cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2007)" : 10 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DALAM LARUTAN NATRIUM METABISULFIT (NA2S2O5) TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) VARIETAS SUMENEP Marleen Herudiyanto; Debby M. Sumanti; Ria Nurul Ahadiyah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola hidup masyarakat perkotaan menyebabkan permintaan akan makanan instan meningkat dengan alasan kepraktisan. Pengolahan bawang merah menjadi tepung bawang merah memudahkan dalam penggunaannya sebagai bumbu. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2005 hingga Mei 2006. Bawang merah varietas Sumenep memiliki kadar air yang rendah dan kadar padatan serta kadar bahan volatil yang tinggi. Pengeringan pada produk pangan menyebabkan berkurangnya aroma dan pencoklatan non-enzimatis. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi dan lama peren-daman dalam natrium-metabisulfit yang tepat agar diperoleh tepung bawang merah dengan karakteristik yang baik. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi NMS yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : 500 ppm (a1), 1000 ppm (a2), dan 1500 ppm (a3). Faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari 2 taraf, yaitu : 3 menit (b1) dan 6 menit(b2). Konsentrasi natrium-metabisulfit 1000 ppm dan lama perendaman 6 menit menghasilkan tepung bawang dengan karakteristik terbaik yaitu berwarna kuning semu kehijauan (L: 61,82; a : -5,55, b : +40,94), kadar air  4,76%, kadar VRS 49,53 m.ek/g, kadar abu 2,14%, dan residu Sulfit 4,59 ppm dan rendemen 14,83%. Kata kunci: Tepung, bawang merah, kadar air, natrium-metabisulfit
ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MINYAK ATSIRI DI KABUPATEN TASIKMALAYA JAWA BARAT(STUDI KASUS KOMODITAS MINYAK NILAM) Dwi Purnomo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian dilakukan proses penelaahan mendalam yang akan dijadikan bahan pertimbangan pengambilan kebijakan serta digunakan untuk penentuan instrumen kebijakan bagi pengembangan agroindustri minyak nilam di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga September 2006. Berdasarkan analisis Borda, disimpulkan urutan prioritas pengembangan kebijakan pengembangan agroindustri minyak nilam di Kabupaten Tasikmalaya adalah sebagi berikut : 1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia, 2) Pembenahan kelembagaan petani, 3) Ektensifikasi dan intensifikasi lahan budidaya tanaman nilam, 4) Pengembangan teknologi tepat guna sehingga menghasilkan produk dengan standar internasional, 4) Peningkatan koordinasi kebijakan pembangunan agroindustri minyak nilam dengan regulasi dan sistem informasi yang terpadu, 5) Peningkatan permodalan dan investasi, 6) Fasilitasi pendirian pabrik distilasi/pemurnian berskala industri, 7) Pengembangan klaster agroindustri minyak nilam dan 8) Peningkatan peran fasilitasi pemerintah dalam mempromosikan minyak nilam Kabupaten Tasikmalaya di pasar internasional.Kata kunci: Agroindustri minyak nilam, strategi, kebijakan, komoditas unggulan,
MODEL OPTIMASI POLA TANAM PADA LAHAN KERING DI DESA SARIMUKTI KECAMATAN PASIRWANGI KABUPATEN GARUT Roni Kastaman; Dwi Rustam Kendarto; Awan Mustafa Aji
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garut residence, as one of the main agriculture area in West Java Province, in the year of 2001 Garut government has decided to developed dry land plants, because the dry land has an extensive area compared to the wet land area in Garut. In contrast the income of the dry land farmers are remaining low. The research was carried out on March to September 2006. The aim of this research is to decide the optimal plantation pattern so can gain a maximal profit, and also find out the level of farmer’s earning before and after the optimizing process was conducted. Alternative patterns of plantation which can be developed are potatoes, cabbage, string bean, mustard greens, peas and red pepper chili for first plantation season. In the second plantation, the optimal patterns are cabbage, mustard greens and cauliflower.   In the third plantation season, the alternative pattern is potato, cauliflower, string bean and mustard greens. Keywords:  Garut, optimized pattern of plantation
PENGARUH JUMLAH SEL BAKTERI LACTOBACILLUS PLANTARUM DAN LAMA PERENDAMAN FILLET TERHADAP ASAM YANG DIHASILKAN DAN MUTU FILLET NILA MERAH (OREOCHROMIS SP.) SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RENDAH Cucu S. Achyar; Betty D. Sofiah; Sri Rahayu Mitraningsih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fillet nila merah merupakan sayatan daging ikan nila merah yang banyak digemari konsumen, akan tetapi sangat rentan terhadap kontaminasi dan penurunan mutu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2006. Lactobacillus plantarum dapat digunakan sebagai pengawet karena dapat menghasilkan asam laktat yang bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada daging ikan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A sebagai jumlah sel L. plantarum (8,81 dan 9,39 log sel/ml) dan Faktor B sebagai lama perendaman (5, 10 dan 15 menit). Masing-masing kombinasi perlakuan diamati selama 12 hari penyimpanan dan diulang sebanyak 4 kali.Hasil percobaan menunjukkan bahwa jumlah sel L. plantarum sebanyak 8,81 log sel/ml dan lama perendaman 10 menit mampu mempertahankan mutu fillet nila merah selama 12 hari penyimpanan pada suhu 5°C–10°C dengan karakteristik daging berwarna putih opaque agak merah muda dan agak cerah, darah pada gurat sisi berwarna merah agak kecoklatan, dan bau khas hilang namun belum tercium bau busuk. Fillet ini juga memiliki jumlah asam laktat terbanyak 0,54% dan nilai pH terendah 5,23 pada hari ke-7 serta bakteri asam laktat sebanyak 6,00 log koloni/g dan bakteri gram negatif sebanyak 5,51 log koloni/g pada hari ke-12 penyimpanan.Kata kunci: Lactobacillus, ikan nila merah, penyimpanan dengan suhu rendah
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) TERHADAP KUALITAS BIHUN Herlina Marta; Saripah Hudaya; Tensiska -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, ubi jalar jarang diolah menjadi makanan awetan.  Biasanya ubi jalar sekedar diolah menjadi ubi jalar kukus, rebus atau goreng.  Padahal, ubi jalar sangat mudah rusak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga September 2005. Pada penelitian ini, ubi jalar dicoba diperpanjang umur simpannya dengan cara diolah menjadi tepung ubi jalar, kemudian mensubstitusikannya dalam adonan bihun beras.  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh substitusi tepung ubi jalar terhadap kualitas bihun beras yang dihasilkan.  Tepung ubi yang subtitusikan adalah  sebanyak 5%, 15%, 25%, atau 35%.  Pada rentang perlakuan yang dicoba, substitusi yang terbaik adalah 15%.  Bihun yang dihasilkan memiliki karakteristik : kadar air 9,56%; kadar abu 0,72%; dan kadar protein 7,84% (masih memenuhi Standar Nasional Indonesia), sifat organoleptik: warna 3,22 (biasa) (rentang skor  1-5; paling tidak disukai 1, paling disukai 5);  aroma 3,11 (biasa);  tekstur  3,67 (biasa), rasa: 3,39 (biasa);  dan sifat fisik: daya rehidrasi  265,75% dan daya tahan terhadap air  panas  99,31% bihun utuh (setelah direndam air mendidih selama 10 menit).  Semakin banyak ubi jalar yang disubstitusikan dalam adonan bihun, tingkat rehidrasinya semakin besar, dan daya tahannya terhadap air panas semakin berkurang. Kata kunci: Kualitas, tepung ubi jalar, bihun beras
PENGARUH PERENDAMAN DI DALAM LARUTAN NATRIUM-METABISULFIT SETELAH BLANSING TERHADAP WARNA TEPUNG PISANG RAJA BULU Carmencita Tjahjadi; Debby M. Sumanti; Hesty Maryana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembuatan tepung pisang perlakuan blansing uap dan perendaman dalam natrium-metabisulfit umum digunakan dalam proses pembuatan tepung pisang untuk mengendalikan pencoklatan enzimatis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga April 2006. Perendaman di dalam larutan natrium-metabisulfit dilakukan setelah blansing uap 15 menit. Konsentrasi natrium-metabisulfit yang digunakan adalah 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm dan 600 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman di dalam larutan natrium-metabisulfit 600 ppm selama 10 menit setelah blansing uap menghasilkan tepung pisang raja bulu dengan warna kuning dan bintik-bintik coklat yang lebih sedikit (L = +84,38, a = -10,26 dan b = +63,84), kadar air 9,63 % b.k, kandungan sulfit 55,39 ppm, rendemen 23,07 % dan biaya pengolahan Rp 13451,72/Kg. Kata kunci: Blansing uap, larutan natrium metabisulfit, tepung pisang
PENGARUH KADAR AIR AWAL BAWANG DAN KUALITAS MINYAK GORENG TERHADAP SERAPAN MINYAK OLEH BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) GORENG Bambang Nurhadi; Mohammad Djali; Robi Andoyo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kadar air awal bawang dan kualitas minyak goreng terhadap serapan minyak oleh bawang merah goreng. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Agustus 2006. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kelompok  acak lengkap dengan dua factor (kadar air awal dan kualitas minyak goring) dan replikasi sebanyak dua kali digunakan dalam penelitian ini.  Penurunan kadar air bawang merah selama proses penggorengan terjadi melalui mekanisme difusi dan dimodelkan terbaik dengan persamaan eksponensial orde satu 3,8247e-0.0044t  dengan nilai R kuadrat sebesar 0,957. Karakteristik fisik dan kimia minyak yang telah digunakan beberapa kali mengalami perubahan. Semakin sering minyak yang digunakan, semakin tinggi bilangan peroksida, bilangan asam, sementara itu semakin rendah titik asap minyak tersebut. Kadar air awal bawang merah memberikan pengaruh yang nyata terhadap minyak yang terserap oleh bawang merah goreng. Semakin rendah kandungan air awal bawang maka makin sedikit minyak yang terserap oleh bawang merah goreng. Tetapi pengaruh kualitas minyak yang digunakan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap minyak terserap oleh bawang merah goreng. Kata kunci: Kadar air, kualitas minyak, penyerapan minyak, bawang goreng, model eksponensial
Kajian Pemanfaatan Sampah Pemukiman Sebagai Bahan Dasar EM-Bokashi dan Interaksinya dengan Jumlah Pemberian Air Terhadap Hasil dan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon eseulentum Mill) Wagiono -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah pemberian air dan berbagai jenis EM-Bokashi sampah rumah tangga sebagai bahan dasar pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill), dan memberikan informasi kombinasi perlakukan jumlah pemberian air dan EM-Bokashi mana yang paling mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2005Hasil penelitian menujukkan terdapat interaksi antara perlakuan jumlah pemberian air dan perlakuan berbagai jenis EM-Bokashi terhadap  tinggi tanaman sebagai respon pertumbuhan tanaman tomat dan pertumbuhan terbaik terjadi pada perlakuan kombinasi perlakuan jumlah pemberian air 625 ml/hari dan pemberian EM-Bokashi berasal dari rubbish sebanyak 30 ton/ha (K3E1), setinggi 208,00 cm. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan jumlah pemberian air dan perlakuan berbagai jenis EM-Bokashi terhadap jumlah buah dan berat buah sebagai respon hasil tanaman tomat. Berat buah paling baik terdapat pada perlakuan pemberian EM-Bokashi yang berasal dari rubbish sebanyak 30 ton/ha(K3), seberat  3.495,00 gram pertanaman atau setara dengan 13,980 ton/ha, demikian juga dengan jumlah buah pertanaman yang paling baik terdapat pada perlakuan pemberian EM-Bokashi yang berasal dari rubbish  sebanyak 30 ton/ha(K3), dengan jumlah buah rata-rata 46,32 buah pertanaman. Kata kunci: Sampah pemukiman, EM-Bokashi
PEMISAHAN 2-MONOASILGLISEROL KAYA ASAM LEMAK OMEGA-3 HASIL REAKSI BUTANOLISIS LIMBAH MINYAK IKAN MENGGUNAKAN MEDIUM PRESSURE LIQUID CHROMATOGRAPHY Heri Risnayadi Mahmud
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak omega-3 khususnya eicosapentaenoic acid (EPA) dan  docosahexaenoic acid (DHA) adalah sangat penting dalam pengayaan gizi pangan yang dapat diproduksi dari minyak ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Maret 2005. Distribusi asam lemak-3 dalam triasilgliserol (TAG) minyak ikan adalah lebih tinggi pada posisi sn-2 dari pada posisi sn-3. Reaksi butanolisis enzimatik yang menggunakan lipase Thermomyces lanuginosus (LipozymeâTL IM) dapat menghasilkan mono-asilgliserol (MAG) kaya akan asam lemak omega-3 karena enzim spesifik untuk memotong asam lemak pada posisi  sn-1,3 TAG dan menyisakan 2-MAG kaya akan asam lemak omega-3. Dalam penelitian ini, reaktor fluidized-bed kontinyu digunakan untuk mengkonversi minyak ikan (100% TAG) menjadi suatu campuran 6,69% TAG, 17,22% diasilgliserol (DAG), 11,39% MAG, 29,26% butil ester, 28,45% butanol dan 6,99% komponen lain selama 1 jam. MAG dipisahkan dari campuran menggunakan suatu kolom silika gel Medium Pressure Liquid Chromatography (MPLC) dengan tiga tahap elusi. Tahap pertama, butanol dielusi gas nitrogen yang ditiupkan ke dalam kolom silika gel. Tahap kedua, komponen non MAG dielusi dengan 600 ml heksana/dietileter (dengan lima perlakuan 100/0, 90/10, 80/20, 70/30 dan 60/40 v/v). Tahap terakhir, MAG dielusi dengan 600 ml dietileter. Dari 22 g minyak ikan, melalui perlakuan heksana/dietileter 80/20 (v/v) dihasilkan 3,472 g minyak MAG kemurnian tinggi (93,21%) dan recovery MAG (96,99%). Hasil evaluasi asam lemak menunjukkan bahwa minyak MAG tersebut kaya akan asam lemak omega-3 44,2% (w/w) (29,30% EPA, 7,82% DHA and 5,57% other omega-3 fatty acids). Kata kunci: Reaktor fluidized-bed, monoasilgliserol, asam lemak omega-3, LipozymeâTL IM dan medium pressure liquid chromatography
PEMANASAN OHMIC PADA BAHAN MAKANAN CAIR Asri Widyasanti; Budi Rahardjo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dipelajari pengaruh kekuatan medan listrik dan konsentrasi cairan yang dipanaskan secara ohmic dalam pemanas ohmic statis. PEnelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2005. Bahan makanan cair yang digunakan adalah larutan garam, larutan CMC, larutan jus jeruk dan susu segar. Konduktivitas listrik bahan makanan cair sebanding dengan perubahan suhu serta bervariasi dengan kekuatan medan listrik. Kenaikan konduktivitas listrik seiring dengan kenaikan suhu untuk semua sampel uji mengikuti hubungan linier σ = aT + σ ref. Laju pemanasan meningkat dengan pertambahan konsentrasi cairan.Di dalam penelitian ini, distribusi suhu di bawah kondisi observasi pemanasan ohmic diperlakukan sebagai fungsi linear terhadap waktu. Model yang dikembangkan dapat memprediksi perubahan suhu selama pemanasan ohmic dengan baik.Kata kunci: Ohmic, pemanasan, makanan cair, konduktivitas listrik, suhu prediksi

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2007 2007