cover
Contact Name
Bachtiar
Contact Email
tiarfpug@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalofforestry@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Journal of Forestry Research
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26142058     EISSN : 2614204X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Gorontalo Journal of Forestry Research (GJFR) is a media publication for academics, researchers and practitioners to publish the results of research or scientific articles. GJFR is published 2 (two) periods each year, ie every April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2018 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH" : 5 Documents clear
STUDI KEBERADAAN MAMALIA DI HUTAN PENDIDIKAN, TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN Zulkarnain, Gustian; Winarno, Guhardi D; Setiawan, Agus; Harianto, Sugeng D
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2018 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.356 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v1i2.362

Abstract

Mamalia memiliki peranan yang sangat penting untuk mendukung ekosistem  di kawasan konservasi terutama Tahura WAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan mamalia di Hutan Pendidikan, Tahura WAR. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 spesies mamalia dari 6 famili. Tanda-tanda keberadaan mamalia ditemukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Mamalia yang ditemukan secara langsung, yaitu: tupai (Tupaia sp), mamalia yang ditemukan secara tidak langsung, yaitu: babi hutan (Sus scrofa), beruang madu (Helarctos malayanus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan siamang (Hylobates syndactylus), sedangkan mamalia berdasarkan wawancara dengan masyarakat, yaitu: napu (Tragulus napu) dan beruk (Macaca nemestrina). Perjumpaan secara tidak langsung ditandai dengan ditemukannya jejak kaki, kotoran, dan suara. Jenis mamalia yang banyak ditemukan yaitu babi hutan (Sus scrofa). Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan menggunakan kamera trap dan penelitian mengenai keberadaan mamalia nokturnal perlu dilakukan untuk mengetahui lebih banyak spesies mamalia selain yang sudah teridentifikasi.
APLIKASI EKTOMIKORIZA Scleroderma spp PADA SEMAI MERBAU (Intsia bijuga) Pratama, Kurnia Indy; Riniarti, Melya; Bintoro, Afif
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2018 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.737 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v1i2.367

Abstract

Mikoriza merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme antara akar tanaman dan fungi. Salah satu jenis tanaman yang diketahui memiliki ketergantungan dengan mikoriza adalah Merbau (Intsia bijuga). Scleroderma spp. merupakan salah satu jenis ektomikoriza yang dapat berasosiasi dengan merbau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis Scleroderma spp. yang dapat membentuk kolonisasi terbaik pada perakaran semai merbau, serta mengetahui pengaruh inokulasi Scleroderma spp. baik secara tunggal maupun gabungan terhadap semai merbau. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan dan 4 unit sampel di setiap ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (anova) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil dari penelitian ini memperlihatkan inokulasi Scleroderma sp dan Scleroderma dyctiosporum secara gabungan mampu membentuk persen kolonisasi yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal dan kontrol, pemberian inokulasi secara tunggal dan gabungan mampu meningkatkan pertumbuhan merbau di parameter panjang akar, persen kolonisasi, tinggi tanaman, luas daun dan jumlah daun. Pemberian inokulum Scleroderma sp. dan Scleroderma dyctiosporum secara gabungan mampu membentuk persen kolonisasi lebih baik dibandingkan dengan perlakuan inokulum tunggal.
PERAN KELEMBAGAAN NAGARI DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI NAGARI SIRUKAM, KABUPATEN SOLOK Wulandari, Christine; Herwanti, Susni; Febryano, Indra Gumay
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2018 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.724 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v1i2.368

Abstract

Peran kelembagaan lokal penting untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kelembagaan lokal Nagari Sirukam di Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai kearifan lokal dalam pemanfaatan lahan atau sumberdaya alam di Nagari Sirukam yang dikenal dengan falsafah Nan Bancah Jadiakan Sawah, Nan Lereang Jadikan Parak” yang artinya lahan yang dialiri air berada di dataran lebih rendah digarap dijadikan sawah, sedangkan lahan miring dijadikan kebun dan ladang”. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum didapatkannya izin pengelolaan hutan desa/hutan nagari, masyarakat nagari Sirukam sudah dapat melakukan pengelolaan lahan miring yang umumnya berupa hutan.  Kelembagaan lokal mempunyai peranan yang penting hal itu dilihat dari dampak positif yang didapatkan oleh masyarakat setelah adanya hutan nagari.  Dampak positif tersebut diantaranya, bertambahnya keterampilan dan pendapatan masyarakat.  Selain itu, adanya pengelolaan yang dilakukan oleh lembaga lokal nagari memberikan penjaminan atas ketersediaan air bagi masyarakat, tidak hanya masyarakat Nagari Sirukam tetapi juga nagari-nagari di sekitarnya.
Analisis Persepsi Pengunjung untuk Pengembangan Hutan Kota Metro sebagai Objek Wisata Alam Sari, Hepy Purnama; Setiawan, Agus; Winarno, Gunardi Djoko; Harianto, Sugeng Prayitno
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2018 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.665 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v1i2.351

Abstract

Persepsi pengunjung dalam pengembangan fasilitas, pelayanan, akomodasi dan infrastruktur penting diketahui sebagai langkah awal dalam pengembangan hutan kota sebagai objek wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pengunjung terhadap pengembangan hutan kota yang berada di Kota Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data primer didapatkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Skala Likert.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung menyatakan perlu adanya pengembangan pada fungsi sosial hutan kota, pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan penataan ruang untuk vegetasi, fasilitas wisata dan lahan parkir. Penataan ruang tersebut diharapkan dapat menjadikan Hutan Kota Metro sebagai  tempat interaksi sosial yang juga dapat berfungsi sebagai objek wisata alam.
JENIS HAMA & GEJALA SERANGAN DAUN PADA TINGKAT UMUR TANAMAN JABON MERAH (Anthocephalus macropyllus) Ningsih Rahman; Iswan Dunggio; Dian Puspaningrum
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2018 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.327 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v1i2.404

Abstract

Jabon merah (Anthocephalus macrophyllus) merupakan salah satu jenis tumbuhan asli Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dalam pembangunan hutan tanaman maupun untuk tujuan lainnya. Hama yang menyerang suatu populasi hutan tanaman akan dapat bersifat sangat merusak. Tingkat kerusakan yang disebabkan oleh hama cukup bervariasi bergantung dari jenis spesies maupun faktor abiotiknya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis- jenis hama yang menyerang tanaman jabon merah di lokasi penelitian PT. Gema Nusantara Jaya Wilayah 1 Blok Ilomata,untuk mengetahui gejala serangan hama pada tingkat umur tanaman jabon merah di lokasi penelitian PT. Gema Nusantara Jaya Wilayah 1 Blok Ilomata.          Pembuatan plot dientukan dengan ukuta 20 x 50 m dibuat sebanyak 15 plot. 5 plot umur 1 tahun, 5 plot umur 2 tahun, 5 plot umur 3 tahun.          Secara umum hasil menunjukan tingkat serangan hama yang menyerang berturut-turut adalah Daphnis hypothous, Valanga nigricornis, Arthroschista hilaralis, Coptotermes sp. Tingkat kerusakan akibat serangan hama tertinggi terjadi pada tanaman umur 3 tahun (83%), umur 2 tahun (63,6%), umur 1 tahun (59,4%).

Page 1 of 1 | Total Record : 5