Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
Merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 dengan tujuan sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hasil pengkajian maupun hasil penerapan teknologi bagi para perekayasa, peneliti, dosen maupun mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman pada umumnya. Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles
388 Documents
Persamaan Energi untuk Perhitungan dan Pemetaan Area yang Berpotensi untuk Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut
Jamrud Aminuddin
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i1.2647
Gelombang laut merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) secara umum bekerja dengan mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi mekanik, kemudian energi mekanik tersebut selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik. Perhitungan energi gelombang laut membutuhkan persamaan yang mampu menghubungkan antara parameter gelombang laut yang diukur secara langsung dengan parameter energi rata-rata gelombang laut tersebut. Perumusan persamaan tersebut telah dilakukan dengan memanfaatkan konsep gelombang mekanis dimana energi total sebuah gelombang adalah penjumlahan linear antara energi kinetik dan energi potensial. Berdasarkan perumusan yang telah dilakukan diketahui bahwa parameter-parameter yang berpengaruh terhadap nilai rata-rata energi gelombang laut persatuan luas adalah massa jenis air laut, percepatan gravitasi, dan amplitudo gelombang laut. Selain itu, melalui perhitungan pada beberapa sampel data diketahui bahwa nilai energi rata-rata gelombang laut mendekati dua kali lipat ketinggian gelombang tersebut.
Perancangan Sistem Kendali Model Kapal untuk Uji Free Running dan Turning Circle
Chandra Permana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i1.2648
Pada uji free running dan turning circle maneuver, pergerakan model kapal perlu dikendalikan oleh operator menggunakan remote control. Kecepatan pergerakan maju mundur model kapal ditentukan oleh thrust akibat putaranpropeller. Sedangkan perubahan heading model kapal ditentukan oleh sudut kemudi rudder. Perancangan sistem kendali ini dimaksudkan mengolah inputan kecepatan propeller dan sudut kemudi rudder yang ditentukan oleh operator melalui remote control. Pengolahan inputan tersebut menggunakan aplikasi berbasis software NI LabVIEW FPGA yang di-embedded kedalam controller cRio 9012 National Instruments. Output dari controller berupa sinyal digital PWM dengan duty cycle tertentu untuk menggerakkan motor DC yang memutar propeller dan menggerakkan motor DC lainnya untuk mengubah sudut rudder.
Modifikasi Sistem Bubble pada Prototype Sephull Bubble Vessel untuk Kinerja Optimum
Irfan Eko Sandjaja
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i1.2649
Salah satu kendala dalam mengoperasikan sistem bubble dari prototype kapal Sephull terjadi apabila kondisi dari lubang outlet udara yang diinjeksikan pada bottom kapal berada di luar permukaan air karena kondisi ini menyebabkan sistem bubble tidak akan berfungsi, pada kecepatan tertentu saat kapal beroperasi kapal akan mengalami planning dimana pada bagian depan kapal akan terangkat dari permukaan air karena panjang kapal relatif kecil sehingga kemungkinan besar bagian ujung outlet sistem bubble juga terangkat dari permukaan air. Kondisi lain yang menyebabkan tidak berfungsinya dari sistem bubble ini bisa disebabkan kondisi perairan yang kurang mendukung dimana gelombang perairan membuat bagian outlet udara dari sistem bubble keluar masuk air. Kondisi ini memang sulit dihindari kecuali jika kapal dioperasikan di perairan tenang (tertutup) seperti di sungai atau danau, guna menyiasati hal ini maka pada prototype kapal Sephull Bubble Vessel dilakukan rekayasa agar sistem bubblenya tetap bisa dioperasikan. Rekayasa yang dilakukan dengan menambah lokasi outlet udara yang diinjeksikan dari kompressor sebanyak 2 tempat yaitu di sekitar bagian tengah dan bagian ujung bela- kang dari bottom kapal. Diharapkan dengan penambahan ini sistem bubble masih bisa dioperasikan secara menerus walaupun kondisi kapal trim belakang sehingga penghematan konsumsi bahan bakar masih bisa dilaksanakan.
Kajian Numerik Ketidakstabilan FPSO Tertambat dalam Kondisi Alami Kerusakan pada Kondisi Mooring Line yang Berbeda
Arifin Arifin
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 2 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i2.2657
Dalam perencanaan suatu kapal yang mendapatkan beban lingkungan seperti angin, gelombang dan arus, adalah sangat penting mengetahui tegangan maksimum yang bekerja pada mooring line. Pada kondisi cuaca yang agak buruk, hal tersebut memungkinkan terjadinya kerusakan/kegagalan pada tali mooring. Kondisi tersebut akan menyebabkan ketidakstabilan terhadap respon gerakan kapal dan tegangan pada mooring line. Suatu pendekatan numerik dilakukan untuk mensimulasikan pengaruh dari mooring line yang mengalami kerusakan serta pengaruh konfigurasi mooring line yang berbeda. Pada akhir pembahasan, suatu analisis dilakukan untuk menentukan kestabilan FPSO dan mooring line dalam kondisi alami kerusakan. Dalam perencanaan suatu kapal yang mendapatkan beban lingkungan seperti angin, gelombang dan arus, adalah sangat penting mengetahui tegangan maksimum yang bekerja pada mooring line. Pada kondisi cuaca yang agak buruk, hal tersebut memungkinkan terjadinya kerusakan/kegagalan pada tali mooring. Kondisi tersebut akan menyebabkan ketidakstabilan terhadap respon gerakan kapal dan tegangan pada mooring line. Suatu pendekatan numerik dilakukan untuk mensimulasikan pengaruh dari mooring line yang mengalami kerusakan serta pengaruh konfigurasi mooring line yang berbeda. Pada akhir pembahasan, suatu analisis dilakukan untuk menentukan kestabilan FPSO dan mooring line dalam kondisi alami kerusakan.
Kajian Efesiensi Proses Produksi Kapal dengan Pendekatan Konsep Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) Studi Kasus PT. PAL
Muhammad Riyadi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 2 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i2.2658
Era globalisasi menuntut industri galangan kapal terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksinya, sehingga mampu bersaing dari segi quality, cost dan on time delivery (QCD).Dalam proses produksi, dikenal dengan adanya istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE), yaitu seberapa efisien suatu aktivitas memanfaatkan sumber daya dalam menghasilkan keluaran. MCE dapat diterapkan sebagai alat ukur dan dilaksanakan pada perusahaan galangan kapal dalam pengendalian awal terhadap aktivitas yang bukan penambah nilai. Penelitian ini bertujuan memahami analisis MCE, Non value added activities dan value added activities pada proses produksi kapal. Hasil penelitian menunjukkan MCE pada proses produksi DKN (Divisi Kapal Niaga) PT. PAL Indonesia saat ini adalah sebesar 85 persen. Pada proses perbaikan dengan penerapan konsep MCE, kemampuan dan efektivitas perusahaan dapat ditingkatkan dengan mencapai MCE yang optimal sebesar 90 persen.
Perancangan Sistem Autopilot untuk Kontrol Kemudi Model Kapal Mengunakan Programable Automatic Controller Ni Compactrio
Yuniati Yuniati
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 2 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i2.2659
Perancangan sistem autopilot pada sebuah alat/sistem kemudi mempunyai peranan sangat penting, yang nantinya akan mempengaruhi hasil akhir dan kinerja sistem kemudi yang akan dijalankan. Paper ini membahas tentang perancangan sebuah sistem kontrol/pengendali otomatis yang dapat diprogram dengan menggunakan CompactRIO NI cRIO sebagai perangkat yang menjalankan sistem Autopilot. Perancangan sistem autopilot ini divalidasi melalui simulasi uji zig-zag model kapal dan dari hasil validasi ini didapatkan bahwa sistem kontrol ini berfungsi dan mampu melakukan lintasan zig-zag sesuai yang diharapkan.
Studi Pengembangan Skeg Terkontrol untuk Meningkatkan Kinerja Maneuverability pada Kapal Cepat
Nurhadi Nurhadi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 2 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i2.2660
Sebuah kapal patroli harus dirancang cepat, handal, kuat serta mempunyai stabilitas yang tinggi, disamping aspek-aspek ekonomis, keselamatan, kenyamanan dan persenjataan, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Dalam hal peningkatan stabilitas kapal cepat penggunaan skeg pada buritan kapal disamping mempunyai efek posistif juga mempunyai efek negatif yang berhubungan dengan turning ability dari kapal cepat, dimana skeg mengakibatkan semakin bertambah besarnya tactical diameter yang dibutuhkan untuk kapal melakukan gerak memutar sehingga kondisi ini sangat merugikan. Serangkaian studi dilakukan untuk mengkaji pengembangan skeg terkontrol untuk meningkatkan kinerja turning ability dari kapal cepat yang menggunakan skeg. Studi dilakukan dengan melakukan serangkaian percobaan turning dengan memvariasikan defleksi sudut skeg. Dari hasil penelitian diketahui bahwa skeg terkontrol mampu meningkatkan kinerja turning ability sebesar 17.4 % pada sudut defleksi skeg 15 deg, 20.3 % pada sudut 20 deg dan 23.7 % pada sudut 25 deg.
Strategi Daya Saing Industri Galangan Kapal Surabaya
Taufik Hidayat
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 2 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i2.2661
Perkembangan industri galangan kapal nasional pada dua dekade terakhir sangat lambat. Tingkat produktivitas dan kapasitas yang rendah menyebabkan industri galangan kapal nasional tidak berdaya saing. Daya saing industri galangan kapal nasional dipengaruhi oleh daya saing industri dan daya saing nasional, sehingga permasalahan industri galangan kapal harus dipecahkan secara komprehensif, disertai langkah-langkah strategik dan sistematis agar dapat bersaing secara berkesinambungan. Seperti yang diadopsi oleh sebagian besar industri galangan kapal terkemuka di dunia, strategi korporasi dan bisnis diperlukan untuk membuat industri galangan kapal mempunyai daya saing yang berkelanjutan. Sifat alami yang berbeda dengan industri lain membuat industri galangan kapal membutuhkan formulasi strategi khusus. Model formulasi Yardstrat dapat memformulasikan strategi korporasi dan bisnis pada industri galangan kapal karena dikembangkan berdasarkan karakteristik bisnisnya. Formulasi ini terdiri dari tiga tahapan (input stage, matching stage, dan decision stage). Sebagai input identifikasi factor-faktor internal dan tingkat respon perusahaan terhadap factor-faktor eksternalnya dilakukan melalui kuesioner responden yang di evaluasi oleh expert judgement. Penelitian ini menghasilkan pilihan - pilihan strategi untuk menciptakan daya saing yang berkelanjutan. Hasil dari formulasi menyimpulkan bahwa perlunya penguasaan terhadap pasar domestik, pemfokusan pengembangan produk tertentu, dan integrasi-integrasi antar pelaku pasar.
Studi Kelayakan Pemanfaatan Skeg Aktif sebagai Anti Rolling pada Kapal Cepat dengan Metode Uji Model
Mochammad Ali Mudhoffar
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 2 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i2.2662
Gerakan kapal dilaut pada dasarnya memiliki 3 gerakan translasi (surge, sway, dan heave) dan 3 gerakan rotasi (roll, pitch, dan yaw). Pada kapal cepat hal tersebut sangat sering terjadi sehingga berdampak pada kestabilan kapal. Berbagai macam penelitian dilakukan untuk menambah stabilitas kapal cepat. Pada gerakan roll terdapat metode tangki U, fin aktif, bilge keel. Sehubungan dengan fin aktif, dilakukan uji terhadap skeg yang diaktifkan (skeg aktif). Pemasangan skeg aktif adalah salah satu upaya untuk mengurangi gerakan roll yang terjadi, dimana skeg dapat diubah sudutnya. Penggunaan skeg aktif pada model kapal cepat dilakukan saat pengujian seakeeping di kolam uji dengan mensimulasikan gelombang reguler dengan arah longitudinal dan diagonal kolam uji. Gerakan model kapal ditangkap dengan menggunakan kamera Qualisys. Hasil yang didapatkan akan dibandingkan dengan pengujian model kapal tanpa menggunakan skeg aktif sebagai anti roll pada sebuah model kapal cepat. Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan skeg aktif yang divariasikan sudutnya tanpa gerakan otomatis, tidak banyak berpengaruh untuk meredam gerakan rol yang terjadi pada kapal cepat.
Kajian Aplikasi Robot dalam Industri Perkapalan
Edy Utomo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i1.2663
Paper ini membahas tentang aplikasi sistem robot dalam proses pembangunan kapal. Aplikasi yang ditinjau untuk pekerjaan welding, blasting dan painting, baik untuk struktur terbuka atau struktur tertutup (double hull). Beberapa kelebihan dan kekurangan pada aplikasi robot akan dibahas untuk mengembangkan aplikasi penggunaan robot yang sudah ada, salah satunya adalah dengan menggunakan konsep humanoid. Studi ini juga mengusulkan beberapa modifikasi aplikasi robot yang sudah ada dalam pembangunan kapal. Hasil dari usulan konsep membutuhkan studi analisis lanjut baik mengenai struktural mekanik pada body robot maupun kajian sistem yang lebih tepat untuk diterapkan.