cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017)" : 10 Documents clear
Bentuk dan Makna Kata Makian di Terminal Purabaya Surabaya Dalam Kajian Sosiolinguistik Jannah, Almaidatul; Widayati, Wahyu; Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.512 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.758

Abstract

Manusia pada umumnya berinteraksi untuk membina kerjasama antarsesamanya dalam rangka membentuk, mengembangkan, dan mewarisan kebudayaannya dalam artian yang seluas-luasnya. Bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari tentunya bukan bahasa formal saja. Begitu juga ketika sedang marah, bahasa yang digunakan cenderung kaku dan juga bermakna konotasi. Penelitian ini perlu dilakukan karena pemakaian kata makian tidak hanya digunakan pada saat marah, tetapi kata makian juga digunakan pada situasi akrab dan santai. Selain itu juga kata makian bertujuan untuk menghina, meremehkan, mengungkapkan kekecewaan, kekaguman/ keheranan dan pujian. Penelitian ini mengacu pada pendekatan kualitatif,  peneliti menggunakan dua metode, yaitu metode simak bebas libat cakap dan metode catat. Dalam penelitian ini merupakan metode yang dilakukan dengan penyimakan yang disejajarkan dengan observasi, memperlihatkan dan mempelajari dengan seksama objek yang diteliti, peneliti menyadap makian dalam satu peristiwa, data makian kemudian di catat dalam kartu data untuk dianalisis. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode padan ekstralingual. Hasil penelitian warga terminal Purabaya Surabaya kebanyakan menggunakan makian berbentuk kata, hampir tujuh puluh lima persen. Sedangakan yang lima belas persen warga terminal Purabaya Surabaya menggunakan makian berbentuk frase.Kata Kunci: Bentuk dan Makna Makian, Linguistik, Purabaya.
Kajian Dialektologi Bahasa Madura Dialek Bangkalan Dewi, Fitria; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.381 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.759

Abstract

Adanya variasi bahasa yang terdapat di Kecamatan Arosbaya dan Geger serta daerah tersebut memungkinkan untuk pengambilan data dikarenakan daerah tersebut termasuk daerah pesisir dan pegunungan menjadikan faktor adanya suatu dialek. Rumusan masalah yang muncul ialah bagaimana pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan? Dengan tujuan menganalisis pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan data mentah berupa ujaran percakapan yang kemudian di transkripsikan ke bentuk tulisan yang berupa kalimat dan kata. Data tersebut diperoleh dari sumber penduduk asli daerah penelitian sesuai dengan criteria sumber data. informan dari penelitian ini peneliti itu sendiri yang di bantu oleh alat perekam suara berupa recorder/handphone. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik rekam, teknik transkripsi data, dan teknik translate data. Selanjutnya, peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan dengan metode analisis data yakni metode padan. Metode ini memiliki teknik dasar sebagai teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding membedakan (HBB). Peneliti juga menggunakan teknik keabsahan data berupa teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu 1) perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, pengamatan; 2) triangulasi; 3) pengecekan sejawat, 4) kecukupan referensial; 5) kajian khusus negative; dan 6) pengecekan anggota.Kata kunci: Dialek Bangkalan, Dialektologi, dan Bahasa Madura
Kajian Interaksionisme Simbolik Kidung Jula Juli pada Pementasan Ludruk Irama Budaya Surabaya Rismahareni, Ayu; Sucipto, Sucipto; Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.428 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.760

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis interaksionisme simbolik pada kidung Jula Juli. Adapun yang termasuk dalam interaksionisme simbolik adalah (1) konsep pikiran, (2) konsep diri, (3) hubungan antara individu dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interaksionisme simbolik yang terdapat pada kidung Jula Juli yang dibawakan saat pementasan Ludruk. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga dalam hasil penelitian dipaparkan konsep pikiran, konsep diri, dan hubungan antara individu dengan masyarakat berdasarkan teori George Herbert Mead. Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat pemahaman dan menjadi bahan pengembangan yang lebih baik terhadap kajian interaksionisme simbolik yang ada di masyarakat melalui kesenian. Bermanfaat di bidang kesenian yaitu membantu dalam pengenalan kesenian khususnya Ludruk sebagai budaya daerah yang harus dilestarikan. Hasil penelitian ini adalah konsep pikiran yang terdiri atas indikator aksi meliputi pengabdian, sikap, dan tuntutan. Indikator reaksi meliputi penolakan dan peneriman. Konsep diri yang dipengaruhi oleh faktor peran orang tua, faktor sosial, dan faktor belajar. Serta hubungan individu dengan masyarakat yang terdiri dari indikator kerukunan dan taat norma. Kata Kunci : kesenian, kidung, interaksionisme simbolik
Diksi Dan Gaya Bahasa pada Naskah Pidato Presiden Soekarno Hardianto, Musa; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.028 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.761

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis diksi dan gaya bahasa pada pidato Presiden Soekarno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa pada pidato Presiden Soekarno. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Sumber data berupa dokumen berupa pidato Presiden Soekarno. , yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) menarik kesimpulan. Hasil yang didapat adalah jenis diksi dan gaya bahasa yang terjadi dalam pidato Presiden Soekarno. Pilihan kata-kata dan gaya bahasa dalam iklan kampanye digunakan untuk menarik pendengar / simpati masyarakat untuk mewujudkan gagasan kebangsaan. Dalam penelitian ini, diksi yang paling banyak digunakan adalah kata abstrak dan kata konkret. Ini karena dalam pidato Presiden Soekarno banyak yang mengungkapkan program, visi, misi berupa gagasan atau gagasan yang menjadi indikator kata abstrak Sedangkan penggunaan kata-kata konkret terjadi karena dalam teks pidato juga menyampaikan fakta-fakta di bentuk benda yang diamati. Gaya bahasa yang terkandung dalam naskah pidato berdasarkan pilihan kata meliputi gaya bahasa formal, gaya bahasa tidak resmi, dan gaya percakapan bahasa. Gaya bahasa berbasis nada mencakup gaya sederhana, gaya mulia dan kuat.Kata kunci: Kamus, Gaya Bahasa, naskah pidato
Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Anak Usia 4-5 Tahun Markus, Nengsih; Kusmiyati, Kusmiyati; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.822 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.762

Abstract

Bahasa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, manusia membutuhkan bahasa sebagai media. Dengan kata lain, bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat dalam bentuk simbol suara yang dihasilkan oleh alat ucapan manusia untuk menyampaikan atau menerima pesan, gagasan, gagasan dan informasi. Berbicara tidak lepas dari kosakata. Kosakata adalah bagian penting dari bahasa tersebut. Penguasaan kosakata dapat mempengaruhi kemampuan bahasa seseorang. Demikian juga, kemampuan seseorang untuk menggunakan dan belajar bahasa dipengaruhi banyak oleh kosa kata yang dimiliki anak tersebut. Permasalahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana menguasai kelas bahasa Indonesia yang dikuasai anak usia 4-5 tahun di TK Kasih Ibu Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Kabupaten Malinau Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah: Jelaskan penguasaan kelas kata bahasa Indonesia yang dikontrol oleh anak usia 4-5 tahun di TK Kasih Ibu Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Kabupaten Malinau Barat. Penelitian ini memiliki manfaat, yaitu (1) hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengguna bahasa, terutama penggunaan tingkat bahasa daerah dan bahkan tingkat nasional. (2) dapat bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar penguasaan kosakata di TK khususnya penguasaan bahasa Indonesia dan merupakan bentuk usaha untuk memperluas pengetahuan dan wawasan tentang bahasa khususnya bahasa kosa kata anak.Kata kunci: Penguasaan kosakata, bahasa indonesia, usia anak 4-5 tahun
Bentuk dan Makna Kata Makian di Terminal Purabaya Surabaya Dalam Kajian Sosiolinguistik Jannah, Almaidatul; Widayati, Wahyu; Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.512 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.758

Abstract

Manusia pada umumnya berinteraksi untuk membina kerjasama antarsesamanya dalam rangka membentuk, mengembangkan, dan mewarisan kebudayaannya dalam artian yang seluas-luasnya. Bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari tentunya bukan bahasa formal saja. Begitu juga ketika sedang marah, bahasa yang digunakan cenderung kaku dan juga bermakna konotasi. Penelitian ini perlu dilakukan karena pemakaian kata makian tidak hanya digunakan pada saat marah, tetapi kata makian juga digunakan pada situasi akrab dan santai. Selain itu juga kata makian bertujuan untuk menghina, meremehkan, mengungkapkan kekecewaan, kekaguman/ keheranan dan pujian. Penelitian ini mengacu pada pendekatan kualitatif,  peneliti menggunakan dua metode, yaitu metode simak bebas libat cakap dan metode catat. Dalam penelitian ini merupakan metode yang dilakukan dengan penyimakan yang disejajarkan dengan observasi, memperlihatkan dan mempelajari dengan seksama objek yang diteliti, peneliti menyadap makian dalam satu peristiwa, data makian kemudian di catat dalam kartu data untuk dianalisis. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode padan ekstralingual. Hasil penelitian warga terminal Purabaya Surabaya kebanyakan menggunakan makian berbentuk kata, hampir tujuh puluh lima persen. Sedangakan yang lima belas persen warga terminal Purabaya Surabaya menggunakan makian berbentuk frase.Kata Kunci: Bentuk dan Makna Makian, Linguistik, Purabaya.
Kajian Dialektologi Bahasa Madura Dialek Bangkalan Dewi, Fitria; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.381 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.759

Abstract

Adanya variasi bahasa yang terdapat di Kecamatan Arosbaya dan Geger serta daerah tersebut memungkinkan untuk pengambilan data dikarenakan daerah tersebut termasuk daerah pesisir dan pegunungan menjadikan faktor adanya suatu dialek. Rumusan masalah yang muncul ialah bagaimana pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan? Dengan tujuan menganalisis pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan data mentah berupa ujaran percakapan yang kemudian di transkripsikan ke bentuk tulisan yang berupa kalimat dan kata. Data tersebut diperoleh dari sumber penduduk asli daerah penelitian sesuai dengan criteria sumber data. informan dari penelitian ini peneliti itu sendiri yang di bantu oleh alat perekam suara berupa recorder/handphone. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik rekam, teknik transkripsi data, dan teknik translate data. Selanjutnya, peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan dengan metode analisis data yakni metode padan. Metode ini memiliki teknik dasar sebagai teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding membedakan (HBB). Peneliti juga menggunakan teknik keabsahan data berupa teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu 1) perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, pengamatan; 2) triangulasi; 3) pengecekan sejawat, 4) kecukupan referensial; 5) kajian khusus negative; dan 6) pengecekan anggota.Kata kunci: Dialek Bangkalan, Dialektologi, dan Bahasa Madura
Kajian Interaksionisme Simbolik Kidung Jula Juli pada Pementasan Ludruk Irama Budaya Surabaya Rismahareni, Ayu; Sucipto, Sucipto; Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.428 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.760

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis interaksionisme simbolik pada kidung Jula Juli. Adapun yang termasuk dalam interaksionisme simbolik adalah (1) konsep pikiran, (2) konsep diri, (3) hubungan antara individu dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interaksionisme simbolik yang terdapat pada kidung Jula Juli yang dibawakan saat pementasan Ludruk. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga dalam hasil penelitian dipaparkan konsep pikiran, konsep diri, dan hubungan antara individu dengan masyarakat berdasarkan teori George Herbert Mead. Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat pemahaman dan menjadi bahan pengembangan yang lebih baik terhadap kajian interaksionisme simbolik yang ada di masyarakat melalui kesenian. Bermanfaat di bidang kesenian yaitu membantu dalam pengenalan kesenian khususnya Ludruk sebagai budaya daerah yang harus dilestarikan. Hasil penelitian ini adalah konsep pikiran yang terdiri atas indikator aksi meliputi pengabdian, sikap, dan tuntutan. Indikator reaksi meliputi penolakan dan peneriman. Konsep diri yang dipengaruhi oleh faktor peran orang tua, faktor sosial, dan faktor belajar. Serta hubungan individu dengan masyarakat yang terdiri dari indikator kerukunan dan taat norma. Kata Kunci : kesenian, kidung, interaksionisme simbolik
Diksi Dan Gaya Bahasa pada Naskah Pidato Presiden Soekarno Hardianto, Musa; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.028 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.761

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis diksi dan gaya bahasa pada pidato Presiden Soekarno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa pada pidato Presiden Soekarno. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Sumber data berupa dokumen berupa pidato Presiden Soekarno. , yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) menarik kesimpulan. Hasil yang didapat adalah jenis diksi dan gaya bahasa yang terjadi dalam pidato Presiden Soekarno. Pilihan kata-kata dan gaya bahasa dalam iklan kampanye digunakan untuk menarik pendengar / simpati masyarakat untuk mewujudkan gagasan kebangsaan. Dalam penelitian ini, diksi yang paling banyak digunakan adalah kata abstrak dan kata konkret. Ini karena dalam pidato Presiden Soekarno banyak yang mengungkapkan program, visi, misi berupa gagasan atau gagasan yang menjadi indikator kata abstrak Sedangkan penggunaan kata-kata konkret terjadi karena dalam teks pidato juga menyampaikan fakta-fakta di bentuk benda yang diamati. Gaya bahasa yang terkandung dalam naskah pidato berdasarkan pilihan kata meliputi gaya bahasa formal, gaya bahasa tidak resmi, dan gaya percakapan bahasa. Gaya bahasa berbasis nada mencakup gaya sederhana, gaya mulia dan kuat.Kata kunci: Kamus, Gaya Bahasa, naskah pidato
Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Anak Usia 4-5 Tahun Markus, Nengsih; Kusmiyati, Kusmiyati; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.822 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.762

Abstract

Bahasa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, manusia membutuhkan bahasa sebagai media. Dengan kata lain, bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat dalam bentuk simbol suara yang dihasilkan oleh alat ucapan manusia untuk menyampaikan atau menerima pesan, gagasan, gagasan dan informasi. Berbicara tidak lepas dari kosakata. Kosakata adalah bagian penting dari bahasa tersebut. Penguasaan kosakata dapat mempengaruhi kemampuan bahasa seseorang. Demikian juga, kemampuan seseorang untuk menggunakan dan belajar bahasa dipengaruhi banyak oleh kosa kata yang dimiliki anak tersebut. Permasalahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana menguasai kelas bahasa Indonesia yang dikuasai anak usia 4-5 tahun di TK Kasih Ibu Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Kabupaten Malinau Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah: Jelaskan penguasaan kelas kata bahasa Indonesia yang dikontrol oleh anak usia 4-5 tahun di TK Kasih Ibu Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Kabupaten Malinau Barat. Penelitian ini memiliki manfaat, yaitu (1) hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengguna bahasa, terutama penggunaan tingkat bahasa daerah dan bahkan tingkat nasional. (2) dapat bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar penguasaan kosakata di TK khususnya penguasaan bahasa Indonesia dan merupakan bentuk usaha untuk memperluas pengetahuan dan wawasan tentang bahasa khususnya bahasa kosa kata anak.Kata kunci: Penguasaan kosakata, bahasa indonesia, usia anak 4-5 tahun

Page 1 of 1 | Total Record : 10