cover
Contact Name
Melly Maulin
Contact Email
melly.maulin@email.unikom.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melly.maulin@email.unikom.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Common
ISSN : 26549271     EISSN : 25806386     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2018): Common" : 5 Documents clear
Penggunaan Media Digital Untuk Penanganan KLB DIFTERI Uud Wahyudin; Dadang Sugiana
Jurnal Common Vol 2 No 1 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.508 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i1.870

Abstract

Beberapa pihak mensinyalir bahwa penyakit difteri kembali terjadi karena adanya penolakan sebagian kecil anggota masyarakat terhadap imunisasi dengan alasan keyakinan, ketidakpercayaan pada kualitas vaksin, tidak sampainya informasi, hingga kurangnya perhatian kepala daerah pada program imunisasi. Dengan demikian, keberhasilan penanganan dan pencegahan KLB difteri ditentukan oleh diseminasi subtansi informasi dan media penyampaian informasi. Kebijakan perluasan jangkauan yang ditempuh dalam upaya melaksanakan imunisasi dan vaksinasi difteri, diperlukan adanya partisipasi aktif dinas kesehatan maupun puskesmas dalam menginformasikan atau mengkomunikasikan pesan pesan imunisasi difteri, memotivasi dan mem¬persuasi masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan dan penggunaan media digital sangat relevan untuk diaplikasikan. Merujuk kepada permasalahan KLB difteri, salah satu solusi serta pencegahan yang dapat dilakukan terkait permasalahan KLB difteri adalah melalui pelayanan kesehatan dan edukasi online. Edukasi menjadi peranan penting bagi masyarakat untuk membantu menurunkan kasus difteri secara tidak langsung. Edukasi ini penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, karena kurangnya pengetahuan juga berkontribusi terhadap kematian. Upaya pelayanan kesehatan dan edukasi ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan sistem informasi, seperti melalui website, media sosial atau pun aplikasi.
STRATEGI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN CITRA POSITIF DPRD DALAM PERSEPSI RAKYAT DAERAH Mahi Hikmat
Jurnal Common Vol 2 No 1 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.578 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i1.871

Abstract

Eksisteni media sosial tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari karena sudah menjadi bagian kehidupan manusia, baik personal maupun institusi, baik swasta maupun pemeritah. Mereka berlomba-lomba mengembangkan teknologi informasi dengan bermacam jenis media sosial karena media sosial memiliki manfaat luar biasa. Hal itu merupakan peluang besar bagi DPRD yang merepresentasikan rakyat. DPRD dapat mendekatkan diri dengan rakyat melalui media sosial, baik untuk menyosialisasikan kegiatan, menyerap informasi dan aspirasi, maupun berkomunikasi langsung untuk mengetahui keinginan rakyat. Terkait dengan itu, dilakukan kajian dengan judul Strategi Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan Citra Positif DPRD dalam Persepsi Rakyat Daerah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, kajian ini bermaksud mendeskripsikan strategi yang dapat dijadikan rujukan bagi DPRD sebagai bagian dari Pemerintahan Daerah dalam pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan citra positif dalam persepsi rakyat daerah. Hasil kajian menyimpulkan sebagai berikut: 1) Banyak pasal dalam peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Dewan Perwakilan Rakyat yang mengamanahkan urgensi penyebaran informasi kinerja DPRD sebagai bagian dari pertanggungjawaban dan merupakan bagian penting dari upaya peningkatan citra positif DPRD; 2) Eksistensi media sosial dengan beragam bentuk dan cara memberikan peluang besar, baik bagi eksistensi kelembagaan DPRD maupun eksistensi personal anggota DPRD, baik bagi peningkatan citra positif maupun citra negatif DPRD ketika menjalankan fungsi pembuatan peraturan daerah, pengawasan, dan keuangan dalam persepsi rakyat; 3) Strategi pemanfaat media sosial yang efektif bagi DPRD sebagai wakil rakyat adalah strategi persuasif dengan menggunakan model alternatif penyebaran informasi Persuasi Hugh Rank yang lebih menguatkan pelibatan komponen pokok, mengekspose secara intensif ide-ide, peristiwa, kegiatan atau substansi informasi yang bernilai kebaikan dan kelebihan (sisi positif) yang ada pada DPRD serta memainkan, menyamarkan, atau menyembunyikan (downplay) aspek-aspek sisi negatif.
ADAPTASI KOMUNIKASI DAN BUDAYA MAHASISWA ASING PROGRAM INTERNASIONAL DI UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA (UNIKOM) BANDUNG Manap Solihat
Jurnal Common Vol 2 No 1 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.679 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i1.872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan adaptasi komunikasi dan budaya yang terbentuk dari para mahasiswa asing dalam lingkungan belajarnya pada kelas internasional di Unikom Bandung. Adaptasi komunikasi tersebut dieksplorasi melalui penyesuaian perilaku komunikasi yang terjadi dalam setiap interaksi diantara para mahasiswa asing, khususnya saat mahasiswa asing masuk dan menyesuaikan diri dengan orang-orang, lingkungan, dan kelompokkelompok baru yang mereka temui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara (tidak terstruktur), observasi non partisipan dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah para mahasiswa asing Internasional Program di Unikom, yang terdiri dari 10 negara yang berbeda. Informan penelitian berjumlah 3 orang yang berasal dari 3 negara berbeda, yakni dari Thailand, Sudan dan Ukraina. Hasil riset ini menunjukkan bahwa keragaman bangsa, budaya dan bahasa tidak sepenuhnya membawa permasalahan dalam adaptasi komunikasi antara para mahasiswa asing dengan mahasiswa asing lainnya ataupun antara mahasiswa asing dengan mahasiswa Indonesia, namun minimnya waktu, intensitas dan sarana untuk interaksi menimbulkan permasalahan-permasalahan komunikasi antarbudaya. Permasalahan tersebut dapat dilihat dari adanya perbedaanperbedaan cara berperilaku saat berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal, seperti adanya perbedaan volume dan kecepatan bicara, ekpresi wajah melalui tatapan mata, perbedaan minat pada topik pembicaraan dan lain-lain yang teramati saat mahasiswa asing menyapa, berkenalan, berdiskusi ataupun pada saat mahasiswa asing melakukan presentasi dikelas, Namun permasalahan dalam pola komunikasi antarbudaya tersebut berkurang karena beberapa faktor, yakni kebutuhan pribadi, strata sosial, dan rasa hormat, dimana secara umum para mahasiswa asing dapat beradaptasi dengan baik pada saat berkomunikasi dengan para pengajar dan para pengelola di Internasional Program. Kesimpulan Keragaman bangsa, budaya dan bahasa tidak sepenuhnya membawa persoalan dalam adaptasi komunikasi antar budaya; Faktor waktu, intensitas dan sarana untuk interaksi menimbulkan permasalahan-permasalahan komunikasi antarbudaya.; Permasalahan dalam adaptasi komunikasi antarbudaya dapat berkurang karena beberapa faktor, yakni kebutuhan pribadi, strata sosial, dan rasa hormat, dimana secara umum para mahasiswa asing dapat beradaptasi dengan baik pada saat berkomunikasi dengan teman multukultural dan pengajarnya.
KEKERASAN KOMUNIKASI DALAM LINGKUNGAN YANG MULTIKULTURAL: PENERAPAN KONSEP (NVC) NONVIOLENT COMMUNICATIONS PADA BENTUK-BENTUK KEKERASAN KOMUNIKASI Sangra Juliano Prakasa
Jurnal Common Vol 2 No 1 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.98 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i1.873

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskrispsikan kekerasan komunikasi khususnya kekerasan verbal dalam lingkungan yang multikultural, serta mengidentifikasifaktor-faktor mengenai penyebab dan bentuk-bentuk kekerasan komunikasi itu sendiri serta mencoba memberikan gambaran bentuk penerapan konsep Non Violent Communication sebagai solusi praktis dari maraknya perilaku kekerasan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kekerasan komunikasi merupakan bagian dari perilaku yang negatif yang dapat merugikan orang lain. Beragam kekerasan verbal yang terjadi dalam kehidupan sosial, didominasi oleh perilaku dari kelompok dominan terhadap kelompok minoritas. Kekerasan komunikasi menjadi perilaku negatif yang kurang disadari karena efek dan dampaknya yang tidak langsung dan wujudnya yang tidak kasat mata (dampak psikis). Dapat disimpulkan bahwa Bentuk-bentuk kekerasan komunikasi dapat dipicu dari tingginya perbedaan budaya diantara para peserta komunikasi, dan didukung oleh minimnya kesadaran berbahasa pada masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat harus menyadari betapa pentingnya menggunakan komunikasi yang baik dan humanis seperti konsep yang ditawarkan oleh NVC, agar kita dapat mewariskan “komunikasi” yang jauh dari kekerasan kepada generasi berikutnya, Adapun saran yang dapat diberikan yaitu bahwa Kekerasan komunikasi dapat diminimalisir dengan cara meningkatkan kesadaran dan kesetaraan diri terhadap orang-orang disekeliling kita. NVC merupakan sebuah metode dan opsi solusi bukan obat mujarab yang dapat merubah perilaku secara instan, perlu kerja keras untuk memperoleh hasil yang diinginkan, agar kita dapat melakukan komunikasi yang lebih humanis.
KOMUNIKASI POLITIK CALON KETUA DPD PDI PERJUANGAN DALAM KONFERENSI DAERAH DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT Adiyana Slamet; Wahyu Khanoris
Jurnal Common Vol 2 No 1 (2018): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.692 KB) | DOI: 10.34010/common.v2i1.888

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahuai secara mendalam tentang Komunikasi Politik Calon Ketua Termuda DPD PDI Perjuangan dalam Konfrensi daerah DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Periode 2015-2020. Untuk menjabarkan fokus penelitian , maka peneliti membagi ke dalam beberapa sub-sub masalah mikro yaitu, proses komunikasi politik dan realitas komunikasi politik. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan desain penelitian Studi Kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 (enam) orang, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui Wawancara, Observasi, Dokumentasi dan Studi Pustaka. Teknik uji keabsahan data dengan uji credibility dengan cara triangualisasi,  dan membercheck. Hasil penelitian bahwa, Proses komunikasi politik Komunikasi Politik Calon Ketua Termuda DPD PDI Perjuangan dalam Konfrensi daerah DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Periode 2015-2020 merupakan sebuah rentetan kejadian yang terjadi saat konfecab, penjaringan & penyaringan dan terakhir tahap konfrensi daerah. Pada semua tahap komunikasi politik yang dilakukan oleh calon ketua termuda mengunakan  Struktural  Partai  PDI  Perjuangan  dan  personal  ke DPC  & PAC  serta komunikasi  ke DPP.  Dengan mengunakan  Struktural  dan  personal  calon  ketua  termuda  lebih  mudah  untuk  melakukan  komunikasi  politiknya.Realitas komunikasi politik yang terjadi saat Konfrensi daerah DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yaitu menculnya namaAbdy Yuhana dalam 3 (tiga) besar  calon ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Serta calon ketua termuda mendapat69 suara rekomendasi dari DPC dan  PAC. Simpulan Proses komunikasi politik Komunikasi Politik Calon  Ketua Termuda DPD PDI Perjuangan dalam Konfrensi daerah DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Periode 2015-2020, bahwa proses komunikasi politik terjadi pada saat konfercab, penjaringan dan penyaringan dan terakhir yaitu Konfrensi daerah yang terjadi begitu dinamis, dimana calon ketua termuda melakukan komunikasi politik dengan memanfaatkan hierarki struktural partai dan personal. Realitas Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Jawa Barat munculnya nama calon ketua termuda  sebagai ketiga  calon  ketua  yang direkomendasikan  oleh  DPP. Setelah  dilakukan nya  Musyawarah mufakat terpilihlah TB.Hassanudin sebagai Ketua, Abdy Yuhana sebagai Sekertaris dan Aang Hamid Suganda sebagai Wakil Ketua.

Page 1 of 1 | Total Record : 5