cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dewaruci@isi-ska.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Nomor 19, Kentingan, Jebres, Surakarta 57126, Indonesia.
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdi Seni
ISSN : 20871759     EISSN : 27232468     DOI : 10.33153
urnal Abdi Seni memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN yang dilakukan oleh mahasiswa dalam bidang seni. Cakupan jurnal Abdi Seni memiliki ranah keilmuan di bidang seni rupa dan desain ataupun seni pertunjukan (Tari, Karawitan, Pedalangan, Teater, Etnomusikologi, dll), yang mampu memberikan banyak manfaat untuk masyarakat serta menambah literasi dalam berkesenian.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
PRODUKSI MERCHANDISE LAYAK JUAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS POSYANDU GANGGUAN JIWA DI BLITAR Ana Rosmiati, S.Pd., M.Hum
Abdi Seni Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i2.3464

Abstract

Persoalan gangguan jiwa ditangani secara serius di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dengan didirikan Posyandu Gangguan Jiwa Waluyo Jiwo. Pasien Waluyojiwo rata-rata berusia produktif, sehingga lebih mudah untuk diarahkan. Program kerja utama Waluyo Jiwo yaitu pengecekan kesehatan dan pemberian obat secara rutin sebulan sekali. Program lainnya adalah membuat sapu lidi bagi pasien laki-laki dan bros bagi perempuan, serta menggambar bagi yang berminat. Beragam kegiatan ini menjadi penyemangat karena pasien merasa dihargai serta diberi kegiatan yang produktif dan menyenangkan. Kegiatan menggambar mengalami kemajuan yang menarik, utamanya pada peningkatan kualitas gambar. Sebelumnya, perilaku artistik mereka memunculkan masalah di masyarakat misalnya mencoret- coret tembok. Berdasarkan pengamatan, kualitas gambar yang dihasilkan dapat dimaksimalkan nilai gunanya melalui rekayasa produk seperti cindera mata untuk meningkatkan penghasilan pasien.Permasalahan yang harus dipecahkan adalah 1) Bagaimana melakukan pendampingan perancangan dan produksi cindera mata karya pasien di Posyandu Waluyo Jiwo, 2) Bagaimana melakukan pendampingan pemasaran cindera mata melalui laman sosial media Posyandu Waluyo Jiwo, dan 3) Bagaimana mendampingi Poyandu Waluyo Jiwo mengelola hasil penjualan cindera mata. Solusi yang ditempuh adalah pendampingan perancangan, produksi, dan pemasaran cindera mata berupa kaos dan tas yang khas dengan gambar sablon hasil karya para pasien. Pelaksanaan program kemitraan masyarakat yang telah disepakati meliputi tahap persiapan dengan kegiatan penyusunan : 1) personel pelaksana kegiatan, 2) jadwal kegiatan,  dan 3) panduan desain produksi, pemasaran, dan keuangan cindera mata. Tahap pelaksanaan melalui  1) koordinasi pelaksana kegiatan. Tim pelaksana melakukan kesepakatan dengan mitra tentang materi dan jadwal pelaksanaan kegiatan dan 2) pelaksanaan pendampingan desain produksi, pemasaran, dan keuangan cindera mata. Pelaksanaan secara detail dengan tahapan a) menyeleksi gambar hasil karya para pasien, b) pendampingan praktik membuat film sablon, c) pendampingan praktik menyalin film ke screen, d) perakitan alat sablon sederhana, e) pendampingan praktik menyablon, f) pendampingan promosi, g) pendampingan manajemen keuangan. Tahap evaluasi meliputi evaluasi hasil pendampingan desain produksi, pemasaran dan keuangan.
PERANCANGAN FESTIVAL SENI KAMPUNG “KARANGASEM KLECO KUNCARA” Satriana Didiek Isnanta; Taufik Murtono; Joko Budiwiyanto
Abdi Seni Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i2.3463

Abstract

Pemkot Suakarta membuat even budaya berbasis kampung (festival kampung) yang diselenggarakan di tiap-tiap Kalurahan. Ada 54 Kalurahan yang setiap bergiliran membuat festival budaya selama setahun. Tujuan even tersebut adalah pengembangan potensi seni budaya lokal yang ada di tiap kalurahan sebagai penunjang pariwisata kota Surakarta.  Diharapkan festival kampung yang diselenggarakan oleh kalurahan-kalurahan di kota Surakarta selain sebagai penunjang pariwisata, meneguhkan kota Solo sebagai kota budaya. Maka perlu kiranya untuk membuat Festival yang mampu merepresentasikan atau memunculkan kembali budaya lokal yang diharapkan dapat membangkitkan jati diri Kota Solo dalam  bentuk kemasan festival, termasuk Kalurahan Karanagsem.Mengingat hal tersebut, maka pelaksana PKM melakukan pendampingan terhadap festival kampung di Kalurahan Karangasem dengan tajuk’” Karangasem Kleco Kuncara”. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan dan Model Community development yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung sebagai subyek dan obyek pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Luaran PKM ini adalah branding festival dan KI.
Metode Kepelatihan Dan Pengembangan Kreativitas Tari, Karawitan, Dan Kethoprak Sanggar Seni Rama Wijaya Eko Supendi; Achmad Dipoyono; Danis Sugiyanto
Abdi Seni Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i2.3462

Abstract

ABSTRAK Kreativitas membuat kita takjub dengan hal-hal baru, karena kreativitas bisa mewujudkan ide-ide cemerlang kita. Salah satunya adalah upaya yang dilakukan dalam rangka semakin mendekatnya kesenian dengan lingkungan masyarakat, terutama di wilayah Sanggar Seni Rama Wijaya berada. Permasalahan utama Sanggar Seni Rama Wijaya adalah metode kepelatihan, pengembangan kemampuan sumber daya manusia, dan mengembangan pola manajemen sanggar. Artikel ini menguraikan metode pelatihan yang dilakukan di Sanggar Seni Rama Wijaya sebagai satu bentuk upaya pengembangan kreativitas. Keterlibatan tim riset ini adalah menawarkan pelatihan untuk para pengajar maupun anggota dalam pengembangan kreativitas kesenian dan pendampingan manajemen sanggar. Selain sebagai upaya dalam mengembangkan kesenian, juga salah satu bentuk dukungan kepada Pemerintah Kota Salatiga dalam mengembangkan desa wisata di Salatiga. Kegiatan ini menjadi pemupuk motivasi agar generasi muda juga memiliki semangat dalam pelestarian kesenian daerahnya. Bagi sanggar, pelaksanaan program diupayakan menjadi pemantik untuk terus mengasah kreativitas dan mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki. Kata kunci: kreativitas, pengembangan kesenian, manajemen.  ABSTRACT Creativity amazes us with new things, because creativity can realize our bright ideas. One of them is the efforts made in order to get closer to the arts to the community, especially in the area of the Rama Wijaya Art Studio.The main problems of Rama Wijaya Art Studio are coaching methods, developing human resource capabilities, and developing studio management patterns. This article describes the training methods carried out at the Rama Wijaya Art Studio as an effort to develop creativity. The involvement of this research team is to offer training for teachers and members in developing artistic creativity and mentoring studio management. Apart from being an effort in developing the arts, it is also a form of support for the Salatiga City Government in developing tourist villages in Salatiga. This activity is to foster motivation so that the younger generation also has enthusiasm for the preservation of regional arts. For the studio,efforts are made to implement the program as a trigger to continue to hone creativity and develop their existing abilities. Keywords : creativity, arts development, management.  
Proyek Mural Wayang Beber Kampung Nataningratan sebagai Penguatan Identitas Kampung Wisata di Kelurahan Timuran Surakarta Muhammad Hendra Himawan
Abdi Seni Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i2.3482

Abstract

Penelitian PPM Tematik Individu ini merupakan program pemberdayaan warga kampung di Kampung Nataningratan, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mem-branding kampung Nataningratan, sebagai bagian dari Kampung Wisata Kota Surakarta. Yang dilakukan dengan melalui serangkaian kegiatan untuk mengetahui sejauh mana kreativitas warga kampung Nataningratan dalam mengelola lingkungan sekitar dan bagaimana kreativitas tersebut dikembangkan demi tercapainya sebuah kampung wisata dan mandiri dalam mengelola lingkungan dengan kreativitas seni. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam upaya branding kampung ini diantaranya adalah Proyek Mural Wayang Beber Kampung Nataningratan Sebagai Penguatan Identitas Kampung Wisata Di Kelurahan Timuran Surakarta. Bentuk penelitian ini adalah Pemberdayaan Pada Masyarakat (PPM) Tematik Individu untuk Masyarakat Kampung Kota. Objek penelitian ini adalah masyarakat di Kawasan kampung tengah kota, Kampung Nataningratan,. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan menentukan lokasi penelitian di kampung Nataningratan, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Kegiatan yang akan dilakukan diantaranya adalah wawancara mendalam, pengamatan terlibat, analisis, focus group discussion, workshop mural bagi warga kampung, membuat rancangan karya, melakukan pendampingan, melakukan ujicoba model pemberdayaan, evaluasi model, dan diseminasi. 
Pelatihan Berkarya Seni Kolase Dengan Pemanfaatan Limbah Kertas Dan Kain Perca Bagi Remaja Karang Taruna (Aktualisasi Program Desa Binaan Fbs Unnes Di Desa Duren Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang) Syakir Syakir; Arif Fiyanto; Erdin Kurniawan
Abdi Seni Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i2.3465

Abstract

ABSTRAK Peningkatkan, pengembangan pengetahuan dan keterampilan untuk masyarakat merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang senantiasa perlu diupayakan. Seiring dengan perkembangannya, Fakultas Bahasa dan Seni, Jusuran Seni Rupa Universitas Negeri Semarang sebagai penyelenggara pendidikan perlu inovasi dan aplikasi secara langsung kepada masyarakat melalui propram pengabdian yang dilaksanakan oleh Dosen. Sasaran yang menjadi tempat pelaksanaan dalam pelaksaan program pengabdian kepada masyarakt ini  yakni remaja Karang Taruna di Desa Binaan, Desa Duren kecamatan Bandungan kabupaten Semarang. Kegiatan penabdian ini sebagai upaya meningkatkan SDM pada masyarakat setempat, semangat konservasi serta kesadaran  masyarakat  akan  potensi seni dan kerajinan yang dimilki. Kemudian dengan upaya tersebut semoga dapat mendorong tumbuhnya   kreativitas,   motivasi   dan   inovasi   masyarakat   melalui  pelatihan  berkarya seni kolase berbahan limbah kertas dan kain perca, sehingga menjadi karya seni bernilai tinggi meski dari bahan limbah. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah metode peragaan, dan latihan praktik yang didukung dengan demonstrasi. Melalui peragaan dapat memberikan pemahaman tentang berbagai jenis alat dan bahan yang digunakan serta teknik dalam berkarya seni seni kolase .Kata kunci: Seni Kolase, Limbah, Konservasi, Desa DurenIncreasing, developing knowledge and skills for the community, is a series of activities that always need to be pursued.  Along with its development, the Faculty of Language and Arts, Jusuran Seni Rupa Semarang State University as providers of education need innovation and application directly to the community through a service program carried out by Target Lecturers which is the place for implementing this community service program, namely Karang Tanuna youth  Assisted Village.  Duren Village, Bandungan District, Semarang Regency. This service activity is an effort to improve human resources in the local community.  the spirit of conservation and public awareness of the potential of the arts and crafts they have.  Then with these efforts, hopefully it can encourage the growth of creativity, motivation and innovation in the community by creating collage art made from paper and patchwork waste, so that it becomes a work of high value art even from waste materials.  The methods used in this Community Service activity are demonstration methods and practical exercises that are supported by demonstrations.  Through demonstrations it can provide an understanding of the various types of tools and materials used as well as techniques in creating collage art. Keywords: Collage Art.  Waste, Conservation.  Duren Village 
PENINGKATAN DAYA SAING PENGRAJIN APE CHELLO TOYS DI KLATEN Eko Sri Haryanto
Abdi Seni Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i2.3469

Abstract

Kecamatan Trucuk dan Pedan merupakan sentra industri APE di wilayah Kabupaten Klaten. Salah satu pengrajin yang potensial untuk dikembangkan usahanya adalah Chello Toys milik Agus Susilo. PKM dengan mitra UKM Alat Peraga Edukatif (APE) di Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pengrajin. Potensi pengembangan produk APE (Alat permainan Edukatif) masih sangat terbuka. Keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, jaringan bisnis, serta keterbatasan jumlah dan jenis peralatan menyebabkan mitra kurang maksimal dalam memanfaatkan peluang.Metode yang dilaksanakan adalah metode pelatihan dan pendampingan kepada mitra pengrajin tentang inovasi desain, produksi, dan memberikan pengarahan tentang manajemen, pembuatan materi promosi publikasi cetak, pelatihan penggunaan media online serta memberikan bantuan peralatan produksi.Kegiatan kemitraan ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan mitra, terkait dengan inovasi desain, produksi, alat penunjang produksi, pemasaran online, media promosi. Setelah dilakukan pendampingan, diharapkan mitra mampu menjadi pengrajin yang lebih Tangguh menghadami era new normal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama kurun waktu sepuluh bulan. Implementasi kegiatan ini disesuailan dengan protokol covid-19 akibat dampak pandemi. Luaran dari kegiatan ini berupa HKI,seminar, pameran, laporan kegiatan, jurnal ilmiah, materi promosi baik offline maupun online.
MEMBANGUN KESADARAN MEREK PADA UMKM SEBAGAI UPAYA MENJAGA EKSISTENSI PRODUK DALAM MASA PANDEMI Nurulfatmi Azmy
Abdi Seni Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i2.3466

Abstract

The spread of Coronavirus 2019 (Covid-19) in all over the world have impacts on culinary business. Some food outlets survive by using the digital transaction method. Moreover, there is a massive number of traditional food production companies that not supported by that kind of technology. Consequently, it may decrease their revenue. This paper focuses in “Kembang Matahari” noodles crackers factory as one of the examples. Even, way before this pandemic era, the factory has been dealing with numerous situations that endangered its identity as a traditional food production company. This article will analyze what circumstances the factory is dealing with since its establishment. The method used to analyze the problem is phenomenology. Therefore, this analysis will be clear from the assumption and groundless pieces of information. This paper will discuss the object in Karl Jasper’s existentialism theory. It will reveal that intersubjective communication between the company and social institution is the key to maintain its existence. This paper aims to inform that interaction opens the door to apply branding awareness.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DIGITISASI NASKAH LONTAR KOLEKSI MUSEUM LONTAR DUKUH PENABAN KABUPATEN KARANGASEM BALI agus heru setiawan
Abdi Seni Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v11i2.3468

Abstract

AbstractThis article describes the process of training and mentoring transfer of lontar script media collections from the Oluseum Lontar Manuscripts at Dukuh Penaban Karangasem Bali into digital media carried out by the PKM ISI Surakarta team.  The training and mentoring activities aim to support the pioneering development of an online information system carried out by the museum and further encourage the preservation of lontar manuscripts which are a medium for accommodating traditional Balinese knowledge.  The focus of its activities is to provide training and mentoring to management staff and those appointed by the museum, so that they are skilled at mastering photographic techniques and appropriate technology as well as supporting software needed in the process of transferring lontar manuscripts into digital form.  The target of this training is that the participants can independently transfer the lontar script media and use supporting software to prepare the results of the previous media transfer process into the form of an e-book file.  The training methodology focuses on giving material orally, strengthening the material by doing hands-on practice and the mentoring process.  As a result of its output, this training and mentoring activity was able to produce several digital files as well as the formation of e-books of lontar manuscripts from the collection of Dukuh Penaban Lontar Manuscripts Museum. Key words: digitisO.  Dukuh Penaban, museum, lontar manuscript

Page 1 of 1 | Total Record : 8