cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
WADANA RÊNGGAN PADA MANUSKRIP SERAT SEJARAH INGKANG SAKING PANGIWA Gayuh Styono; Guntur Guntur
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3239

Abstract

Manuskrip Serat Sejarah Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana Kaping X, Sejarah Ingkang Saking Pangiwa, memiliki muatan ragam bentuk gambar. Gambar bingkai yang terdapat dalam manuskrip kuno dinamakan Wadana Rênggan. Bentuk Wadana Rênggan dalam manuskrip Jawa memiliki ciri khas yang menunjukkan sifat kedaerahan. Struktur bentuk Wadana Rênggan  pada manuskrip memiliki karakter yang khas. Pola yang dihasilkan menunjukkan adanya tujuan tertentu. Permasalahan ragam bentuk dan pengorganisasian elemen Wadana Rênggan era PB X menjadi dimensi tersendiri yang layak dikaji dalam sudut pandang budaya rupa. Artikel ini membahas tentang, bagaimana aspek jenis dan bentuk elemen motif ragam hias Wadana Rênggan pada manuskrip Serat Sejarah Pangiwa?, bagaimana karakteristik pengorganisasian elemen motif ragam hias Wadana Rênggan pada Serat Sejarah Pangiwa? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang bertujuan mencapai pemahaman tentang struktur bentuk dan pengorganisasian elemen Wadana Rênggan. Teknik analisis data menggunakan model interaksi analisis. Interaksi analisis digunakan sebagai bagian dari upaya mendapatkan data dari emik untuk kemudian diarahkan menjadi etik. Teks berkaitan dengan sejarah keluarga Keraton Surakarta berkaitan dengan peristiwa kelahiran, pernikahan, dan kematian. Pada Wadana rênggan  ditemukan dua jenis motif yaitu motif tumbuhan dan motif artifisial. Terdapat dua struktur bidang besar yaitu bidang tunggal dan bidang ganda. Warna yang diterapkan pada Wadana rênggan  terdiri dari biru, kuning atau prada, hijau dan merah.Kata Kunci: Wadana rênggan, struktur visual, dan Sejarah Ingkang Saking Pangiwa
KAJIAN MOTIF WIJAYA KUSUMA PADA BATIK CILACAP Aina Vahrina; Theresia Widyastuti; Darwoto Darwoto
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3244

Abstract

Kabupaten Cilacap memiliki motif batik khas yang menggambarkan potensi daerah, yaitu motif bunga Wijaya Kusuma. Motif ini sangat identik dengan Pulau Majeti, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap sebagai tempat yang ditumbuhi bunga wijaya kusuma. Sejak puluhan tahun, motif bunga Wijaya Kusuma masih eksis hingga saat ini. Hal tersebut menarik untuk dikaji dari segi bentuk wujud motifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motif bunga Wijaya Kusuma dengan menjelaskan wujud atau penampakan visual menurut teori Djelantik dan teori penunjang pendekatan nilai ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik snowball sampling yang didukung oleh data dari narasumber, dokumen, tempat dan peristiwa dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan perekaman. Proses analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan metode trianggulasi. Hasil penelitian berupa: 1) Penampakan visual motif utama, motif pendukung dan isen-isen pada corak Tirtotejo Ceplok Wijaya Kusuma, corak Kawung Wijaya Kusuma dan corak Truntum Wijaya Kusuma; 2) nilai ekonomi pada batik tersebut sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga maupun sebagai pembuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar.Kata kunci: Penampakan Visual, Wijaya Kusuma, Batik Cilacap
DESAIN MOTIF BATIK KONTEMPORER GAYA DOODLE Muhammad Affan Afriansyah; Darwoto Darwoto; Felix Ari Dartono
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3240

Abstract

Muhammad Affan Afriansyah. C0913031. 2018. Desain Motif Batik Kontemporer Gaya Doodle. Tugas Akhir: Jurusan Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar belakang proyek Tugas Akhir perancangan ini adalah mengembangkan motif batik kontemporer dengan tema nomophobia (no mobile phone phobia) yaitu pengaruh smartphone di masa kini, menjadi motif tekstil yang akan difungsikan menjadi busana remaja laki-laki. Alasan pemilihan nomophobia karena merupakan penggambaran ilustrasi tentang dampak positif maupun negatif mengenai smartphone dengan visual ilustrasi doodle, sekaligus menawarkan visual yang unik, menarik, dan dinamis. Tujuan proyek Tugas Akhir perancangan ini adalah mengembangkan desain motif batik kontemporer dengan pengolahan visual ilustrasi dampak positif maupun negatif dari nomophobia dengan pertimbangan fungsi busana remaja laki-laki masakini. Metode yang dipakai dalam proyek Tugas Akhir perancangan ini yaitu metode desain. Metode ini melewati 3 tahap yakni mertode perancangan, konsep perancangan dan visualisasi. Untuk metode perancangan melewati tahap Analisis permasalahan, Strategi pemecahan masalah, Pengumpulan data, Uji coba, dan menentukan Gagasan awal perancangan. Konsep perancangan meliputi landasan pemikiran untuk perancangan desain tugas akhir. Visualisasi yakni tahap memvisualkan konsep rencana perancangan yang sudah ditulis dalam proses perancangan. Hasil perancangan tugas akhir ini sebagai berikut: (1) Perancangan motif batik kontemporer dengan tema Nomophobia berhasil membuat 6 desain motif yaitu 2 desain repeat dan 4 desain panel. Keseluruhan desain motif mengolah visual ilustrasi tentang nomophobia dengan visual doodle yang menceritakan dampak dan pengaruh smartphone.. Ke 6 desain motif yang dibuat secara keseluruhan menawarkan sensasi visual yang bercita rasa modern atau kekinian dengan menampilkan bentuk visual doodle yang identik dengan kalangan remaja dengan karakternya yang luwes diolah dengan warna-warna yang cerah menjadi busana remaja masakini yang dinamis, dan mengikuti perkembangan gaya hidup modern. (2) Pengaplikasian desain motif yang full repeat dan panel ke busana anak remaja khususnya laki-laki menghasilkan busana yang berkesan catchy, playfull, dan masa kini ke arah casual. Kriteria pengaplikasian desain motif yang eksklusif untuk remaja pria, dimana remaja pria lebih suka dengan sesuatu yang eksklusif, lain daripada yang lain dan tidak ada yang menyamai dipasaran (produk terbatas). selain itu proses produksinya pun eksklusif, masih banyak pengrajin yang belum bisa membuat motif batik dengan proses sablon dan pencapan rintang malam dingin.                                                         Kata Kunci : Nomophobia, Doodle, Batik Kontemporer.
PENERAPAN MOTIF TRENGGILING PADA KERIS DENGAN TEKNIK TINATAH Ari Harmawan; Kuntadi Wasi Darmojo
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3258

Abstract

Senjata tradisional khususnya keris mengalami perkembangan dari bentuk dan karakternya seiring dengan kemajuan zaman. Dalam tugas akhir ini penulis membuat keris kreasi baru, mengabungkan motif Trenggiling pada keris dengan teknik tinatah didalam karya tersebut. Motif Trenggiling memberikan insipirasi pada penulis, karena memiliki bentuk pada sisik yang menarik dan mewakili  simbol perlindungan diri. Trenggiling adalah satu-satunya hewan mamalia yang memiliki sisik untuk melindungi tubuhnya dari pemangsa atau predator di alam liar. Motif Trenggiling disesuaikan dengan desain dan akan diterapkan pada karya tosan aji berupa Keris.Metode penciptaan yang diterapkan dalam proses penciptaan yaitu tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Eksplorasi meliputi obervasi, studi pustaka dan wawancara. Perancangan meliputi analisis dan sketsa alternatif. Perwujudan meliputi penerapan pada material yang sudah sesuai dengan sketsa yang terpilih, yang menghasilkan tiga keris yakni: dhapur Trenggiling Sisik Waja, dhapur Trenggiling Lingkaring Urip, dhapur Manis Javanica. Penciptaan tugas akhir ini berpijak pada penerapan motif Trenggiling pada keris dengan teknik tinatah. Motif Trenggiling memberikan inspirasi pada penulis, karena memiliki karakter yang menarik, unik, dan mewakili simbol perlindungan diri. Diharapkan menghasilkan keris-keris kreasi baru tanpa meninggalkan tradisi yang dapat membangun makna-makna yang terkandung serta turut melestarikan karya seni.Kata kunci: Keris, motif, Trenggiling
LALAT SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA RELIEF LOGAM Antok Dirgantoro Putro; Aji Wiyoko
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3241

Abstract

Penciptaan seni relief logam bertema lalat merupakan gagasan untuk mengangkat peran lalat dalam kehidupan manusia. Lalat identik dengan hal kotor dan penyakit. Namun demikian, perannya dalam ekosistem sangat besar, khususnya dalam proses penguraian sampah. Penelitian medis juga ada yang merilis bahwa lalat dapat digunakan sebagai sarana penyembuhan. Adanya manfaat lalat bagi kehidupan manusia menjadi daya tarik untuk diangkat sebagai sumber ide penciptaan seni. Metode penciptaan seni menerapkan metode tiga tahap enam langkah, melalui tahapan eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Teknik ukir logam digunakan selama pembentukan relief yang menggunakan aluminium sebagai media ekspresi. Hasil karya relief bertema lalat menjadi media introspeksi tentang peran masing-masing makhluk ciptaan Tuhan. Semua makhluk telah dirancang sedemikian rupa untuk dapat menjalankan perannya dalam kehidupan. Dengan demikian tidak diperkenankan merendahkan satu diantara lainnya.Kata kunci: lalat, seni, introspeksi
HIASAN DINDING VELBOA BERTEMA KASIH IBU MELALUI TEKNIK PYROGRAPHY Rizki Nizam
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3242

Abstract

Kesan memorabilia berupa kasih sayang diwujudkan dalam karya seni bertema Kasih Ibu, yang terinspirasi dari fenomena pilu kehidupan anak Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Desa Kutawaru, Cilacap. Penulis berusaha mengolah rasa empati menjadi lembaran-lembaran ilustrasi imajinatif dalam balutan nuansa dunia bermain anak. Inovasi berhasil dilakukan dengan menerapkan teknik pyrography pada media tekstil-kain berbulu tiruan (velboa), setelah dilakukan uji coba dan adaptasi pada piranti solder dan teknik. Selain itu, juga dibuat pengembangan produk dengan memadukan hasil seni pyrography velboa dengan teknik quilting dan penambahan zat glow in the dark. Muara dari karya seni pyrography dan pengembangannya ini tentunya adalah produk aksesori pelengkap interior berupa hiasan dinding gantung. Keseluruhan terdapat 9 karya yang berhasil direalisasikan, pun terdapat tiga variasi bentuk; berbingkai lingkaran, berbingkai kotak penuh, dan berbingkai gagang atas-bawah. Produk hiasan dinding gantung ini cocok ditempatkan di ruang tamu, ruang santai keluarga, ataupun kamar anak, dengan memperhatikan ukuran karya dan luas dinding ruang.Kata kunci: kasih ibu, pyrography, velboa, wall hanging.
PERANCANGAN BATIK DENGAN SUMBER IDE TRIBAL PADA JAKET DENIM Lukman Setiaji
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3243

Abstract

Penerapan Teknik Batik di Atas Kain Denim Dengan Sumber Ide Tribal untuk Bahan Pembuatan Jaket. Tugas Akhir: Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret. Fokus permasalahan yang dibahas dalam perancangan ini yaitu: Bagaimana merancang batik pada kain denim dengan sumber ide motif tribal sebagai bahan pembuatan jaket? Sumber ide motif yang digunakan adalah motif tribal Navajo dan Afrika. Jenis denim yang digunakan adalah denim dengan berat 493 gram/yard dengan anyaman keper 3 per 1\1. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam perancangan ini adalah studi pustaka, observasi, uji coba visual dan uji coba teknik. Pengumpulan data dilakukan untuk mendukung pemecahan visual yang digunakan dalam perancangan ini. Percobaan dilakukan guna mendapatkan teknik dan material yang tepat. Perancangan ini menghasilkan: (1) dalam proses perancanagan tekstil perlu memperhatikan beberapa aspek agar tercapai sesuai ide dasar perancangan, yaitu: aspek estetis, aspek teknik, aspek bahan, aspek fungsi, dan aspek segmentasi pasar. (2) Perancangan ini menghasilkan 3 produk dari 6 desain yang dibuat.Kata kunci : tribal, batik, jaket denim

Page 1 of 1 | Total Record : 7