cover
Contact Name
Abdul Musqim
Contact Email
taqimlsq@gmail.com
Phone
+628156862548
Journal Mail Official
studiquranhadis@gmail.com
Editorial Address
Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jl. Marsda Adisucipto, telp. 62-0274-512156 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis
ISSN : 14116855     EISSN : 25484737     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL STUDI ILMU ILMU AL-QUR’AN DAN HADIS is peer-reviewed journal that aims to encourage and promote the study of the Qur’an and designed to facilitate and take the scientific work of researchers, lecturers, students, practitioner and so on into dialogue. The journal contents that discuss various matters relate to the Qur’anic Studies, the Exegesis Studies, the Living Qur’an, the Qur’an and Social Culture, thoughts of figures about the Qur'anic Studies, the Exegesis Studies and so on; Similarly, matters relating to the Hadith, the Hadith Studies, Living Hadith, Hadith and Social Culture, thoughts of figures about hadith and so on.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2017): Juli" : 7 Documents clear
Posisi Perempuan Kepala Keluarga dalam Kontestasi Tafsir & Negosisasi Realita Masyarakat Nelayan Madura: Kajian Muhammad Syahrur Sa'dan`, Masthuriyah
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.678 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-04

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian penafsiran Muhammad Syahrur tentang ayat “Qawwam” dalam QS. QS. An-Nisa’:34 yang dikorelasikan dengan realitas perempuan nelayan pesisir utara pulau Madura. Tulisan ini merupakan kajian pustaka dan kualitatif lapangan.Pertanyaan utama dalam kajian ini adalah, bagaimana posisi perempuan sebagai kepala keluarga dalam konteks tafsir QS. An-Nisa’:34. Kemudian, bagaimanakah perempuan diproyeksikan sebagai kepala keluarga dalam kajian Muhammad Syahrur.Tujuan dari kajian ini adalah untuk menyajikan fakta dan realita bahwa posisi dan peran perempuan nelayan utara pulau Madura merupakan salah satu bukti implementasi interpretasi Syahrur. Kajian ini menemukan implementasi tafsir Syahrur tentang ruang sosial dan kepemimpinan tidak hanya milik laki-laki tetapi juga perempuan,dengan syarat kapasitas dan kemampuan yang dimiliki harus seperti seorang pemimpin. Maka dalam realitas perempuan nelayan Madura, penulis menemukan bahwa perempuan nelayan Madura merupakan bukti dari tafsir Syahrur tersebut.Kata kunci: perempuan nelayan, Madura, pemimpin, Muhammad Syahrur
تفسير الشيخ توان سؤوانساس "القرآن ترجمة وتفسير باللغة التايلاندية" وتأثيره على مفهوم الجهاد عند مجلس شيخ الإسلام فى تايلاند Marasa, Arid
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.209 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-05

Abstract

حاول هذا البحث التعرف عن منهجية التفسير للشيخ توان سؤوانساس فى تفسيره القرآنترجمة وتفسير باللغة التايلاندية، ومدى تأثيره على مجلس شيخ الإسلام حول قضية الجهاد. هذاالبحث مهم للتعرف على ارتباط هذا التفسير بمجلس شيخ الإسلام. وكشف هذا البحث أنتفسير توان سؤوانساس يحتوى على اتجاهين فى التفسير وهما اتجاه التفسير بالرواية واتجاه التفسيربالرأي، وأن أفكار الشيخ توان سؤواساس حول قضية الجهاد فى هذا التفسير قد تؤثر كثيرا علىمفهوم الجهاد عند مجلس شيخ الإسلام. واستخلص هذا البحث فى النهاية أنه لا يجوز الجهادالقتالى باستعمال الأسلحة فى هذا البلد، لأن من شروط جواز الجهاد المسلح هو منع إظهار شعارالإسلام أو أمر بترك الشهادة، وبالنظر فى المجتمع التايلاندى الآن كل هذا لا يقع حيث يعطىالقانون التايلاندى لمعتنقى كل الديانات حرية فى الاعتقاد والعبادة، فلا يُمنع المسلمون من.الاعتقاد بالمعتقدات الإسلامية ولا يمنع العبادة والعمل بما شرع به دينهالكلمات المفتاحية: تفسير توان سؤوانساس، مفهوم الجهاد، مجلس شيخ الإسلام، الخلاف فى.جنوب تايلاند
Uli al-Amr dalam Alquran: Sebuah Aplikasi Teori Kontekstual Abdullah Saeed Rahman, MIftahur
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.577 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-01

Abstract

Artikel ini membahas tentang persoalan makna dari u>li al-amr dalam Alqur’an. Sejauh ini, pemaknaan terhadap u>li@ al-amr masih menuai perdebatan. Sebut saja seperti persoalan penetapan Syawal dan persoalan nikah sirri (baca: nikah secara samar atau tanpa pengakuan negara). Perbedaan tersebut disebabkan karena terdapat pemaknaan yang berbeda terhadap kata u>li@ al-amr ini. Penelitian ini menggunakan teori kontekstual Abdullah Saeed. Abdullah Saeed menawarkan sistem interpretasi kontekstual yang meliputi, pertama, analisis linguistik dan telaah asba>b an-nuzul mikro-makro. Kedua, penafsiran ulama dari generasi ke generasi. Ketiga, yakni kontekstualisasi. Ketiganya akan digunakan untuk melihat makna historis dan makna kontemporer u>lil al-amr.Kata Kunci: u>li@ al-amr, kontemporer, Abdullah Saeed.
Kitab Hadis Sekunder: Perkembangan, Epistimologi, dan Relevansinya di Indonesia Nurhaedi, Dadi
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.875 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-06

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kitab/buku hadis sekunder, yakni kitab kreasi atas kitab hadis primer sebagai koleksi hadis yang tidak boleh dirubah. Telaah menunjukkan bahwa pasca dihimpunnya hadis-hadis dalam kitab sekunder, maka pada periode berikutnya hingga sekarang, mengalami dinamika format kitab yang berbeda dengan kitab primer. Kitab-kitab hadis sekunder terus mengalami perkembangan sesuai perubahan dan kebutuhan zaman, bahkan di Indonesia memiliki kekhasan utama yakni tambahan terjemahan dan penjelasan. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari dimensi epistimologis yang merupakan prinsip-prinsip penting dalam proses penyusunan kitab. Aspek epistimologis dimaksud ialah (a) tujuan penulisan kitab untuk menyampaikan hadis Nabi yang bisa menjelaskan dan mudah diakses, (b) tema atau cakupan bahasan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, (c) sumber rujukan yang memadai dan mekanisme pengambilan yang standar, (d) sistematisasi penyajian sehingga runtut dan mudah dipahami, dan (e) sifatnya yang jelas, mudah, dinamis, dan menarik. Prinsip-prinsip tersebut sangat signifikan dan relevan, sehingga memengaruhi perkembangan kitab-kitab hadis yang relatif lebih dinamis, fleksibel, beragam, menarik, dan efektif.Kata Kunci: Perkembangan, Kitab Hadis, Epistemologi
METODE TAFSIR MAUDU’I (Perspektif Komparatif) Muyasaroh, Lailia
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.378 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-02

Abstract

Metode maud}u>’i> adalah metode yang banyak digunakan oleh para penafsir akhir-akhir ini. Metode ini dianggap lebih mampu menjawab permasalahan-permasalahan dan menyuguhkan maksud al Qur’an secara tuntas apalagi dengan perkembangan berbagai permasalahan yang dihadapi umat muslim dan harus dicarikan prinsip-prinsip penyelesaiannya dalam al Qur’an. Salah satu ulama yang menawarkan konsep tafsir maud}u>’i> adalah Muh}ammad Ba>qir al S}adr. Beliau menulis buku yang berjudul al Madrasah al Qur’a>niyyah. Menurut Ba>qir al S}adr, seorang penafsir yang menggunakan metode maud}u>’i> harus memusatkan perhatian terhadap suatu masalah dalam kehidupan sosial untuk dicarikan solusinya dalam al Qur’an. Ulama lain yang menawarkan metode tafsir maud}u>’i> adalah Abdul H}ayy al Farmawi> yang menjabat sebagai guru besar pada Fakultas Ushuluddin Universitas al Azhar. Beliau menerbitkan buku berjudul alBida>yah fi al Tafsi>r al Maud}u>’i> dengan mengemukakan langkah-langkah secara terperinci untuk menerapkan metode maud}u>’i>. Penulis tertarik untuk membandingkan metode tafsir maud}u>’i> yang ditawarkan kedua tokoh tersebut karena adanya perbedaan yang signifikan antara metode yang kedua tokoh ini tawarkan. Penelitian ini mencoba membandingkan metode kedua tokoh tersebut dengan melihat persamaan, perbedaan, kelibihan, kekurangan, dan sintesis dari kedua metode tersebut.Kata Kunci: Tafsir Maud{u<’i<, Muhammad Baqir al Sadr, Abdul Hayy al Farmawi
An Examination on Edip Yuksel's Interpretation of Q. 4:34 Sitanggang, Nadya Utari Boru
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.607 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-07

Abstract

Q.4:34 is frequently used to justify men’s domination over women. There are some keywords in this verse that Edip Yuksel thought have been mistranslated and misunderstood by many scholars, then he reinterpreted them. The authors employed five principles to establish their work, “Quran: A Reformist Translation”. Those five principles are what shaped the work and what influenced the final result of the interpretation. This article uses their principles as tool to criticize the interpretation, so it is called internal criticism. Finally, this work concludes that Edip Yuksel’s interpretation valuated by the five principles is relatively implemented well, the lack is located in the author’s attitude to decide the meaning rashly without explaining the reason they finally chose the meaning after criticizing other’s work.Keywords: 4:34, mistranslated, misunderstood, internal criticism.
Optimasi Kecerdasan Majemuk Sebagai Metode Menghafal Al-Qur’an (Studi atas buku “Metode Ilham: Menghafal al-Qur’an serasa Bermain Game” karya Lukman Hakim dan Ali Khosim) Firdausi, Fitriana
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.943 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-03

Abstract

Menghafal al Qur’an merupakan kegiatan yang terkesan sangat berat dan membosankan. Hal ini disebabkan karena metode yang dipakai monoton dan hanya mengaktifkan belahan otak kiri. Berbagai macam metode pun coba diteorikan dan dipraktekkan oleh para h{a>fiz} demi membuat proses tersebut terasa lebih ringan, atau bahkan menyenangkan. Salah satu metode yang belum lama ini ditemukan adalah metode Ilham. Keberadaan metode ini menjadi solusi atas kebuntuan yang dihadapi para penghafal al Qur’an. Metode ini berupaya uuntuk memadukan beberapa metode sehingga proses menghafal tidak membosankan. Metode ini juga berusaha mengaktifkan belahan otak kiri dan otak kanan sekaligus sehingga diharapkan bisa diterapkan kepada penghafal al Qur’an dengan semua tipe belajar.Kata kunci: Tahfidz al Qur’an, Metode Ilham, Kecerdasan Majemuk

Page 1 of 1 | Total Record : 7