cover
Contact Name
Veronika Nugraheni Sri Lestari
Contact Email
venugra@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.ep@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Develop
ISSN : 25801767     EISSN : -     DOI : -
Develop merupakan Jurnal Ilmiah yang berisi penelitian dari semua akedemisi khususnya Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Dr Soetomo Surabaya. Develop dikelola oleh Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr Soetomo Surabaya, yang akan terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Strategi Pengembangan Desa Inovasi Pariwisata Kota Batu Dengan Local Economic Resources Development (LERD) Rahmasari, Anggraeni; Pudjowati, Juliani
Develop Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.175 KB) | DOI: 10.25139/dev.v1i1.68

Abstract

Pembangunan ekonomi lokal tidak dapat dilepaskan dari upaya mendorong pengembangan tingkat desa yang berbasis pada kearifan lokal, potensi sumber daya dan keunikannya atau Local Economic Resources Development (LERD). Istilah Desa Inovasi adalah desa yang mampu memanfaatkan sumber daya desanya dengan cara baru, mengacu pada gagasan bahwa desa dalam kehidupannya untuk melakukan kegiatan-kegiatannya bukan hanya sekedar rutinitas hidup saja, tetapi kehidupan yang selalu bergerak penuh dengan inovasi-inovasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Pengembangan desa inovasi dapat mejadi salah satu solusi percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan desa inovasi pada dasarnya dapat diterapkan pada beberapa sektor diantaranya adalah pengembangan desa inovasi sektor pariwisata yang merupakan salah satu strategi yang perlu dikembangkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul di desa terutama dalam rangka meningkatkan daya saing desa yang kemudian berujung pada peningkatan daya saing daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu penelitian kontekstual yang menjadikan manusia sebagai instrumen dan disesuaikan dengan situasi yang wajar dalam kaitannya dengan pengumpulan data yang pada umumnya bersifat kualitatif. Tujuan yang hendak didapat dari penelitian ini, adalah mengetahui potensi desa, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dan mendapatkan solusi strategi pengembangan desa inovasi sektor pariwisata di Kota Batu. Kata kunci: strategi pengembangan, desa inovasi, pariwisata, Kota Batu
Pengaruh Exchange Rate dan GDP Terhadap Ekspor dan Impor Indonesia Adi, Lumadya
Develop Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.73 KB) | DOI: 10.25139/dev.v1i1.69

Abstract

The purpose this research is to examine the impact of Exchange Rate and GDP on Indonesia’s Export and Import. Tools analysis is Dynamics Ordinary Least Square (DOLS): Error Correction Model (ECM). The result are: 1. GDP influence positif and significant in short-term and longterm relationship on Indonesia’s impor; 2. Exchange Rate influence positif and significant in short-term and longterm relationship on Indonesia’s impor; 3. GDP influence positif and significant in short-term but negatif and significant in longterm relationship on Indonesia’s export; 4. Exchange rate influence positif and significant in short-term but negatif and significant in longterm relationship on Indonesia’s export.Keywords: error correction model, gdp, exchange rate, impor, ekspor
KAJIAN KETIMPANGAN FISKAL (FISCAL IMBALANCE) DAN KEBIJAKAN DESENTRALISASI FISKAL PADA DAERAH OTONOM Suyanto, Suyanto
Develop Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.398 KB) | DOI: 10.25139/dev.v1i1.70

Abstract

Tulisan ini mengkaji secara deskriptif ketimpangan fiskal (fiscal imbalance), baik sebelum maupun setelah otonomi daerah diterapkan.  Ketimpangan fiskal (fiscal imbalance) pada tulisan ini, meliputi ketimpangan fiskal vertikal (vertical fiscal imbalance), maupun ketimpangan fiscal horisontal (horizontal fiscal imbalance) yang dikaji berdasarkan tingkatan pemerintahan, baik pada  kabupaten / kota mapun provinsi.Konsep perhitungan besarnya koefisien ketimpangan fiskal dilakukan menggunakan berbagai formula dari para ahli, dimana koefisien ketimpangan fiskal vertikal (vertical fiscal imbalance) nilainya antara 0 sampai dengan 1.  Semakin kecil nilai koefisien berarti daerah semakin tergantung pada pemerintah pusat.  Sebaliknya semakin besar koefisien ketimpangan fiskal menunjukkan semakin mandiri daerah-daerah tersebut dalam membiayai pengeluarannya.Kata Kunci : Ketimpangan fiskal, Desentralisasi fiskal, daerah otonom.
ANALISIS SEKTOR BASIS DI KABUPATEN LAMONGAN ( ANALISIS LOCATION QUOTIENT) zamida, zamida
Develop Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.002 KB) | DOI: 10.25139/dev.v1i1.72

Abstract

Pembangunan daerah agar dapat tercapai tujuan yang efektif dan efisien maka Pemerintah Daerah dituntut untuk lebih berfungsi sesuai tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Oleh karena itu pembangunan daerah merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat Pemerintah Daerah dalam rangka semakin mantapnya otonomi daerah yang nyata serta bertanggung jawab. Mengembangkan metode untuk menganalisa perekonomian suatu daerah sangatlah penting artinya dalam usaha mengumpulkan lebih banyak mengenai potensi suatu daerah, pertumbuhan ekonomi daerah serta struktur ekonomi suatu daerah. Atas dasar pemikiran tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor sektor ekonomi potensial yang menjadi Sektor Basis di Kabupaten Lamongan. Selain itu juga bertujuan agar dapat mengetahui struktur ekonomi yang ada di Kabupaten Lamongan Propinsi Jawa Timur.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai lembaga terkait seperti halnya Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. dalam menganalisis sektor-sektor yang menjadi sektor basis digunakan analisis Location Quotient (LQ) dan anlisis tabel dengan definisi operasional meliputi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lamongan dan Produk Domestik Regional Bruto Propinsi Jawa Timur.Hasil analisis LQ  menunjukkan bahwa Sektor Pertanian dan Sektor Jasa menjadi Sektor Basis di Kabupaten Lamongan sedangkan sektor lainnya termasuk ke dalam Sektor non Basis. Dengan analisis tabel menunjukkan bahwa di Kabupaten Lamongan masih mengandalkan Sektor Pertanian sebagai penyokong utama perekonomian di Kabupaten Lamongan. Artinya bahwa Kabupaten Lamongan masih tergolong ke dalam struktur ekonomi Sektor Pertanian yang hanya mengandalkan alam untuk matapencaharian sehari-hari di Kabupaten Lamongan. Kata kunci : PDRB, LQ dan Struktur Ekonomi
PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BANGKALAN SETELAH ADANYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU (ANALISIS TEORI HARROD-DOMAR) Suprijati, Jajuk; Yakin, Ainul
Develop Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.068 KB) | DOI: 10.25139/dev.v1i1.294

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses menuju perubahan yang diupayakan secara terus menerus untuk meningatkan kesejahteraan masyarakat.Pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah dilihat dari besarnya sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga yang berlaku ataupun atas harga konstan. Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah seluruh total output dan ukuran prestasi dari seluruh sektor ekonomi serta indikator pertumbuhan suatu wilayah. Pembangunan Jembatan Suramadu sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat mendongkrak atau menunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi seperti: Badan Pusat Statisti dan berbagai literature yang menunjang dan tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif dengan pendekatan teori harrod – domar.Dari hasil analisis dapat diketahui sektor-sektor yang pertumbuhannya relatif cepat setelah adanya pembangunan jembatan Suramadu menurut harga konstan pada Tahun 2013. Yang pertama adalah sektor pertanian sebesar Rp.1,310,393.89 Milyar, yang kedua yaitu perdagangan hotel dan restoran sebesar Rp. 1,104,510.11 Milyar dan yang terakhir sektor jasa jasa yaitu sebesar Rp. 545,609.00 Milyar. Selain itu juga dapat diketahui pertumbuhan rata-rata dalam persen selama 5 tahun sebelum dan sesudah adanya Jembatan Suramadu. Sebelumadanya Jembatan Suramadu pertumbuhan aktual (Gn) sebesar 15,7% dan pertumbuhan terjamin (Gw) sebesar 4,9%. Selanjutnya sesudah adanya pembangunan jembatan Suramadu, pertumbuhan aktual (Gn) sebesar 12,02% dan pertumbuhan terjamin (Gw) yaitu sebesar 5,9%.Sebelum adanya Jembatan Suramadu Gn > Gw, Namun sesudah adanya Jembatan Suramadu Gn masi tetap lebih besar dari pada Gw (Gn > Gw) atau pertumbuhan aktual lebih besar dari pada pertumbuhan terjamin. Maka pembangunan JembatanSuramadu belum berdampak pada pertumbuhnan ekonomi di Kabupaten Bangkalan.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bahkaan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintahKata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Ekonomi, Harga Berlaku(Gn), Harga Konstan (Gw)

Page 1 of 1 | Total Record : 5