cover
Contact Name
Jurnal Living Islam
Contact Email
living.islam@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
living.islam@uin-suka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Living Islam: Journal of Islamic Discourses
ISSN : 26216582     EISSN : 26216590     DOI : -
Living Islam: Journal of Islamic Discourses merupakan jurnal yang berada di bawah naungan Prodi Pascasarjana Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Living Islam: Journal of Islamic Discourses didesain untuk mewadahi dan mendialogkan karya ilmiah para peneliti, dosen, mahasiswa dan lain-lain dalam bidang studi: Filsafat Islam, al-Qur'an dan Hadis, dan Studi Agama dan Resolusi Konflik, baik dalam ranah perdebatan teoritis, maupun hasil penelitian (pustaka dan lapangan). Living Islam: Journal of Islamic Discourses terbit dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020)" : 12 Documents clear
PANAS PELA PENDIDIKAN DI SEKOLAH: DESEGREGASI ISLAM DAN KRISTEN MELALUI KEARIFAN LOKAL Hasudungan, Anju Nofarof
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v3i2.2352

Abstract

Permasalahan terbesar yang belum terselesaikan saat resolusi konflik Ambon tercapai pada 12 Februari 2002 adalah adanya segregasi antara Islam dan Kristen. Keadaan ini berpotensi menimbulkan terjadinya konflik serupa di masa depan. Adanya polarisasi akibat politik identitas di masa pemilihan presiden Republik Indonesia tahun 2014 dan 2019 serta beredarnya fake news bernuansa rasisme di media sosial memperparah keadaan. Panas pela pendidikan dilakukan dengan tujuan untuk  desegregasi penganut agama Islam dan Kristen melalui pendidikan yang dikemas dengan budaya lokal. Pelaksanaan panas pela pendidikan antara SMPN 9 Kota Ambon yang 99% warga sekolahnya beragama Kristen/Katolik dengan SMPN 4 Salahutu Liang Kabupaten Maluku Tengah yang 100 % warga sekolahnya beragama Islam. Panas pela pendidikan memiliki arti mempererat kembali hubungan persaudaraan yang sebelumnya telah dibangun oleh para leluhur dengan cara mengadakan upacara secara berkala dan melibatkan seluruh warga sekolah. Kedua sekolah tersebut mengadakan panas pela pendidikan pada 29 Januari 2018 di SMPN 9 Kota Ambon. Tanpa adanya segregasi peserta didik kedua sekolah dapat menampilkan berbagai atraksi budaya seperti tari-tarian, lagu, dan puisi, pembuatan film perdamaian yang semuanya mengarah dan mengajak para siswa satu sama lain untuk hidup saling menyayangi walaupun berbeda agama, suku, dan golongan. Kata Kunci: Panas Pela Pendidikan, Desegregasi, Islam-Kristen, Sekolah
TRADISI MOING KE KUBURAN PADA 1 SYAWAL HARI RAYA IDUL FITRI DI DESA SIMPANG EMPAT, KECAMATAN TANGARAN, KABUPATEN SAMBAS Wiryawan, Hadi
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v3i2.2294

Abstract

AbstractThis paper would like to explain the hadith study of the tradition of "moing to the grave" conducted on 1 Shawwal of Idul Fitri in Simpang Empat village, Tangaran District, Sambas Regency, West Kalimantan Province. As for the data collection process, it is more dominant by taking the results of the interviews, also by including the literature that discusses this. The results of this study indicate that the tradition of moing to the grave has existed since the past and continues to develop along with the times. In addition, the tradition has Islamic values in it, namely: silaturahim, forgiving, and praying. Besides this tradition shows a lot of wisdom in it namely; remembering death, friendship, increasing the spirit of worship, and the most important thing is getting the reward.Keyword: moing ke kuburan; ziarah kubur; idul fitri AbstrakTulisan ini hendak menjelaskan kajian hadis mengenai tradisi “moing ke kuburan” yang dilakukan pada 1 Syawal hari raya Idul Fitri di desa Simpang Empat, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Adapun dalam proses pengambilan data lebih dominan dengan mengambil dari hasil wawancara, juga dengan menyertakan literatur-literatur yang membahas hal demikian. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya tradisi moing ke kuburan telah ada sejak dahulu dan terus berkembang dengan seiring perkembangan zaman. Selain itu, tradisi tersebut memiliki nilai-nilai Islam di dalamnya yakni: silaturahmi, bermaaf-maafan, dan berdoa. Selain itu tradisi tersebut menunjukkan banyak hikmah di dalamnya yakni; mengingat kematian, silaturahmi, meningkatkan semangat beribadah, dan yang paling penting adalah mendapatkan pahala.Kata kunci: moing ke kuburan; ziarah kubur; idul fitri

Page 2 of 2 | Total Record : 12