cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9" : 13 Documents clear
STUDI LAJU UMPAN PADA PROSES BIOKONVERSI DENGAN VARIASI JENIS SAMPAH YANG DIKELOLA PT. BIOMAGG SINERGI INTERNASIONAL MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS) ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.532 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.550

Abstract

Sampah organik adalah jenis sampah yang jumlahnya terbesar di Indonesia. Apabila tidak dikelola dengan baik, maka sampah organik tersebut dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan. Salah satu teknologi untuk mengatasinya adalah dengan cara pengomposan menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Larva BSF (maggot) memiliki kemampuan dekomposisi yang lebih baik dibandingkan dengan organisme maupun mikroorganisme lainnya. PT. Biomagg Sinergi Internasional (BSI) sebagai lokasi penelitian merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah organik menggunakan metode biokonversi BSF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju umpan dan jenis sampah terhadap kecepatan penguraian pada proses biokonversi menggunakan larva BSF di PT. BSI, serta untuk mengetahui hasil analisis mutu biokonversi sampah organik yang dikelola PT. BSI berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 70/Permentan/SR.140/10/ 2011 tentang pupuk organik. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa jenis sampah dan jumlah umpan berpengaruh nyata terhadap nilai biomassa larva. Kemudian, jenis sampah dan jumlah sampah berpengaruh nyata terhadap nilai konsumsi substrat, serta jenis sampah dan jumlah sampah berpengaruh nyata terhadap nilai indeks reduksi limbah. Sedangkan, jenis sampah berpengaruh nyata terhadap nilai tingkat ketahanan hidup larva. Penelitian ini juga membandingkan mutu pupuk hasil biokonversi pada sampel penelitian maupun sampel PT. BSI memenuhi standar persyaratan teknis pupuk organik padat berdasarkan Permentan No. 70/Permentan/SR.140/10/2011.
ANALISIS EDIBLE FILM DARI TEPUNG JAGUNG PUTIH (ZEA MAYS L.) TERMODIFIKASI GLISEROL DAN KARAGENEN ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.367 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.562

Abstract

Edible film berbahan dasar tebung jagung putih dimodifikasi dengan karagianan dan gliserol. Gel dari karagenan dapat meningkatkan kekuatan dan homogenitas suspensi edible film. Sementara gliserol dapat meningkatkan permeabilitas film, selain itu menjadikan film lebih halus dan tidak mudah retak. Tujuan penelitian antara lain mengetahui Kualitas edible film dari tepung jagung putih diketahui dengan cara: karakterisasi dan uji proksimat tepung jagung sebagai bahan baku, analisis sifat fisik dan mekanik edible film, optimasi konsentrasi optimal gliserol dan karagenan. Optimasi konsentrasi dilakukan dengan melakuakan variasi konsentrasi gliserol (5%, 10%, dan 15%) dan konsentrasi karagenan (1%, 2% dan 3%). Karaktistik dan kualitas tepung jagung putih dari Kabupaten Sumbawa menggunakan FTIR dan uji proksimat serta uji warna. Spektra IR menunjukkan bahwa tepung jagung Sumbawa tersusun dari gugus fungsi alkana, alkohol, keton/aldehid, hemiaketal dan hemiasetal yang merupakan gugus fungsi dari molekul karbohidrat. Sementara hasil uji proksimat menunjukkan bahwa tepung jagung Sumbawa memiliki kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, amilosa, amilopektin serta pati berurut ? turut: 12,61%; 0,72%; 0,08% ;0,41% ;86,17% ;55,40%; 19,84% ;77,30%. Hasil uji warna tepung jagung menunjukkan bahwa tepung jagung tanpa perlakukan memiliki warna putih tulang dan gelap, sehingga dalam penggunaanya sebagai bahan edile film perlu dimodifikasi dengan cara perendaman dalam natrium metabisulfit kemudian difermentasi untuk mengurangi kadar asam fitat yang bersifat antinutrisi dalam tepung jagung. Sifat fisik dan mekanik dari edible film berbahan dasar tepung jagung putih diketahui menggunakan uji warna, kuat tarik dan persen pemanjangan film didukung oleh FTIR. Hasil FTIR menunjukkan pengaruh gliserol dan karagenan terlihat dari vibrasi ikatan O?H (3400-3300 cm-1), vibrasi ikatan CH2 (1465 ) overlap dengan vibrasi ikatan S?O, S?O pada karagenan, vibrasi ikatan C?O, C?O (1600 cm-1, 1200-1020 cm-1) yang terlihat pada spektra IR edibe film G5%K2%. Konsentrasi optimal gliserol dan karagenan dalam pembuatan edible film tepung jagung putih yakni: gliserol 5-10% dan karagenan 3% sebab memiliki elongasi dan kuat tarik optimum serta warna edible film yang cerah. Elongasi dan kuat tarik optimum berturut - turut : 40 ? 43.33%; 2,4 ? 3,6 N. Hasil uji warna sampel edible film dengan kandungan gliserol 5-10% dan karagenan 3% menunjukkan index keputihan 54-58.
PENGARUH VARIASI HEAT ABSORBER PLATE TERHADAP PERFORMANCE SOLAR DRYER KEMIRI ,; ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.33 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.565

Abstract

Indonesia salah satu tanaman yang tumbuh dan berbiji tumbuh memiliki banyak manfaat yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, yaitu kemiri. Penanganan kemiri pasca panen di tingkat petani umumnya masih dilakukan secara tradisional di mana kemiri dikeringkan di lantai atau oleh paparan langsung radiasi matahari. Mereka membutuhkan sekitar 7-9 hari untuk mendapatkan hasil pengeringan yang tepat. Pengeringan kemiri dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari pada suhu dan waktu pengeringan sesuai dengan kandungan hazelnut yang diperlukan. kemiri kering dapat menggunakan tenaga radiasi matahari yaitu pengering matahari. Plat penyerap adalah salah satu komponen yang sangat penting karena berfungsi menyerap intensitas radiasi matahari dan mengubahnya menjadi energi panas dan memindahkannya ke benda kerja (kemiri) di atasnya. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan pada variasi pelat penyerap seng, aluminium dan besi serta variasi ketebalan pelat penyerap. Pengumpulan data dimulai pada pukul 09:00 hingga 15:00 WITA dalam kondisi cuaca cerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelat penyerap aluminium dengan ketebalan 0,04 mm lebih efektif dan efisien dalam mengeringkan kemiri untuk meningkatkan produktivitas kemiri. Suhu pelat penyerap tertinggi dan waktu pengeringan ditemukan pada pelat penyerap aluminium dengan ketebalan 0,4 mm yaitu 72,36 oC dan waktu pengeringan 6 jam dan memenuhi standar kadar air larutan kemiri, yaitu 5,3%.
PEMANFAATAN SERAT SISAL (AGAVE SISALANA L.) DAN LIMBAH PLASTIK PET UNTUK PEMBUATAN BATA RINGAN CLC (CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE) ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.349 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.566

Abstract

Beberapa waktu lalu di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami guncangan gempa yang sangat menggemparkan masyarakat sehingga banyak bangunan yang hancur dan rata dengan tanah. Sementara saat ini pemanfaatan limbah plastik sedang menjadi perhatian masyarakat maupun pemerintah terutama diwilayah NTB. Sehingga latar belakang inilah yang menjadi dasar penelitian untuk membuat bata ringan tahan gempa dengan memanfaatkan limbah plastik PET untuk menggantikan agregat kasar sebagai campuran dan memanfaatkan serat sisal sebagai penguat (reinforce) untuk meningkatkan kekuatan bata ringan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan bata ringan jenis CLC (Cellular Lightweight Concrete) dengan memanfaatkan limbah plastik PET dan serat sisal, untuk mengetahui pengaruh penambahan plastik PET maupun serat sisal terhadap sifat mekanik bata ringan, serta untuk mengetahui komposisi optimum dari penambahan plastik PET dan serat sisal pada pembuatan bata ringan CLC. Penggunaan plastik PET dan serat sisal menghasilkan bata dengan massa jenis rata-rata 1.830,419 kg/m3 untuk sampel variasi 1:1, 1.880 kg/m3 untuk sampel variasi 4 : 1, dan 1.887,654 kg/m3 untuk sampel variasi 1 : 4. Kekuatan tekan maksimum dicapai pada sampel variasi 1:4 yaitu sampel dengan penambahan serat sisal 4 kali lebih banyak dari plastik PET. Berdasarkan hasil pengukuran massa jenis bata, hanya sampel variasi 1:1 yang memenuhi standar SNI 2847-2013 bata ringan (1.140-1.840 kg/m3). Penambahan serat sisal yang lebih banyak 4 kali dari plastik PET (sampel variasi 1:4) memiliki nilai kekuatan tekan paling tinggi yaitu 8,5MPa dan masuk dalam kategori bata ringan mutu I.
ANALISIS KANDUNGAN ASAM ASKORBAT PADA TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA REPTANA POIR), BAYAM (AMARANTHUS SPINOSUS), DAN KETIMUN (CUCUMIS SATIVUS L) ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.722 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.567

Abstract

Tumbuhan memiliki mekanisme pertahanan terhadap peningkatan senyawa-senyawa oksidatif yang terbentuk akibat cekaman kekeringan. Pembentuk senyawa tersebut salah satunya asam askorbat. Askorbat merupakan senyawa metabolit utama pada tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai antioksidan, yang melindungi tanaman dari  kerusakan oksidatif yang dihasilkan dari metabolisme aerobik. Tujuan penelitian melakukan standarisasi dan menganalisis kandungan Askorbat (ASA) pada daun tanaman kangkung (Ipomoea reptana Poir), bayam (Amaranthus spinosus) dan ketimun (Cucumis sativus, L). Metode yamg digunakan Sampel daun sebanyak 0,5 g digerus dengan asam metafosforik 5%. Larutan yang diperoleh dititrasikan dengan dichlorophenol-indophenol (DCIP) 0,8 g/l.  Perlakuan analisis kandungan asam askorbat (ASA) pada jaringan tanaman ini yang memiliki kandungan asam askorbat terbesar pada tanaman ketimun (Cucumis sativus L) sebesar 69855,85; kemudian diikuti tanaman kangkung (Ipomoea reptana Poir) sebesar 66517,24 dan terakhir pada bayam (Amaranthus spinosus) sebesar 38859,13. Dan mg ASA standar 308.
SIFAT FISIK MAKANAN PADAT (FOODBAR) BERBASIS TEPUNG KOMODITAS LOKAL ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.462 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.568

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji secara terus menerus dapat merugikan kesehatan manusia. Solusi efektif yaitu dengan membuat makanan inovatif yang mampu memenuhi kecukupan gizi salah satunya yaitu foodbar. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan foodbar berasal dari komoditas lokal yang ditepungkan, antara lain ubi jalar, kacang hijau dan kelor serta ditambahkan porang untuk menyatukan ketiga bahan tersebut. Tepung ubi ubi jalar kuning mengandung karbohidrat 77,7% dengan nilai cerna tinggi (98%), sedangkan tepung daun kelor mengandung protein 27,1 gram/ 100 gram. Tepung kacang hijau digunakan sebagai pemberi cita rasa, sedangkan tepung porang yang kaya dengan glukomannan berperan sebagai binder agent untuk menghasilkan produk foodbar yang tidak mudah hancur. Perlakuan pada penelitian ini dengan menggunakan dua faktor, yaitu komposisi tepung komposit dan komposisi penambahan porang. Pengamatan yang dilakukan yaitu sifat fisik meliputi kadar air, ekspansi volume, densitas kamba dan tekstur dari foodbar. Perlakuan terbaik pada foodbar pada kombinasi perlakuan 100 gram tepung ubi jalar kuning (40 gram) tepung kacang hijau (60 gram) tepung daun kelor dan (4 %) porang (P3T1).
PENGUJIAN SENSOR FOTODETEKTOR SEBAGAI ALAT UKUR KADAR GULA PADA LARUTAN GULA ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.842 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.570

Abstract

Fotodioda merupakan salah satu jenis fotodetektor. Fotodioda persambungan P-I-N (PIN) dipilih pada penelitian ini. Pemilihan ini didasarkan pada sensivitas yang tinggi dan respon yang cepat terhadap setiap perubahan sinar. Fotodioda jenis BPW 34 digunakan sebagai fotodetektor serta RGB bright LED sebagai sumber sinarnya. Pemilihan RGB bright LED didasarkan pada kemampuannya untuk berganti spektrum sinar secara otomatis didasarkan pada perubahan bit. Sebagai media perambatan sinar, diguanakan serat optik jenis single mode. Selain merancang perangkat keras, penelitian ini juga merancang aplikasi melalui Arduino IDE 1.0.4 serta LabVIEW 2013 agar perangkat keras mampu dikendalikan dan ditampilkan pada PC. Sebagai mikrokontroler, modul Arduino UNO digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sinar pada RGB bright LED dapat dikendalikan melalui sistem bit pada PC (Personal Computer), serta dapat memunculkan hasil pengukuran kandungan gula melalui PC.  
KOALISI MASYARAKAT LOKAL PRIBUMI GUGAT AMNT : ANALISIS WACANA KRITIS ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.995 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.572

Abstract

Setiap pilihan makna dimotivasi secara ideologis. Ideologi paling efektif bila pekerjaannya tidak terlihat. Menafsirkan ideologi dalam teks dapat dilihat dari pilihan kosakata dan konstruksi gramatikalnya. Untuk menganalisisnya kita perlu menafsirkan tidak hanya teks tapi juga hubungan antara teks, dan kondisi sosialnya. Menurut Fairclough, mereka bisa dikelompokkan dalam tiga tahap, yaitu deskripsi, interpretasi dan penjelasan. Tahapan deskripsi berkaitan dengan sifat formal teks, interpretasi berkaitan dengan hubungan antara teks dan interaksinya, penjelasan berkaitan dengan hubungan antara interpretasi dan konteks sosial. Untuk menganalisis data menggunakan metode referensial, metode substitusi dan metode inferensi abduktif. Metode referensial adalah menganalisa sistem penilaian dan diskursivitas intertekstualitas teks. Untuk melakukan analisis terhadap sistem penilaian yang valid diperlukan metode substitusi. Kemudian metode inferensi abduktif diperlukan untuk menganalisis keterkaitan antar teks. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa setiap media memiliki caranya tersendiri untuk mengemukakan ideologinya. Ideologi telah menutup hubungan dengan target pasar yaitu pembaca. Rungan Samawa adalah suatu wadah online masyarakat Sumbawa, berita yang sangat gamblang dan singkat, dengan pilihan kosa kata yang tajam, semuanya terkait dengan genre berita yang dimilikinya. Kasus Koalisi Masyarakat Lokal Pribumi Gugat Amnt merupakan bentuk dari kepedulian masyarakat Samawa yang berada di seluruh penjuru dunia.
PERBEDAAN STRAIN DAN UMUR BETINA TERHADAP JUMLAH KETURUNAN LALAT BUAH (DROSOPHILA MELANOGASTER MEIGEN) ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.526 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.573

Abstract

Telah dilakukan penelitian Perbedaan Strain dan Umur Betina Terhadap Jumlah Keturunan Lalat Buah (Drospohila melanogaster Meigen) untuk mengetahui pengaruh strain dan umur betina terhadap jumlah keturunan D. melanogaster pada strain normal, taxi, dan sepia. Sebanyak 5 ekor D. melanogaster ? normal disilangkan dengan 5 ekor D. melanogaster  ? normal, 5 ekor D. melanogaster ? taxi disilangkan dengan 5 ekor D. melanogaster ? taxi, 5 ekor D. melanogaster ? sepia disilangkan dengan 5 ekor D. melanogaster  ? sepia. Umur betina yang disilangkan adalah 8-10 jam, 12-14 jam, 16-18 jam, 20-22 jam, dan 24-26 jam sejak menetas dari pupa. Setiap kelompok persilangan diulang lima kali. Persilangan D. melanogaster dilakukan pada suhu 25oC. Data dianalisis dengan anava faktorial kemudian diuji lanjut dengan BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh strain dan umur betina terhadap jumlah keturunan. Diketahui pula bahwa strain normal menghasilkan jumlah keturunan terbanyak, sedangkan strain taxi menghasilkan jumlah keturunan paling sedikit. Umur betina 20-22 jam menghasilkan jumlah keturunan yang paling banyak dan tidak berbeda nyata dengan umur betina 24-26 jam, sedangkan umur 8-10 jam menghasilkan jumlah keturunan paling sedikit dan tidak berbeda nyata dengan umur 12-14 jam.
PENGARUH ORIENTASI SERAT KOMPOSIT E-GLASS EPOXY TERHADAP SIFAT MEKANIK PEGAS DAUN TUNGGAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA ,; ,
Jurnal TAMBORA Vol 4 No 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.811 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.574

Abstract

Pegas daun tunggal merupakan salah satu sistem suspensi pada kendaraan yang berfungsi sebagai peredam getaran yang biasanya menggunakan baja. Satu jenis baja yang sering digunakan dalam pembuatan pegas daun tunggal adalah baja 55Si7. Namun, saat ini material komposit mulai digunakan sebagai material alternatif pengganti baja. Salah satu material komposit yang digunakan sebagai bahan pengganti baja yakni E-glass epoxy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik pegas daun baja dan komposit e-glass epoxy. Selain itu, pengaruh orientasi arah serat terhadap deformasi, tegangan, dan safety factor pada pegas daun juga dilakukan dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah elemen hingga. Hasil penelitian menunjukan bahwa pegas daun komposit memiliki tegangan yang lebih rendah dibandingkan pegas daun baja. Pegas daun komposit e-glass epoxy variasi D (orientasi serat 45º/-45º) menunjukan tegangan yang terendah dan safety factor tertinggi dengan nilai berturut turut 596 MPa dan 1,4.

Page 1 of 2 | Total Record : 13