cover
Contact Name
Asniati Ningsi
Contact Email
aningsihazis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
prodiperikananug@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Fisheries Journal
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26141132     EISSN : 26142856     DOI : -
Core Subject : Education,
Gorontalo Fisheries Jurnal (GFJ) adalah Jurnal Berkala Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gorontalo. GFJ terbit 2 kali setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Nomor 1 April 2020" : 5 Documents clear
Hasil Tangkapan Kerang Tembarang (Pholas Orientalis Gmelin, 1791) Berdasarkan Kelas Ukuran Di Pantai Kelang, Kabupaten Serdang Bedagai Helentina Mariance Manullang; Khairul Khairul
Gorontalo Fisheries Journal Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v3i1.975

Abstract

Kerang tembarang (Pholas Orientalis Gmelin, 1791) merupakan salah satu keanekaragaman jenis bivalvia yang ada di Indonesia. Kerang tembarang termasuk ke dalam jenis kerang pengebor (Razor Clam). Jenis kerang ini hidup pada ekosistem pantai, salah satunya ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera Utara. Masyarakat lokal biasa menyebutnya kerang tembarang, kerang bintarang, kerang aceh, dan kerang keris. Penelitian ini merupakan diskriptif eksploratif, dimana stasiun pengamatan ditentukan melalui purposive sampling. Data penelitian yang dianalisis adalah hasil tangkapan kerang tembarang berdasarkan kelas ukuran (panjang & berat total). Panjang total kerang diukur menggunakan jangka sorong dan berat total kerang diukur menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0,01 gram. Data penelitian dianalisis dengan program aplikasi Microsoft Excel 2010. Berdasarkan hasil interval kelas panjang kerang tembarang diperoleh kategori: ukuran kecil (24 individu), ukuran sedang (64 individu), dan ukuran besar (25 individu). Interval kelas ukuran berat untuk kategori: ukuran ringan (30 individu), ukuran sedang (30 individu), dan ukuran berat (53 individu). 
Analisis Pemanfaatan Pelabuhan Perikanan Dalam Pengelolaan Pelabuhan Cempae Pare-Pare Firga Jafar; Andi Assir Marimba; Andi Aslinda
Gorontalo Fisheries Journal Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v3i1.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas pokok, fungsional dan penunjang dalam mengelola pelabuhan perikanan Cempae Pare-Pare. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan survei serta analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  fasilitas-fasilitas baik pokok, fungsional maupun penunjang  tidak dapat dimanfaatkan secara baik dan optimal oleh nelayan seperti  instalasi air bersih yang tidak berfungsi, tidak ada pasokan bahan bakar minyak solar, produksi es balok yang belum mampu memenuhi kebutuhan nelayan, penanganan yang higienis dan kebersihan belum dilakukan dengan baik. Fungsi umum PPI Cempae belum dapat mernberikan pelayanan pada nelayan dan pengguna jasa yang melakukan aktivitas,  fasilitas-fasilitas yang ada di PPI Cempae tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh nelayan dan pelaku usaha, ada beberapa fasilitas fungsional yang belum memberikan kepuasan terhadap pemanfaatannya.
Correlation of Makrozoobenthos Distribution And Aquatic Condition On Sei Barombang’s Mangrove Ecosystem, Labuhan Batu District, North of Sumatera Rivo Hasper Dimenta; Rusdi Machrizal; Karunia Safitri; Khairul Khairul
Gorontalo Fisheries Journal Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v3i1.981

Abstract

Macrozoobethos an animal whose part or all of their life cycle at bottom of water and very sensitive to changes in the aquatic environment. so that they are often used as bioindicators of water quality. The research was conducted to determine the distribution and diversity of macrozoobenthos in Sei Barombang’s mangrove ecosystem, and to know the correlation between of diversity of macrozoobenthos with the parameters of physic-chemical water). Determination of observation stations using purposive sampling method. Macrozoobenthos was collected using by handsortir method from 3 station, first station on Nypa frutican vegetation, second station on Sonneratia sp. vegetation, and third station on heterogeneous mangrove vegetation. Measurement of physical-chemical parameters such as temperature, salinity, pH and dissolved oxygen (DO) of water. The data analysis, such as index of diversity (Shannon-Wiener index-H’), the Similarity index (by Evannes index), index dominance of species (by Simpson Index), Pearson’s correlation used for 2 factors among diversity and the physical-chemical parameters by SPSS 22. Result showed were gastropod and bivalvia as dominant species from amount of 11 species of macrozoobenthos found in Sei Barombang mangrove ecosystem, where Barbatia amygdalumtosum as lowest species found, Glauconome virens and Pleurocera canaliculate as the most species often found in all station. And The results of Pearson correlation analysis showed that dissolved of oxygen (DO) (0.776) and water pH (0.656) be determinant of the distribution of diversity macrozoobenthos in the location of research
Kinerja Enzim Pencernaan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) Berdasarkan Lingkungan Budidaya Muh Syahrir; Wayan Kantun; Indra Cahyono
Gorontalo Fisheries Journal Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v3i1.942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas enzim pencernaan (protease, amylase dan lipase) pada ikan nila salin yang dipeliharan pada lingkungan budidaya air tawar, payau dan laut. Penelitian ini menggunakan metode survei dan uji laboratorium untuk memeroleh informasi kinerja enzim pencernaan pada ikan nila salin. Data hasil uji aktifitas enzim pada laboratorium di analisis mengunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas enzim pencernaan tidak dipengaruhi (P > 0.5) oleh lokasi budidaya baik tawar, payau maupun laut. Aktivitas enzim pencernaan ikan nila salin yang dbudidaya pada air tawar, aktifitas tertinggi diperoleh pada enzim α-amilase berkisar  berkisar 0,265-0,715 U/mL/menit (0,51 ± 0,23 U/mL/menit) dan terendah adalah enzim protease berkisar 0,15-0,20 U/mL/menit ( 0,02 ±0,00 U/mL/menit). Aktivitas enzim pencernaan ikan nila salin yang dbudidaya pada air payau yang tertinggi diperoleh pada enzim α-amilase berkisar  berkisar 0,520-0,653 U/mL/menit (0,59 ± 0,07 U/mL/menit) dan terendah adalah enzim protease berkisar 0,024-0,037 U/mL/menit ( 0,03 ±0,01 U/mL/menit). Aktivitas enzim pencernaan ikan nila salin yang dbudidaya pada Karamba Jaring Apung (KJA) di laut yang tertinggi diperoleh pada enzim α-amilase berkisar  berkisar 0.706-0.956 U/mL/menit (0.73 ± 0,19 U/mL/menit) dan terendah adalah enzim protease berkisar 0,15-0,36 U/mL/menit ( 0,03 ±0,01 U/mL/menit). 
Keanekaragaman Makrozoobentos pada Ekosistem Lamun di Perairan Natal Sumatera Utara Rusdi Machrizal; Khairul Khairul; Rivo Hasper Dimenta
Gorontalo Fisheries Journal Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v3i1.998

Abstract

Makrozoobentos merupakan kelompok hewan yang hidup dasar perairan dan sering ditemukan hidup berasosiasi dengan organisme lain. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis-jenis makrozoobentos yang hidup berasosiasi dengan ekosistem lamun di perairan Pantai Natal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dimana stasiun pengamatan ditentukan berdasarkan informasi dari nelayan setempat terkait keberadaan ekosistem lamun.  Data yang dianalisis adalah Indeks keanekaragaman (H’), Indeks Dominansi (C), dan Indeks Similaritas (IS). Keseluruhan analisis data menggunakan bantuan perangkat lunak komputer Plymouth Routines software in Multivariate Research Version 7. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 25 spesies yang terbagi menjadi 6 Klas yang hidup berasosiasi dengan ekosistem lamun di perairan Natal. Indeks keanekaragaman (H’) berada dalam kategori keanekaragaman sedang dengan nilai 2,89-2,98, sementara itu Indeks Dominansi berada pada kategori rendah dengan nilai 0,003-0,005. Selanjutnya diperoleh tingkat kesamaan (similaritas) terhadap spesies penyusun komunitas makrozoobentos dengan tingkat kesamaan tinggi (IS 93,62-100%).

Page 1 of 1 | Total Record : 5