cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dirgantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
PENGAMATAN OPTIK SATELIT LEO: ANALISIS FOTOMETRI [OPTICAL OBSERVATION OF LEO SATELLITES: PHOTOMETRY ANALYSIS] Rhorom Priyatikanto; Abdul Rachman; Tiar Dani
Jurnal Sains Dirgantara Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.865 KB)

Abstract

Pengamatan benda antariksa pada orbit rendah dapat dilakukan pada jendela optik. Sistempengamatan menggunakan kamera dijital dengan lensa teleskopik telah dikembangkan oleh PusatSains Antariksa LAPAN. Lebih dari seratus bingkai citra medan lebar telah dihasilkan dalampengamatan yang dilakukan pada Agustus 2014. Dalam makalah ini, dipilih sepuluh citra yangmengandung jejak satelit untuk analisis fotometri. Skema analisis fotometri yang terdiri ataspemodelan langit latar belakang, identifikasi jejak, serta ekstraksi fluks diterapkan pada citra hinggamenghasilkan sepuluh kurva cahaya dari empat obyek antariksa yang diamati, yakni ISS, H-2A RB,Titan-4B RB, dan TRMM. Variabilitas fluks tampak dalam kurva cahaya tersebut, tetapi tidak cukupsignikan untuk dianggap sebagai perubahan kecerlangan obyek sebagai akibat dari perubahansikapnya (misalnya tumbling). Meski demikian, studi ini menunjukkan keberhasilan skema analisisfotometri yang telah dikembangkan sebagai bagian dari sistem pemantauan benda antariksa.Kata Kunci: Benda orbital, Analisis data, Fotometri
PERBANDINGAN foF2 KELUARAN MSILRI DENGAN DATA OBSERVASI DI BIAK, MODEL IRI DAN ASAPS [THE COMPARISON OF foF2 OUTPUT OF MSILRI TO BIAK OBSERVATION DATA, IRI MODEL AND ASAPS] Sri Suhartini; Irvan Fajar Syidik; Dadang Nurmali
Jurnal Sains Dirgantara Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.041 KB)

Abstract

Model Sederhana Ionosfer Lintang Rendah Indonesia (MSILRI) adalah model ionosfer untukwilayah Indonesia dan sekitarnya. Model ini pertama kali dikembangkan pada 2002, dan sampai saatini terus direvisi dan dikembangkan. Frekuensi kritis lapisan F2 ionosfer (foF2) keluaran modelMSILRI2013 telah dibandingkan dengan hasil observasi di Biak 2005 sampai 2009, keluaran modelASAPS versi 6.2 dan IRI2012. Hasilnya menunjukkan bahwa pola keluaran MSILRI2013 sesuaidengan hasil observasi. Persentase selisih foF2 (model-observasi) terhadap hasil observasi{foF2(model-observasi)/observasi} 2005, 2009, dan 2013 untuk ketiga model menunjukkan bahwauntuk tahun yang sama sebaran nilainya hampir sama. Pada 2009 sebaran persentase terbanyakantara -40% - +20%, 2005 dan 2013 antara -20% - +20%. Model MSILRI2013, ASAPS V6.2, dan IRI2012 mempunyai akurasi cukup tinggi pada kondisi aktivitas matahari sedang. Akurasi terendahuntuk MSILRI2013 dan ASAPS V6.2 terjadi pada saat aktivitas matahari sekitar minimum (2009).Meskipun Model MSILRI menunjukkan karakteristik perbedaan antara model dengan hasil observasi paling konsisten dibandingkan kedua model lainnya, namun korelasi antara foF2 keluaran MSILRI dengan data paling rendah dibandingkan kedua model lainnya. Oleh karena itu model MSILRI masihdiperlukan disempurnakan, baik metode pemodelannya maupun penambahan stasiun dan tahun data hasil pengamatan ionosfer IndonesiaKata kunci: Model ionosfer, foF2, MSILRI2013, ASAPS V6.2, IRI2012.
MUATAN PENGUKUR PARAMETER ATMOSFER ROKET SONDA RSX-100 DAN METODE PENGUJIANNYA [RSX-100 ROCKETSONDE ATMOSPHERIC PAYLOAD AND ITS TESTING METHOD Asif Awaludin; - Halimurrahman; Rachmat Sunarya; Laras Tursilowati; Bambang Sapto Wibowo; Endro Artono
Jurnal Sains Dirgantara Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.783 KB)

Abstract

Dalam rangka mendukung program pengembangan roket sonda LAPAN, telah dikembangkan muatan pengukur atmosfer untuk roket sonda RSX-100 beserta metode pengujiannya yang terdiri dari pengujian sistem sensor dan jangkauan sistem telemetri, pengujian ketahanan muatan, pengujian pelepasan muatan dan pembukaan parasut, pengujian integrasi roket, dan peluncuran muatan pengukur atmosfer bersama RSX-100. Berdasarkan hasil pengujian, sistem telemetri dengan link margin sebesar 50,76 dB untuk jangkauan 8 km telah berhasil mengirimkan data sensor tekanan dan GPS hingga ketinggian 11 km. Frekuensi natural muatan yang sebesar 80 Hz sangat aman terhadap munculnya resonansi dengan frekuensi natural roket. Muatan juga telah teruji ketahanannya terhadap getaran, hentakan, dan percepatan yang diperkirakan akan terjadi saat roket terbang. Sistem pelepasan muatan dan pembukaan parasut juga telah teruji mampu mengeluarkan parasut dan muatan dari dalam tabung roket dengan waktu yang dibutuhkan oleh parasut dan muatan untuk keluaran dari tabung setelah proses separasi roket adalah sekitar 5 detik atau tinggijatuh sekitar 30 meter. Kecepatan turun parasut membawa muatan diperkirakan sekitar 5 hingga 6 m/s. Sedangkan lama waktu lock kembali GPS setelah keluar dari tabung roket adalah 5 detik. Dari hasil uji terbang bersama RSX-100 dengan lama terbang 60 detik, muatan tidak berhasil keluar dari tabung karena roket gagal separasi sehingga hasil pengukuran adalah data kondisi di dalam roket. Data yang berhasil direkam menunjukkan apogee setinggi 5622 m.Kata kunci: Roket sonda, RSX-100, Muatan pengukur atmosfer, Metode pengujian.
PERFORMA WAVEFORM SISTEM ALE 2G PADA PROSES IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN KANAL IONOSFER SIRKUIT BANDUNG-WATUKOSEK [PERFORMANCE OF THE 2G ALE WAVEFORMS FOR IDENTIFICATION PROCESS OF IONOSPHERIC CHANNEL AVAILABILITY ON BANDUNG-WATUKOSEK CIRCUITS] Varuliantor Dear; Adit Kurniawan
Jurnal Sains Dirgantara Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.227 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis performa waveform sistem Automatic Link Establishment (ALE)generasi kedua (2G) pada proses identifikasi ketersediaan kanal yang dilakukan berdasarkan hasilpenerapan pada sebuah sirkuit komunikasi kanal ionosfer. Analisis dilakukan dari hasilperbandingan antara perhitungan ketersediaan kanal berdasarkan kemampuan pantul oleh lapisanionosfer dan hasil penerapan waveform sistem ALE pada sirkuit komunikasi Bandung(6,53ºLS;107,35ºBT) –Watukosek (7,15ºLS;112,45ºBT) yang menggunakan sebuah frekuensi tunggal,yakni 10,1455 MHz. Hasil analisis performa identifikasi ketersediaan kanal waveform ALE dilakukandengan menyajikan kurva Bit Error Rate (BER) rata-rata sebagai fungsi Signal+Noise+Distorsi/Noise+Distorsi (SINAD), dan distribusi SINAD dari data empiris yang diperoleh. Dari kurva BER rataJurnalrata sebagai fungsi SINAD dan distribusi SINAD untuk tiap periode satu hari pengamatan,perhitungan nilai outage probability (Pout) berdasarkan kriteria nilai SINAD minimum dari BERmaksimum yang diijinkan pada sistem ALE dilakukan untuk memperoleh persentase keberhasilanidentifikasi ketersediaan kanal. Hasil perhitungan Pout dengan kriteria BER maksimum 0,288menunjukkan bahwa waveform ALE 2G tidak dapat digunakan untuk proses identifikasi ketersediaankanal hingga mencapai lebih dari 50% dari nilai ketersediaan kanal maksimum yang telah dibatasioleh nilai Lowest Usable Frequency (LUF) dan Maximum Usable Frequency (MUF). Dari hasilperhitungan Pout tersebut, persentase keberhasilan identifikasi ketersediaan kanal dalam periode satuhari juga menunjukkan bahwa penggunaan waveform sistem ALE 2G hanya mampu mengidentifikasihingga 36% dari ketersediaan kanal yang tersedia dalam satu hari. Kegagalan identifikasiketersediaan kanal tersebut menunjukkan bahwa modulasi 8-Continuous Phase Frequency ShiftKeying (CPFSK) yang digunakan pada waveform ALE 2G belum optimal dalam proses identifikasiketersediaan kanal pada propagasi sistem komunikasi ionosfer.Kata Kunci:Waveform ALE, 8-CPFSK, Identifikasi Channel Availability
ANALISIS DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL SINTILASI IONOSFER KUAT DI ATAS INDONESIA SELAMA EKUINOKS 2013 [ANALYSIS OF SPATIAL AND TEMPORAL DISTRIBUTION OF STRONG IONOSPHERIC SCINTILLATION OVER INDONESIA DURING EQUINOX 2013] - Asnawi; Prayitno Abadi; Sri Ekawati; Dessi Marlia
Jurnal Sains Dirgantara Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.731 KB)

Abstract

Ketidakteraturan ionosfer daerah ekuator magnetik mempunyai kecenderungan karakteristik yang khas terkait fenomena gelembung plasma dan Equatorial spread F (ESF). Fenomena tersebut terjadi akibat ketidakstabilan plasma setelah matahari terbenam sehingga terjadi gradien kerapatan elektron yang memicu munculnya sintilasi ionosfer. Informasi gangguan sintilasi temporal dan spasial diperlukan untuk mitigasi dampaknya terhadap sistem telekomunikasi dan navigasi. Untuk analisis spasial dan temporal kemunculan sintilasi ionosfer wilayah Indonesia dilakukan pemetaan dengan teknik interpolasi tetangga terdekat (nearest neighbour). Data indeks amplitudo sintilasi ionosfer (S4) yang digunakan diperoleh dari lima stasiun pengamatan yaitu Kototabang, Bandung, Pontianak, Manado, dan Kupang untuk periode 2013. Hasil pemetaan sintilasi ionosfer menunjukkan evolusi kemunculan sintilasi secara spasial yang hampir merata di seluruh wilayah dan terindikasi bergerak ke arah barat. Indikasi pergerakan kemunculan ini disebabkan pergerakan batas waktu terbenam matahari yang bergerak ke arah barat. Secara temporal, diperoleh data kemunculan yang lebih sering pada sore hari hingga tengah malam terutama pada bulan ekuinoks yaitu Maret-April dan September-Oktober.Kata kunci: Ionosfer, Sintilasi, Interpolasi Tetangga terdekat
PENGUJIAN TEKNIK KORELASI UNTUK DETEKSI PENGARUH AKTIVITAS GEMPA BUMI BESAR PADA IONOSFER [EXAMINATION OF CORRELATION TECHNIQUE FOR DETECTING THE INFLUENCE OF GREAT EARTHQUAKE ACTIVITIES ON IONOSPHERE] Buldan Muslim
Jurnal Sains Dirgantara Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.708 KB)

Abstract

Teknik korelasi telah digunakan untuk penelitian deteksi pengaruh aktivitas gempa bumi dari data ionosfer, tetapi penelitian tersebut masih terbatas pada beberapa kasus karena keterbatasan data ionosfer dan kejadian gempa bumi besar. Teknik korelasi belum diuji menggunakan data ionosfer yang lebih luas cakupan spasialnya dan belum menerapkan nilai ambang batas anomali ionosfer. Data ionosfer di atas lokasi terdekat dengan episenter gempa bumi diperoleh dari Global Ionosphere Maps (GIM). Dengan asumsi gempa bumi besar dengan kekuatan ≧ 8 SR dapat menimbulkan anomali di ionosfer, teknik korelasi dengan penerapan nilai ambang batas anomali ionosfer telah diuji untuk deteksi pengaruh gempa bumi pada ionosfer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mayoritas besar gempa bumi besar tersebut dapat diketahui prekursornya, dan sebagian besar efek gempa bumi tidak dapat dideteksi dari anomali ionosfer. Deteksi prekursor dan efek gempa bumi besar pada ionosfer hanya efektif jika sebelum atau sesudah gempa bumi tidak terjadi badai geomagnet moderat atau lebih kuat. Oleh karena itu penerapan teknik korelasi untuk deteksi pengaruh gempa bumi besar pada ionosfer perlu didukung dengan data aktivitas geomagnet, data geofisika dan atmosfer lainnya jika akan digunakan untuk mendukung sistem peringatan dini gempa bumi besar.Kata kunci: Gempa bumi, Ionosfer, Korelasi, Deteksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6