendidikan, yang dapat diungkap melalui indikator; keadaan fisik, keagamaan, pergaulan dan partisipasi.Kata Kunci : Penyesuaian Diri, Remaja, Suku Punjab
PENGARUH KEPEMIMPINAN PELAYAN DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PELAYANAN PUBLIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA PEMERINTAH KOTA BEKASI Rony Setiawan; Suryana Sumantri; Tb. Zulrizka Iskandar; Marina Sulastiana
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7655.956 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15060

Abstract

AbstrakFaktor-faktor yang diduga terkait dengan rendahnya kinerja pelayanan publik adalah kecenderungan kepemimpinan pejabat publik yang tidak berorientasi pada pelayanan dan iklim organisasi yang kurang kondusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan pelayan dan iklim organisasi terhadap kinerja pelayanan publik. Penelitian kuantitatif eksplanasi kuantitatif ini menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada 200 Pegawai Negeri Sipil pada Pemeritah Kota Bekasi yang diperoleh melalui teknik sampling random stratifikasi. Penelitian ini menemukan adanya pengaruh yang positif signifikan kepemimpinan pelayan dan iklim organisasi terhadap kinerja pelayanan publik dan pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pelayanan publik melalui iklim organisasi.Kata kunci  : Kepemimpinan Pelayan, Iklim Organisasi, Kinerja Pelayanan Publik, dan Pegawai Negeri Sipil Kota BekasiAbstractThe factors thought to be related to the low performance of public service leadership was the tendency of public officials who were not service-oriented and less conducive organizational climate. The purpose of this study was determined the effect of servant leadership and organizational climate on the performance of public services. This quantitative explanation of quantitative research using questionnaires technique distributed to 200 Civil Servants to the Government of Bekasi City through stratified random sampling technique.  This study found out a significant positive effect of servant leadership and organizational climate on the performance of public service and the effect servant leadership on the performance of public services through organizational climate.Keywords : Servant Leadership, Organizational Climate, Performance Public Service, and the Civil Service Bekasi City

Page 1 of 1 | Total Record : 8