cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
International Conference on Languages and Arts
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Proceeding of the International Seminar on Languages and Arts is published by Faculty of Languages and Arts of State University of Padang (FBS Universitas Negeri Padang).
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Proceeding of the 1st ISLA 2012" : 42 Documents clear
Model Pembelajaran Menulis Kreatif Berbasis ICT Yasnur Asri
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini bertujuan menawarkan salah satu model pembelajaran menulis kreatif berbasis ICT. Model ini ditawarkan karena dalam  pembelajaran menulis kreatif selama ini belum mampu membuat peserta didik mempunyai kompetensi dalam  menulis. Belum terwujudnya kompetensi itu salah satu pemicunya adalah karena sebagian besar pendidik masih menganut paradigma pemebelajaran konvensional, yakni pembelajaran cenderung membuat suasana belajar menjadi pasif, dan peserta didik menjadi “lima-D”, yakni datang, duduk, dengar, dikte, dan diam. Suasana proses pembelajaran yang seperti itu berlangsung dalam suasana “lima-K”, yaitu proses pembelajaran yang penuh kelambanan, kemuraman, kesuraman, kemandulan, dan kemunduran.  Suasana pembelajaran yang seperti ini perlu diatasi, dan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan mengembangkan model pembelajaran yang berbasis ICT. Sebab, dalam era global seperti sekarang ini, setuju atau tidak, mau atau tidak mau, kita harus berhubungan dengan teknologi khususnya teknologi informasi. Internet sebagai salah bentuk produk IT telah mengubah pola berkomunikasi antarmanusia dalam dunia maya. Melalui internet setiap orang dapat berkomunikasi, bahkan dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkannya, sehingga pembelajaran di kelas pun menjadi kelas maya.
Reinterpretasi Karya Sastra Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Sastra di Sekolah Zulfadhli Zulfadhli
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.282 KB)

Abstract

Pembelajaran sastra bertujuan untuk mengembangkan pikiran, wawasan, kreativitas, dan sikap kritis siswa dalam menyikapai berbagai persoalan yang ada. Di dalam karya sastra terungkap berbagai fenomena yang dapat dijadikan sebagai bahan  kajian dalam proses pembelajaran sastra di kelas. Karya sastra merupakan karya imajinatif yang dapat mengungkapkan berbagai hal melalui media bahasa. Pembelajaran sastra di sekolah saat ini belum berjalan seperti yang diharapkan. Salah satu faktor penyebab terjadinya masalah dalam pembelajaran sastra adalah kurangnya kompetensi guru di bidang sastra. Guru sebagai model harus memperkaya dirinya dengan berbagai pengetahuan tentang sastra, baik dari segi teori, sejarah, maupun kritik sastra. Di dalam melaksanakan proses pembelajaran sastra di sekolah, guru dituntut untuk lebih aktif dan kretif dalam menyajikan materi. Berbagai upaya untuk menciptakan pembelajaran sastra yang kreatif barangkali telah dilaksanakan oleh para guru di sekolah, namun masih belum maksimal. Salah satu model pembelajaran sastra yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan ‘gairah’ belajar sastra di sekolah adalah reinterpretasi karya sastra. Memaknai kembali karya sastra merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran sastra di sekolah. Banyak persoalan yang tersaji di dalam karya sastra yang mungkin belum tersentuh oleh guru untuk dibahas bersama siswa. Di dalam memahami dan menangkap pesan yang terdapat di dalam karya sastra sangat diperlukan kompetensi dan pengetahuan yang luas tentang sastra itu sendiri. Ketajaman guru dalam melihat dan mengamati berbagai fenomena yang muncul dalam karya sastra sangat diperlukan untuk memberi daya tarik pembelajaran sekaligus dapat menggiring siswa untuk berfikir lebih kreatif dan kritis dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.   Kata Kunci: reinterptrtasi, pembelajaran, sastra
Pendidikan Gunakarya: Usaha Mempertemukan Wacana Ideal Materi Pengajaran Seni-Budaya dengan Revitalisasi Budaya Nusantara Karta Jayadi
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural and Academic Factors Causing Students Made Grammatical Problems in Constructing Passive Voice in English Jufrizal Jufrizal
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.806 KB)

Abstract

Makalah yang merupakan pengembangan dari hasil penelitian yang dilakukan tahun 2011-2012 ini membahas faktor-faktor alamiah dan akademis yang menyebabkan mahasiswa S2 PPs UNP membuat masalah ketatabahasaan dalam menulis konstruksi pasif bahasa Inggris sebagaimana ditemukan dalam tesis mereka. Kesalahan tatabahasa dalam menulis konstruksi pasif dapat disebabkan oleh faktor alamiah kebahasaan si penulis maupun faktor akademis. Faktor-faktor alamiah-kebahasaan yang menyebabkan munculnya kesalahan tersebut dapat berupa faktor bahasa pertama, kesungguhan menulis, dan kurangnya latihan menulis. Faktor akademis yang menyebabkan ini terjadi adalah arah pengajaran-pembelajaran tatabahasa, materi ajar, dan banyaknya perbedaan fitur-fitur tatabahasa antara bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia. Kata/frasa kunci: natural, academic, passive voice, grammar, English, thesis
Pembelajaran Sastra yang Integratif Berbasis Kompetensi Elfia Sukma
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.706 KB)

Abstract

Pembelaaran sastra adalah pembelajaran yang menarik. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai kehidupan, baik nilai-nilai spritual, moral, sosial, dan sebagainya. Penanaman nilai-nilai tersebut dilakukan melalui interaksi guru dan siswa. Di dalam makalah singkat ini, dibahas hal-hal yang terkait dengan pembelajaran sastra di sekolah (dasar) dalam kaitannya dengan pembelajaran sastra di perguruan tinggi, menyangkut situasi pembelajaran sastra di sekolah, pembelajaran sastra yang integratif, orientasi pembelajaran sastra di sekolah, serta pembelajaran sastra berbasis KBK.Kata-kata Kunci: pembelajaran sastra, integratif, kompetensi
Discussion on Classic Variants of Little Red Riding Hood as an Alternative Activity for Literary Analysis at EFL classroom Leni Marlina
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fairy tales plays a significant role ‘in the socialization processes of the child who reads them’ through cultural norms represented in them (Kuykendal and Sturm 2007, p.38). One of the popular fairy tales which may structure readers’ imagination is Little Red Riding Hood (LRRH). This fairy tale is very popular as Beckett (2002, p.xv) states that ‘No folk or fairy tales has been so relentlessly reinterpreted, recontextualized, and retold over the centuries as Little Red Riding Hood.’ The tale of LRRH has gone through many adaptations and modifications throughout its history.  Zipes (1993) in his book, The Trials and Tribulations of Little Red Riding Hood, explains in details the numerous classic and modern variants of LRRH.  Through this paper I will discuss how to do an alternative activity for literary analysis at EFL classroom by showing a discussion on three selected classic variants of LRRH in the way how they may reflect the change of childhood concept. These variants are selected from Zipes’ book. They consist of early folktale version, Perrault’s version, and Brothers Grimm’s version.The focus of discussion in this paper is the assumptions about sexuality and childhood in selected versions of classic LRRH. I argue that the issue of sexuality clearly exists in the evolution of selected classic variants of LRRH even though the sexuality details may be much less emphasized because of the change in the conceptions of childhood.The result of literary analysis in this paper concludes that the implied readers of LRRH are positioned to be sympathetic to the young female protagonist who should have been clever enough to encounter the sexuality danger. Key words:Little Red Riding Hood, fairy tales, literary criticism
Upaya Peningkatan Profesionalitas Guru dan Dosen melalui Kegiatan Revitalisasi Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah dan Perguruan Tinggi Upit Yulianti DN
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah guru dan dosen professional belumlah menjadi ukuran dan patokan standar dari pembelajaran yang berkualitas. Hal ini didasari oleh adanya kenyataan bahwa masih rendahnya kualitas pembelajaran itu sendiri baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Ketidakterampilan peserta didik dalam kegiatan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis menjadi suatu bukti ketidakprofesionalan dari dosen dan guru yang sudah professional tersebut. Salah satu faktor penyebab ketidakterampilan tersebut berangkat dari ketidakprofesionalan guru dan dosen terhadap pengelolaan tahapan pelaksanaan proses pembejaran di kelas. Tulisan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan berbagai upaya peningkatan profesionalitas guru dan dosen melalui revitalisasi proses pelaksanaan pembelajaran di kelas; (2) untuk melihat kebermanfaatan berbagai upaya tersebut dalam meningkatkan keprofesionalan guru dan dosen. Penyajian tulisan ini bersifat  deskriptif karena berupaya memberikan gambaran tentang berbagai upaya peningkatan profesionalitas guru dan dosen melalui kegiatan merevitalisasi pelaksanaan dari proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang telah dilaksanakan selama ini. Kegiatan revitalisasi tersebut tentu saja terkait dengan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin mengglobal Profesionalitas guru dan dosen dapat ditingkatkan melalui kegiatan merevitalisasi kembali tahapan pelaksanaan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah maupun perguruan tinggi dalam kerangka menghasilkan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang berkualitas dan mumpuni.   Kata kunci: profesi, profesionalitas revitalisasi, pembelajaran,
Revitalisasi Pembelajaran Musik melalui Pengembangan Kemampuan Dasar musikal Peserta Didik di Taman Kanak-Kanak Indra Yeni
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.942 KB)

Abstract

Music learning in kindergarten so far focused on the development of singing through habituation, so the results are not optimal. This study aims to describe the music learning to develop basic musical skills of students in kindergarten. This study used a qualitative approach, which is implemented in kindergarten Dharmawanita UNP. Data collected by observation, interviews, and documentation, and then analyzed according to the method developed by Miles and Huberman. The results showed that the learning of music in the classroom as an activity carried out by the main dedicated music teacher and allocating specific time for music learning on a regular basis to optimize the development of basic musical skills of learners. Keywords: learning, music, menyanyi, musical ability  
Keterampilan Bahasa Inggris yang dibutuhkan Guru-guru SMA RSBI Kota Padang Zul Amri
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.86 KB)

Abstract

RSBI SMA teachers are required to be able to teach their subjects using English as the medium of instruction. As the result, they need to improve their English. They went to English courses available in their surroundings. They were taught by the English instructor from the English course without considering their needs for the language skills. The data collected from SMAN1 and SMAN 10 Padang indicate that they need the four skills of English with different order of needs. Speaking skill appeared to be the most needed skill followed by listening, writing, and reading skills. It means that the speaking skill should have the biggest portion and the most emphasis in the implementation of the English training for the RSBI SMA teachers.
Investigating the Teaching of English Literature through Narrative Inquiry Desvalini Anwar
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 1st ISLA 2012
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.384 KB)

Abstract

This paper seeks to argue for the significant contribution a narrative inquiry can offer for research in education. This work arises from the author’s PhD research that she is currently conducting at Deakin University, Australia. As data analysis is still in progress, this paper should not be regarded as a conclusion of her findings. The author’s intention is to explain how the literary praxis or the teaching of English literature practiced by the academics at the universities in Padang West Sumatra Indonesia can be investigated through narrative inquiry. Narrative inquiry is a study of how humans make meaning of experience by endlessly telling and retelling stories about themselves that both refigure the past and create purpose in the future (Connelly & Clandinin.1998). The focus of scrutiny is on stories told by both the research participants taken from three rounds of individual interviews and the author’s autobiographical narrative. All of these teachers’ stories inform the constraints that operate on them; these teachers teach English literature where English is a foreign language and also where reading is not yet embraced as a daily habit or a joyous task. The autobiography and interviews reflect the choices that the teachers make and thus, show their standpoint. Narrative inquiry significantly offers an opportunity for educators to articulate the realities that they experience in contradiction to the standards prescribed by, for example, the curriculum, as well as develop a reflective practice of their own. It also offers insights of and reflections on teachers’ identity and their professional development. KEYWORDS: Narrative inquiry, autobiographical narrative, stories, reflective practice, interview, literary praxis, constraints, standpoint