cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)
ISSN : 02169541     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Enerlink adalah jurnal yang diterbitkan 2 kali setahun oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Industri Kimia BPPT di bidang energi dan lingkungan. Enerlink is a scientific journal that publishes twice annually by Centre of Energy Technology and Chemical Industry of BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015)" : 18 Documents clear
ANALISA TERMOHIDROLIKA KERUSAKAN KONDENSOR ORTHO DICHLOROBENZENE TIPE SHELL DAN TUBE Teguh P., Bambang; Komara, Riki Jaka
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12771.618 KB)

Abstract

Telah terjadi kerusakan pada sejumlah tube pada kondensor Ortho Dichlorobenzene (ODCB). Kondensor ODCB adalah jenis shell and tube tipe BEM, posisi vertikal, dengan expansion joint pada shell. ODCB mengalir di sisi tube dan air pendingin (CW) mengalir di sisi shell secara paralel dari atas ke bawah. Hasil uji material menyimpulkan bahwa kerusakan berupa Stress Corrosion Cracking (SCC) yang disebabkan oleh tegangan bengkok akibat ekspansi tube yang tertahan. Namun demikian, ternyata retakan tube terjadi tidak pada tengah-tengah bentangan panjang tube melainkan pada jarak sekitar 450 – 500 mm dari tube sheet, tidak jauh dari shell inlet nozlle. Tujuan studi ini adalah untuk mempelajari fenomena termohidrolika lokal yang menyebabkan kerusakan tube. Hasil simulasi menunjukkan pada jarak sekitar 450 – 500 mm dari tube sheet, CW di sisi shell mulai mendidih dan ODCB di sisi tube mulai terkondensasi. Uap air yang terbentuk mengisi ruang shell bagian atas. Proses pendinginan di zona ini menjadi sangat buruk dan mengakibatkan gradien temperatur dinding tube ke arah longitudinal cukup tinggi. Gradien temperatur yang tinggi menyebabkan kekuatan dinding tube menurun, sehingga saat ekspansi tube tertahan, tube akan bengkok pada zona tersebut.Kata kunci: Ortho Dichlorobenzene, kondesor, shell and tube, BEM, aliran paralel, SS 316 L, stress corrosion cracking, tube bengkok, kondensasi, pendidihan
PENGUJIAN PENGGUNAAN SYNGAS HASIL GASIFIKASI BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA GAS ENGINE Syafrinaldy, Ade
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.296 KB)

Abstract

Kegiatan pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan syngas hasil produksi Pilot Plant Gasifikasi Batubara di Gresik, Jawa Timur sebagai bahan bakar generator listrik.  Sebagaimana diketahui syngas hasil dari proses gasifikasi batubara dapat dimanfaatkan secara langsung untuk pembangkit listrik dengan bantuan sebuah syngas generator set. Pilot Plant Gasifikasi Batubara yang telah dibangun di Gresik mempunyai gasifier berdiameter 1 m dengan kapasitas konsumsi batubara 150 kg/jam. Umpan sebesar itu diharapkan akan memberikan nilai kalor syngas sebesar 5300 kJ/Nm3 dan produksi syngas sebesar 390 m3/jam.Ini berarti tenaga listrik yang dihasilkan akan setara dengan 580 kW. Generator set yang digunakan dalam pengujian hanya mempunyai  kapasitas daya maksimal  sebesar 200 kWe. Pemilihan kapasitas generator set yang lebih kecil ini dilakukan dengan pertimbangan kemungkinan adanya derating pada power generator, kualitas umpan batubara, kualitas syngas yang dihasilkan, debit syngas dan juga pemakaian batubara hanya sepertiga dari kapasitas maksimum. Hasil yang didapat dari uji kinerja pilot plant menunjukkan bahwa syngas yang dihasilkan oleh gasifier sangatlah mungkin dijadikan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Pengujian pembebanan listrik hingga 72 kW dapat berjalan lancar tanpa fluktuasi voltase yang berlebihan. Syngas yang dihasilkan gasifier dapat memenuhi kriteria gas engine pada generator set, setelah melalui beberapa proses pembersihan, dan dapat dengan mudah memproduksi listrik. Dengan terpenuhinya kriteria bahan bakar gas engine ini maka secara keseluruhan pilot plant gasifikasi batubara dan gas engine dapatlah disebut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gasifikasi Batubara (PLTGB)
ACETONE-BUTANOL-ETHANOL FERMENTATION FOR BIOENERGY USING VARIOUS SUBSTRATES IN DEFINED TYA MEDIA Ambarsari, Hanies; Sonomoto, Kenji
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5600.892 KB)

Abstract

A series of experiments had been conducted to investigate the performance of Clostridiumsaccharoperbutylacetonicum strain N1-4 (ATCC 13564) in direct fermentation of acetone, butanol, andethanol (ABE) using several substrates that have not been investigated previously using this strain,such as cellobiose, dextrin, starches of corn, potato, tapioca, wheat, and sago, as well as morecomplex carbohydrates such as xylans, cellulose, and carboxyl methyl cellulose (CMC), particularly tostudy the effect of such various substrate types and concentrations, as well as the substrates mixtureson the ABE ratio and productivity. The results showed that strain N1-4 could directly produce ABE fromvarious substrates, from monosaccharide to polysaccharides of hexose or pentose sugars, exceptCMC and cellulose. The experiments also suggested that cellobiose (a hexose disaccharide) could bethe more efficient substrate for strain N1-4 than glucose (a monosaccharide) to produce ABE in the TYA(Tryptone Yeast Agar) medium. It was proven also that the ABE ratio was very dependent on the typeand concentration of substrates being used by strain N1-4.Keywords: acetone, butanol, ethanol, clostridium saccharoperbutylacetonicum N1-4, fermentation
PENGUJIAN DAN ANALISIS UMUR PAKAI LAMPU LIGHT EMITTING DIODE (LED) SWABALAST UNTUK PENCAHAYAAN UMUM Palaloi, Sudirman
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2075.352 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur pakai lampu LED swabalast yang saat ini banyak digunakan untuk penerangan umum. Jumlah sampel yang diuji sebanyak 59 unit dengan daya 2 s.d 13 watt dari berbagai merek. Metode pengujian mengacu pada standar SNI IEC 62612:2013. Kuat cahaya awal diukur sebagai titik data pertama dalam menentukan umur pakai lampu. Umur pakai lampu LED  ditentukan dengan cara menyalahkan lampu selama 6000 jam dengan pengukuran  kuat cahaya setiap 1000 jam. Hasil pengukuran kuat cahaya selama 6000 jam dibuat grafik hubungan antara kuat cahaya terhadap umur lampu. Lampu yang memiliki penurunan kuat cahaya maksimum 10% setelah menyala 6000 jam dimasukkan dalam kategori A.  Penurunan kuat cahaya hingga 20% masuk kategori B, dan seterusnya lampu yang kuat cahayanya menurun hingga 50% dimasukkan dalam katerogori E. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ada sekitar 25,4% masuk ke dalam kategori A, sebanyak 40,7% masuk kategori B. Sedangkan kategori C dan D masing-masing  sebanyak 24,7% dan 6,8%. Terdapat  3,4% lampu tidak masuk dalam kategori karena pada saat pengujian 6000 jam, prosentasi kuat cahaya di bawah 50%. Hasil ekstrapolasi secara statistik didapatkan umur pakai lampu tersebut rata-rata pada kisaran  20.500 jam. Kata kunci: lampu LED, kuat cahaya, efikasi, umur pakai
PEMANFAATAN CPO ASAM LEMAK BEBAS TINGGI SEBAGAI BAHAN BAKAR Dwi Hastuti, Zulaicha; Prasetyo, Dwi Husodo; Rosyadi, Erlan
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.694 KB)

Abstract

Asam lemak bebas (alb) dalam Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu parameter kualitas CPO.Munculnya asamlemak bebas ini dapat berasal dari faktor pemanenan dan penyimpanan. Asamlemak bebas yang tinggi dalam CPO dapat menurunkan harga CPO. Minyak mentah sawit inimerupakan salah satu sumber energi terbarukan yang diolah, antara lain, menjadi pure plant oil (PPO)dan biodiesel. Namun,masalah utama CPO sebagai bahan baku PPO dan biodiesel adalah asamlemak bebas. Asam lemak bebas dalam CPO yang dapat digunakan untuk PPO dan biodiesel tidakboleh lebih dari 1%. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan usaha untuk menurunkan asamlemak bebas dalam CPO sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Metoda yang digunakanadalah esterifikasi. Asam lemak bebas dikonversi menjadi metil ester. Campuran metil ester dengantrigliserida ini merupakan bahan bakar yang dapat digunakan untuk pengganti BBM. Kondisi yangoptimal untuk proses esterifikasi CPO alb tinggi adalah sebagai berikut : suhu 65oC, waktu 360 menit,katalis 0,25%, dan perbandingan mol metanol 8:1. Dengan proses ini, asam lemak bebas dapatditurunkan menjadi 2,76% (konversi 89,39%). Pada kondisi yang sama dengan katalis yangditingkatkan menjadi 0,5%, asam lemak bebas dapat diturunkan menjadi 1,86% (konversi 92,85%).Pada kondisi yang sama, dengan katalis yang ditingkatkan menjadi 1%, asam lemak bebas dapatditurunkan menjadi 1,75% (konversi 93,28%).Kata kunci: asam lemak bebas, CPO, esterifikasi, PPO, biodiesel
DAMPAK FEED-IN TARIFF ENERGI TERBARUKAN TERHADAP TARIF LISTRIK NASIONAL Abdul Wahid, La Ode Muhammad
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2557.093 KB)

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan sangat terbatas dengan bauran energi terbarukan hanya 4,76%terhadap total bauran energi nasional. Hal ini disebabkan karena harga jual listrik pembangkit energiterbarukan pada umumnya lebih mahal dibanding pembangkit energi fosil. Untuk mendorongpemanfaatan energi terbarukan,Pemerintah telah menetapkan berbagai regulasi tentang harga juallistrik dari pembangkit listrik energi terbarukanyang wajib dibeli oleh PT PLN, seperti regulasi PLTP,PLTA, PLTS, PLTSampah, dan PLTBiomassa. Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa beberapaharga jual listrik pembangkit energi terbarukan tersebut lebih mahal dari rata-rata biaya operasipembangkit listrik PLN yang pada tahun 2014 mencapai Rp. 1.297/kWh, bahkan ada yang lebih mahaldari biaya operasi PLTD. Hal ini berdampak terhadap kenaikan biaya pembelian listrik PLN, padahalharga jual listrik masih ada yang ditetapkan dengan harga subsidi. Kondisi ini akan menyebabkannaiknya subsidi listrik atau naiknya Tarif Dasar Listrik. Kenaikan Tarif Dasar Listrik akan berdampakterhadap pelanggan listrik rumah tangga. Hasil analisis dari data Susenas BPS menunjukkan bahwarumah tangga dengan pengeluaran maksimum 5 juta rupiah per bulan merupakan rumah tangga yangpaling terkena dampak atas kenaikan Tarif Dasar Listrik karena merupakan 91,33% terhadap totalpelanggan rumah tangga.Kata kunci: fit energi terbarukan dan tarif listrik
Evaluasi Hate Rate dan Efisiensi suatu PLTU dengan menggunakan Batubara yang Berbeda dari Spesifikasi Design Aziz, Amiral; Hasan, Andi Rinaldi
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.036 KB)

Abstract

Tulisan ini menampilkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi hate rate dan efisiensi PLTU batubara berkapasitas 300 MW yang menggunakan spesifikasi batubara yang berbeda dari spesifikasi rancangan setelah beroprasi sekitar dua tahun. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa efisiensi boiler (HHV basis) pada pengujian aktual 100% LRC mengalami penurunan sebesar 3,25% dan pada pengujian dengan komposisi 50% LRC dan 50% MRC mengalami mengalami penurunan sebesar 2,91% dibandingkan dengan hasil komisioning. Kehilngan panas karena gas buang kering, kandungan air dalam bahan bakar dan pembakaran hidrogen memberikan kontrobusi yang besar terhadap penurunan efisiensi boiler dibandingkan dengan hasil komisioning. Pada beban maksimun, turbine hate rate pada 2 (dua) pengujian aktual 100% LRC masing-masing sebesar 1.994, 67 kcal/kWh dan 1.918,55 kcal/kWh, sedangkan pada pengujian dengan komposisi 50% LRC dan 50% MRC turbine hate rate adalah 1.977,52 kcal/kWh. Nilai tersebut lebih rendah 4,47% dan 3,78% untuk pengujian aktual 100% LRC dan lebih rendah 3,45% untuk pengujian 50% LRC dan 50% MRC dibandingkan dengan hasil komisioning. Gross plant hate rate (HHV basis) pada 2 (dua) pengujian 100% LRC masing-masing 2.320,60 kcal/kg dan 2.293,63% kcal/kg, sedangkan pengujian 50% LRC dan 50% MRC gross plant hate rate (HHV basis) adalah 2.290,75 kcal/kg.  Nilai ini lebih besar masing-masing sebesar 3,28%, 2,08% dan 1,95% dibandinkan hasil komisioning (2.246.84 kcal/kWh)
PENGARUH TKDN PADA BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK PANAS BUMI SKALA KECIL Nurrohim, Agus
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3267.094 KB)

Abstract

Indonesia mempunyai potensi sumberdaya panas bumi sebesar 28.994 Mega Watt (MW) atau sekitar40% dari potensi panas bumi dunia. Namun baru 1.343,5 MW atau sekitar 4,7% dari potensi tersebutyang dimanfaatakan. Selain faktor non teknis seperti masalah status lahan dan perijinan, faktorkeekonomian merupakan salah satu kendala pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi(PLTP) di Indonesia. Guna mendorong pemanfaatan energi panas bumi secara maksimal, BadanPengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan beberapa industri manufakturkomponen pembangkit listrik berupaya meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)melalui pembangunan prototipe PLTP tipe Condensing 3 MW. PLTP hasil rancangan BPPT danindustri manufaktur tersebut telah mampu meningkatkan TKDN dari 42,00% (target pemerintah)menjadi 63,15% atau meningkat sebesar 21,15%. Dengan adanya peningkatan tersebut akan dapatmenurunkan biaya investasi sebesar 8,95% dan biaya pembangkitan listrik sebesar 7,36%. Selainmenurunkan biaya investasi dan biaya pembangkitan listrik, secara tidak langsung peningkatan TKDNakan memberi multiplier efek yang besar bagi pertumbuhan industri, khususnya industri kecil danmenengah.Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), industri manufaktur, Tingkat Kandungan Dalam Neger (TKDN), biaya investasi, biaya pembangkitan
Evaluasi Hate Rate dan Efisiensi suatu PLTU dengan menggunakan Batubara yang Berbeda dari Spesifikasi Design Aziz, Amiral; Hasan, Andi Rinaldi
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.036 KB)

Abstract

Tulisan ini menampilkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi hate rate dan efisiensi PLTU batubara berkapasitas 300 MW yang menggunakan spesifikasi batubara yang berbeda dari spesifikasi rancangan setelah beroprasi sekitar dua tahun. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa efisiensi boiler (HHV basis) pada pengujian aktual 100% LRC mengalami penurunan sebesar 3,25% dan pada pengujian dengan komposisi 50% LRC dan 50% MRC mengalami mengalami penurunan sebesar 2,91% dibandingkan dengan hasil komisioning. Kehilngan panas karena gas buang kering, kandungan air dalam bahan bakar dan pembakaran hidrogen memberikan kontrobusi yang besar terhadap penurunan efisiensi boiler dibandingkan dengan hasil komisioning. Pada beban maksimun, turbine hate rate pada 2 (dua) pengujian aktual 100% LRC masing-masing sebesar 1.994, 67 kcal/kWh dan 1.918,55 kcal/kWh, sedangkan pada pengujian dengan komposisi 50% LRC dan 50% MRC turbine hate rate adalah 1.977,52 kcal/kWh. Nilai tersebut lebih rendah 4,47% dan 3,78% untuk pengujian aktual 100% LRC dan lebih rendah 3,45% untuk pengujian 50% LRC dan 50% MRC dibandingkan dengan hasil komisioning. Gross plant hate rate (HHV basis) pada 2 (dua) pengujian 100% LRC masing-masing 2.320,60 kcal/kg dan 2.293,63% kcal/kg, sedangkan pengujian 50% LRC dan 50% MRC gross plant hate rate (HHV basis) adalah 2.290,75 kcal/kg.  Nilai ini lebih besar masing-masing sebesar 3,28%, 2,08% dan 1,95% dibandinkan hasil komisioning (2.246.84 kcal/kWh)
PENGUJIAN PENGGUNAAN SYNGAS HASIL GASIFIKASI BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA GAS ENGINE Syafrinaldy, Ade
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.296 KB) | DOI: 10.29122/elk.v11i1.1585

Abstract

Kegiatan pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan syngas hasil produksi Pilot Plant Gasifikasi Batubara di Gresik, Jawa Timur sebagai bahan bakar generator listrik.  Sebagaimana diketahui syngas hasil dari proses gasifikasi batubara dapat dimanfaatkan secara langsung untuk pembangkit listrik dengan bantuan sebuah syngas generator set. Pilot Plant Gasifikasi Batubara yang telah dibangun di Gresik mempunyai gasifier berdiameter 1 m dengan kapasitas konsumsi batubara 150 kg/jam. Umpan sebesar itu diharapkan akan memberikan nilai kalor syngas sebesar 5300 kJ/Nm3 dan produksi syngas sebesar 390 m3/jam.Ini berarti tenaga listrik yang dihasilkan akan setara dengan 580 kW. Generator set yang digunakan dalam pengujian hanya mempunyai  kapasitas daya maksimal  sebesar 200 kWe. Pemilihan kapasitas generator set yang lebih kecil ini dilakukan dengan pertimbangan kemungkinan adanya derating pada power generator, kualitas umpan batubara, kualitas syngas yang dihasilkan, debit syngas dan juga pemakaian batubara hanya sepertiga dari kapasitas maksimum. Hasil yang didapat dari uji kinerja pilot plant menunjukkan bahwa syngas yang dihasilkan oleh gasifier sangatlah mungkin dijadikan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Pengujian pembebanan listrik hingga 72 kW dapat berjalan lancar tanpa fluktuasi voltase yang berlebihan. Syngas yang dihasilkan gasifier dapat memenuhi kriteria gas engine pada generator set, setelah melalui beberapa proses pembersihan, dan dapat dengan mudah memproduksi listrik. Dengan terpenuhinya kriteria bahan bakar gas engine ini maka secara keseluruhan pilot plant gasifikasi batubara dan gas engine dapatlah disebut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gasifikasi Batubara (PLTGB)

Page 1 of 2 | Total Record : 18