cover
Contact Name
Khairun Najib
Contact Email
khairunnajib@uinjambi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
khairunnajib@uinjambi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Sulthan Thaha Journal of Social and Political Studies
ISSN : 25992813     EISSN : 26156172     DOI : -
Core Subject : Social,
STJSPS is a periodical scientific journal published twices year by Institute for Research and Community Service, State Islamic University of Sulthan Thaha Saifuddin Jambi with e-ISSN 2615-6172 (online media) and p-ISSN 2599-2813 (print media). This journal focuses on social and political studies and is expected to be a critical and an open space of thoughts for all people (academicians, intellectuals, students, etc.) who are concerned about the development of social and political sciences. Vision: To be a qualified and reputable Journal of Social and Political Sciences. Mission: Publish the results of scientific research in the field of social and political sciences in the life of nation and state, both nationally and internationally. Purpose: To improve the quality of scientific publications in the field of social and political sciences so that it can be a source of data and referrals for all parties.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Pemberlakuan Syariah Islam di Indonesia: Sebuah Analisis Historis Ahmad Syarif H
Sulthan Thaha Journal of Social and Political Studies Vol. 1 No. 01 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.031 KB)

Abstract

Keinginan beberapa pihak untuk memberlakukan penerapan syariah Islam di Indonesia sebagai hukum positif sejatinya bertolak belakang dengan jati diri bangsa Indonesia yang heterogen. Kembali ke Al-Quran dan Hadis sebagai acuan hukum positif di tengah masyarakat yang majemuk secara tidak langsung merupakan usaha pemaksaan sebuah penafsiran tunggal keagamaan dengan menafikan keragaman penafsiran keagamaan yang ada. Dengan melihat sejarah dan latar belakang alasan adanya keinginan untuk menerapkan hukum Islam tersebut serta membaca ulang beberapa dalil keagamaan yang sering digunakan oleh para pengusungnya melalui perspektif double movement, penulis berkesimpulan bahwa pemberlakuan hukum Islam di Indonesia adalah tidak mencerminkan nilai-nilai Islam itu sendiri dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti pluralitas sosial masyarakat Indonesia, relativitas pemahaman terhadap al-Quran dan Hadis, dan efek negatif penerapan syariah yang cenderung mengarah pada ‘pemasungan’ masyarakat untuk berinteraksi dengan daerah lain.
Save Indonesia With Sharī‘Ah and KhilāFah: A Study on the Collective Action Frame of Hizbut Tahrir Indonesia Agus Salim
Sulthan Thaha Journal of Social and Political Studies Vol. 1 No. 02 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.231 KB)

Abstract

This paper outlines collective action frame, i.e., action-oriented sets of beliefs and meanings that inspire and legitimate the activities and campaigns, of of Hizbut Tahrir Indonesia. Since the outbreak of economic crises in 1997, HT activists began to perceive that structurally based problems were existed which included economic injustice, moral decay, and political instability. This was, in turn, an entry point for HTI activists to voice that the secular-positive law has not brought about socio-cultural, legal, and political improvements for Muslims. Thus, they proposed that the root of the problem laid in the secularism and capitalism adopted by the state. They rejected democracy and nationalism as the solution to ameliorate the problem simply because the two concepts are alien to Islam and they treated these political systems as merely an extension of Western imperialism. Instead, they favour sharī‘ah and khilāfah as the total and comprehensive solution. Da‘wah becomes HTI activists’ arguments to call up people to participate in the movement. Since the propagation of Islamic beliefs, ideas, and Islamic shariah at the individual, social and state levels cannot be achieved unless through organized political activities, the establishment and the participation in political party is indispensable for every single Muslim. Thus, participation in HTI as political da‘wah in forms of collective action became moral incentive for every Muslims to participate.
Etika Komunikasi Digital: Cara Pandang Filsafat Islam Terhadap Realitas Masyarakat Muslim Kontemporer Junita Br Surbakti; D.I. Ansusa Putra; Indah Defkasari
Sulthan Thaha Journal of Social and Political Studies Vol. 1 No. 01 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkonfirmasi adanya penyimpangan komunikasi di era digital dalam masyarakat muslim. Ketiadaan etika digital yang menjadi pedoman dalam komunikasi membuat masyarakat muslim kontemporer jauh dari praktek dan cara pandang Islam yang seharusnya. Penyebaran informasi melalui media digital dan teknologi dengan cepat menyebar tanpa arah dan batasan. Facebook adalah salah satu pilihan paling populer dalam distribusi informasi dan disinformasi. Artikel ini mengobservasi perilaku komunikasi digital masyarakat muslim di desa Pasir Mayang serta perubahan etika komunikasi masyarakat muslim Desa Pasir Mayang dalam komunikasi mereka di facebook. Perilaku tersebut akan dilihat dari perspektif filsafat etis yang Islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis data yang didapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Pasir Mayang yang berusia 20 sampai 35 tahun yang menggunakan facebook kurang lebih 123 orang. Artikel ini menyimpulkan bahwa: 1) terjadi perubahan etika komunikasi masyarakat muslim sebelum dan sesudah kehadiran media sosial facebook. 2) Penyimpangan etika komunikasi masyarakat muslim mayoritas berupa penyimpangan norma verbal, penyebaran aib, dan komunikasi yang kasar. Walaupun masih ditemukan beberapa orang yang tetap memegang norma dan etika dalam komunikasi melalui facebook, namun trend tersebut terus menurun di kalangan generasi muda masyarakat muslim.

Page 2 of 2 | Total Record : 13