cover
Contact Name
Heri Budi Wibowo
Contact Email
heribw@gmail.com
Phone
+6221-4892802
Journal Mail Official
jurnal.lapan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda Persil No. 1 Rawamangun, Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Dirgantara
ISSN : 14128063     EISSN : 25977849     DOI : https://doi.org/10.30536
Jurnal Teknologi Dirgantara (Journal of Aerospace Technology) is an Indonesian accredited scientific publication that covers topics of Rocket, satellite, and aeronautics technology, as well as a spin-off from aerospace technology, such as aerodynamics, astronautics, aerospace structure, power and thermal system of satellites, flight controls. Propulsion and energetic technologies, such as propellant, rocket static-test, thermodynamics of propulsion system. Launch vehicle technology and space operations, such as satellite telecommunication systems, space payloads, and ground station technologies.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No.1 Juni (2008)" : 8 Documents clear
PENENTUAN POTENSIAL SEL TEORITIS PROSES ELEKTROLISIS NATRIUM KLORIDA MENJADI NATRIUM PERKLORAT Bayu Prianto
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natrium klorida (NaCl) dapat dioksidasi menjadi natrium perklorat (NaClO4) dengan menggunakan metode elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensial sel teoritis proses elektrolisis NaCl hingga menjadi NaClO4. Proses elektrolis dibagi dalam empat (4) tahapan reaksi pembentukan, yaitu pembentukan : 1) natrium hipoklorit (NaClO), 2) natrium klorit (NaClO2), 3) natrium klorat (NaClO3) dan 4) natrium perklorat (NaClO4). Potensial sel teoritis dipelajari dengan menggunakan metode komputasi dengan perhitungan mekanika kuantum. Dalam penelitian ini digunakan himpunan dasar B3LYP/6-31++G(3df,3pd) dan B3LYP/6-311+G(2d,p) untuk mencari nilai potensial sel teoritis yang mendekati nilai sebenarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa himpunan dasar B3LYP/6-31++G(3df,3pd) lebih akurat untuk menentukan potensial reduksi standar reaksi 2Cl Cl2  2e dibandingkan dengan himpunan dasar B3LYP/6-311+G(2d,p), dengan nilai potensial sel teoritis yang diperlukan untuk proses elektrolisis NaCl hingga menjadi NaClO4 adalah 2,362 Volt sampai dengan 2,918 Volt.
ORBITAL HEATING RATES ANALYZING ON G2-SAT MATERIAL Bustanul Arifin
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dianalisa orbital heating rates pada material body G2-SAT, salah satu program pengembangan satelit di bidang Mekatronika LAPAN Rancabungur. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui apakah material body pada G2-SAT memerlukan kontrol lebih lanjut seperti pemakaian material pelindung dalam hal ini MLI (Multy Layer Insulation dan penggunaan whitepaint pada solar array) jika G2-SAT mengalami pemanasan di orbitnya. Peralatan yang dipakai untuk menganalisa orbital heating rates ini adalah perangkat lunak Thermal Desktop 5.0 dengan menggunakan pendekatan Monte Carlo yang terdapat di dalamnya serta dengan mempertimbangkan semua data yang berhubungan dengan properties material, power dan orbit. Dalam pendekatan Monte Carlo ini berkas cahaya (array) dipancarkan dari permukaan sedangkan hal yang harus dilakukan adalah mencari permukaan mana yang terkena berkas cahaya. Selain itu, analisis tersebut dilakukan dengan berpijak dari konsep awal sistem thermal satelit yang telah ditentukan serta sumber radiasi panas yang terjadi pada G2-SAT. Hasil yang diperoleh berupa grafik yang menggambarkan besaran distribusi total absorbed flux yang terjadi pada G2-SAT body selama mengalami heating rates di orbitnya. Dari hasil analisa diketahui, sampai di orbit material tersebut memerlukan kontrol thermal lebih lanjut.
RANCANGAN DAN ANALISA SISTEM ORIENTASI TURBIN ANGIN KAPASITAS 2,5 KW Agus Bayu Utama
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dirancang satu sistem orientasi dengan rotor eksentrik dan ekor pengarah dengan hinge (sumbu gantung) untuk turbin angin skala kecil kapasitas 2.5 kW, kemudian dilakukan analisa statis rumusan matematis berdasarkan teori kesetimbangan momen pada sumbu menara pada 2 kondisi kecepatan angin yaitu kecepatan angin sampai kecepatan angin rancagan (V ≤ Vdisain) dan kecepatan angin di atas kecepatan angin rancangan (V > Vdisain). Dengan kecepatan angin rancangan Vdisain = 10 m/s, maka nilai γo (sudut serang angin terhadap daun ekor) pada kondisi V ≤ Vdisain , adalah 6.16°. Nilai berat ekor G yang tadinya 250 N harus diturunkan menjadi 209 N, yaitu dengan mengubah nilai berat batang ekor menjadi m1=12.5kg dan nilai berat daun ekor menjadi m2=8.4 kg. Pada kondisi V > Vdisain rotor mulai berputar dengan sudut serang angin terhadap rotor δ.
ANALISIS SISTEM PAYLOAD UNTUK SATELIT IMAGER LAPAN Gunawan S. Prabowo; Ery Fitrianingsih
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbasis pada informasi persyaratan misi dan berbagai masukan tentang kebutuhan satelit untuk mendukung program ketahanan pangan, serta dikaitkan dengan program LAPAN dalam proses penguasaan teknologi sistem satelit mikro, maka dibuatlah sebuah konsep pengembangan satelit yang memadukan penguasaan teknologi dan aplikasi riel untuk remote sensing. Dalam paper ini akan disampaikan analisa beberapa sistem muatan untuk mendukung program ketahanan pangan, dianalisis 3 buah sistem kamera yang akan dipergunakan sebagai muatan pokok dari satelit Imager LAPAN.
PENGEMBANGAN METODE PARAMETER AWAL ROTOR TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL TIPE SAVONIUS Sulistyo Atmadi; Ahmad Jamaludin F.
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dikembangkan metode penentuan parameter awal rotor turbin angin sumbu vertikal tipe Savonius. Dengan daya dan kecepatan angin tertentu, maka kisaran luas, diameter, tinggi, dan kecepatan putar rotor dapat diketahui. Luas rotor sangat dipengaruhi oleh koefisien daya, cP. Kecepatan putar rotor rancangan dapat dihitung setelah diameter rotor dihitung dan Tip Speed Ratio ditentukan. Penelitian ini menggunakan harga koefisien daya (cP), Tip Speed Ratio (TSR), dan rasio diameter terhadap tinggi rotor (D/t) masing – masing 0,1 ; 0,8 ; dan 0,8. Hasil metode ini berupa tabel daya, kecepatan angin, luas rotor, diameter, tinggi serta kecepatan putar, dapat digunakan sebagai rancangan awal turbin angin Savonius bagi para pemula maupun bagi yang awam tentang turbin angin namun ingin membuat, karena turbin angin Savonius dapat dibuat secara sederhana.
PEREDAM KEJUT DAN GETARAN BAGI MUATAN RX-250 Robertus Heru T.
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

akalah ini membahas perancangan dan pengujian sistem peredam kejut bagi payload RX-250. Sistem propulsi dari roket ini memberikan percepatan 12 g selama 12 detik, yang timbul (dan hilang) dalam tempo per-seribu detik. Beban tersebut, bersama dengan getaran yang timbul dari reaksi struktur roket terhadap beban aerodinamis dan stabilitas pembakaran, dapat mengakibatkan terjadinya kejut (shock) dan getaran yang merusak bagian sensitif dari payload elektronik. Untuk mencegah kerusakan pada payload elektronik, maka peredam kejut dan getaran yang terbuat dari pegas baja (wire type) dipasang antara roket dengan payload. Makalah ini membahas implementasi teknis perancangan yang meliputi uji darat dan uji terbang dari peredam tersebut yang pertama kali diadakan pada bulan Desember 2006.
ANALISIS SISTEM DINAMIKA TERBANG (FLIGHT DYNAMICS) SATELIT LAPAN TUBSAT Abdul Rahman; Agus Nuryanto.; Firman Hartono
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phase peluncuran dan awal orbit (Launch and Early Orbit Phase – LEOP) merupakan tahapan kritis dalam siklus pengoperasian sebuah satelit. Aktivitas utama dalam phase peluncuran dan awal orbit satelit terdiri dari pelacakan, pengecekan sistem satelit, pengendalian sikap dan pengujian muatan. Dalam makalah ini akan diulas tahapan-tahapan tersebut terkait dengan sistem dinamika terbang (Flight Dynamics) Satelit LAPAN-TUBSAT atau Satelit LAPAN-A1.
ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX - 122 LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Ahmad Jamaludin
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan analisis ulang nosel motor roket RX - 122 milik LAPAN. Nosel tersebut didesain untuk tekanan ruang bakar 70 bar. Hasil perhitungan secara analitis menunjukkan bahwa gaya dorong yang dihasilkan seharusnya sebesar 18,6 kN. Hasil simulasi numerik memberikan gaya dorong yang lebih kecil, yaitu sebesar 18,0 kN. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya gesekan antara aliran gas dengan permukaan bagian dalam nosel yang mana ditandai dengan penurunan tekanan total sebesar 13%. Diameter awal nosel adalah 130 mm. Oleh karena keterbatasan dimensi motor roket, maka diameter nosel harus dibatasi maksimum 100 mm. Pengurangan diameter nosel dilakukan dengan cara memotong nosel sepanjang 85 mm. Pemotongan tersebut mengakibatkan penurunan prestasi nosel. Perhitungan secara analitis dan simulasi numerik memberikan gaya dorong masing – masing 18,1 kN dan 17,7 kN. Akibat pemotongan panjang nosel tersebut, maka gaya dorong yang dihasilkan nosel berkurang hanya sekitar 2%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8