cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2012)" : 9 Documents clear
KARAKTERISTIK SPASIAL HUJAN PADA MUSIM KEMARAU DAN MUSIM PENGHUJAN DI JAWA TIMUR Ind arto; Suhardjo Widodo; Fentry Ayu Setyeni
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel memaparkan karakteristik spasial hujan-bulanan di Jawa Timur.  Analisa dilakukan dengan membedakan karakteristik hujan bulanan pada musim kemarau dan musim penghujan.  Data hujan dari 943 stasiun hujan yang mencakup seluruh wilayah Jawa Timur digunakan untuk analisa. Data hujan bulanan tersebut selanjutnya dibagi menjadi dua bagian: (1) musim kemarau, dan (2) musim penghujan. Selanjutnya, analisa stasitik spasial dilakukan dengan menggunakan fitur Exploratory Spatial Data Analysist (ESDA) yang ada pada ArcGIS Geostatistical Analyst. Fitur ESDA yang digunakan, meliputi : Trend Analisys, QQPlot, Histogram, dan Voronoi Map. Distribusi spasial hujan bulanan selanjutnya diinterpolasi dari titik-titik pengukuran menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weightin (IDW).  Hasil analisa menunjukkan bahwa distirbusi spasial hujan pada musim penghujan tidak merata. Wilayah di bagian selatan Jawa Timur (Tulungagung, Blitar, Kediri, Pacitan, Jember, Probolinggo,  dan Malang) menerima curah hujan lebih banyak. Analisa juga menunjukkan adanya perbedaan awala musim kemarau di internal wilayah Jawa Timur.  Kata kunci : karakteristik spasial, hujan bulanan, EDSA, Jawa Timur.
PEMIPIL JAGUNG SEMI MEKANIS KAPASITAS SKALA MENENGAH Tam rin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat pemipil jagung telah berkembang di Indonesia mulai dari alat pemipil jagung sangat sederhana sampai alat pemipil jagung mekanis. Namun alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah belum berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 2 rancangan alat pemipil  jagung dengan kapasitas skala menengah dan mengembangkan rancangan alat pemipil baru.  Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan 2 rancangan alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat yang lebih berat dengan kontruksi lebih lebar akan lebih stabil dan alat yang dioperasikan dengan posisi jongkok akan lebih cepat lelah dari pada dioperasikan pada posisi berdiri. Persentase biji jagung terpipil lebih baik dengan ruang pemipil yang elastis. Hasil pemipilan diperoleh 98,2 % jagung baik dan 1,48 % jagung rusak. Beban tarik untuk mengoperasikan 1-4 bonggol jagung di dalam ruang pemipil adalah 5,58-10,76 kg gaya. Kapasitas pemipilan  80,8 kg jagung tongkol per jam. Kata kunci : jagung, alat pemipil jagung, tenaga operasi, kapasitas dan jagung rusak
POLA PENINGKATAN KEKERASAN KULIT BUAH MANGGIS SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Usman Ahmad; Sut risno; I Wayan Budiastra; Aris Purwanto; Dwi Dian Novita
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengerasan kulit merupakan indikator kerusakan pada penyimpanan buah manggis yang berkaitan dengan kandungan air pada kulit buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kalibrasi NIR untuk memprediksi kadar air kulit buah manggis selama penyimpanan dan menentukan pola peningkatan kekerasan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air selama penyimpanan menggunakan reflektan NIR. Metode eksperimental deskriptif digunakan dalami 2 tahapan pengamatan. Pada tahap pertama 88 buah manggis masing-masing disimpan pada temperatur pada 8 ºC dan 13 ºC selama 40 hari, dan 128 lagi disimpan pada suhu ruang 27 ºC selama 22 hari. Pengukuran reflektan, kadar air, dan kekerasan kulit buah dilakukan pada hari ke-0, 1, 2, 4, 8, 16, 24, 28, 32, 36, dan 40 pada penyimpanan suhu 8 ºC dan 13 ºC, dan pada hari ke-0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, dan 22 penyimpanan pada suhu ruang 27 ºC. Pada tahap kedua 10 buah manggis masing-masing disimpan pada 8 ºC, 13 ºC selama 28 hari, dan pada suhu ruang selama 16 hari sebagai sampel monitoring. Reflektan diukur pada hari ke-0, 2, 4, 8, 16, 24 dan 28 pada penyimpanan dingin dan pada hari ke-0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, dan 16 pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan optimum buah manggis pada 13 ºC dan 8 ºC adalah selama 28 hari dan pada suhu ruang selama 16 hari. Kadar air kulit buah menurun selama penyimpanan sedangkan kekerasan kulit buah menurun di awal dan meningkat di akhir penyimpanan pada ketiga suhu penyimpanan. Pola peningkatan kekerasan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air kulit buah ditentukan menggunakan reflektan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air kulit buah ditentukan menggunakan reflektan NIR dengan persamaan y=0,0045x2–0,126x+3,64 (R2=87,4 %) untuk penyimpanan pada suhu 13ºC dan persamaan y=0,0138x2–0,218x+2,69 (R2=70,1 %) pada suhu ruang. Kata kunci: buah manggis, pengerasan kulit, kadar air, NIR spectroscopy
PENGARUH OHMIC DAN PASTEURISASI KONVENSIONAL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN KUALITAS JUS CAMPURAN JERUK-WORTEL Asri Widyasanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasteurisasi ohmic dan konvensional dilakukan pada jus campuran jeruk-wortel dengan perbandingan (80 %:20 %, v/v) pada konsentrasi 10o Brix. Perubahan karakteristik fisikokimia dan kualitas jus campuran dapat dilihat dalam hal warna, pH, brix, browning, turbiditas, keasaman, rasio pulp-serum, dan rasio brix-asam, yang diukur dan dibandingkan dengan jus yang tidak diproses. Kecenderungan warna jus dengan perlakuan ohmic menunjukan sampel dengan warna sedikit kemerahan dan kuning cerah jika dibandingkan dengan metode pasteurisasi lainnya, akantetapi tidak berbeda nyata dengan jus campur segar pada tingkat kepercayaan 0,05 %. Hasil pengukuran CIE Lab menunjukkan bahwa CIE b* memiliki nilai korelasi positif sedangkan CIE a* cenderung memiliki nilai korelasi negatif ketika sampel mengalami perlakuan panas. Nilai kandungan gula, keasaman dan rasio brix-asam mengindikasikan ohmic dapat diterapkan pada kondisi yang tepat terutama untuk mengimbangi rasa dari jus campur. Sampel yang telah dipasteurisasi dengan ohmic juga menghasilkan warna, pH, turbiditas, keasaman dan rasio pulp-serum yang lebih baik dibandingkan metode yang lain. Secara umum, karakteristik  jus campur pasteurisasi dapat dipertahankan oleh pasteurisasi ohmic diikuti dengan pasteurisasi konvensional cepat, sedangkan pasteurisasi konvensional ringan menunjukkan pengaruh paling sedikit diantara semuanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasteurisasi ohmic memiliki kemungkinan yang menjanjikan untuk diaplikasikan pada jus campur yang diproduksi industri minuman. Kata kunci: pasteurisasi ohmic, pasteurisasi konvensional, karakteristik fisikokimia, jus                             campuran jeruk-wortel 
KARAKTERISTIK TEKNIS DAN OPTIMISASI TENAGA SURYA HIBRIDA UNTUK PENGERINGAN TEMBAKAU VIRGINIA Cahyawan Catur Edi Margana; Efen dy; Eko Basuki
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan model alat pengering tenaga surya hibrida (kombinasi energi dari panas surya, sel photovoltaik, batang tembakau kering, dan LPG) dilakukan untuk mereduksi ketergantungan penggunaan bahan bakar minyak tanah dalam sistem pengeringan konvensional di sentra produksi tembakau Virginia di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Metode rekayasa dan analisis dimensi melalui metode similitude digunakan untuk memformulasi persamaan pengeringan. Hasil perancangan adalah sebuah protipe model alat pengering yang terdiri dari ruang pengering, kolektor energi surya termal, dapur pemanas sekam, flue dengan katup automasi, panel automasi, dan kolektor photovoltaik sebagai sumber energi listrik pada sistem automasi, dan ventilasi dengan pengaturan humidistat. Hasil analisis dimensi menunjukan bahwa proses pengeringan tembakau dapat dilaksanakan, baik untuk perancangan protipe maupun untuk scale up, melalui persamaan: dimana R2 = 0,8005 dan SEE = 263739 dengan  komposisi penggunaan energi panas surya 17,15 %, sekam 38,008 %, batang tembakau kering 15,22 % dan LPG  29,61 %. Performansi konversi energi surya ke energi listrik khusus untuk suplai energi berturut-turut pada kondisi cerah-berawan antara pk 07.00-18.00 menghasilkan daya sebesar: 1) 251,82 [Wh] dengan efisiensi 13.5 %r pada loading mulai pk 18.00 ke sistem automasi; 2) 244,52 [Wj] dengan efisiensi 55,6 % pada loading mulai pk 11.00; dan 3) 244,49 [Wj] dengan efisiensi 62,6 % pada  loading  mulai jam 10.00. Berdasarkan optimisasi ekonomi, diperoleh keuntungan bersih maksimum Rp. 2.007.411,- dengan berat optimal 2.6 ton/pengovenan, atau Rp . 5.661.696,- dengan berat optimal 4.83 ton pada kisaran harga tembakau krosok tahun 2010 antara Rp. 27-29.000,-/kg (grade harga tertinggi Rp. 32.000,-kg). Kerugian terjadi bila harga krosok tembakau kurang dari Rp. 15.000,-/kg. Kata kunci: sistem pengeringan tembakau konvensional, pengering tenaga surya hibrida, konversi energi surya
EVALUASI SIFAT KIMIAWI BIJI KAKAO HASIL PROSES PENYANGRAIAN MENGGUNAKAN MESIN PENYANGRAI TIPE SILINDER HORIZONTAL Taufik Rahman; Novri naldi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu biji kakao sangat dipengaruhi oleh proses penyangraian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik biji kakao sebelum dan setelah proses penyangraian. Metode eksperimental deskriptif digunakan untuk pengujian kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat dan bulk density terhadap bahan baku biji kakao. Proses penyangraian pada mesin penyangrai (roaster) tipe silinder horizontal dilakukan dalam 3 variasi volume, yaitu; 7,5; 10; dan 12,5 kg  dengan tiga kali ulangan.  Analisis kimia dilakukan terhadap biji kakao yang telah disangrai untuk mengetahui kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan karbohidrat. Dari hasil uji coba diketahui bahwa semakin besar volume biji kakao yang dimasukkan pada mesin penyangrai maka semakin lama proses penyangraian berlangsung yaitu berturut-turut 30, 50, dan 60 menit. Hasil analisis kimia memperlihatkan bahwa biji kakao sebelum disangrai memiliki kadar air 5,55 %, kadar abu 4,60 %, kadar lemak  42,54 %, kadar protein 14,77 % dan kadar karbohidrat 11,88 %. Sedangkan hasil analisis kimia setelah disangrai menunjukkan kadar air biji kakao pada kisaran antara 2,67 - 2,94 %, kadar abu antara 3,44 - 3,58 %, kadar lemak antara 39,00 - 42,38 %, kadar protein 11,19 – 12,5 % dan kadar karbohidrat terukur antara 8,50 – 12,62 %. Kata kunci : biji kakao, penyangraian, roaster, sifat kimiawi
ANALISIS JEJAK AIR PRODUKSI BERAS ORGANIK DI KABUPATEN TASIKMALAYA Fifi Dwi Pratiwi; Chay Asdak; Pari kesit
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi beras organik diduga berdampak terhadap ketersediaan air.  Penelitian menggunakan pendekatan analisis jejak air (water print) untuk mengidentifikasi total konsumsi air  dalam proses produksi beras organik di Desa Mangunreja dan Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Hasil perhitungan nilai water footprint pada proses budidaya dan proses produksi beras organik di kedua desa menunjukan bahwa Nilai water footprint beras organik lebih kecil (822,2 m3/ton) daripada nilai water footprint beras non-organik (2.304,6 m3/ton). Kata kunci: jejak air, produksi beras organik, konsumsi sumber daya air
PENGARUH TIPE MESIN PENGIRIS DAN VARIETAS TERHADAP KUALITAS IRISAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) Ali Asgar; Diana Atma Budiman; Yusman Taufik
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas irisan kentang yang tidak sesuai diduga terjadi karena proses pengirisannya pada mesin pengiris dan varietas kentang yang digunakan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial dilakukan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan pengirisan dilakukan dengan dua faktor: 1) faktor type mesin, yaitu; a.  pengiris tipe horizontal dengan pengumpan manual; b. pengiris tipe vertikal pengumpan gravitasi; dan c. pengiris tipe dengan pengumpan auger,  sedang faktor varietas kentang adalah Atlantik dan Granola. Hasil menunjukan bahwa dibandingkan dengan tipe pengumpan manual horizontal (0.00 %) dan tipe pengumpan gravity (52.26 %), tipe pengumpan auger vertikal memiliki kualitas pengirisan yang lebih baik (84.75 %) pada ketebalan irisan 2.17 mm, dan kapasitas pengirisan 110.43 kg/jam pada kekerasan irisan 0.79 N/cm2.  Sedang dari tes organoleptik berdasarkan warna, rasa, kerenyahan, dan penampilannya, para panelis lebih menyukai varietas Atlantik daripada Granola.Kata kunci : kualitas irisan kentang, tipe mesin pengiris, varietas kentang
PENGARUH SUHU TERHADAP DAYA REKAT ALUMINIUM FOIL UNTUK KEMASAN Mukhammad Angwar; Asep Nurhikmat
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sterilisasi dilakukan pada kondisi suhu dan tekanan tinggi  sering menyebabkan menurunnya daya rekat kemasan dari alumunium foil yang mempercepat kadaluwarsa produk pangan yang dikemasnya. Penelitian  menggunakan metode deskriptif  eksperimentil telah dilakukan pada suhu berbeda untuk mengetahui daya rekat kemasan alumunium foil. Pengamatan dilakukan terhadap daya rekat 2 sampel kemasan alumunium foil (Sampel A dan B), yang diperlakukan pada suhu 160 °C dan 170 °C dan direkatkan selama 5 detik, di mana Sampel A direkatkan oleh sealer injak manual, sedang Sampel B oleh sealer otomatis. Data daya rekat sampel A dan B kemudian diibandingkan dengan daya rekat sampel hasil fabrikasi sebagai sampel kontrol. Hasil pembandingan menunjukan bahwa sampel A memiliki daya rekat  maksimum 1,709 kgf, minimum 1.253 kgf dan rata-rata 1.438 kgf. Sedang sampel B maksimum 1.618 kgf, minimum 1.379 kgf, dan rata-rata 1.508 kgf. Sementara sampel kontrol maksimum1.556 kgf, minimum 1.371 kgf, dan rata-rata 1.475 kgf. Kata kunci: daya rekat, aluminium foil, kemasan pangan 

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2012 2012