cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : 23377712     EISSN : 25988271     DOI : -
Core Subject : Education,
Sastranesia adalah jurnal ilmiah bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jombang. Jurnal sastranesia focus pada kajian bahasa, sastra, dan pengajaran bahasa Indonesia. Jurnal ilmiah ini merupakan kumpulan kajian ilmiah dari civitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoesia STKIP PGRI JOMBANG dan civitas akademika beberpa PTN dan PTS yang mengirimkan jurnal ilmiah mereka di jurnal sastranesia. Jurnal sastranesia memiliki ISSN 2337-7712. ISSN tersebut diterbitkan diterbitkan oleh LIPI pada tanggal 7 Maret 2013. Jurnal Ilmiah ini terbit tiga bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017): Mei" : 14 Documents clear
ETIKA KEKUASAAN JAWA PADA NOVEL GAJAH MADA KARYA LANGIT KRESNA HARIADI Wahyunintias, Emi
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.93

Abstract

ABSTRAK Wahyuningtias, Emi.2014. Etika Kekuasaan Jawa Pada Novel Gajah Mada Karya Langit Haridai. STKIP PGRI Jombang. Dosen Pembimbing: Mu’minin, M.A Kata kunci:Etika Kebudayaan Jawa Penelitian ini mengkaji novel Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi dilihat dari kajian Etika Dasar Politik dalam Kebudayaan Jawa, serta masalah etika kekuasaan dalam karya sastra merupakan fonomena menarik dalam memberikan deskripsi wacana etika dasar politik kebudayaan Jawa dan sastra. Selain itu isi dari novel tersebut lebih dominan tentang perebutan kekuasan yang bertujuan dalam memperoleh takhta dan angkara.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang etika dasar  kebudayaan Jawa dalam novel Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi diantaranya: agnida,wisada, dan atharwa.Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam meneliti NovelGajah Mada karya Langit Khrisna Hariadi adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Dengan alasan pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi yang berupa kalimat pada paragaf.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel Gajah Madakarya Langit Krisna Hariadi terdapat sad paramuka dalam bentuk (a) Suka Meracun (Wisada), (b) Melakukan Ilmu Hitam (Atharwa) perilaku bergelut dalam kemelut takhata dan angkara yang terapat pada novel Gajah Mada.Berdasarkan hasil penelitian di atas diharapkan dapat memberikan motifasi bagi masyarakat luas untuk lebih memahami dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuannya dibidang sastra dengan segala dinamikanya, khususnya teori sastra sosiologi.
BAHASA AKROLEK PRANATACARA DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA ., Siswanto
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.109

Abstract

Sosiolinguistik merupakan gabungan dari kata sosiologi dan linguistik. Sosiologi adalah kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia dalam masyarakat dan mengenai lembaga-lembaga serta proses sosial yang ada di dalam masyarakat.            Penelitian yang berjudul Bahasa Akrolek Pranatacara dalam Pernikahan Adat Jawa ini menggunakan kajian sosiolinguistik yang meliputi wujud bahasa akrolek dan pola struktur morfologi (afiksasi). Penelitian ini menggunakan kajian sosiolinguistik karena berkaitan dengan penggunaan bahasa di dalam masyarakat. Teori ini menelaah antara hubungan bahasa dengan masyarakat. Penelitian ini meliputi wujud bahasa akrolek dan pola struktur morfologis (afiksasi) yang ada pada pranatacara temu manten yang terdapat pada video pernikahan Ganang Febriyanto dan Iva Ayu Hartiningtyas di Dusun Kakat Desa Kakatpenjalin Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.            Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sosiolinguistik (Abdul Chaer). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitiaf (Djajasudarma) untuk mendeskripsikan wujud bahasa akrolek dan pola struktur morfologis (afiksasi) yang terdeskripsikan dalam pranatacara dalam pernikahan adat jawa pada video pernikahan Ganang Febriyanto dan Iva Ayu Hartiningtyas tepatnya di Dusun Kakat Desa Kakatpenjalin Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.            Hasil Penelitian ini menunjukkan deskripsi wujud bahasa akrolek dan pola struktur morfologis (afiksasi) dalam pranatacara dalam pernikahan adat jawa yang terdapat pada video pernikahan adalah (1) Deskripsi wujud bahasa  akrolek dalam video pernikahan. (2) Deskripsi pola struktur morfologis (afiksasi) dalam video pernikahan.
proses penulisan teks eksposisi melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri Mojoagung men, Royal
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.88

Abstract

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Selain itu, menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif (Tarigan, 1982 : 3). Dalam kegiatan menulis, penulis haruslah terampil untuk memanfaatkan grafolegi, struktur bahasa, dan kosa kata. Untuk terampil dalam menulis ini tidak datang secara otomatis, melainkan melalui praktek dan latihan yang banyak dan teratur (Tarigan, 1982 : 4).Menulis yaitu suatu cara berkomunikasi, artinya suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan yang pasti terjadi sewaktu-waktu bila manusia atau binatang-binatang ingin berkenalan dan berhubungan satu sama lain. Proses komunikasi dapat berlangsung melalui tiga media, yakni visual, oral, dan written (Webb dalam Tarigan, 1982 : 19).Pada prinsipnya fungsi utama dari menulis adalah sebagai alat untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Di dalam bidang pendidikan menulis juga sangat penting, karena dapat memudahkan pelajar atau siswa dalam berpikir, dapat menuangkan ide-ide kreatif melalui proses menulis. Di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, ada beberapa pembelajaran yang dilakukan untuk melatih siswa terampil dalam menulis. Salah satu contohnya yaitu pembelajaran menulis untuk pembuatan teks. Dalam pembelajaran menulis teks, siswa diminta untuk menuangkan segala ide maupun gagasannya, dan siswa juga diminta mandiri serta bertanggungjawab dalam membuat teks yang telah diperintahkan oleh guru.Model pembelajaran Project Based Learning atau yang biasa disebut pembelajaran berbasis proyek yaitu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang peserta didik bekerja secara otonom mengkonstruksi belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai dan realistik (BIE dalam Trianto, 2014 : 41). Pembelajaran berbasis proyek ini atau Project Based Learning mengharuskan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered), dan untuk guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator saja.Peneliti berusaha mencari data dengan cara mewawancarai guru mata pelajaran yang bersangkutan tentang masalah-masalah apa yang terjadi saat siswa menulis sebuah teks eksposisi. Adapun masalah yang terjadi adalah (1) siswa kesulitan dalam menuangkan ide, (2) siswa kesulitan saat menentukan judul yang sesuai dengan tema, (3) siswa kesulitan dalam menuangkan sebuah permasalahan, argumen, serta rekomendasi atau solusi. Dan (4) siswa kurang bisa saat mengembangkan indikator-indikator tersebut ke dalam bentuk teks eksposisi. Berdasarkan masalah-masalah yang dikemukakan di atas, peneliti berinisiatif untuk menggunakan model pembelajaran Project Based Learning pada siswa dalam menulis teks eksposisi. Model pembelajaran tersebut diharapkan mampu memudahkan siswa dalam menulis teks eksposisi.
No Title men, Royal
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.104

Abstract

Surga Yang Tak Dirindukan adalah novel karya Asma Nadia yang menceritakan tentang kehidupan perempuan yang terbelenggu oleh budaya patriarki yang sangat kuat, yang jugatelah membedakan peran dalam gender. Laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang sama di berbagai sektor kehidupan, akan tetapi budaya patriarki telah membatasi banyak hal yang menyebabkan perempuan tidak memiliki kesempatan untuk meraih peluang, sehingga jelas ada diskriminasi terhadap perempuan.Novel Surga Yang Tak Dirindukan adalah salah satu bentuk dari cipta sastra manusia. Sastra berasal dari kata sas (ajaran) dan tra (alat). Jadi, sastra adalah alat (wahana) untuk mengajarkan kearifan hidup. Kearifan hidup tidak lain adalah suatu kebenaran. Sastra adalah fenomena yang menggunakan bahasa khas, untuk menyampaikan sebuah kebenaran. Yang menjadi masalah setiap kebenaran dalam sastra dan filsafat itu sering dibungkus dengan kata indah. Kebenaran menjadi tertutup dan tersembunyi (Endraswara, 2012:2).Endraswara (2013:143) mengemukakan bahwa sejak dulu karya sastra telah menjadi Culture Regime dan memiliki daya pikat kuat terhadap persoalan gender. Paham tentang perempuan sebagai orang lemah lembut, permata, bunga, dan sebaliknya pria sebagai orang yang cerdas, aktif, dan sejenisnya selalu mewarnai karya sastra. Citra perempuan dan pria tersebut seakan-akan telah mengakar di benak penulis sastra. Sampai sekarang, paham yang sulit dihilangkan adalah terjadinya hegemoni pria terhadap perempuan. Hampir seluruh karya sastra, baik yang dihasilkan oleh penulis pria maupun perempuan, dominasi pria selalu lebih kuat. Hal yang sama juga terlihat pada pemilihan tokoh-tokoh yang tampak mengedepankan perbedaan gender. Figur pria terus menjadi the authority, sehingga mengasumsikan bahwa perempuan adalah impian. Perempuan selalu sebagai the second sex, warga kelas dua dan tersubordinasi.Ratna (2004:190-191) menyatakan tentang feminis, khususnya masalah-masalah mengenai wanita, pada umumnya dikaitkan dengan emansipasi, gerakan wanita untuk menuntut persamaan hak dengan kaum laki-laki, baik dalam bidang politik dan ekonomi, maupun dalam bidang sosial budaya pada umumnya. Kondisi-kondisi fisik perempuan yang lebih lemah secara alamiah hendaknya tidak digunakan sebagai alasan untuk menempatkan kaum perempuan dalam posisinya yang lebih rendah. Pekerjaan perempuan selalu dikaitkan dengan memelihara, pria selalu dikaitkan dengan bekerja.Menurut Mustaqim (2003:1) sistem patriarki yang berlaku hampir di seluruh masyarakat telah menganggap sebuah asumsi bahwa kodrat seorang perempuan itu lebih rendah derajatnya daripada laki-laki dan mereka harus tunduk kepada kekuasaan laki-laki demi terciptanya kehidupan keluarga dan masyarakat yang harmonis.Budaya patriarki yang kuat membuat poligami menjadi alasan yang kuat untuk kaum laki-laki membenarkan praktek poligami. Banyak alasan dikemukakan untuk membenarkan praktek poligami, salah satunya asumsi bahwa poligami merupakan sunnah Nabi. Realitasnya, umat Islam mempraktekan poligami, tetapi melupakan pesan moral Islam untuk menegakkan keadilan. Kaum perempuan khususnya dalam posisi sebagai istri dalam kenyataannya sehari-hari mereka dituntut agar dapat melaksanakan kewajibannya. Lebih memprihatinkan lagi, bahwa kewajiban dipikul oleh mereka seringkali lebih berat, dan realita yang ada menunjukkan bahwa hak-hak mereka lebih banyak diabaikan.
ANTOLOGI CERPEN PENEMBAK MISTERIUS KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS Ahya, S.PdI. M.A, Akhmad Sauqi
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.210

Abstract

Abstrak: Antologi cerpen Penembak Misterius merupakan karya SGA yang  diterbitkan pertama kali pada tahun 1993. Dalam kumpulan cerpen ini terdapat tiga bagian, bagian pertama adalah Penembak Misterius: Trilogi yaitu: (1) Keroncong Pembunuhan, (2) Bunyi Hujan di Atas Genting, dan (3)Grhhh!. Ketiga cerpen  tersebut disatukan dalam satu bab bukan tanpa arti melainkan ada benang merah dalam konteks lahirnya, dan bersifat kritis karena muatan di dalam Penembak Misterius: Trilogi ini mengkonstruksikan sebuah gugatan serta kritikan akan peristiwa yang dikenal dengan penembakan misterius (petrus) yang terjadi pada awal hingga pertengangan 1980an yang dibingkai dalam bentuk karya sastra.  Penelitian ini merupakan kajian analisis wacana kritis dengan memanfaatkan teori Norman Fairclough model tiga dimensi, yaitu: (1) Dimensi Kebahasaan (2) Praktik Kewacanaan dan (3) Praktik Sosiokultural. Model tiga dimensi Norman Fairlough merupakan kesatuan yang integral tidak bisa dipisahakan. Teori ini didasarkan bahwa sebuah teks tidak lepas dari ideologi seorang penulis. Penelitian yang berjudul Antologi Cerpen Penembak Misterius Karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian Analisis Wacana Kritis adalah penelitian kualitatif yang berorientasi pada analisis wacana kritis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif, karena melibatkan interpretasi peneliti dan berusaha mendeskripsikan makna suatu objek. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua jenis data yakni data primer atau data pokok yang diperoleh dari wacana Penembak Misterius: Trilogi dan data skunder atau data tambahan yang diperoleh dari beberapa refrensi pendukung yang relavan dengan penelitian ini. Simpulan penelitian ini adalah pada data dimensi kebahasaan yang mayoritas menggunakan metafora, sebuah nilai pengalaman yang merujuk pada ideologi SGA yang menenantang dan  mengkritik sistem pemerintahan Orba serta segala bentuk pelanggaran HAM. Pada praktik kewacanaan khususnya pada proses produksi teks, Penembak Misterius: Trilogi lahir dari sebuah obsesi SGA untuk menyuarakan gagasannya melalui wacana sastra. Selanjutnya pada praktik sosiokultural yang dominan adalah konteks sosial politik yakni sebuah sistem pemerintahan otoriter dengan beberapa kebijkannya absurd yang menjadikan Penembak Misterius: Trilogi berbeda dengan karya lain. Abstract: The anthology short story of Penembak Misterius is the work of SGA first published in 1993. In this collection of short stories there are three parts, the first part is Penembak Misterius: Trilogi namely: (1) Keroncong Pembunuhan, (2) Bunyi Hujan di Atas Genting, dan (3) Grhhh!. The third short story put together in one chapter is not without meaning but has connection on the context of the outward, and has critical characteristic because the contents in Penembak Misterius: Trilogi reconstructs a lawsuit and criticism on Penembak Misterius (petrus) incident that occurred in the early to middle of 1980s which is framed in the form of literary work. This research is a study of critical discourse analysis by utilizing the theory of Norman Fairclough three-dimensional models, namely: (1) Linguistic Dimension (2) Discourse Practice and (3) Sociocultural Practice. Three-dimension model of Norman Fairclough it is an integral unit which is cannot be separated. This scalpel based that a text cannot getting loose from ideology of a writer. The research, entitled The Anthology of short stories of Penembak Misterius Seno Gunira Ajidarma Works: Critical Discourse Analysis Study is qualitative research-oriented critical discourse analysis. The methods used in the research is qualitative-descriptive, because it involves the interpretation of the researchers and trying to describe the meaning of an object. While the data used in this research, there are two types of data namely primary data points or data retrieved from Penembak Misterius: Trilogi discourse and additional data or secondary data obtained from some references supporting relevant with this research. The summary of this research is the discovery of data on the linguistic dimension of the majority is a metaphor expression a value of experience refers to the SGA’s ideology that against and criticize Orba Governmental system and all form of human right violations. On the practice of discourse, especially on the production of the text, Penembak Misterius: Trilogi was born from a SGA’s obsession for express his idea. Next on sociocultural practice of the dominant socio-political context is an authoritarian system of government with several absurd policies that makes Penembak Misterius: Trilogi different with other works
KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA : SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Mar'atul, Ana
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengaji tentang psikologi sastra dalam novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia mengenai konflik tokoh utama denga keluarga yang nantinya akan bermanfaat bagi pembaca.Untuk menguji penelitian ini, peneliti mengambil data dari novel Cinta di Ujung Sajadah Karya Asma Nadia yang menyangkut konflik . Penelitian ini dilakukan dengan manggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengambil data kemudian dikelompokkan dengan menggunakan tabel data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi sastra sangat dibutuhkan untuk saat ini dan masa yang akan datang, karena melalui psikologi  sastra, kejiwaan tokoh atau seseorang bisa dipelajari. Sehingga perbedaan kejiwaan yang positif dan negative bisa tergambar melaui media sastra. penokohan-penokohan yang positif bisa diambil sebagai hal untuk membangun diri secara positif. Nilai-nilai konflik yang terkandung dalam novel Cinta di Ujung Sajadah bisa dijadikan sebagai contoh oleh pembaca sehingga membuat pembaca mengerti akan pentingnya menjadi pribadi yang positif.
PENGGUNAAN DEIKSIS PADA SISWA KELAS V DI SDN MANDURO 1 KABUH JOMBANG Muyassaroh, Fahimatul
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.94

Abstract

Dieksis adalah cara merujuk pada suatu hal yang berkaitan erat dengan konteks penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penggunaan deiksis pada siswa Kelas 5 di SDNManduro 1 Kabuh Jombang. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini (1) bagaimana penggunaan deiksis persona, (2) bagaiaman penggunaan  deiksis ruang, dan (3) bagaimana penggunaan waktu pada sisa kelas V di SDN Manduro 1 Kabuh Jombang.Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian yang berjudul Penggunaan Deiksis pada Siswa Kelas V Di SDN Manduro 1 Kabuh Jombang.adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Dengan alasan pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi yang berupa kata-kata tertulis serta dianalisis dengan cara mendeskripsikan temuan data tersebut.Hasil penelitian antara lain: (1) deiksis persona, paling banyak ditemui adalah deiksis persona pertama dengan bentuk “aku” dan “saya”, sedangkan bentuk jamak “kami”, deiksis persona kedua bentuk “kita”, sedangkan deiksis persona ketiga tunggal hanya terdapat pada bentuk “kamu”. (2) deiksis ruang, hanya ditemukan bentuk “di sini” yang menunjukkan dekatnya tempat orang yang berbicara, dan bentuk “di sana” yang menunjukkan tempat yang jauh dari orang yang berbicara. (3) deiksis waktu pada cerita karangan siswa kelas V Manduro 1 Kabuh Jombang banyak ditemui deiksi waktu yang menunjukkan “hari” terjadinya peristiwa, seperti: hari ini, hari selasa, hari itu.
RAGAM BAHASA JARGON VICKY PRASETYO DI MEDIA ELEKTRONIK TELEVISI TAHUN 2013 KHOLIFATUL IFTITAH, MASKARTIKA
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.110

Abstract

Penelitian ini berjudul “Ragam Bahasa Jargon Vicky Prasetyo Di Media Elektronik Televisi”. Jargon adalah variasi bahasa sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok-kelompok sosial tertentu. Alasan peneliti meneliti bahasa jargon yang digunakan Vicky Prasetyo karena ingin mengetahui arti dan maksud bahasa jargon yang digunakan oleh Vicky Prasetyo saat berkomunikasi dan agar masyarakat umum tidak melupakan kaidah tata bahasa baku yang sudah ada. Menurut hasil pengamatan, maraknya jargon mengakibatkan banyak masyarakat yang lupa akan tata bahasa baku bahasa Indonesia.            Rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian diharapkan dapat menemukan bentuk jargon berdasarkan proses pembentukannya dan bentuk jargon berdasarkan sumber istilah, dalam jargon Vicky Prasetyo di media elektronik televisi. Peneliti menggunakan teori sosiolinguistik untuk membahas tentang variasi bahasa yang termasuk dalam variasi bahasa dari segi penutur berupa jargon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Alasan peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti mendeskripsikan bentuk bahasa jargon berdasarkan proses pembentukannya dan bentuk bahasa jargon berdasarkan sumber istilah dalam komunikasi Vicky Prasetyo di media elektronik televisi.            Hasil penelitian yang peneliti tuliskan menunjukkan bahwa jargon yang digunakan Vicky Prasetyo memiliki bentuk jargon yang berbentuk kosakata, ungkapan yang digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk berkomunikasi, misalnya: mempertakut, harmonisisasi, mempersuram, kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, mendeklarasikan hati. Bentuk jargon berdasarkan proses pembentukannya terbagi menjadi lima yaitu: kata dasar, afiksasi, reduplikasi, pemajemukan dan abreviasi. Bentuk jargon berdasarkan sumber istilah terbagi menjadi tiga yaitu: kosakata bahasa Indonesia, kosakata bahasa Serumpun dan kosakata bahasa Asing.
TINDAK TUTUR ANTARA SALES INDIHOME DENGAN CALON PELANGGAN INDIHOME DI WILAYAH JOMBANG men, Royal
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.89

Abstract

Tindak tutur merupakan suatu interaksi yang terjadi antara dua pihak yaitu penutur dan lawan tutur dengan satu pokok tuturan dan terjadi di dalam waktu, tempat dan situasi tertentu. Sama halnya seperti tuturan yang terjadi antara sales indihome dengan calon pelangga indihome yang terjadi dalam waktu, tempat, dan situasi tertentu dengan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Tuturan yang terjadi antara sales indihome dengan caon pelangan indihome menggunakan bahasa yang santai karena di sini sales berusaha membuat calon pelangan lebih memahami apa yang disampaikan oleh sales mengenai produk-produk terbaru dari Telkom yaitu indihome. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana bentuk tindak tutur antara sales indihome dengan calon pelanggan indihome di wilayah jombang, (2) Bagaimana fungsi tindak tutur antara sales indihome dengan calon pelanggan indihome di wilayah jombangMetode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif, artinya data yang dianalisinya berbentuk deskripsi fenomena. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yakni, observasi, wawancara, rekam, dan transkripsi. Sedangkan untuk menganalisis data penelitian ini menggunakan teknik pembacaan data, pemberian kode data, pengklasifikasian data, dan penyimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pragmatik (tindak tutur) antara sales indihome dengan calon pelanggan indihome, ditemukan beberapa data. Diantaranya adalah bentuk tindak tutur yang berupa lokusi, ilokusi dan perlokusi. Serta fungsi tindak tutur antara sales indihome dengan calon pelanggan indihome ditemukan beberapa data. Diantaranya fungsi ekspresif, direktif dan representatif.
POLISEMI DALAM KUMPULAN CERPEN WAHAI KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN nn, Taufik
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai hubungan polisemi linear dan hubungan polisemi non-linear dalam kumpulan cerpen Wahai karya Korrie Layun Rampan. Korrie Layunan Rampan adalah seorang sastrawan yang terkenal dengan karyanya yang imajinatif dan sangat menarik. Bahasa yang digunakan dalam membuat cerpen memiliki gaya bahasa yang tinggi dan kadang sulit untuk dipahami maknanya. Suasana yang diceritakan saling mendukung dengan gaya bahasa yang bersahaja, mengalir, ringan, tetapi sangat khas. Dalam kumpulan cerpen Wahai, Korrie Layunan Rampan banyak membahas tentang lika-liku manusia dalam dunia sakral, profane, klenik, hidup dan mati. Tema yang cukup menonjol dalam kumpulan cerpen ini adalah imajinasi masa silam dan romantik yang mengekpos, yang kenyataanya banyak dialami dalam kehidupan sehari-hari selama beberapa dekade terakhir ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena prosedur tersebut menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis atau lisan di masyarakat bahasa. Alasan peneliti menggunakan metod edeskriptifkualitatifpadajudul “Polisemi dalam Kumpulan Cerpen Wahai Karya Korrie Layun Rampan” adalah untuk mendeskripsikan data yang tergolong hubungan polisemi linear dan non-linear baik dalam bentuk kata, frasa maupun kalimat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan polisemi linear terbagi atas 4 bagian yang meliputi: autohiponimi, autosuperordinat, automeronimi dan autoholonimi. Autohiponimi di antaranya terdapat pada kata titik, seni, angin, dan makan. Autosuperordinat di antaranya terdapat pada kata sapi, ayam, kerbau, raja, dan kodok. Automeronimi di antaranya terdapat pada kata meja, pintu, rumah, kursi, dan mobil. Autohiponimi di antaranya terdapat pada kata muka, kepala, kaki, bibir dan tubuh. Pada hubungan polisemi non-linear mencakup metafora dan metonimi. Metafora di antaranya terdapat pada kata bibir waktu, darah kehidupan, garis lurus, rumah tangga, pintu rezeki, kepala adat, tongkat kehidupan dan buta huruf. Metonimi di antaranya terdapat pada kata buku, pandai, bunga, bank, planet, nabi, kendaraan dan buah. Simpulan penelitian polisemi dalam kumpulan cerpen Wahai karya Korrie Layun Rampan terdapat hubungan polisemi linear yang meliputi autohiponimi, autosuperoedinat, automeronimi dan autoholonimi. Pada hubungan polisemi non-linear yang meliputi metafora dan metonimi.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): MARET 2024 Vol 11, No 4 (2023): DESEMBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 11, No 2 (2023): JUNI 2023 Vol 11, No 1 (2023): MARET 2023 Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022 Vol 10, No 1 (2022): MARET 2022 Vol 9, No 4 (2021): Desember 2021 Vol 9, No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JUNI 2021 Vol 9, No 1 (2021): MARET 2021 Vol 8, No 4 (2020): DESEMBER 2020 Vol 8, No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): MARET 2020 Vol 7, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 7, No 3 (2019): September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018 Vol 6, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): MARET 2018 Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): September 2017 Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 5, No 3 (2017) Vol 1, No 1 (2017): Mei Vol 3, No 3 (2015): September 2015 Vol 3, No 2 (2015): JUNI 2015 Vol 3, No 1 (2015): MARET 2015 Vol 3, No 4 (2015): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 3, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 4 (2013): DESEMBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013 Vol 1, No 4 (2013): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 3 (2013): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG More Issue