cover
Contact Name
Heri Budi Wibowo
Contact Email
heribw@gmail.com
Phone
+6221-4892802
Journal Mail Official
jurnal.lapan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda Persil No. 1 Rawamangun, Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Dirgantara
ISSN : 14128063     EISSN : 25977849     DOI : https://doi.org/10.30536
Jurnal Teknologi Dirgantara (Journal of Aerospace Technology) is an Indonesian accredited scientific publication that covers topics of Rocket, satellite, and aeronautics technology, as well as a spin-off from aerospace technology, such as aerodynamics, astronautics, aerospace structure, power and thermal system of satellites, flight controls. Propulsion and energetic technologies, such as propellant, rocket static-test, thermodynamics of propulsion system. Launch vehicle technology and space operations, such as satellite telecommunication systems, space payloads, and ground station technologies.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No.2 Desember 2013" : 9 Documents clear
ANALISIS DAN PENGUJIAN SISTEM BATERAI SATELIT LAPAN-A2/ORARI (ANALYSIS AND TEST OF LAPAN A2/ORARI SATELLITE BATTERY SYSTEM) Abdul Karim; Wahyudi Hasbi
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan daya listrik dalam baterai sangat diperlukan sistem satelit sebagai pasokan daya satelit pada saat orbitnya tidak mengalami cahaya matahari (eclipse). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sistem LAPAN-A2/ORARI dilengkapi oleh 3 buah paket baterai dengan spesifikasi total daya 18,3 Ah pada tegangan nominal 15 Volt. Dalam makalah ini akan dijelaskan analisis hasil pengujian baterai dengan cara charging dan discharging. Data daya listrik setiap baterai akan direkam menggunakan perangkat lunak dan kemudian akan dilakukan analisis data. Hasil analisis menunjukan total kapasitas baterai satelit LAPAN-A2/ORARI adalah 18,287 Ah/ 307,221 Wh dan nilai operasional adalah 18,078 Ah/303,710 Wh pada tegangan 16,8 Volt. Kata kunci: Daya listrik, Baterai, Charging, Discharging
RANCANG BANGUN DATA AKUISISI MULTI KANAL UNTUK DOPPLER TRACKING SISTEM PELUNCUR ROKET JAMAK (DESIGN AND DEVELOPMENT OF MULTI CHANNEL DATA ACQUISITION FOR DOPPLER TRACKING OF MULTIPLE LAUNCH ROCKET SYSTEM) Wahyu Widada
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas hasil desain dan pengembangan Sistem Data Akuisisi biaya rendah dengan Universial Serial Bus (USB) untuk pengukuran sinyal Doppler tracking roket. Sinyal Doppler mempunyai rentang frekuensi antara 0 hingga 3000 Hz bergantung pada perubahan kecepatan roket dan frekuensi radio. DAS ini dirancang menggunakan mikrokontroler ATMega32, 8 kanal simultan dengan 16 bit Analog Digital Converter (ADC), komunikasi dengan Personal Computer (PC) melalui USB. DAS ini telah diuji dengan program aplikasi yang dikembangkan di MATLAB, yang dapat memantau secara realtime 8 kanal sinyal Doppler dalam grafis serta tampilan numerik dengan sampling 16 KHz. DAS ini akan digunakan untuk aplikasi pada peluncuran roket Multiple Launch Rocket System (MLRS). Kata kunci: Data akuisisi multi-kanal, Doppler receiver, Tracking roket, MLRS
ANALISIS BEBAN HENTAK STRUKTUR PENYANGGA LANDING GEAR PESAWAT NIR AWAK LSU03 (SHOCK LOAD ANALYSIZES FOR THE LSU03 UAVS LANDING GEAR SUPPORT STRUCTURE) Atik Bintoro
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat nir awak LSU03 adalah pesawat nir awak yang dikembangkan oleh Lapan, untuk misi pembawa muatan kamera foto maupun video. Dalam operasinya, LSU03 akan melalui siklus terbang dan mendarat dengan frekuensi yang cukup tinggi, khususnya untuk pengisian bahan bakar dan perawatan. Pada saat awal pendaratan di landasan udara, terjadi beban hentak yang dapat mempengaruhi keandalan struktur. Melalui metode analitis persamaan beban hentak, masukan data konfigurasi pesawat nir awak LSU03, dan pernyataan misi karakteristik, telah dilakukan penelitian dan analisis beban hentak struktur penyangga landing gear pesawat nir awak LSU03 pada saat awal pendaratan di landasan. Dari analisis hasil penelitian diketahui bahwa struktur penyangga yang berukuran tebal 2 mm, lebar 8 mm, terbuat dari komposit jenis serat e-glass mampu menerima beban hentak tersebut. Kata kunci: Beban hentak, Struktur penyangga, Landing gear, LSU03, Pesawat nir awak
ANALISIS AERODINAMIKA DAN STUDI PARAMETER SAYAP CN-235 KONDISI TERBANG JELAJAH (AERODYNAMIC ANALYSIS AND PARAMETRIC STUDY OF CN-235 WING AT CRUISE CONDITION) Nila Husnayati; Mochammad Agoes Moelyadi
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebanyakan pesawat penumpang didesain untuk terbang pada kecepatan subsonik dan beroperasi pada sudut serang rendah hingga moderat. Sayap merupakan komponen utama pesawat sebagai penghasil gaya angkat untuk mengatasi berat pesawat. Selain itu, konfigurasi sayap pesawat berpengaruh pada prestasi aerodinamika pesawat termasuk jarak terbang (range) dan lama terbang (endurance). Beberapa parameter penting sayap yang berpengaruh terhadap prestasi aerodinamika pesawat adalah aspect ratio, taper ratio, sudut twist, sudut dihedral, dan sudut sibak. Dalam penelitian ini, parameter aspect ratio dan taper ratio dikaji pengaruhnya terhadap prestasi aerodinamika sayap pesawat CN 235. Untuk memprediksi karakteristik aerodinamika sayap tersebut, dilakukan pendekatan komputasi menggunakan software Catia (pemodelan) dan ANSYS Fluent (analisis). Pendekatan tersebut menghasilkan geometri, perilaku aliran dan karakteristik aerodinamika sayap dengan menyelesaikan persamaan RANS dengan model turbulen. Hasil numerik memperlihatkan pengaruh perubahan signifikan dari parameter planform sayap yang dikaji pada perilaku aliran dan karakteristik aerodinamika sebagaimana ditampilkan dengan grafik Cl-α, Cd-α, Cm- α, serta grafik drag polar. Hasil numerik dalam penelitian ini divalidasi dengan Abbott [1959]. Kata kunci: Taper ratio, Aspect ratio, Prestasi aerodinamika sayap, Dinamika fluida komputasional
ANALISIS COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) RUANG BAKAR MESIN TURBOJET TJE500FH V.1 (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC ANALYSIS OF TURBOJET TJE500FH V.1’S COMBUSTION CHAMBER) Firman Hartono; - Arizal
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada makalah ini dijelaskan hasil-hasil Computational Fluid Dynamics (CFD) dari ruang bakar versi 1 mesin TJE500FH. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk menyelidiki karakteristik aliran udara di dalam ruang bakar terutama terkait fenomena adanya pembakaran di luar nosel. Simulasi ruang bakar dalam makalah ini menggunakan model 3D pada kondisi dingin, tunak dan dengan kerapatan udara dianggap konstan. Model turbulensi k –  standar digunakan untuk menghitung efek turbulensi terhadap medan aliran yang dihasilkan. Dari simulasi ini, diketahui bahwa massa udara yang masuk zona primer dan zona sekunder liner lebih kecil dari rancangannya sehingga kemungkinan tercipta campuran bahan bakar – udara yang terlalu kaya di daerah tersebut. Selanjutnya, sebagian besar udara masuk liner ruang bakar pada zona dilusi sehingga alih-alih terjadi pendinginan malah terjadi reaksi pembakaran. Kurangnya udara pada zona primer dan zona sekunder tampaknya disebabkan oleh bentuk sisi-sisi luar liner yang tajam. Kata kunci: Mesin turbojet kecil, Turbin gas, CFD, Ruang bakar
KAJIAN RADIUS OPERASIONAL PESAWAT TEMPUR DI ATAS WILAYAH TERITORIAL REPUBLIK INDONESIA (STUDY ON RADIUS OF ACTIONS FOR FIGHTER JETS OVER THE ALL INCLUSIVE TERRITORY OF REPUBLIC OF INDONESIA) Rais Zain; Ika Suwarni
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai suatu negara kepulauan, wilayah Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang tersebar disekitar garis khatulistiwa yang kedaulatannya berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsekuensinya adalah tantangan untuk menjaga kedaulatan teritorial dari ancaman asing menjadi lebih kompleks. Untuk itu maka dikaji beberapa korelasi antara penggunaan jumlah landasan udara dan nilai minimum dari radius operasional (radius of action). Pada makalah ini dibuat lima skenario yang mengkombinasikan pangkalan udara yang dikelola oleh TNI-AU, TNI-AD, TNI-AL, dan yang diusulkan penulis. Skenario pertama hanya melibatkan pangkalan TNI-AU yang sudah mengoperasikan pesawat tempur. Skenario kedua adalah Skenario pertama ditambah dengan pangkalan yang sudah masuk kedalam rencana pengembangan TNI-AU. Skenario ketiga adalah Skenario kedua ditambah dengan pangkalan usulan penulis. Sedangkan Skenario keempat adalah Skenario ketiga dikurangi dengan pangkalan yang fungsinya tumpang tindih dalam hal radius operasional. Yang kelima adalah Skenario kedua ditambah dengan pangkalan udara yang dikelola oleh TNI-AD dan TNI-AL. Hasil dari Skenario pertama menunjukkan bahwa radius operasional yang terbesar adalah 2400 Km yang berarti tidak mampu dicapai oleh pesawat Sukhoi Su-30. Sedangkan untuk Skenario keempat dihasilkan radius operasional yang dibutuhkan sebesar 554 Km, dimana nilai ini sudah mampu dicapai oleh prestasi terbang pesawat tempur IF-X / KF-X. Kata kunci: Teritoral Indonesia, Zona Pertahanan Udara, Pesawat Tempur, Radius Operasional
DESAIN DAN IMPLEMENTASI FLIGHT CONTROLLER DENGAN IMU 6-DOF DAN METODE QUATERNION UNTUK APLIKASI AERO ROBOT (DESIGN AND IMPLEMENTATION OF FLIGHT CONTROLLER USING IMU 6-DOF AND QUATERNION METHOD FOR AERO ROBOT APPLICATION) Nurmajid Setyasaputra
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aero Robot atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) semakin populer di kalangan peneliti seluruh dunia atas fleksibilitas dan kemampuan untuk melakukan sebuah misi, seperti melakukan pengawasan di daerah perbatasan, mengambil foto udara di daerah terpencil, identifikasi kerusakan daerah bencana, dan lain-lain. Keuntungan dari UAV utamanya adalah dapat menjangkau daerah yang sulit dan berbahaya tanpa membahayakan nyawa pilot. Pada UAV seperti jenis quadrotor dibutuhkan sebuah perangkat elektronik yang mengukur dan melaporkan kecepatan, orientasi, dan gaya gravitasi dengan kombinasi akselerometer dan giroskop yaitu Inertial Measurement Unit (IMU) yang minimal memiliki 6 DOF (Degree of Freedom) yaitu 3-axis akselerometer dan 3-axis giroskop. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk mengukur, melaporkan, dan melakukan umpan balik agar dapat melakukan penyeimbangan pada quadrotor. Solusinya adalah dengan mendesain dan implementasi sebuah flight controller. Pada kesempatan ini dilakukan penelitian dengan mengkombinasikan akselerometer dan giroskop untuk menyeimbangkan sikap quadrotor dengan menggunakan Quaternion untuk konsistensi kestabilan quadrotor pada parameter kemiringan sudut sikap pitch dan roll. Hasil penelitian telah menunjukkan sensor dan quaternion telah bekerja dengan baik dan sesuai. Kata kunci: IMU, Quadrotor, Flight Controller, Quaternion
PENGARUH BENTUK DAN KEMURNIAN AL POWDER TIDAK BULAT TERHADAP KINERJA PROPELAN (THE EFFECTS OF UNSPHERICAL ALUMINUM POWDER SHAPE AND PURITY TO THE PROPELLANT PERFORMANCE) Kendra Hartaya; Luthfia Hajar Abdillah; Retno Ardianingsih
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pemilihan jenis aluminium powder yang tersedia di dalam negeri sebagai sumber energi termal dalam propelan. Pemilihan dilakukan dengan harapan bisa menggantikan Al powder yang selama ini digunakan Lapan dalam pengembangan propelan. Pemakaian Al powder jenis lain diharapkan bisa menaikkan impuls spesifik propelan Lapan. Pemilihan jenis Al dilakukan dengan mempertimbangkan kemurnian, bentuk dan ukuran. Untuk mengetahui kemurnian dilakukan uji dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) yang ada di Lab Kimia Analitik UGM. Sedangkan untuk mengetahui bentuk dan ukuran Al dilakukan uji dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) yang ada di Lembaga Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM. Agar Isp propelan bisa meningkat, maka Al dipilih sedemikian rupa sehingga kekeroposan propelan sekecil mungkin dan muatan kedalam propelan sebanyak mungkin. Untuk itu diinginkan Al yang berbentuk bulat dan ukuran kecil dan kemurniannya tinggi. Dari 4 sampel yaitu AlLpn, AlDhn, AlPnc, AlPct, maka AlLpn memiliki kemurnian 89,6% sedikit di bawah AlPnc yang tertinggi 91,7% dan AlLpn memiliki bentuk relatif bulat dibanding yang lain dan memiliki ukuran paling kecil. Keempat sampel Al powder menunjukkan bentuk tidak bulat. Oleh sebab itu disimpulkan bahwa AlLpn (Aluminium yang digunakan Lapan selama ini) adalah relatif paling baik. Aplikasi dalam propelan dengan komposisi yang sama menunjukkan bahwa Isp propelan dengan AlLpn menghasilkan Isp 170-179 detik. Isp ini memiliki rentang 8,75 detik atau 4,5 detik (5%) disekitar nilai tengah (rata-rata). Toleransi 5% dalam nilai Isp ini adalah yang paling kecil dibanding Isp propelan dengan aplikasi ke-3 jenis Aluminium lainnya. Kata kunci : Propelan, Aluminium powder, Isp, Kemurnian, Bentuk
PENGUKURAN KARAKTERISTIK DINAMIKA STRUKTUR SATELIT LAPAN-ORARI/A2 (STRUCTURAL DYNAMICS CHARACTERITICS MEASUREMENT OF LAPAN-ORARI/A2 SATELLITE) Mohammad Farid Huzain; Robertus Heru Triharjanto
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No.2 Desember 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satelit LAPAN-ORARI/A2 merupakan satelit generasi kedua setelah satelit LAPAN-A1 (atau lebih dikenal dengan LAPAN-TUBSAT). Satelit LAPAN-ORARI/A2 ini adalah satelit mikro pertama yang dirancang, dibangun, dan diuji di Indonesia. Makalah ini membahas mengenai pengujian struktur satelit mikro LAPAN-ORARI/A2, dalam hal ini pengujian getar untuk mencari frekuensi natural pertama satelit pada tiap sumbu. Pengujian getar sangat perlu dilakukan untuk memastikan bahwa satelit mampu menerima beban sebagai akibat dari sistem aerodinamik dan propulsi dari wahana peluncur (roket). Pengujian getar merupakan salah satu syarat yang harus dilalui sebelum satelit diluncurkan. Beban pengujian ini mengikuti beban yang dipersyaratkan oleh otoritas peluncur satelit, dalam hal ini ISRO-INDIA, yaitu dengan frekuensi resonansi di atas 45 Hz untuk arah lateral dan di atas 90 Hz untuk arah longitudinal. Hasil pengujian getar satelit LAPAN-ORARI/A2 menunjukkan frekuensi natural pertama arah lateral terjadi pada sumbu-Z pada 97 Hz dan pada sumbu-X pada 73 Hz, sedangkan pada arah longitudinal terjadi pada 162 Hz (sumbu Y/vertikal satelit). Dari hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa satelit LAPAN-ORARI/A2 mampu menerima beban sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh pihak peluncur. Kata kunci: Satelit mikro, LAPAN-ORARI/A2, Pengujian struktur

Page 1 of 1 | Total Record : 9