cover
Contact Name
Eggy Fajar Andalas
Contact Email
andalaseggy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andalaseggy@gmail.com
Editorial Address
Institute of Culture, University of Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
ISSN : 25808567     EISSN : 2580443x     DOI : 10.22219
Core Subject : Humanities, Art,
Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim of dialogue in contemporary socio-cultural conditions, journals encourage cultural analysis and social change that challenge ideological modes and share inequitable justice, contribute to broad theoretical debates, and help stimulate new and progressive social involvement.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober" : 8 Documents clear
Hegemoni Maskulinitas dalam Under The Greenwood Tree Karya Thomas Hardy Agista Nidya Wardani
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v2i2.7988

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bagaimana hegemoni maskulinitas yang terjadi pada tiga tokoh laki-laki di novel Under The Greenwood Tree (1872) karya Thomas Hardy, khususnya pada tokoh utama laki-laki bernama Dick Dewy. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan teori hegemoni maskulinitas Raewyn Connell. Dari penelitian, ditemukan bahwa Dewy tersubordinasi dari kedua tokoh laki-laki lainnya, Shiner dan Vicar Maybold, karena Dewy berasal dari kelas bawah. Namun, pada akhirnya, Dewy tidak lagi tersubordinasi karena dia memiliki sesuatu yang menjadi standar ide komunal atau ide masyarakat untuk dianggap sebagai laki-laki yang kuat, yaitu memiliki kekayaan dalam jumlah banyak.
Mistisisme dalam Pemilin Kematian Ardi Wina Saputra
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v2i2.7996

Abstract

Mistisisme sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Mistisisme sering kali dijadikan sebagai ornamen dalam kesusastraan Indonesia. Mulai dari kesusastraan lama, sastra lisan, hingga sastra tulis. Di era 2000-an ini mistisisme yang notabene merupakan kekayaan inetelektual bangsa, sangat jarang digunakan karena dianggap kuno. Namun penulis muda Dwi Ratih Rahmadhany menggunakan mistisisme dalam kumpulan cerpennya berjudul Pemilin Kematian. Penelitian ini menilai kajian mistisisme dalam cerpen Pemilin Kematian karya Dwi Ratih Rahmadhany. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Temuan dalam penelitian ini adalah cerpen-cerpen yang memiliki muatan mistisisme dalam Kumpulan Cerpen Pemilin Kematian.
Menuju Ecocentrisme: Menapaki Jalan Ekologis yang Etis Ghanesya Hari Murti
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v2i2.7997

Abstract

Upaya untuk menghidupkan relasi yang harmonis antara manusia dengan alam selalu gagal dan menemukan polemik kendati kondisi tersebut selalu diidealkan bersama. Tentunya, usaha tersebut tidak hanya membutuhkan pikiran kritis tapi juga dorongan etis yang kuat. Posisi etis itu ada pada upaya untuk pindah dari cara berpikir antroposentris yang berpihak untuk mendominasi alam demi kebutuhan manusia menuju cara berpikir ekosentris yang menganggap bahwa kepentingan alam juga harus diikutkan haknya sebagai subjek hukum. Tulisan ini dengan begitu hendak 1) memberikan ilustrasi posisi etis pada dua peristiwa yang melibatkan alam sebagai sebagai subjek dan non subjek hukum, 2) mengurai argumentasi etis yang betengkar dan saling melegitimasi tindakan moral pada alam 3) menunjukkan argumentasi para intelektual khas libertarian Amerika yang berupaya menunjukkan posisi ecocentris yang mereka alami. Sederet perjalanan pemikiran para environmentalists itu dimaksudkan untuk merunut argumentasi akademis mengapa memberikan legal standing bagi sungai ataupun sebuah taman nasional menjadi normal. Sehingga muncul konsekuensi bahwa alam juga mampu menuntut hak yang sama di mata hukum untuk dihitung kepentingannya yang dilukai oleh manusia. Hanya dengan begitu, hak sungai untuk tetap jernih, burung untuk tetap berkepak dan lembah untuk tetap berlekuk bisa dinikmati sebagai buah perkembangan peradaban yang lebih etis.
Tata Artistik (Scenografi) dalam Pertunjukan Kesenian Tradisi Berbasis Kerakyatan Heny Purnomo
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v2i2.7998

Abstract

Kepuasan rasa dan nilai estetik yang didapatkan penonton melalui interaksi dalam pertunjukan sering menjadi persoalan yang berujung pada merosotnya aktivitas produksi pergelaran. Beberapa dekade terakhir, ludruk sebagai pertunjukan tradisi berbasis kerakyatan, kini tampak sepi penonton, dan persoalan yang mendasar ketika pertunjukan Irama Budaya sebagai satu-satunya ludruk tobong yang bertahan di Surabaya belum mampu menarik perhatian penonton. Pertunjukan yang diadakan secara live di Gedung Ludruk THR Surabaya, kini bertambah beban permasalahannya ketika media televisi berkembang dan meningkat sangat pesat. Berbagai tayangan hiburan berbasis industri seni popular, sekarang didukung panataan artistik dengan kecanggihan teknologi, namun juga memunculkan persoalan terkait keberadaan kesenian tradisi yang sering diselenggarakan di panggung prosenium. Tayangan media televisi hampir tidak pernah menyisakan waktu kosong sedikitpun, sebaliknya pertunjukan berbasis kerakyatan yang diselenggarakan secara live dianggap ketinggalan jaman dan tidak memberi keuntungan pasar. Persoalan tersebut merupakan "fenomena sosial” yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor pendukung, menjelaskan penataan skenografi dan peranan di balik keberadaan pertunjukan ludruk Irama Budaya. Untuk menganalisa penelitian digunakan teori relevan melalui analogi Goffman ditunjang berbagai konsep skenografi. Penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan skenografi ini, lebih menitik-beratkan teknik pengumpulan data lewat observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelusuran faktor-faktor pendukung dan penataan tata artistik menghasil-kan asumsi tentang peranan skenografi di balik keberadaan pertunjukan ludruk Irama Budaya Surabaya
Kearifan Lokal Malangan dalam Kumpulan Cerpen Aloer-Aloer Merah Karya Ardi Wina Saputra Mega Fransiska Ariani; Eggy Fajar Andalas
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v2i2.7999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kearifan lokal Malangan yang terdapat pada kumpulan cerpen Aloer-Aloer Merah karya Ardi Wina Saputra. Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan konsep kearifan lokal melalui pendekatan antropologi sastra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca keseluruhan kumpulan cerpen. Analisis data dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) membaca keseluruhan kumpulan cerpen, 2) mengidentifikasi data, 3) mengklasifikasi data, 4) menganalisis dalam bentuk deskriptif dengan menggunakan penafsiran peneliti, 5) menyimpulkan hasil temuan, 6) menulis laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Ardi Wina Saputra menghadirkan cerita tentang kearifan lokal dalam aspek bahasa, aspek aktivitas atau mata pencaharian, dan aspek religi.
Refleksi dan Evaluasi Stigma 5 Festival Monolog Nasional di Universitas Negeri Malang Roci Marciano
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v2i2.8000

Abstract

Monolog dalam seni teater dan drama penting untuk di pelajari saat ini, karena memberikan dampak positif bagi seorang aktor, baik itu di atas panggung, maupun pada kehidupan itu sendiri. Kecerdasan yang bisa dipelajari dalam belajar monolog tentu saja bukan hanya berani tampil sendirian di atas panggung dengan menyampaikan kisah. tetapi nilai yang paling berharga adalah ketika seorang manusia mampu menghapalkan hasil pemikiran seorang penulis naskah, merespon segala tatanan artistik dengan kecerdasan lahiriah dan batiniah sebagai perangkat keaktoran untuk disampaikan kepada penonton. Refleksi dan evaluasi perlombaan, perlu disampaikan demi kemajuan para pelaku monolog.
Transfer Fonologis Konsonan Hambat dari Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia Rosalin Ismayoeng Gusdian
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v2i2.8001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transfer fonologis konsonan hambat yang terjadi dari Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif guna mengetahui transfer fonologis apa saja yang ditemukan saat penutur Bahasa Indonesia yang memiliki aksen Jawa mengucapkan kata-kata yang mengandung konsonan hambat di dalam Bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini adalah 5 orang penutur Bahasa Indonesia dengan aksen Jawa. Selanjutnya, kelima subjek diberi sebuah cerita pendek yang memuat kata-kata dengan konsonan hambat; kemudian, suara mereka direkam. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa terdapat perbedaan beberapa konsonan hambat Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia yang termuat dalam transfer fonologis yang diucapkan oleh penutur Bahasa Indonesia beraksen jawa. Beberapa transfer tersebut antara lain transfer konsonan plosif kendur bersuara, substitusi untuk konsonan berhenti velar [k] menjadi suara glottal [Ê”] pada koda (akhir kata), dan substitusi untuk konsonan frikatif labio-dental [f] menjadi konsonan bilabial tak bersuara [p].
Revitalisasi Organisasi Seni Pertunjukan Ludruk Karya Budaya Mojokerto Jawa Timur Joko Widodo
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v2i2.27898

Abstract

Revitalisasi adalah bentuk upaya untuk menghidupkan atau memvitalkan kembali budaya yang mulai jarang ditemui. Seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan jaman akan membuat budaya tradisional mengalami penurunan minat. Bukan hanya pada penonton, tetapi juga penerus atau pelestari budaya tersebut. Berdasarkan hal itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan Ludruk Karya Budaya Mojokerto dan bentuk revitalisasi manajemen organisasi Ludruk Karya Budaya Mojokerto. Data berupa kata dan kalimat, bersumber dari hasil wawancara dan buku Ludruk Karya Budaya Mbeber Urip sebagai data sekunder. Instrumen penelitian menggunakan tabel indikator, alat tulis, dan alat rekam. Pengumpulan data menggunakanteknik wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis data menerapkan beberapa teknik antara lain: reduksi data atau pemilahan data, kesimpulan atau hasil dari analisis data, dan membuat laporan sebagai alur terakhir. Pengecekan data dilakukan degan teknik triangulasi yakni memanfaatkan aspek lain di luar data untuk perbandingan. Kesimpulan pada penelitian ini ditemukan adanya persoalan dan kemunduran grup Ludruk Karya Budaya memerlukan revitalisasi baik secara internal dan eksternal. Pemimpin ludruk harus mengambil kebijakan untuk memperbaiki persoalan yang ada di dalam manajemen organisasi ludruk. Langkah-langkah revitalisasi yang dipaparkan ditujukan pada beberapa aspek yakni (1) bentuk revitalisasi, (2) revitalisasi cerita yang dipentaskan, (3) revitalisasi dalam pemain ludruk, (4) revitalisasi dalam tata panggung, (5) revitalisasi dalam administrasi organisasi. A revitalization is a form of effort to revive or revitalize culture that is rarely found. As time goes by and the rapid development of the times will make traditional culture experience a decrease in interest. Not only in the audience but also in the successors or preservationists of the culture. Based on that, the purpose of this study is to describe the development of Ludruk Karya Budaya Mojokerto and the form of the revitalization of organizational management of Ludruk Karya Budaya Mojokerto. Data in the form of words and sentences, sourced from interviews and the book Ludruk Karya Budaya Mbeber Urip as secondary data. Research instruments use indicator tables, stationery, and recording tools. Data collection using interview techniques and literature study. Data analysis techniques apply several techniques, including data reduction or data sorting, conclusions or results from data analysis, and making reports as the last flow. Data checking is carried out by triangulation techniques, namely utilizing other aspects outside the data for comparison. The conclusion of this study found that there were problems and the decline of the Ludruk Karya Budaya group required revitalization both internally and externally. Ludruk leaders must take policies to improve problems that exist in the management of the ludruk organization. The revitalization steps presented are aimed at several aspects, namely (1) the form of revitalization, (2) revitalization of the staged story, (3) revitalization in ludruk players, (4) revitalization in stage layout, (5) revitalization in organizational administration.

Page 1 of 1 | Total Record : 8