cover
Contact Name
Tajerin
Contact Email
marina.sosek@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marina.sosek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 25020803     EISSN : 25412930     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Buletin Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7, No. 1, Tahun 2012" : 5 Documents clear
Rantai Pemasaran Ikan Koi (Cyprinus carpio) di Kabupaten Blitar, Jawa Timur Riesti Triyanti; Maharani Yulisti
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 7, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1739.84 KB) | DOI: 10.15578/marina.v7i1.4593

Abstract

Pemasaran merupakan salah satu subsistem penting dalam sistem minabisnis. Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan perpindahan tempat dan kepemilikan barang dan jasa dari sentra pra produksi ke konsumen. Kegiatan pemasaran bertujuan untuk memenuhi permintaan konsumen serta memberikan keuntungan bagi pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai pemasaran ikan koi (Cyprinus carpio) di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pemasaran ikan koi dimulai dari tahap pra produksi, produksi, pedagang dan eksportir. Setiap rantai terdapat pelaku usaha kunci dan nilai/keuntungan yang relatif dinamis karena tergantung pada nilai estetika terhadap ikan koi. Untuk memperkuat rantai pemasaran ikan koi diperlukan pembentukan kelembagaan keuangan untuk menertibkan sistem pembayaran terhadap pembelian ikan koi yang seringkali merugikan pembudidaya. Penelitian ini juga menyarankan perlunya menghidupkan kembali koperasi yang telah dibentuk agar pemasaran ikan koi dikoordinir dan harganya standar.
Potret Subsidi Perikanan Tangkap Laut Di Pelabuhanratu, Sukabumi Estu Sri Luhur
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 7, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.113 KB) | DOI: 10.15578/marina.v7i1.4594

Abstract

Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil identifikasi jenis-jenis subsidi perikanan tangkap yang disalurkan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk nelayan di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Subsidi perikanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh nelayan adalah subsidi solar yang memberikan harga solar Rp 4.300,- atau selisih Rp 200,- per liter dibandingkan dengan harga solar nonsubsidi. Ada pula jenis subsidi atau bantuan lainnya, yaitu bantuan modal untuk mengkonversi kapal, rumpon, dan bantuan melalui Program Aspirasi. Bantuan melalui Program Aspirasi termasuk jenis bantuan yang baru di Pelabuhanratu yang mengikutsertakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi untuk langsung terjun ke lapangan mengumpulkan aspirasi langsung dari nelayan sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar bantuan yang sangat diperlukan nelayan.
Peran Kelembagaan Dalam Mendukung Program Minapolitan Budidaya Di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta Maharani Yulisti; Riesti Triyanti
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 7, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.447 KB) | DOI: 10.15578/marina.v7i1.4595

Abstract

Pengembangan kawasan minapolitan yang memanfaatkan potensi wilayah dengan memberi peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis perikanan memerlukan sinergitas dari potensi yang ada secara utuh, menyeluruh, berdaya saing dan berkelanjutan. Upaya in memerlukan campur tangan pemerintah dan dukungan masyarakat dalam membangun kelembagaan yang dapat mendukung program minapolitan. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelembagaan yang mendukung program minapolitan perikanan budidaya yang ada di Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta. Kelembagaan formal yang ada di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta diantaranya lembaga penguatan modal (Unit Pelayanan Pengembangan/UPP Bidang Perikanan, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa/KUD, Badan Usaha Kredit Perdesaan/BUKP, lembaga kredit dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat/PNPM), lembaga penyuluhan dan lembaga perbenihan (Balai Benih Ikan atau BBI). Kelembagaan non formal yang sudah berfungsi baik yang erat kaitannya dengan program minapolitan diantaranya kelembagaan penyedia input, kelembagaan penyedia modal, kelembagaan pelaku usaha (pembudidaya, pembenih, pendeder), kelembagaan pengolah hasil perikanan, kelembagaan pemasaran ikan, serta kelembagaan penyedia informasi dan teknologi. Peran kelembagaan formal dan informal sangat penting untuk kegiatan budidaya perikanan pada level menengah ke bawah diantaranya untuk menstabilkan harga terutama saat pasokan ikan berlebih, pemenuhan kebutuhan modal, input usaha dan sarana produksi ikan.
Nilai Ekonomi Pemanfaatan Ikan Napoleon (Cheilinus Undulatus) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau Maulana Firdaus; Rani Hafsaridewi
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 7, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.326 KB) | DOI: 10.15578/marina.v7i1.4589

Abstract

Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) merupakan salah satu jenis ikan yang dilindungi karena populasinya yang terancam. Salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi ikan Napoleon adalah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Eksploitasi ikan Napoleon di perairan tersebut tidak dapat dilakukan secara leluasa mengingat ada beberapa kebijakan pemerintah yang mengatur tentang tata cara pemanfaatan ikan ini. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai bentuk pemanfaatan ikan Napoleon di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan ikan Napoleon di Kabupaten Natuna dilakukan melalui usaha penangkapan dan budidaya (pembesaran). Usaha pemanfaatan ikan Napoleon merupakan mata pencaharian utama masyarakat, karena harga jualnya yang tinggi. Kebijakan pemerintah terkait pemanfaatan ikan Napoleon adalah mengatur tentang tata cara penangkapan, ukuran yang diperbolehkan ditangkap dan pelarangan ekspor. Implementasi kebijakan ini harus mempertimbangkan dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat, mengingat bahwa ada sebagian masyarakat yang menjadikan usaha penangkapan dan budidaya ikan Napoleon menjadi sumber ekonomi.
Potret Perikanan Tangkap Tuna, Cakalang dan Layang di Kota Bitung Cornelia Mirwantini Witomo; Budi Wardono
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 7, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.488 KB) | DOI: 10.15578/marina.v7i1.4592

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran keragaan perikanan tangkap di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Komoditas utama perikanan tangkap Kota Bitung adalah tuna, cakalang dan layang. Kota Bitung memiliki satu Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) yang keberadaannya sangat strategis. Pendaratan ikan di PPS Bitung berasal dari tangkapan kapal-kapal nelayan sekitar dan nelayan jaring pukat cincin (purse seine), pancing (hand line), rawai (long line) serta kapal pengumpul dan pengangkut. Armada penangkapan di Kota Bitung sebagian besar adalah alat tangkap menggunakan mata pancing seperti pancing tuna, rawai tuna, pancing ulur karena ini berpengaruh dengan nilai jual ikan yang tertangkap khusus ikan tuna dan ikan cakalang. Jumlah perusahaan/ UPI yang bergerak dalam bidang perikanan tangkap dan eksportir di Kota Bitung sebanyak 35 perusahaan. Pada umumnya jenis ikan yang di ekspor adalah tuna. Jalur ekspor ikan tuna dari Kota Bitung yaitu melalui laut dan udara.

Page 1 of 1 | Total Record : 5