cover
Contact Name
Bina Rohita Sari
Contact Email
binarohitasari@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fitofarmaka@unpak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 20879164     EISSN : 2622755X     DOI : https://doi.org/10.33751/jf
Core Subject : Health, Science,
FITOFARMAKA mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan farmasi, Kimia Farmasi, dan bidang Fitokimia serta akan dipublikasikan secara online. Publikasi secara elektronik akan menambah kekayaan informasi dan pengetahuan ilmiah terutama dari penelitian. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, didokumentasikan dengan baik dalam bentuk elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA" : 8 Documents clear
POTENSI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus DAN IDENTIFIKASI SENYAWA EKSTRAK HEKSANA BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) Aminingsih, Tri; Nashrianto, Husain; Syaiful Rohman, Aji
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.342 KB)

Abstract

Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tanaman gulma yang sering dimusnahkan, namun sekelompok masyarakat ada yang memanfaatkan tanaman ini sebagai obat tradisional yang dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit diantaranya luka koreng di kulit, malaria, influenza, radang paru-paru, tumor dan obat rematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa yang ada dalam ekstrak heksana bandotan serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Herba bandotan diekstraksi dengan heksana menggunakan metode maserasi. Maserasi dilakukan dalam bejana tertutup selama 24 jam dan sesekali diaduk.Proses maserasi dilakukan sebanyak tiga kali volume 500 mL.Ekstrak heksana dipekatkan dengan rotary evaporator dan dilakukan pengujian fitokimia meliputi golongan senyawa alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid steroid dan flavonoid. Ekstrak heksan herba bandotan diuji aktivitas antibakterinyaterhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode kertas cakram dan dianalisis senyawa kimianya dengan Kromatografi GasSpektrofotometri Massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rendemen ekstrak sebesar 10,01%, kadar air 8,41%,dan ekstrak heksana herba bandotan mengandung senyawa golongan alkaloid, triterpenoid-steroid dan flavonoid. Ekstrak heksana herba bandotan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter daya hambat (DDH) terhadap S. aureus 29,6 mm dan diameter daya hambat (DDH) terhadap E. coli 12,4m sehingga lebih peka terhadap S. aureus (gram positif)dibandingkan dengan E.coli (gram negatif).Komponen senyawa yang terdapat dalam ekstrak heksana herba bandotan yang dianalisis dengan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS) antara lain kariofilen, isokariofilen, ageratokromen, demetoksiageratokromen, 6-vinil-7-metoksi-2,2dimetilkromen, kumarin, asam dikloroasetat, 1-heptadekanol, 7-etil-6-metil-5metiltiopirazolo[1,5-a]pirimidin.Senyawa-senyawa tersebut diduga merupakan senyawa yang berperan sebagai zat antibakteri.Kata kunci : Bandotan, heksana, antibakteri,Escherichia coli, Staphylococcus aureus,GC-MS
KIJING TAIWAN (Anodonta woodiana) SEBAGAI SUMBER KALSIUM TINGGI DALAM UPAYA MENCEGAH OSTEOPOROSIS Srie Rahayu, Sata Yoshida
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.534 KB)

Abstract

Kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan dalam tubuh manusia. Apabilakekurangan kalsium dapat menyebabkan riketsia pada anak, osteomalasia (tulang lunak) dan osteoporosis (tulang keropos) pada orang dewasa. Untuk mencegah hal tersebut maka dibutuhkan asupan kalsium yang cukup. Kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya kalsium bagi tubuh mengakibatkan dua dari lima orang Indonesia terkena osteoporosis. Masyarakat Indonesia umumnya mengetahui sumber kalsium bagi tubuh manusia adalah susu serta produk olahannya. Kandungan kalsium pada susu sapi sebesar 143 mg padahal terdapat sumber kalsium lain yang berpotensi yaitu memiliki kandungan kalsium lebih besar daripada susu yaitu kerang. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji komposisi kimia pada Kijing Taiwan dan merumuskan metode sosialisasi Kijing Taiwan sebagai sumber kalsium dalam upaya pencegahan osteoporosis. Manfaat penelitian adalah untuk memperkenalkan Kijing Taiwan sebagai menu makanan keluarga. Penentuan komposisi kimia proksimat, yang meliputi analisis kadar air, analisis kadar abu, analisis kadar protein, analisis kadar lemak dan analisis kadar karbohidrat dan kadar mineral Ca, Cu, Fe dan Zn.Dalam penelitian ini kita dapat mengetahui kandungan kalsium pada Kijing Taiwan, yaitu 366 mg kalsium serta mengetahui berapa gram Kijing Taiwan yang harus dikonsumsi untuk memenuhi asupan kalsium per hari per orangnya, yaitu sebanyak 273 gr. Diharapkan dari lingkup yang kecil ini dapat mengurangi kasus osteoporosis di Indonesia.Kata kunci : Kijing, Anodonta woodiana, sumber kalsium, osteoporosis 
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (Momordica charantia L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Salmonella typhi Komala, Oom; Lohita Sari, Bina; Sakinah, Nina
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.257 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari beberapa konsentrasi ekstrak etanol buah pare terhadap bakteri Salmonella typhi telah dilakukan. Pengujian antibakteri ekstrak etanol buah pare dilakukan dengan mengukur Diameter Daerah Hambat (DDH) melalui metode difusi kertas cakram dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) melalui metode dilusi agar padat. Pengujian DDH dilakukan terhadap konsentrasi ekstrak buah pare 12,5%, 25%, 50%, 75%, serta kloramfenikol 30 UI sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Sedangkan pengujian KHM dilakukan terhadap konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70% dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pare kurang efektif sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi, karena pada pengujian DDH zona hambat yang terbentuk tidak absolut. KHM berada pada konsentrasi 60%, dimana tidak ada pertumbuhan bakteri. Kata kunci: Buah pare, Salmonella typhi, efektivitas antibakteri 
HISTOPATOLOGI HATI MENCIT PASCA PEMBERIAN SUSPENSI KEPEL (Stelechocarpus burahol) SECARA INTRAGASTRIK SELAMA 14 HARI The Histopathology of Mice Liver Treated by Kepel (Stelechocarpus burahol) Suspension Intragastrically for 14 days Harlina, Eva; Sa’diah, Siti; S Darusman, Huda; Alvernita, Gita
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.895 KB)

Abstract

This aim of this study was to examine the effect of Kepel (Stelechocarpus burahol) to the mice hepatocytes. Thirty male mice of 4 week aged were divided into three groups; control group was treated by aquadest, Dose 1x group was treated by 2.6 mg/g BW/day kepel powder (0.5 ml kepel suspension/day), and Dose 5x group was treated by 13 mg/g BW/day kepel powder (1.0 ml kepel suspension/day). The treatment was intragastrically for 14 days. The mice were euthanized and necropsy followed by the liver collection for histopathology assay. The histopathological examination of liver showed hydropic degeneration, cell death and extramedullary hematopoietic observed on mice hepatocytes. The ANOVA analysis showed that kepel caused increase significantly (p<0.05) of hydropic degeneration and decrease significantly (p<0.05) of cell death of mice hepatocytes.Key words: Stelechocarpus burahol, hydropic degeneration, cell death, extramedullary hematopoietic 
POTENSI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus DAN IDENTIFIKASI SENYAWA EKSTRAK HEKSANA BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) Tri Aminingsih; Husain Nashrianto; Aji Syaiful Rohman
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.342 KB) | DOI: 10.33751/jf.v2i1.163

Abstract

Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tanaman gulma yang sering dimusnahkan, namun sekelompok masyarakat ada yang memanfaatkan tanaman ini sebagaiobat tradisional yang dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit diantaranya lukakoreng di kulit, malaria, influenza, radang paru-paru, tumor dan obat rematik. Penelitianini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa yang ada dalam ekstrak heksana bandotanserta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichiacoli. Herba bandotan diekstraksi dengan heksana menggunakan metode maserasi. Maserasidilakukan dalam bejana tertutup selama 24 jam dan sesekali diaduk.Proses maserasidilakukan sebanyak tiga kali volume 500 mL.Ekstrak heksana dipekatkan dengan rotaryevaporator dan dilakukan pengujian fitokimia meliputi golongan senyawa alkaloid,saponin, tanin, triterpenoid steroid dan flavonoid. Ekstrak heksan herba bandotan diujiaktivitas antibakterinyaterhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode kertas cakram dan dianalisis senyawa kimianya dengan Kromatografi GasSpektrofotometri Massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rendemen ekstrak sebesar 10,01%, kadar air 8,41%,dan ekstrak heksana herba bandotan mengandung senyawa golongan alkaloid, triterpenoid-steroid dan flavonoid. Ekstrak heksana herba bandotan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter daya hambat (DDH) terhadap S. aureus 29,6 mm dan diameter daya hambat (DDH) terhadap E. coli 12,4m sehingga lebih peka terhadap S. aureus (gram positif)dibandingkan dengan E.coli (gram negatif).Komponen senyawa yang terdapat dalam ekstrak heksana herba bandotan yang dianalisis dengan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS) antara lain kariofilen, isokariofilen, ageratokromen, demetoksiageratokromen, 6-vinil-7-metoksi-2,2dimetilkromen, kumarin, asam dikloroasetat, 1-heptadekanol, 7-etil-6-metil-5metiltiopirazolo[1,5-a]pirimidin.Senyawa-senyawa tersebut diduga merupakan senyawa yang berperan sebagai zat antibakteri.Kata kunci : Bandotan, heksana, antibakteri,Escherichia coli, Staphylococcus aureus,GC-MS
KIJING TAIWAN (Anodonta woodiana) SEBAGAI SUMBER KALSIUM TINGGI DALAM UPAYA MENCEGAH OSTEOPOROSIS Sata Yoshida Srie Rahayu
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.534 KB) | DOI: 10.33751/jf.v2i1.164

Abstract

Kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan dalam tubuh manusia. Apabilakekurangan kalsium dapat menyebabkan riketsia pada anak, osteomalasia (tulang lunak)dan osteoporosis (tulang keropos) pada orang dewasa. Untuk mencegah hal tersebut makadibutuhkan asupan kalsium yang cukup. Kurang sadarnya masyarakat akan pentingnyakalsium bagi tubuh mengakibatkan dua dari lima orang Indonesia terkena osteoporosis.Masyarakat Indonesia umumnya mengetahui sumber kalsium bagi tubuh manusia adalahsusu serta produk olahannya. Kandungan kalsium pada susu sapi sebesar 143 mg padahalterdapat sumber kalsium lain yang berpotensi yaitu memiliki kandungan kalsium lebihbesar daripada susu yaitu kerang. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji komposisikimia pada Kijing Taiwan dan merumuskan metode sosialisasi Kijing Taiwan sebagaisumber kalsium dalam upaya pencegahan osteoporosis. Manfaat penelitian adalah untukmemperkenalkan Kijing Taiwan sebagai menu makanan keluarga. Penentuan komposisikimia proksimat, yang meliputi analisis kadar air, analisis kadar abu, analisis kadar protein,analisis kadar lemak dan analisis kadar karbohidrat dan kadar mineral Ca, Cu, Fe dan Zn.Dalam penelitian ini kita dapat mengetahui kandungan kalsium pada Kijing Taiwan, yaitu366 mg kalsium serta mengetahui berapa gram Kijing Taiwan yang harus dikonsumsiuntuk memenuhi asupan kalsium per hari per orangnya, yaitu sebanyak 273 gr. Diharapkandari lingkup yang kecil ini dapat mengurangi kasus osteoporosis di Indonesia.Kata kunci : Kijing, Anodonta woodiana, sumber kalsium, osteoporosis
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (Momordica charantia L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Salmonella typhi Oom Komala; Bina Lohita Sari; Nina Sakinah
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.257 KB) | DOI: 10.33751/jf.v2i1.165

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari beberapa konsentrasi ekstrak etanol buah pare terhadap bakteri Salmonella typhi telah dilakukan. Pengujian antibakteri ekstrak etanol buah pare dilakukan dengan mengukur Diameter Daerah Hambat (DDH) melalui metode difusi kertas cakram dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) melalui metode dilusi agar padat. Pengujian DDH dilakukan terhadap konsentrasi ekstrak buah pare 12,5%, 25%, 50%, 75%, serta kloramfenikol 30 UI sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Sedangkan pengujian KHM dilakukan terhadap konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70% dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pare kurang efektif sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi, karena pada pengujian DDH zona hambat yang terbentuk tidak absolut. KHM berada pada konsentrasi 60%, dimana tidak ada pertumbuhan bakteri.Kata kunci: Buah pare, Salmonella typhi, efektivitas antibakteri
HISTOPATOLOGI HATI MENCIT PASCA PEMBERIAN SUSPENSI KEPEL (Stelechocarpus burahol) SECARA INTRAGASTRIK SELAMA 14 HARI The Histopathology of Mice Liver Treated by Kepel (Stelechocarpus burahol) Suspension Intragastrically for 14 days Eva Harlina; Siti; Huda S Darusman; Gita Alvernita
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.895 KB) | DOI: 10.33751/jf.v2i1.162

Abstract

This aim of this study was to examine the effect of Kepel (Stelechocarpus burahol) to the mice hepatocytes. Thirty male mice of 4 week aged were divided into three groups;control group was treated by aquadest, Dose 1x group was treated by 2.6 mg/g BW/daykepel powder (0.5 ml kepel suspension/day), and Dose 5x group was treated by 13 mg/gBW/day kepel powder (1.0 ml kepel suspension/day). The treatment was intragastricallyfor 14 days. The mice were euthanized and necropsy followed by the liver collection forhistopathology assay. The histopathological examination of liver showed hydropicdegeneration, cell death and extramedullary hematopoietic observed on mice hepatocytes.The ANOVA analysis showed that kepel caused increase significantly (p0.05) ofhydropic degeneration and decrease significantly (p0.05) of cell death of micehepatocytes.Key words: Stelechocarpus burahol, hydropic degeneration, cell death, extramedullary hematopoietic

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2024): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8 No. 2 Tahun 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8.2 2018 Vol 8, No 1 (2018): Fitofarmaka, Vol.8, No.1, Juni 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2017): Vol.7, No.2, Desember 2017 Vol 7, No 1 (2017): Vol 7 No 1 Juni 2017 Vol 7, No 2 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Vol.6, No.2, Desember 2016 Vol 6, No 1 (2016): Vol.6, No.1, Juni 2016 Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2015): Vol 5 No 2 Desember 2015 Vol 5, No 2 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA More Issue