cover
Contact Name
Nurul Susianti
Contact Email
uyunalhidayah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
iqtishaduna-febi@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadjah Mada No 100 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
IQTISHADUNA: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20879938     EISSN : 26559714     DOI : -
Core Subject : Economy,
Iqtishaduna merupakan jurnal yang menfokuskan pada publikasi artikel di bidang kajian ekonomi dan keuangan syariah. Jurnal ini terbit pertama kali tahun 2011 oleh Fakultas Syariah IAIN Mataram yang dalam perkembangannya sejak tahun 2016 kemudian dikelola oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram. Iqtishaduna menerima tulisan ilmiah yang mengkaji berbagai pengembangan ekonomi dan keuangan syariah baik berupa artikel riset ataupun kajian kritis lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2017): Juni" : 7 Documents clear
TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER JALUR PEMBIAYAAN BANK SYARIAH DI INDONESIA Imronjana Syapriatama
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.616 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i1.356

Abstract

This research aims to examine the role of Sharia Banks on the financingchannel monetary transmission mechanism in Indonesia. Using data fromJanuary 2014 – December 2016, this study applies Vector Error CorrectionModel (VECM). Variables that represent sharia banking are third partyfund (DPK) dan financing (FIN). Variable that represents monetary policyis rate of Central Bank Sharia Certificate (SBIS) and monthly economicgrowth proxied by Industrial production Index (IPI). This research showsthat monetary policy and sharia bank have significant influence toward theeconomic growth, while monetary policy has no impact to sharia bankreserves. This result indicates that sharia banks are not affected to thechanges of Bank Indonesia monetary policy
ANALISIS OPTIMALISASI PRINSIP LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH NON-BANK “ANOMALY EVENT STUDY JANUARY EFFECT TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM SYARIAH (JII) DI PASAR MODAL INDONESIA” NURUL SUSIANTI
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.391 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i1.358

Abstract

Penelitian dalam paper ini menggunakan penelitian kuantitaif denganmetode deskriptif dan uji beda paired t test tentang analisis optimalisasiprinsip Lembaga Keuangan Syariah Non-Bank yang mengukur tingkatabnormal return saham syariah di pasar modal syariah, Fokus masalahdalam penelitian ini adalah pengamatan sebelum january effect dan sesudahjanuary effect, yakni minggu terakhir pada bulan desember dan awal minggujanuary effect. hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum dan sesudahJanuary Effect menunjukkan bahwa nilai t-1 dan t+1 sampai t-6 dan t+6menunjukkan nilai yang diterima karena menghasilkan nilai signifikasikurang dari 0,05, artinya ada perbedaan secara signifikan selama 6 haribaik sebelum dan sesudah January Effect. Hasil penelitian ini bertentangandengan prinsip-prinsip lembaga keuangan syariah baik bank maupunnon-bank, seperti, Pelaksanaan transaksi harus dilakukan menurutprinsip kehati-hatian serta tidak diperbolehkan melakukan spekulasi danmanipulasi yang di dalamnya mengandung unsur dharar, gharar, riba,maisir, risywah, maksiat dan kezhaliman. Salah satu penyebab terjadinyaabnormal return pada event studi january effect bertentangan dengan fatwaMUI sehingga Abnormal return yang terjadi sebelum dan sesudah januareffect tidak sesuai dengan prinsip-prinsip lembaga keuangan syariah nonbank.
PENGARUH ANJURAN PEMERINTAH MENUJU KOPERASI JASA KEUANGAN SYARI’AH (KJKS) TERHADAP PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI DI KOTA MATARAM Bahrur Rosyid
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.888 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i1.360

Abstract

Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses perubahanyang menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia dengan tujuanpembangunan koperasi di Indonesia adalah menciptakan keadaanmengurus masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu berdirisendiri (self help). Seluruh payung hukum yang memberikan aturan dalamaktivitas koperasi menegaskan bahwa koperasi merupakan lembagakeuangan yang bergerak di sektor mikro untuk mendorong kekuatanekonomi mikro agar dapat berkembang menjadi lebih baik. Hal ini semakinditegaskan, bahwa koperasi hadir untuk membantu dan mensejahterakananggotanya, sehingga jawaban semua itu Pemerintah dalam hal iniKementrian Koperasi dan UMKM menganjurkan digalakkan KoperasiJasa Keuangan Syari’ah (KJKS). Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS)sering diberikan harapan yang lebih besar dari masyarakat. Selain karenafaktor pengelolaan yang berdasarkan prinsip syariat, serta keramahan dankenyamanan dalam pelayanan, pengelola Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah(KJKS) mampu memberikan keyakinan spiritual lebih kepada masyarakatbahwa dana yang diberikan oleh masyarakat dapat dikelola dengan baik,jujur, adil dan amanah. Namun, masih ada permasalahan lain yang dapatmengganggu aktivitas Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS), jika tidakdiantisipasi dengan baik.
PERAN NAZIR PROFESIONAL DALAM PENGELOLAAN WAKAF GUNA MENDORONG PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT DI INDONESIA Muslihun Muslim
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.833 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i1.387

Abstract

Pengembangan wakaf secara professional selain dilakukan oleh nazir yangmengerti cara pengelolaan wakaf sesuai dengan manajemen modern, jugaharus dilakukan dalam kerangka pengelolaan wakaf secara produktif.Hal ini penting dilakukan, karena esensi wakaf adalah bagaimana agarasset wakaf itu manfaatnya terus mengalir, sehingga akan menghasilkannilai pahala secara kontinyu bagi waqifnya. Dengan kata lain, kejariahandari pahala wakaf hanya akan dapat terlaksana, jika diproduktifkan,kecuali bagi wakaf berupa bangunan tempat ibadah, misalnya, maka caramemproduktifkannya adalah dengan memanfaatkannya. Untuk mencapaitujuan mulia dalam rangka mendorong pemberdayaan ekonomi, makasangat diperlukan nazir yang professional, dengan menelaah konsepmanajemen modern yang sesuai dengan ajaran Islam untuk dikembangkandalam pengelolaan wakaf. Salah satu solusi pengelolaan wakaf di Indonesiaadalah dengan menggunakan manajemen asset. Di Indonesia, umumnyamengikuti paradigma yang tidak tepat, yakni seperti mengelola sedekahbiasa, dana wakaf dipakai untuk kegiatan cost center. Sumberdaya yangdisumbangkan langsung dibelanjakan. Dalam bahasa financial, inilahyang acap disebut sebagai liability management, yang memang merupakantujuan dari bentuk bentuk sedekah umumnya, tetapi bukan wakaf, sedangwakaf, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw. Dalam hadisnya yangterkenal adalah menahan pokoknyadan hanya memanfaatkan buahnya.Dalam bahasa finansial, ini dikenal sebagai asset management. Tradisi wakafasset ini dapat berupa sawah, perkebunan, toko, pergudangan, sertaanberaneka bentuk usaha niaga intinya segala jenis kegiatan produktif.
URGENSI FINTECH DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI Dewi Sartika Nasution
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.245 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i1.389

Abstract

Revolusi digital di sektor ekonomi seperti e-commerce dan financialtechnology telah mempengaruhi industri keuangan. Inovasi di sektorfinansial berupa fintech cukup menantang industri keuangan konvensional.Dengan berkembangnya fintech akan membuka peluang kerja lebih luas.Industri keuangan akan memerlukan sumber daya manusia yang kompetendan inovatif dalam industri keuangan digital. Untuk itu perlu kiranyauniversitas sebagai pencetak sdm yang kompeten di bidang keuangandan berdaya saing memasukkan fintech pada kurikulum mereka. Melihatperkembangan fintech sudah merambah kepada bisnis islam ditandaidengan maraknya pertumbuhan fintech syariah maka universitas jugaperlu memperkenalkan fintech syariah pada kurikulum mereka.
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT BANK BNI SYARI’AH CABANG MATARAM Monica Widuriyanti
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.22 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i1.392

Abstract

Penurunan kualitas kinerja karyawan pada PT Bank BNI Syari’ah CabangMataram menyebabkan target pembiayaan yang dicapai tidak maksimalbisa dilihat dari tahun 2015 target pembiayaan wirausaha bagi usaha kecilmenengah sebesar 500 juta ternyata dana yang terealisasi meningkatsebesar 600,5 juta. Karena terjadinya peningkatan pada tahun 2015 makaBank meningkatkan target menjadi 1 miliyar akan tetapi, dari targettersebut hanya terealisai setengah dari target.Sampel dari penelitian ini adalah karyawan dari PT Bank BNI Syari’ahCabang Mataram yang berjumlah 34 orang karyawan. Data dikumpulkandengan menyebar kuesioner kepada responden kemudian dianalisismenggunakan Uji Validitas, Uji Reliabilitas dan Regresi Sederhana.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dan signifikanpelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT Bank BNI Syari’ah CabangMataram dengan nilai signifikan lebih kecil dari tingkat a yang digunakanyaitu 0,05 atau 0,00 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima.
PRINSIP-PRINSIP AKAD DALAM TRANSAKSI EKONOMI ISLAM Muhammad Harfin Zuhdi
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.322 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i1.403

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep dan prinsip-prinsip akad dalamtransakasi ekonomi Islam.Akad adalah perikatan yang ditetapkandengan ijab dan qabul berdasarkan ketentuan syara’ yang berdampakpada objeknya. Semua perikatan (transaksi) yang dilakukan oleh parapihak, dua pihak atau lebih tidak boleh menyimpang dan sejalan dengankehendak syari’at, tidak boleh ada kesepakatan untuk menipu orang lain,tidak boleh bertransaksi yang mengandung unsur maghrib (maisir, gharar,riba,bathil) serta tidak boleh bertransaksi dengan barang atau hartayang diharamkan (maal ghairu mutaqawwim).Dengan demikian, untukmenciptakan sebuah kesepakatan sebagai ketentuan yang wajib dipatuhi,maka dibutuhkan adanya suatu perjanjian atau kontrak yang dalamhukum Islam disebut sebagai akad. Dalam perspektif ekonomi Islam(mu’amalah al-iqtishhadiyah), transaksi yang dilakukan oleh para pihakmemiliki beberapa asas akad, diantaranya, asas ilahiyah, asas kebolehan,asas keadilan, asas persamaan, asas kejujuran dan sebagainya. Asas-asastersebut merupakan prinsip yang menjadi landasan suatu akad bagi parapihak yang bertransaski dalam konsep ekonomi Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 7