cover
Contact Name
Bima Agus Setyawan
Contact Email
lppm@umn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ultimacomm@umn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 20854609     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi diterbitkan dua kali setahun sebagai media informasi karya ilmiah untuk bidang kajian Ilmu Komunikasi dan jurnalistik di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM" : 8 Documents clear
Membangun Sikap Kritis Dan Selektif Anak-Anak Terhadap Tayangan Film/Televisi Di Indonesia Adi Wibowo Octavianto
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.177 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.420

Abstract

Makalah ini merupakan ringkasan penelitian yang dilakukan penulis bersama dua rekan lain sekitar tahun 2009. Meskipun demikian isu literasi media dan pemberdayaan audiens rasanya masih relevan, apalagi melihat trend tayangan televisi dan film saat ini yang sedikit sekali cocok untuk anak-anak. Subyek penelitian adalah seorang siswi SD berusia 11 tahun High School Musical (HSM). Namun berbeda dengan teman-temannya, Alia tidak ikut tergila-gila mengumpulkan pernak-pernik bertema HSM, tidak pula ikut sampai Metode dan strategi dalam penelitian yang melandasi penulisan makalah ini adalah studi kasus intrinsik dari Robert E. Stake. Pemilihan informan dilakukan secara purposif, selaras dengan karakter model studi kasus yang digunakan. Peneliti melihat fenomena melalui sudut pandang paradigma konstruktivis. Sementara itu teori utama yang menjadi pisau analisis adalah teori resepsi model encoding-decoding dari Stuart Hall. Selain berisi ringkasan penelitian, penulis menambahkan data yang berkenaan dengan peran mediasi orang tua dalam membentuk resistensi anak terhadap tayangan media, khususnya televisi. Melalui makalah ini kita dapat melihat bagaimana model encoding-decoding Stuart Hall digunakan untuk menganalisis resepsi aktif tayangan film dan bagaimana faktor ekstrateks berperan dalam penentuan posisi pembacaan subyek terhadap isi teks. Penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor ekstrateks disekitar Alia menghasilkan konsep diri yang kuat, keterbukaan pikiran, dan toleransi terhadap perbedaan, sehingga Alia dapat menempatkan diri sebagai pembaca aktif. Temuan penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai panduan untuk mereplikasi faktor ekstrateks yang dibutuhkan dalam rangka membentuk perilaku kritis anak-anak ketika mengonsumsi media. Tentu saja ini penting mengingat televisi dan film sebagai bagian dari media massa merupakan perangkat yang cukup vital bagi penyebarluasan nilai-nilai budaya dan anak-anak sering kali dianggap sangat rentan terhadap pengaruh televisi dan film. Kata Kunci: literasi media, audiens media, encoding-decoding, Stuart Hall, televisi dan film.
Menyimak Pemilu Dan Perilaku Elite Politik Dalam Komik Bagus Prasetiyo
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2125.851 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.421

Abstract

Pemilu merupakan sebuah momentum yang memiliki nilai berita tinggi sehingga berita mengenai peristiwa Pemilu selalu menjadi sajian utama media massa, tak terkecuali tentang perilaku politik para elitenya. Wacana mengenai perilaku politik para elite selama masa Pemilu tidak hanya berupa artikel pada media cetak saja, melainkan juga dalam bentuk teks komik. Dalam komik, penggambaran perilaku elite politik dilakukan secara implisit. Hal ini sesuai dengan sifat komik yang sarat dengan tanda-tanda dan menggunakan metafora. Bahkan ada ungkapan bahwa komik strip dalam surat kabar merupakan rubrik opini dari surat kabar itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji representasi perilaku politik para elite dalam Pemilu 2014 di komik strip Panji Koming pada rubrik komik Harian Kompas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis dan menggunakan metode semiotika Charles Sanders Peirce dengan menganalisis tanda ikon, simbol, dan indeks yang ada pada komik. Hasil temuan menunjukkan perilaku politik para elite dalam Pemilu 2014 cenderung paternalistik, feodalisme, dan pragmatis yang mana perilaku politik tersebut sangat dipengaruhi oleh budaya dan relasi kekuasaan Jawa. Kata Kunci: Semiotika, Representasi, Perilaku Politik, Elite Politik, Budaya Jawa, Komik, Panji Koming
Tipologi Komunikasi Virtual: Studi Kasus Pada Facebook Parenting Indonesia Cheryl Pricilla Bensa
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.079 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.422

Abstract

In the era of new media, social media is one of the tools that are used by the mass media to develop and expand target readers. Target readers, developed through social media usually called virtual communities. Virtual communities have been utilized by the media to expand their target market. Parenting Indonesia has decided to also establish a virtual community for its readers. Based on Porter's theory community typology, researcher analyzes five attributes of typology in Parenting Indonesia’s virtual community on Facebook. The concepts analyzed in this study are New Media, Social Media, Social Networking, Virtual Community and Typology of Virtual Community. Research methodology used in this research is a case study with qualitative approach, the paradigm of post-positivist, and descriptive type. The data collection techniques are interviews and participant observation. The results show that Parenting Indonesia’s virtual community on Facebook has this following typology: participants have similar interests in parenting information and have elements of social function, exist within virtual environments only, has a hybrid platform (asynchronous and synchronous), including public interaction that are strong and intense, and used to seek profit. Keywords: virtual community, new media, social media, a typology of virtual community
Telepon Seluler dan Aktivisme: Jurnalisme SMS Sebagai Instrumen Advokasi Masyarakat Adat Dayak di Kalimantan Barat Hanif Suranto; Samiaji Bintang Nusantara
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.208 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.423

Abstract

Representasi masyarakat adat kurang mendapat perhatian (voiceless) dari negara. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat adat Dayak di Kalimantan Barat mengembangkan saluran komunikasi alternatif melalui program RuaiSMS yang dikelola oleh RuaiTV, sebuah stasiun TV lokal. RuaiSMS merupakan praktik jurnalisme warga berbasis SMS. Di Indonesia kajian tentang jurnalisme alternatif berbasis teknologi komunikasi bergerak (mobile communication technology), seperti telepon seluler, masih terbatas. Padahal penetrasi telepon seluler di Indonesia sangat tinggi. Makalah ini menguraikan bagaimana jurnalisme SMS diaplikasikan sebagai instrumen advokasi oleh masyarakat adat Dayak di Kalimantan Barat. Hasil riset ini menemukan, RuaiSMS telah membantu masyarakat adat dalam menuntut hak-hak politiknya di hadapan kuasa negara dan kuasa modal. Kata Kunci: jurnalisme warga, mobile communication, sms, telepon seluler
Proximity: Kedekatan yang Diusung Citizen Jounalism Ida Nuraini Dewi Kodrat Ningsih
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.861 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.424

Abstract

New technology and media, brings kind of new information in the name of “new journalism” now. This what we called “citizen journalism.” The medium which placed common people to be one of producer or even the distributor as the information. On this paper the writer resume a research about “Proximity which brought by Citizen Journalism.” This reserach, was tried to know how the perception of Indonesian student and alumny who studied abroad about citizen journalism and its proximity. The respondens was collected by purposive sampling and snowballing and from this research, we would know that by the present of citizen journalism, nowadays people are easier to get much more and various information from anywhere. Some respondens said that it kind of helpfull, which these information not only inform them about something but also brings what it calls “proximity” inside its content. They feel it because when the respondens read or heard information about something from their hometown or elsewhere, citizen journalist-who has tendency as a eyewitness or part of the insider/local people- could brought them “intimacy” or “proximity”which can help them to feel close with the happening informed. Kata Kunci: inimacy, jurnalisme warga, kedekatan, persepsi, proximity
Propaganda, Hannah Arendt, Joseph Goebels dan Totalitarianisme Ignatius Haryanto
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.976 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.425

Abstract

Sangat menarik bahwa Hannah Arendt dalam bukunya Asal Usul Totalitarianisme, buku ketiga21, menulis suatu bab secara khusus tentang propaganda, sebagai bagian dari Gerakan Totalitarianisme. Arendt di situ mengulas dengan cukup detail bagaimana peran dari propaganda, indoktrinasi serta teror dalam kerangka totalitarianisme. Tulisan ini hendak membahas tentang propaganda sebagai bagian dari komunikasi massa untuk meyakinkan massa untuk tujuan-tujuan tertentu dari penguasa. Sedikit banyak ia berkait dengan pola pemerintahan totaliter, tetapi lebih dari itu, propaganda merupakan alat politik yang juga dilakukan oleh negara yang sedang berperang baik ke dalam masyarakat di dalam maupun di luar negeri. Dalam tulisan ini paparan Arendt akan disandingkan dengan tuPropaganda pada masa Hitler, lalu tulisan ini juga ingin menaruh propaganda ini dalam konteks yang lebih luas bagaimana propaganda dilakukan, dianalisis oleh para sarjana yang belakangan kemudian memunculkan suatu bidang studi tersendiri pada periode paska perang dunia II, yaitu ilmu komunikasi. Kata Kunci : propaganda, totalitarianisme, hannah arendt, komunikasi massa
Analisis Isu S (Suku) A (Agama) R (Ras) A (Antar Golongan) di Media Social Indonesia Lidya Wati Evelina
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.295 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.426

Abstract

Tujuan penelitian: Untuk mengetahui konten-konten di media sosial yang berkaitan dengan Isu SARA di Indonesia dari tahun 2013 hingga 2015. Untuk mengetahui alasan perlunya Etika Bermedia sosial dalam konteks masyarakat multietnis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cyberculture meliputi relasi antara nature dan technology. Pesan dalam cyber culture bila merupakan sebuah pesan yang memperkenalkan sebuah aksi atau reaksi. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara semi terstruktur dengan para informan yang sudah dipilih dan sesuai objek penelitian (purposive sampling) dan literature review. Teknik validasi yang dipakai yaitu dengan mewawancara pengamat dan pakar social media. Analisis data menggunakan reduksi data. Hasil penelitian: Dalam Tahun 2013 hingga 2015 terdapat beberapa isi media sosial yang multietnis seperti Indonesia. Hal itu terjadi karena masyarakat penggunan media sosial belum memahami etika bermedia sosial. Akibat ketidakpahaman terhadap etika bermedia sosial berdampak pada masalah hukum. Peran pendidikan sangat diperlukan untuk mensosialisasikan etika bermedia sosial. Pemerintah perlu membuat kebijakan khusus dengan memberdayakan masyarakat melalui jalur pendidikan, komunitas dan organisasi kemasyarakatan agar paham etika komunikasi dalam penggunaan media sosial. Caranya mengaktifkan Etika bermedia sosial yang melibatkan peran masyarakat dan Kalangan industri. (LE) Kata Kunci: content, di Indonesia, isu SARA, social media
Discourse Coverage Of Editorial Perspective: Framing Terrorism From The Case Of Al-Shabab’s 2013 Kenya Mall Siege Lupita Wijaya
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2015): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2029.246 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v7i1.427

Abstract

Indonesia as the biggest and most populated democratic Muslim country in the world is expected to engender distinct outlook pertaining media and religion. With the myriad of as democratic country supposes to evince the power of media as peace maker rather than warmonger. This study scrutinizes the editorial discourse of The Jakarta Post, the largest English language newspaper in Indonesia, concerning the terrorism issue of al-Shabab insurgent group in 2013 Westgate Kenya Mall attack. Opinion discourse, such as editorials, op-ed articles, and distinctive and authoritative voice that will speak to them directly, in the face of troubling or problematic circumstances. Where hard news purports to be more balanced and fair, opinion discourse problematizes the world by taking up the normative dimension of issues and events of Pan and Kosicki model, the study delves into conclusion that The Jakarta Post relentlessly portrays al-Shabab as Muslim’s jihad and randomly hooks Westgate siege with other church bombings by eliciting good guy vs. bad guys dichotomy and heroes vs. villains as the heart of current circulation of publicized news. The result indicates that the context of Indonesia as largest Muslim society in the world is distinctly at odds. Keywords: editorial, discourse, media, terrorism, The Jakarta Post

Page 1 of 1 | Total Record : 8