cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 18 Documents clear
Studi Perubahan Garis Pantai Berdasarkan Interpretasi Citra Satelit Landsat dan Perhitungan Rasio Lahan di Wilayah Pesisir Indramayu Jawa Barat Maryanto, Thonas Indra; Windupranata, Wiwin; Bachri, Samsul
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.41 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1332

Abstract

ABSTRAKWilayah pesisir sebagai kawasan peralihan yang menghubungkan ekosistem darat dan ekosistem laut, sangat rentan terhadap kerusakan dan perubahan yang diakibatkan oleh berbagai aktifitas manusia di darat maupun di laut. Kabupaten Indramayu merupakan salah satu wilayah di Pesisir Utara Jawa Barat yang mengalami kerusakan paling parah diantara seluruh kabupaten di wilayah pesisir Utara Jawa Barat serta memiliki penggunaan lahan pesisir yang cukup lengkap mulai dari pemukiman, persawahan, tambak, dan industri (PLTU dan MIGAS)..Besarnya perubahan garis pantai yang meliputi abrasi dan sedimentasi diturunkan dari data citra satelit Landsat wilayah pesisir Kabupaten Indramayu tahun 1994-2009 dengan metode komposit RGB 4, 5, 7 dan Metode AGSO kemudian dilakukan proses digitasi.. Luas abrasi di 11 Kecamatan Pesisir Indramayu dari tahun 1994 – 2009 sebesar 3900,41 Ha dengan laju abrasi rata-rata sebesar 23,64 Ha/ tahun dan Luas sedimentasi sebesar 650,29 Ha dengan laju sedimentasi rata-rata sebesar 4,81 Ha/tahun. Hasil perhitungan regresi terhadap rasio lahan penduduk untuk tahun 2015 sebesar 0,07 Ha/ jiwa dan menurun pada tahun 2025 menjadi 0,05 Ha/jiwa .Rasio lahan petani untuk tahun 2015 sebesar 0,66 Ha/petani dan menurun menjadi 0,55 Ha/petani di tahun 2025.Kata Kunci : Pesisir indramayu, citra satelit, abrasi dan sedimentasi, Rasio lahanABSTRACTCoastal areas as a transitional region connecting the land ecosystems and marine ecosystems, are vulnerable to damage and changes caused by various human activities on land and at sea. Indramayu regency is one of the areas in the North Coast of West Java is the most severely damaged among all districts in the northern coast of West Java and has a coastal land use complete enough from residential areas, wet rice fields, ponds, and industrial (power plant and Gas). The number of change in coastal line include erosion and sedimentation derived from Landsat satellite image data coastal areas of Indramayu district in 1994-2009 with the composite method RGB 4, 5, 7 and methods AGSO then do the digitization process. The extent of abrasion in 11 districts of the coastal Indramayu from 1994 - 2009 are 3900.41 hectares with average abrasion rate of 23.64 ha / year and sedimentation area of 650.29 hectares with an average sedimentation rate of 4.81 ha / year. Results of regression calculations to land ratio for the 2015 population of 0.07 ha / life and decreased in 2025 to 0.05 hectares /life .Rasio farmers' fields for 2015 of 0.66 ha / farmer and decreased to 0.55 Ha / farmers in 2025. Keywords: Coastal area of indramayu, satellite imagery, erosion and sedimentation, land Ratio
Implementasi Kebijakan Publik Dalam Pembangunan Ruang Publik Pantai Losari Makassar Surjana, Ondang
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.301 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1337

Abstract

ABSTRAK Kebijakan publik serta implementasinya merupakan sebuah program yang  komplek karena perlu melibatkan seluruh stakeholder, yaitu pihak pemerintah, publik dan swasta. Kebijakan publik terdiri dari banyak aktor dengan berbagai kepentingannya tetapi publik sebagai target sasaran sehingga menjadi aspek yang paling penting. Ruang publik merupakan salah satu sarana fisik yang dalam pembangunannya memerlukan sebuah kebijakan publik. Ruang publik adalah sebuah barang publik yang dibangun oleh pemerintah bagi kepentingan publik. Ruang publik dapat diakses bebas dan digunakan oleh seluruh warga kota dan fungsi utamanya sebagai tempat interaksi sosial. Keberadaan ruang publik sangat penting bagi warga kota dan merupakan salah satu elemen kota. Ironisnya, jumlah ruang publik di kota kota besar menurun. Pantai Losari, Makassar, adalah salah satu ruang publik yang paling populer dan paling banyak dikunjungi masyarakat setempat maupun dari daerah lain. Ruang publik tersebut merupakan ruang publik utama di Kota Makassar serta sebagai landmark kota. Daya tarik utamanya adalah lokasinya yang strategis berada di pinggir pantai.  Ruang publik pantai Losari dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur modern dipadukan dengan elemen elemen estetis tradisional. Tujuannya agar dapat mengakomodir beragam etnis di kota tersebut. Pada dasarnya pantai Losari adalah hasil implementasi kebijakan publik. Kata kunci: kebijakan publik, implementasi, ruang publik, arsitektur modern.    ABSTRACT Public policy and its implementation is a complex program because of the need to involve all stakeholders, namely the government, public and private. It consists of many actors with different interests but the public as a target to become the most important aspect. Public space is one of the physical facilities in a city which its development requires a public policy. Public space is a public goods built by the government for public purposes. It  can be free accessed and used by citizens and its primary function as a place of social interaction. The existence of public space is very important for the citizens of the city and is one important elements of the city. Ironically, the amount of public space in big cities declined. Pantai Losari, Makassar, is one of the most popular public space and most visited by local communities and other areas. This is a major public space in  Makassar city  as well as a city landmark. Its main attraction is its strategic location at the seaside.  Pantai Losari  built using modern architectural style combined with traditional aesthetic elements. The goal is to be able to accommodate diverse ethnicities in the Makassar. Basically, Pantai Losari is the result of the implementation of public policy.   Keywords: public policy, implementation, public space, modern archtecture.
Pengaruh Kebijakan ““4 in 1”” terhadap Kinerja Persimpangan Jl Dr. Djunjunan – Tol Pasteur dengan Menggunakan Simulasi Mikro Maulana, Andrean
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.399 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1333

Abstract

ABSTRAKKebijakan “4 in 1” diterapkan sebagai salah satu solusi untuk permasalahan kemacetan di kota Bandung. Adapun tujuan dari penerapan kebijakan “4 in 1” adalah meningkatkan kinerja persimpangan Tol Pasteur – Jl. Dr Djunjunan atau Simpang Pasteur. Untuk analisis kinerja Simpang Pasteur, digunakan model simulasi mikro dengan perangkat Paramics. Analisis dilakukan terhadap dua kondisi yaitu kondisi dengan kebijakan “4 in 1” dan kondisi tanpa kebijakan “4 in 1”. Terjadi pengurangan panjang antrian maksimum sebesar 148,79 meter dan tundaan rata-rata simpang sebesar 7,6 detik. Lalu, dilakukan pengubahan waktu sinyal untuk meningkatkan kinerja simpang Pasteur . Waktu siklus yang didapat sebesar 52 detik, dengan rincian waktu hijau fase satu dan dua sebesar 15 detik dan fase tiga sebesar 14 detik. Dengan waktu siklus terbaik ini dapat menghasilkan pengurangan panjang antrian maksimum sebesar 239 meter dan tundaan rata-rata simpang sebesar 46 detik.Kata kunci: simulasi, mikro, antrian, tundaan, sinyal  ABSTRACTBandung city government recently applied “4 in 1” strategy as one of city's traffic management strategies to resolve traffic congestion that occurs at many city's main streets. By applying that rule, hopefully it will reduces, even eliminates traffic congestion that usually occurs at Dr. Djunjunan street during peak hours. Since the program prohibits any passenger cars that carry less than 4 passengers to cross Dr. Djunjunan street, it will affects every street at Pasteur signalized intersection and the intersection itself. Therefore, this study was conducted to analyze Pasteur signalized intersection's performance before and after the application of “4 in 1” strategy. The analysis was conducted using micro-simulation model that generated from Paramics software.The analysis was conducted in two condition, with or without “4 in 1” strategy. Results from analysis indicates that there will be 148,79 meter difference of maximum length of queue and 7,6 seconds difference of mean delay time between those two condition at Pasteur signalized intersection. The analysis also conducted by changing traffic signal timing in order to obtain better performance of Pasteur signalized intersection. Results from analysis indicates that there will be 239 meter reduction of maximum length of queue and 46 second of mean delay time.Keywords: simulation, micro, queue, delay, signal.
Optimasi Siklus Kalina KCS34 Pada Pemanfaatan Sumber Air Panas (Natural Hot Spring) Sebagai Pembangkit Listrik Pramuda N.S, Muhammad; Ridwan, Muhammad; Iqbal Maulana, Iqbal
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.559 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1336

Abstract

ABSTRAK Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar. Daerah potensi panas bumi seperti di daerah Cimanggu, Provinsi Jawa Barat umumnya memiliki sumber air panas. Sumber air panas selain dimanfaatkan untuk pariwisata, dapat pula dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Temperatur sumber air panas yang relatif rendah antara 60° - 90°C membutuhkan teknologi khusus agar dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Siklus Kalina KCS34 merupakan siklus yang memanfaatkan campuran ammonia-air sebagai fluida kerja untuk menyerap energi kalor dari sumber panas bertemperatur rendah karena sifat dari campuran ammonia-air yang memiliki titik didih yang rendah. Fraksi campuran ammonia-air dan tekanan kondensor dapat mempengaruhi daya turbin dan efisiensi dari siklus Kalina KCS34. Simulasi optimasi fraksi campuran ammonia-air dan tekanan kondensor dilakukan untuk mengetahui besarnya fraksi campuran ammonia-air dan tekanan kondensor yang sesuai untuk digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik di daerah Cimanngu, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil simulasi, untuk mendapatkan kondisi pembangkit yang optimum di lokasi tersebut diperlukan fraksi campuran ammonia-air sebesar 87% dengan tekanan kondensor 7.6 bar sehingga akan dihasilkan daya turbin sebesar 73.57 kW dengan efisiensi sistem 14.85%. Kata kunci: Siklus Kalina, optimasi, campuran ammonia-air.  ABSTRACT Indonesia have a large potential of geothermal resources. Geothermal resource area such as Cimanggu area, West Java Province has natural hot spring resources. These natural hot spring resource can be utilized for eco tourism and electric power plant. Natural hot spring have relatively low water temperature between 60° - 90°C and it need special technology to be utilized as electric power plant. Kalina cycle KCS34 is a cycle that utilize ammonia-water mixture to absorb energy from low temperature natural hot spring source because of the properties of ammonia-water mixture that can boiled at low temperature. The fraction of ammonia-water mixture and the condensor pressure of the Kalina cycle KCS34 can affect the turbine output power and system efficiency. Optimization simulation was held to discover the required fraction of ammonia-water mixture and condenser pressure that suitable for generating electricity on Cimanggu area, West Java Province. According to the simulation results, the optimum fraction of ammonia-water mixture is 87% and the condensor pressure at 7.6 bar which will generate 73.57 kW of turbine power with 14.85% system efficiency. Keywords: Kalina cycle, optimization, ammonia-water mixture.
Kajian Pola Arus Laut dan Distribusi Sedimen Di Perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara Soerjawo, Permana Ari; Maryanto, Thonas Indra
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.839 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1335

Abstract

ABSTRAKPola arus laut dan distribusi sedimen merupakan proses dinamika di suatu perairan yang mempunyai karakteristik berbeda-beda, sehingga berpengaruh terhadap pembentukan geomorfologi pantai di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus dan sedimen di perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara di tahun 2012. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder, data primer meliputi data arus yang didapat dari pemasangan ADCP(Acoustic Doppler Current Profiler), data pasang surut dan sedimen perairan yang diambil dengan sedimen grab. Data sekunder berupa peta LPI (Lingkungan Pantai Indonesia) tahun 2000 skala 1:50.000 dari BIG (Badan Informasi Geospasial) dan citra satelit Google Earth tahun 2009. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan arus yang paling besar terdapat pada lapisan permukaan dengan kecepatan 0,242 m/s kearah barat daya (207,8o), kecepatan arus terkecil terdapat pada lapisan dasar yaitu 0,141 m/s kearah barat daya (207o). Hasil simulasi model hidrodinamika 2D, menunjukkan bahwa pada saat pasang arus laut mengarah ke daratan (selatan) dan pada saat surut arus laut mengarah ke laut lepas (barat laut). Berdasarkan kandungan ukuran butir sedimen di perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara adalah pasir (64.98 - 72.15%) fraksi pasir tertinggi distasiun B(belakang geotekstil), lanau (24.56 - 29.36%) fraksi lanau tertinggi di stasiun C (depan geotekstil) dan Lempung (1.64 – 5.64%) fraksi lempung tertinggi di stasiun C (depan geotekstil). Kata kunci: Arus, Pantai Muara Kamal, Sedimen, model hidrodinamika 2D   ABSTRACTOcean current and sediment distribution are the dynamic process that have different charactheristic and therefore influenced beach geomorfophology around the world. This research aims to understand both ocean current and sediment pattern in Muara Kamal North Jakarta in 2012. This research used primary and secondary data, primary data were consisted of current data from ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler), tidal data and bottom sediment samples. Secondary data involved of Indonesia Coastline Environmental map of year 2000 with scale 1:50.000 from Geospatial information Agency and a satellite data from Google earth of year 2009. The results showed that greatest ocean current velocity contained in the surface layer at a speed of 0,242 m/s with to southwest direction (207.8o), the smallest current velocity was in bottom layer is 0.141 m/s with southwest directiont (207o). Based on 2D hydrodynamic model simulation indicated that when high tide ocean current was flowed to the mainland (south) when low tide the current was flowed to the open sea direction. Based on the content grain size of the sediment, the studi area consisted of sand (64.98 - 72.15%) the highest sand fraction at station B(rare of geotextile) , silt (24.56 - 29.36%) the highest silt fraction at station C (front of geotextile) andclay (1.64 – 5.64%) the highest clay fraction at station C(front of geotextile) Key Words: Current, Muara Kamal Shoreline, Sediment, 2D hydrodynamics model
Perbandingan Koefisien Kekuatan Relatif dan Umur Rencana Perkerasan Jalan Lapis Aus (AC-WC) menggunakan BNA Blend 75/25 dan Aspal Pen 60/70 Widianto, Barkah Wahyu
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.763 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1330

Abstract

ABSTRAKBNA Blend 75/25 merupakan jenis aspal modifikasi baru di Indonesia. Sampai saat ini, penggunaan BNA tersebut belum banyak dilaksanakan pada pekerjaan jalan di Indonesia. Jalan Alternatif Nagreg Jawa Barat merupakan proyek pertama jalan nasional yang menggunakan BNA Blend pada lapisan perkerasannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja perkerasan jalan menggunakan BNA Blend 75/25 dengan Aspal Konvensional (Pen 60/70) dari aspek koefisien kekuatan relatif (????) campuran beraspal dan Umur Rencana berdasarkan analisis struktur perkerasan Metode Bina Marga. Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui karakteristik aspal, agregat dan campuran beraspal dengan keluaran berupa nilai Modulus Resillient yang selanjutnya digunakan untuk mendapatkan nilai a dan Umur Rencana. Perkerasan jalan yang menggunakan BNA Blend 75/25 menghasilkan nilai ???? 3,7 % lebih besar dan Umur Rencana 1 tahun lebih lama dibandingkan dengan aspal Pen 60/70.Kata kunci: koefisien kekuatan relatif, Umur Rencana, BNA Blend 75/25.  ABSTRACTBNA Blend 75/25 is a new type of asphalt modification in Indonesia. Until recently, the use of BNA Blend 75/25 has not been widely implemented on road construction in Indonesia. Alternatif Road, Nagreg - West Java was the first national road project which applied the BNA Blend to the pavement layer. This research aimed to compare the performance of pavement using the BNA Blend 75/25 to the conventional asphalt (Pen 60/70). Coefficient of relative strength (????), and design life were generated as a result of pavement structural analysis based on Bina Marga method. For this purpose, laboratory tests were conducted to determine the characteristics of aggregates, both types of asphalts and asphalt mixtures with the output of resillient modulus value. Furthermore, the modulus value was used to calculate the a-value and design life of each type of asphalt. Pavement with BNA blend produced a-value and design life 3.7% higher, and one-year longer than pavement with asphalt Pen 60/70, respectively.Keywords: coefficient of relative strength, design life, BNA Blend 75/25
Pengaruh Variasi Radius-Dalam Rim Terhadap Pengurangan Massa dan Momen Inersia Massa Dengan Studi Kasus Benda Putar Berdiameter 10 cm Firmansjah, Eka Taufiq
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.712 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1339

Abstract

ABSTRAK Mesin terdiri dari sekumpulan elemen mesin yang diam dan bergerak. Elemen mesin yang bergerak dengan gerakan berputar disebut benda putar. Pada beberapa kasus seringkali diinginkan pengurangan massa dari benda putar tersebut untuk alasan ekonomis, biasanya untuk elemen mesin yag diproduksi massal. Namun pengurangan massa berakibat pada pengurangan momen inersia massa benda putar bersangkutan. Jika tuntutan perancangan tidak mempermasalahkan perubahan tersebut, maka pengurangan massa tidak menjadi masalah. Namun jika momen inersia massa tidak boleh terlalu rendah, maka harus dicari kompromi dimana pengurangan massa sebesar-besarnya namun penurunan momen inersia massa sekecil-kecilnya. Pada penelitian ini dilakukan studi kasus terhadap benda putar berjari- jari 10 cm jari-jari dalam hub 2 cm dan jari-jari luar hub 4 cm. Jumlah jari-jari ada 4 dengan lebar 1 cm dan tebal benda putar 0,5 cm. Variasi pengurangan massa dilakukan dengan memvariasikan jari-jari- dalam rim. Untuk tiap variasi, dilakukan perhitungan untuk mendapatkan jumlah massa yang dapat dikurangi dan momen inersia massa dari benda putar. Ternyata pada nilai jari-jari dalam tertentu, dapat diperoleh nilai kompromi dari permasalahan diatas. Kata kunci: benda putar, penghematan bahan, momen inersia massa.  ABSTRACT Machine consists of a set of machine elements that still and moving. Machine elements that move in a circular motion called rotary object. In some cases it is often desirable reduction in the mass of the rotating object for economic reasons, usually for a mass production of machine elements. But the mass reduction results in a reduction in moment of inertia of the mass. If the demands of the design allow this decrease of moment of inertia, mass reduction is not a problem. But if the moment of inertia of the masses should not be too low, it must find a compromise in which a mass reduction profusely but the decrease in the mass moment of inertia of the smallest. In this research conducted a case study of rotating element radius of 10 cm, radius of the hub 2 cm and outer radius hub 4 cm. The number of spoke are 4 with a width of 1 cm and uniform thickness 0.5 cm all over rotating element. Variations mass reduction is done by varying the inner radius of the rim. For each variation, calculation is performed to obtain the amount of mass that can be reduced and the mass moment of inertia of the rotating object. It turned out that in the certain value of inner radius of the rim in particular, can compromise the values obtained from the above problem. Keywords: rotating element, reducing material, mass moment of inertia.
Citra Visual Koridor Kawasan Kota Lama Semarang Ditinjau Dari Potensi Wisata Edukasi Arsitektur Heritage Virdianti, Eka; Vatrina, Septya Ayu; Angkasa, Ditia Permata
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.977 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1331

Abstract

ABSTRAKKawasan Kota Lama Semarang pada zaman dahulu merupakan sebuah benteng yang dibangun oleh Kolonial. Perkembangan masa kini beralih menjadi sebuah kawasan dengan beragam fungsi dan memiliki nilai arsitektural yang dikatakan sebagai kawasan cagar budaya. Koridor jalan Letjen Soeprapto merupakan salah satu koridor utama yang memiliki tatanan bangunan yang khas dengan kuantitas yang cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan koridor jalan Letjen Suprapto di Kawasan Kota Lama Semarang ditinjau dari potensi wisata edukasi arsitektur heritage. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan studi kasus. Pengambilan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Metoda analisis digunakan dengan metode deskripsi. Hasil kesimpulan terlihat pemerintah kota Semarang telah melihat potensi wisata yang ada pada Kota Lama Semarang dengan menjadikan “world destination”. Koridor Jl. Letjen Soeprapto dirancang sebagai zona 1-culture sebagai pusat informasi kawasan Kota Lama. Pada koridor Jl. Letjen Soeprapto terdapat 39 bangunan dan 30 merupakan langgam heritage,5 bangunan merupakan high priority buiding. Hal tersebut menjadi potensi dalam wisata edukasi arsitektur heritage khususnya pada aspek visual lingkage, konsep kontras, ornamen langgam yang dapat menjadi wisata dan sumber edukasi arsitektur heritage.Kata kunci: citra visual, potensi wisata edukasi arsitektur, heritage ABSTRACTKota lama Semarang was once a defensive bastion built by the Colonials. Throughout the years, this area is consisted by buildings with various of functions and is categorized as a cultural and heritage conservation area as its esteemed architectural value. Jalan letjend soeprapto is the main corridor of Kota Lama Semarang and has its own distinctive mass-blocking arrangement with great quantities. This research is purposed to analyse the corridor design of Jl. letjen Soeprapto considered by the potential of heritage architecture educational excursions. This research uses qualitative method and case studies with data compilations of observations, documentations, and interviews, and uses descriptive analysis method. Eventually, the Semarang government has a vision to actualize Kota Lama Semarang as a world tourist destination and design the corridor of jalan letjend soeprapto as the zona 1 - cultural as the information center of Kota Lama Semarang. In the corridor Jl. letjen Soeprapto there were 39 buildings and 30 is a heritage style, the building is a high priority 5 buiding. It became potential in educational excursions architectural heritage, especially the visual aspect Linkage, the concept of contrast, ornamenal style that can be a source of educational exsursions and architectural heritageKeywords: visual image, potential of heritage architecture educational excursions, heritage
Studi Penanganan Ruas Jalan Bulu – Batas Kota Tuban Provinsi Jawa Timur Menggunakan Data FWD dan Data Mata Garuda Zurni, Rahmi; Pradipta, Welly; Kusnandar, Ganny Rian
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.32 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1338

Abstract

ABSTRAK Kondisi jalan di Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan, banyak jalan di Indonesia yang mengalami kerusakan, oleh karena kondisi jalan tersebut memerlukan penanganan yang serius. Penanganan yang sesuai akan menjaga jalan tetap pada kondisi pelayanan mantap. Penanganan jalan dianalisis menggunakan metode AASHTO 1993, dimana hasilnya berupa nilai (Structural Number). Nilai SN sangat dipengaruhi oleh data lendutan dari alat FWD dan data International Roughness Index dari survei alat Mata Garuda.Perbandingan nilai dengan menghasilkan nilai (Stuctural Condition Index) yang menentukan penanganan jalan tersebut. Dari hasil analisis diperoleh nilai yang bervariasi, sehingga menghasilkan penanganan jalan yang berbeda-beda setiap segmennya. Nilai terendah adalah 0,18 dengan penanganan berupa rekontruksi, sedangkan untuk nilai terbesar adalah 1,19 dengan penanganan berupa pemeliharaan. Kata kunci: penanganan jalan, lendutan, mata garuda    ABSTRACT The road condition in Indonesia is quite alarming, many roads in Indonesia that was damaged, therefore that condition of the road require serious treatment. Proper treatment will keep the road stay in good service condition. Road treatment analyzed by using AASHTO 1993 method, where the result is the value of (Structural Number). The value of is very affected by deflection data from FWD tools and International Roughness Index data that surveyed from Mata Garuda tools. The comparison of value and value resulting (Structural Condition Index) value that determine the treatment of that road. The analysis resulting variated value, so the road  treated differently on each segment. The lowest value is 0.18 with the reconstruction road treatment, meanwhile the highest value is 1.19 with the maintenance road treatment. Keywords: road maintenance, deflection, mata garuda
Pengaruh Variasi Radius-Dalam Rim Terhadap Pengurangan Massa dan Momen Inersia Massa Dengan Studi Kasus Benda Putar Berdiameter 10 cm Eka Taufiq Firmansjah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1339

Abstract

ABSTRAK Mesin terdiri dari sekumpulan elemen mesin yang diam dan bergerak. Elemen mesin yang bergerak dengan gerakan berputar disebut benda putar. Pada beberapa kasus seringkali diinginkan pengurangan massa dari benda putar tersebut untuk alasan ekonomis, biasanya untuk elemen mesin yag diproduksi massal. Namun pengurangan massa berakibat pada pengurangan momen inersia massa benda putar bersangkutan. Jika tuntutan perancangan tidak mempermasalahkan perubahan tersebut, maka pengurangan massa tidak menjadi masalah. Namun jika momen inersia massa tidak boleh terlalu rendah, maka harus dicari kompromi dimana pengurangan massa sebesar-besarnya namun penurunan momen inersia massa sekecil-kecilnya. Pada penelitian ini dilakukan studi kasus terhadap benda putar berjari- jari 10 cm jari-jari dalam hub 2 cm dan jari-jari luar hub 4 cm. Jumlah jari-jari ada 4 dengan lebar 1 cm dan tebal benda putar 0,5 cm. Variasi pengurangan massa dilakukan dengan memvariasikan jari-jari- dalam rim. Untuk tiap variasi, dilakukan perhitungan untuk mendapatkan jumlah massa yang dapat dikurangi dan momen inersia massa dari benda putar. Ternyata pada nilai jari-jari dalam tertentu, dapat diperoleh nilai kompromi dari permasalahan diatas. Kata kunci: benda putar, penghematan bahan, momen inersia massa.  ABSTRACT Machine consists of a set of machine elements that still and moving. Machine elements that move in a circular motion called rotary object. In some cases it is often desirable reduction in the mass of the rotating object for economic reasons, usually for a mass production of machine elements. But the mass reduction results in a reduction in moment of inertia of the mass. If the demands of the design allow this decrease of moment of inertia, mass reduction is not a problem. But if the moment of inertia of the masses should not be too low, it must find a compromise in which a mass reduction profusely but the decrease in the mass moment of inertia of the smallest. In this research conducted a case study of rotating element radius of 10 cm, radius of the hub 2 cm and outer radius hub 4 cm. The number of spoke are 4 with a width of 1 cm and uniform thickness 0.5 cm all over rotating element. Variations mass reduction is done by varying the inner radius of the rim. For each variation, calculation is performed to obtain the amount of mass that can be reduced and the mass moment of inertia of the rotating object. It turned out that in the certain value of inner radius of the rim in particular, can compromise the values obtained from the above problem. Keywords: rotating element, reducing material, mass moment of inertia.

Page 1 of 2 | Total Record : 18