cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 24 Documents clear
Keragaan Usaha dan Nilai tambah Pada Agroindustri Keripik Tike (Studi Kasus di Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Indramayu) Djuwendah, Endah
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.302 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2037

Abstract

ABSTRAKKeripik tike merupakan pangan lokal tradisional dari Kabupaten Indramayu yang berasal dari umbi tumbuhan Tike (Eleocharis dulcis Brumn f). Tike merupakan tumbuhan rawa pasang surut sulfat masam. Tanaman ini memiliki manfaat kesehatan karena mengandung Zat antibiotik puchiin dan vitamin C. Usaha pengolahan keripik tike memiliki peran penting dan potensial untuk dikembangkan karena mampu memberikan nilai tambah dari umbi tike menjadi komoditas pangan yang khas (local spesifik), memiliki cita rasa enak, bermanfaat bagi kesehatan, menciptakan kesempatan kerja dan memberikan pendapatan bagi masyarakat. Oleh karena itu cukup potensial untuk berkembang. Namun hingga saat ini usaha keripik tike belum berkembang secara luas karena terkendala oleh berbagai faktor diantaranya keterbatasan bahan baku, permodalan dan wilayah pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keragaan usaha dan nilai tambah agroindusti keripik tike yang berada di desa Jumbleng Kecamatan Losasang Kabupaten Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknis penelitiannya berupa studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan bahan baku umbi tike diperoleh dari Kabupaten Bekasi dan Cilacap dengan harga berkisar Rp 16.000 s,d 18.000 per Kg. Terjadi keterbatasan bahan baku tike saat peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Tenga kerja yang digunakan berasal dari desa setempat dan berjumlah 2-6 orang per unit usaha dengan sistem upah harian. Modal penyedia bahan baku terdiri dari modal pribadi dan modal pinjaman. Pengolahan keripik tike melalui proses pencucian, perendaman, penyangraian, penumbukan, penjemuran, penggorengan dan pengemasan. Pemasaran Keripik tike dilakukan oleh pedagang perantara yaitu penyalur dan pengecer dengan harga jual berkisar Rp 2000 – 10,000 untuk pemasaran langsung kemasan kecil dan Rp 80.000 s.d 90.000/kg untuk pemasaran tidak langsung melalui penyalur. Wilayah pemawaran keripik tike umumnya di wilayah Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Kapasitas produksi keripik tike rata-rata 50 kg umbi tike per proses produksi dengan tingkat konversi produk akhir mencapai 0,96. Nilai tambah per kilogam bahan baku adalah Rp 35.320, rasio nilai tambah 45,99 % dan keuntungan per nilai tambah adalah 30,36 %. Margin balas jasa terhadap faktor produksi paling besar dimiliki oleh keuntungan pengrajin yaitu 57,16 %, pendapatan tenaga kerja sebesar 29,41% dan sisanya 13,43% merupakan balas jasa terhadap sumbangan input lain.Kata kunci: Keripik tike, keragaan usaha, nilai tambahABSTRACTTike Chips is a traditional local food from Indramayu Regency derived from tuber Tike (Eleocharis dulcis Brumn f). Tike is a sulphurous acid wet tidal swamp. This plant has health benefits because it contains Puchiin antibiotic and vitamin C. Tike chips processing business has an important role and potential to be developed because it can provide added value from tike bulb to be a specific local food commodity, has good taste, beneficial for health, creating employment opportunities and providing income for the community. It is therefore quite potential to develop. However, until now the business of tike chips has not developed widely due to constrained by various factors such as limited raw materials, capital and marketing area. The purpose of this research is to analyze business performance and value added agroindustry tike chips that located in Jumbleng Village, Subdistrict of Losasang of Indramayu Regency. The research method used is descriptive qualitative with technical research in the form of case study. The results of research shows that the procurement of tike tuber raw material is obtained from Bekasi and Cilacap regencies with prices ranging from Rp 16.000 s, d 18,000 per kg. There is a limitation of tike raw materials during the transition from dry season to rainy season. Working tillers are from local villages and numbered of 2-6 people per business unit with daily wage system. Capital providers of raw materials consist of personal capital and loan capital. Processing of tike chips through washing process, immersion, roasted, collision, drying, frying and packaging. Marketing Chips tike is done by intermediary traders ie dealers and retailers with selling prices ranging from Rp 2000 - 10,000 for direct marketing of small packaging and Rp 80.000 s.d 90.000 / kg for indirect marketing through distributors. Tike chips offer areas generally in the districts of Indramayu and Cirebon. The production capacity of tike chips averages 50 kg of tike bulbs per production process with a final product conversion rate of 0.96. The added value per kilogram of raw materials is Rp 35,320, the value added ratio is 45.99% and the profit per added value is 30.36%. The greatest profit margin for the factor of production is owned by the craftsman's profit of 57.16%, the employment income of 29.41% and the remaining 13.43% representing the remuneration to other input contributions.Keywords: Tike chips, business performance, added value
Evaluasi Performansi dan Tingkat Kelelahan dalam Upaya Optimisasi Capaian Pembelajaran Sistem Praktikum di Perguruan Tinggi X Febrianti, Asterina; Irianti, Lauditta; Hasanah, Aldila
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.582 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2042

Abstract

ABSTRAKPraktikum merupakan sebuah proses pengamatan, percobaan, dan pengujian terhadap materi mata kuliah yang didapatkan. Praktikum diadakan sebagai salah bentuk pencapaian proses pembelajaran suatu mata kuliah. Satu sks terdiri dari 170 menit pembelajaran perminggu dalam satu semester untuk aktivitas praktikum. Aktivitas praktikum dilaksanakan selama 120 menit dan sisanya disebut tugas mandiri sebanyak 50 menit. Pada kenyataannya tugas mandiri yang dilaksanakan mahasiswa lebih dari 50 menit dalam 1 minggu. Mahasiswa sering terlihat mengalami penurunan performansi dalam aktivitas perkuliahan disertai dengan munculnya kondisi kelelahan. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi beban kerja mental mahasiswa dalam beraktivitas, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem praktikum berdasarkan beban kerja mental melalui pengukuran performansi dan kelelahan di perguruan Tinggi X. Pengukuran tingkat performansi (waktu reaksi) menggunakan psychomotor vigilance test (PVT) dengan parameter mean 1/RT, shortest 10% 1/RT, lapses, dan longest 10% 1/RT, serta kelelahan menggunakan kuesioner visual analog scale (VAS). Pengukuran dilakukan setelah praktikum, sebelum asistensi laporan, dan sebelum presentasi laporan. Uji statistik menunjukan untuk parameter performansi yaitu shortest 10% 1/RT signifikan medeteksi perubahan untuk ketiga kondisi, sementara untuk mean 1/RT, lapses, dan longest 1/RT tidak signifikan dalam mendeteksi perubahan waktu reaksi untuk ketiga kondisi tersebut. Parameter VAS juga menunjukan hasil tidak signifikan dalam perubahan kondisi kelelahan untuk ketiga kondisi tersebut. Hasil menunjukan bahwa mahasiswa tidak mengalami peningkatan beban kerja mental saat melewati rangkaian proses praktikum di jurusan teknik industri pada perguruan tinggi X, sehingga sistem praktikum yang diterapkan saat ini dalam pencapaian proses pembelajaran sudah optimal.Kata kunci: waktu reaksi, kelelahan, PVT, VAS.ABSTRACTPracticum are observation, experiment, and examination towards the obtained course material. Practicum held as a form of achievement learning process of a course. One course credit (sks) has 170 minutes learning once a week witihin a semester dedicated for practicum activity. Practicum activity consists of 120 minutes actual practice and 50 minutes independent task. In fact, independent task occurs over 50 minutes once a week. Many Students have seen their academics performances decline, along with fatigue because of the practice activity while also attending lectures in classes. These Conditions often affected students mental workload, which is why the aim of this study is to evaluate practicum activity system based on mental workload through measurement of perfomance and fatigue on college X. Measurement performance rate (reaction time) use psychomotor vigilance test (PVT) with parameter mean 1/RT, shortest 10% 1/RT, lapses, and longest 10% 1/RT, with questionnaire visual analog scale (VAS) for fatigue measurement. Each measurement was made after practicum, before assistance report, and before a report presentation. Statistics showed shortest 10% 1/RT significant detecting transformation for third condition, while mean 1/RT, lapses, and longest 10% were not significant. VAS parameter showed not significant result in term of detecting transformation for those 3 condition mentioned berofe. Result showed mental workload through series of practicum activity at Industrial Engineering Major on college X are not significant, which is showed that the current practicum system activity for achievement learning process are optimum.Keywords: reaction time, fatigue, PVT, VAS.
Efisiensi Penyisihan Logam Fe Dengan Menggunakan Instalasi Pengolahan Lindi Compact (IPLC) Agriani, Septi; Rachmawati S Dj, -
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.899 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2047

Abstract

ABSTRAKLindi berasal dari proses dekomposisi sampah yang mengandung materi tersuspensi, terlarut, dan terekstraksi, sehingga kandungan lindi sangat berbahaya. Pada penelitian ini akan diteliti logam Fe yang terdapat dalam lindi TPA Sarimukti serta parameter pendukung, seperti pH, suhu, DO, kekeruhan dan TSS. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan reaktor Instalasi Pengolahan Lindi Compact (IPLC) secara semi kontinu dengan kombinasi antara anaerob dan aerob. Waktu detensi yang digunakan, yaitu 31,33 jam yang didapatkan dari tracer test. Proses seeding dan aklimatisasi dilakukan menggunakan bakteri fakultatif, dengan dua media lekat, yaitu kaldness dan bioball. Berdasarkan dari karakteristik awal didapatkan beberapa parameter yang tidak memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah, yaitu BOD5 sebesar 1.071,55-1.593,29 mg/l, COD sebesar 4.800-6.400 mg/l dan TSS sebesar 470-556 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian, IPLC mampu menyisihkan Fe sebesar 53,87% dari konsentrasi awal.Kata kunci: Air Lindi, Logam Berat, IPL Compact, SarimuktiABSTRACTLeachate originates from waste decomposition process which contains suspended, dissolved, and extracted material, so that leachate content is considered as hazardous. In this research, leachate was obtained from municipal solid waste (TPA) Sarimukti. Parameters to be studied is heavy metals Fe which contained in the leachate from TPA Sarimukti. In addition several supporting parameters, such as pH, temperature, DO, turbidity and TSS are studied. The treatment was carried out using a pilot plant scale reactor of Leachate Compact Processing Plant (IPLC), operated semi-continuously using biological, physical and chemical processing systems as well as anaerobic-aerobic configurations. The detention time used were 31,33 hours which was obtained from the tracer test. The seeding and acclimatization process was carried out using facultative bacteria, with two sticky media, caldness and bioball. Based on the results, IPLC was able to eliminate Fe by 53,87% from the initial concentration.Keywords: Leachate, Heavy Metal, IPL Compact, Sarimukti
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Proses Alih Fungsi Lahan Padi Sawah di Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat Martunisa, Prilly; Noor, Trisna Insan
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.869 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2038

Abstract

ABSTRAKPertanian selama ini hanya dihargai karena kemampuannya menghasilkan bahan pangan, sandang dan papan. Selain itu, pertanian juga memberikan berbagai jasa/fungsi positif di bidang sosial budaya, ekonomi dan lingkungan yang dikenal dengan multifungsi pertanian dan belum banyak diketahui masyarakat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perekonomian banyak terjadi alih fungsi lahan terutama lahan padi sawah untuk berbagai kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dan faktor dominan yang mempengaruhi terjadinya alih fungsi lahan padi sawah. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Teknik pengambilan data dilakukan adalah wawancara kepada 45 orang petani yang pernah melakukan alih fungsi lahan padi sawah. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS version 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur petani, pendapatan petani, luas kepemilikkan lahan, sistem waris, pengaruh tetangga yang mengalihfungsikan lahannya, pengaruh pengusaha/investor, keadaan lingkungan, kebijakan pemerintah dan pendidikan petani secara keseluruhan memberikan pengaruh nyata terhadap alih fungsi lahan padi sawah. Variabel umur petani dan luas kepemilikkan lahan menjadi faktor yang dominan terhadap terjadinya alih fungsi lahan padi sawah.Kata kunci: faktor-faktor, alih fungsi, lahan padi sawahABSTRACTAgriculture has been only valued for its ability to produce primary needs of human being. In addition, agriculture also provides a range of positive services / functions at socio-cultural, economic and environmental fields known as multifunctional agriculture and have not been known to the public yet. Along with the raising population and the growth of economic, there has been occured many land conversion, particularly for paddy fields as it for several needs. This land conversion is caused by several factors. The purpose of this research is to identify the factors as well as to find the dominant among them that affect the land conversion of paddy fields. This research was conducted in Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. In this research, the data was collected by interviewing 45 farmers who ever did changes to the utility of paddy land. The design of this study is quantitative descriptive. Data analysis using multiple linear regression with SPSS version tool 24. This research shows the results that the age of farmers, farmers income, land ownership, inheritance systems, the influance of neighbors that also converted land, influence of investors, environmental conditions, government policies and farmer education generally gives a real effect on the conversion of paddy land. After all, the age of farmers and the land ownership become the dominant factor toward the land conversion that occured.Keywords: factors, land conversion, paddy field
Kajian Perhitungan Beban Pencemaran Air Sungai Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung dari Sektor Domestik Rahayu, Yushi; Juwana, Iwan; Marganingrum, Dyah
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.539 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2043

Abstract

ABSTRAKSungai Cikapundung merupakan anak sungai DAS Citarum Hulu yang digunakan untuk sumber air baku air minum, irigasi dan perikanan di Kota Bandung. Sungai Cikapundung yang melewati Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung berpotensi tercemar oleh limbah dari sektor domestik. Namun saat ini belum ada informasi mengenai beban pencemar terhadap Sungai Cikapundung dari sektor domestik. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengukur tingkat pencemaran di Sungai Cikapundung dengan menghitung, status mutu air, potensi beban pencemaran sektor domestik. Status mutu air ditentukan dengan menggunakan metode indeks pencemar dan potensi beban pencemaran Sungai Cikapundung dihitung menggunakan pendekatan faktor emisi limbah domestik. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukan bahwa Sungai Cikapundung pada tahun 2016 memiliki kriteria mutu air cemar sedang pada bulan kering dan cemar ringan di bulan basah. Sungai Cikapundung telahtercemar limbah domestik berdasarkan hasil perhitungan beban pencemar mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk pada tahun 2021 oleh 25.383,89 Kg/ hari TSS, 17.537,96 kg/hari BOD, 18.461,01 kg/hari COD, 889,97 kg/hari N-Total dan 96,92 Kg/hari P-Total.Kata kunci: Beban Pencemar, Domestik Cikapundung, Kualitas AirABSTRACTCikapundung river is the sub river of upper Citarum River which was used by the people in Bandung city as a raw water for drinking water, irrigation and fishery. Cikapundung river that passes through many districts of Bandung have a great potential of being polluted by from domestic waste. This condition will affects the water quality of Cikapundung water. Having this condition, the urgency of conducting the research for measure the polution level at Cikapundung river was reasonable, with calculating the water quality status, the potential polutions domestic sector. Water quality status is determined by using pollution index method and potential pollution load of Cikapundung River using domestic polution emission factor approach. Result of pollutant index calculation Cikapundung River at 2016 in dry months has severe polluted water quality. Cikapundung watershed contaminated with domestic waste in the calculation of polluted pollutant potency in 2016 by 25.383,89 Kg / day TSS, 17,537.96 kg / day BOD, 18.461.01 kg / day COD, 889.97 kg / day N-Total and 96.92 Kg / day P-Total.Keywords: Pollution Load, Cikapundung Domestic, Water.
Analisis Faktor-Faktor (7P) Yang Mempengaruhi Minat Lulusan SMU/ Sederajat Melanjutkan Studinya di Universitas Widyatama Bahar, Achirsyah
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.204 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2048

Abstract

ABSTRAKMarketing menjadi salah satu andalan Univesiitas Wiidyatama dalam menarik minat lulusan SMU/Sederajat untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswanya. Salah satu cara yang dilakukan dalam menarik minat siswa lulusan SMU/Sederajat ialah dengan melakukan penelitian yang melibatkan berbagai aspek yang menjadi pilihan siswa lulusan SMU/Sederajat. Penelitian yang dilakukan ialah dengan menggunakan metode bauran pemasaran (7P) yang terdiri dari Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), Place (tempat), People (orang), Process (proses) dan Phisical Evidence (sarana phisik). Penelitian ini dilakukan terhadap 160 responden yang terdiri atas calon mahasiswa baru (pendaftar) dan mahasiswa widyatama dari berbagai angkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat lulusan SMU/Sederajat dalam melanjutkan studinya di Universitas Widyatama adalah :1. Variabel Product, Price, Promotion, Place, Person, Process dan Phisical Evidence menunjukan nilai yang signifikan terhadap pilihan responden, yaitu sebagai berikut :a. Untuk variabel product (produk) 61% menyatakan sangat setuju, 28,4% menyatakan setuju dan10,5% Netral.b. Untuk variabel price (harga) 51,25% menyatakan sangat setuju,30,83% setuju, 14,17% menyatakan netral dan 3,75% tidak setujuc. Untuk variabel promotion (promosi) 35,42% menyatakan sangat setuju, 38,75% menyatakan setuju, sisanya netral dan tidak setujud. Untuk variabel place (tempat) 39,69% menyatakan sangat setuju, 29,06% menyatakan setuju dan sisanya netral dan tidak setuju.e. Untuk Variabel person (orang) 52,92% menyatakan sangat setuju, 33,33% menyatakan setuju, sisanya netral dan tidak setuju.f. Untuk Variabel process (proses) 48,25% menyatakan sangat setuju, 39% menyatakan setuju dan sisanya netral dan tidak setuju.g. Untuk Variabel phisical evidence (fasilitas fisik) 41,67% menyatakan sangat setuju, 43,33% menyatakan setuju dan sisanya netral dan tidak setuju.2. Pengaruh faktor-faktor bauran pemasaran model 7P terhadap minat lulusan SMU / Sederajat dalam melanjutkan studinya di Universitas Widyatama menunjukkan bahwa berdasarkan uji secara overall hasil pengujiannya signifikan. Tapi berdasarkan uji individual dengan resiko kekeliruan 5%, hasil pengujiaannya menunjukkan bahwa Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi) dan Place (tempat) memberikan pengaruh yang signifikan, sedangkan faktor Person (orang), Process (proses) dan Phisycal Evidence (fasilitas fisik) tidak memberikan pengaruh yang signifikan.Kata Kunci: Minat, Mahasiswa, Metode (7P), Pemasaran
Kajian Dampak Pembuangan Air Limbah Industri PT. X Terhadap Sungai Cikijing di Provinsi Jawa Barat Sulistiowati, Lina Apriyanti; Wardhani, Eka
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.678 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2039

Abstract

ABSTRAKSungai Cikijing termasuk ke dalam Sub DAS Citarik melintasi dua wilayah administrasi yaitu Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Sungai Cikijing menjadi sarana pembuangan air limbah dari aktivitas industri sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran air sungai. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah menganalisis dampak pembuangan air limbah PT. X terhadap 3 aspek yaitu budidaya, kualitas air tanah dan tanah serta kesehatan masyarakat berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001. Kualitas air Sungai Cikijing pada Bulan Januari dan Agustus 2017 mengandung parameter yang tidak memenuhi bakumutu yaitu TSS, TDS, BOD, COD, Detergen MBAS, Belerang (H2S), Minyak dan Lemak, Nitrit, Nitrat dan Fenol. Pencemaran yang terjadi di Sungai Cikijing tidak berpengaruh terhadap penurunan kesuburan tanah, karena air Sungai Cikijing tidak dijadikan sumber air irigasi untuk lahan pertanian di lokasi sampling. Analisis kualitas air bersih di lokasi studi diambil dari 2 lokasi dengan membandingkan bakumutu sesuai Permenkes RI No. 492 Tahun 2010. Parameter air sumur di Desa Linggar yang tidak memenuhi bakumutu yaitu kekeruhan, Fe, Mn, dan Zat Organik (KmnO4). Sedangkan di Desa Jelegong parameter kekeruhan, pH, Fe, Mn, dan Zat Organik (KmnO4) tidak memenuhi baku mutu. Kualitas air sumur di kedua lokasi titik pemantauan tidak layak untuk di konsumsi harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungai Cikijing yang sudah tercemar dikhawatirkan dapat menurunkan kesehatan masyarakat. Data kesehatan masyarakat diperoleh dari Puskesmas Cisempur, Puskesmas Sawah Dadap, dan Puskesmas Rancaekek tahun 2015-2016 menunjukkan bahwa penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat bukan sebagai akibat dari pencemaran air sungai Cikijing.Kata Kunci: Sungai Cikijing, Industri, PencemaranABSTRACTCikijing River is part of Citarik Sub watershed over two administrative areas of Sumedang and Bandung regencies. Cikijing river become a discharge media by industrial activity and thus potentially cause pollution of river water. The purpose of this research is to analyze the impact of waste disposal of PT. X against 3 aspects ie cultivation, groundwater and soil quality and public health based on Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 82 Year 2001. Cikijing River water quality in January and August 2017 contains parameters that do not meet stream standard these are TSS, TDS, BOD, COD, detergents MBAs, sulfur (H2S), oil and fat, nitrite, nitrate, and phenol. Pollution that occurred in the Cikijing River has no effect on the decline in soil fertility because the Cikijing River water is not used as a source of irrigation water for agricultural land in the sampling location. The analysis of clean water quality in the study sites was taken from 2 locations by comparing standard according to Permenkes RI. 492 of 2010. Water well parameters in Linggar village that do not meet the standard these are turbidity, Fe, Mn, and organic substances (KmnO4). While in Jelegong Village, turbidity, pH, Fe, Mn, and organic (KmnO4) parameters did not meet the quality standard. The quality of the well water at both sites of the monitoring point is not feasible for consumption should be processed first before being used for daily needs. The polluted Cikijing River is feared to reduce public health. Public health data obtained from government public health facilities in Cisempur, Sawah Dadap, and Rancaekek in the year 2015-2016 show that the disease suffered by many people, not as a result of water pollution Cikijing river.Keywords: Cikijing River, Industry, Pollution
Simulasi Sistem Proteksi Petir Eksternal Dengan Metode Pembalik Muatan Menggunakan Matlab Arfianto, Teguh; Anwari, Sabat; Pratama, Rangga Okzadika Fitra
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.512 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2044

Abstract

ABSTRAKSistem proteksi petir merupakan suatu sistem yang sangat diperlukan pada saat ini, mengingat peralatan listrik semakin berkembang dengan pesat. Sistem ini melindungi kita serta peralatan listrik kita dari sambaran langsung. Di Indonesia sendiri sebagai kawasan dengan intensitas petir yang tinggi. Secara umum, sistem proteksi petir eksternal terdiri dari dua yaitu sistem proteksi Aktif dan sistem proteksi Pasif. Pada penelitian ini akan membahas tentang simulasi sistem proteksi petir dengan metode pembalik muatan dengan menggunakan prinsip kerja Op-Amp dalam MATLAB dimana dalam pengujiannya akan membandingkan dua buah finial dengan mengukur kuat medan listrik antara keduanya, dimana salah satu finial akan dipasang alat pembalik muatan, dan diberinya spark gap untuk proteksi peralatannya tersebut. Besar pengujian alat proteksi ini menggunakan tegangan impuls sampai 150 KV. Dalam pengujiannya hanya menggunakan parameter tegangan. Setelah diuji akan ada perbandingan dengan hasil perhitungan dan model sebelumnya.Kata kunci: Sistem proteksi petir eksternal, muatan, op amp, spark gap, SIMULINKMATLAB.ABSTRACTLightning protection system is a system that is very necessary at this time, given the growing electrical appliances rapidly. This system protects us and our electrical appliances from direct strikes. In Indonesia itself as a region with high lightning intensity. In general, external lightning protection system consists of two namely Active protection system and Passive protection system. In this research will discuss about simulation of lightning protection system with reversing method by applying the working principle of Op-Amp in MATLAB where in the test will compare two finials by measuring the electric field strength between the two, where one of the finials will be installed the reversing device, and he gave a spark gap for the protection of the equipment. Large testing of this protection tool using impulse voltage up to 150 KV. In the test just use the voltage parameters. Once tested there will be a comparison with the results of calculations and previous models.Keywords: External lightning protection system, charge, op amp, spark gap, SIMULINK MATLAB.
Pengembangan Aplikasi Partisipatif Ruang Terbuka Hijau Wilayah Provinsi Jawa Barat Sumarno, -; Indrianawati, -
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.359 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2040

Abstract

ABSTRAKProporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada suatu wilayah ditargetkan minimal 30% dari luas wilayah kota. Kenyataannya pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat belum ada yang dapat memenuhi target tersebut. Dalam rangka memfasilitasi pemerintah kabupaten/kota untuk memenuhi target RTH, Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat telah membangun sistem informasi RTH. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi RTH yang telah dibangun dengan menyusun database RTH kabupaten/kota di Jawa Barat dalam aplikasi berbasis webGIS dan tersedia informasi mengenai Rencana Detail Tata Ruang kabupaten/kota di Jawa Barat yang dapat menjadi instrumen inventarisasi dan pengelolaan data mengenai RTH di Jawa Barat. Metode yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang telah terbangun adalah fusebox. Hasil yang diperoleh adalah berupa aplikasi partisipatif berbasis webGIS yang dapat diakses oleh publik secara online.Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, aplikasi partisipatif, webSIGABSTRACTProportion of Green Open Space in a region is targeted at least 30% of city area. The regency/city government in West Java Province has not been able to meet that target. In order to facilitate regency/city governments to meet the target of green open space, Department of Housing and Settlement in Province West Java has built an information system on green open space. This research aims to develop information system of green open space that has been built by arranging green open space database of regency/city in West Java in webGIS based application and provide information about Spatial Plan Details of regency/city in West Java which can be instrument to inventory and management of data about green open space in West Java. The method used to develop applications that have been built is fusebox. The results obtained are a web-based participatory application that can be accessed by the public online.Keywords: Green Open Space, participatory application, webGIS
Analisis Luas dan Volume Sedimen pada Kanal Intake untuk Menjaga Ketersediaan Pasokan Air (Studi Kasus : PLTGU Muara Tawar, Bekasi Utara) Arianto, Juli; Perbani, N. M. R. Ratih C.; Kusumah, M. F. P.
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.658 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2045

Abstract

ABSTRAKPLTGU Muara Tawar merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan air laut untuk proses pendinginannya. Air laut tersebut disalurkan melalui kanal intake di mana sedimen yang berada di kanal intake akan mempengaruhi pasokan air. Untuk itu dalam menjaga ketersediaan pasokan air pada kanal intake perlu diketahui luas dan volume sedimennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui drying height pada saat air terendah, pola penyebaran sedimen, perubahan luas sedimen, kondisi kedalaman kritis, dan perubahan volume air dan sedimen antara Maret 2013 dan Desember 2014. Data yang digunakan berupa data posisi permukaan sedimen dan pasut pada Bulan Maret-April 2013 dan Desember 2014. Pada tahun 2013 didapatkan informasi bahwa pasokan air yang tersedia hanya 32,75% sementara di tahun 2014 hanya 32,69% dari syarat aman. Dengan demikian untuk memenuhi syarat aman pasokan air maka sedimen sampai 6 meter di bawah MSL yang harus dikeruk baik di tahun 2013 maupun 2014 sebesar lebih dari 60%.Kata kunci: kanal intake, sedimen, pasokan airABSTRACTPLTGU Muara Tawar is one of the power plants that use sea water as a coolant. The sea water is channeled through the intake canal where sediments in it will affect the water supply. For maintaining the water supply in intake canal it is necesssary to have an information about sediment area and volume. This study schemes are to determine the drying height at lowest low water, sediment distribution, changes in sediment area, critical depth condition, and changes in the volume and sediment beetween March 2013 and December 2014. The data used are the position of the sediment surface and the tide height on March to April 2013 and Desember 2014. It is obtained that for safety requirements the water supply left only 32,75% in 2013 and reduced to 32,69% in 2014. So, to achieve the safety requirements of water supply in 2013 and 2014 the sediment ought to be dredged more than 60% from 6 meter below MSL base.Keywords: intake canal, sediment, water supply

Page 1 of 3 | Total Record : 24