cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KEK (Kajian Ekonomi dan Keuangan)
Published by Kementerian Keuangan
ISSN : 14103249     EISSN : 25409999     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK henceforth)was first published in 1996 as an initiative of researchers of Ministry of Finance. In the earlier years of its publication, KEK was also known as Kajian Ilmiah Ekonomi dan Keuangan (KIEK). Since then KEK has been published regularly as one of the prominent sources of reference for public policy evaluation as well as a recommendation, in particular on Indonesian state budgets and finance topics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 20, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Pemisahan Fungsi AR (Account Representative) untuk Pelayanan dan Penerimaan Pajak yang Lebih Baik Adi Budiarso, Taufikurrahman, Anies Said M. Basalamah, Jefry Harysandy
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i1.179

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk meningkatkan penerimaan pajak dan tax ratio. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memisahkan fungsi Account Representative (AR) menjadi fungsi pelayanan dan fungsi pengawasan dengan tujuan meningkatkan tertib administrasi, efektivitas dan kinerja organisasi instansi vertikal di lingkungan DJP. Pemisahan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan Wajib Pajak atas pelayanan yang diberikan. Penelitian sebelumnyamenunjukkan bahwa kepuasan Wajib Pajak berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan Wajib Pajak yang pada akhirnya meningkatkan tax ratio. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode SERVQUAL dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui apakah menurut Wajib Pajak ada peningkatan kualitas layanan yang diberikan AR setelah pemisahan fungsi serta untuk mengetahui apa saja layanan AR yang perludioptimalkan untuk meningkatkan kepuasan Wajib Pajak. Hasilnyamenunjukkan bahwa meskipun Wajib Pajak menganggap terjadi peningkatan kualitas layanan AR, akan tetapi aspek sarana dan prasarana, kompetensi AR serta perlunya AR untuk segera menginformasikan perubahan ketentuan perpajakan yang berkaitan dengan bisnis Wajib Pajak menjadi unsur yang perlu ditingkatkan kualitasnya.
Trade-off Antara Kesinambungan Keuangan dan Jangkauan Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Perdesaan Jawa Barat Rina Oktaviani, Carunia M. Firdausy, Yani Mulyaningsih, Nunung Nuryantono
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i1.180

Abstract

Sebagaimana lembaga keuangan mikro konvensional, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), diharapkan dapat memfokuskan layanannya kepada rumah tangga miskin. Layanan bagi rumah tangga miskin menyebabkan biaya operasi lembaga yang tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan konflik dengan keberlanjutan keuangan. Tulisan ini menganalisis keberlanjutan dan jangkauan layanan LKMS untuk menunjukkan ada trade-off antara keduanya. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah stochastic frontier approach (SFA) untuk menganalisis keberlanjutan dan model Consultative Group to Assist the Poorest (CGAP) untuk menganalisis jangkauan layanan LKMS. Hasil estimasi dengan SFA menunjukkan seluruh LKMS efisien. Model CGAP menunjukkan bahwa jangkauan layanananya lebih difokuskan kepada rumah tangga tani yang relatif sejahtera. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketika LKMS dituntut untuk efisien supaya berkelanjutan maka jangkauan layanannya beralih kepada rumahtangga tani yang relatif sejahtera (fenomena trade-off). Untuk mengatasi trade-off antara keberlanjutan dan jangkauan layanan bagi rumah tangga miskin diperlukan sinerji antara LKMS dengan pemerintah dan lembaga-lembaga sosial lainnya.
Strategi Pemerintah Indonesia Dalam Menarik Kunjungan Turis Mancanegara Sujai, Mahpud
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i1.181

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang penting bagi perekonomian Indonesia. Sumbangan langsung sektor pariwisata terhadap PDB mencapai lebih dari 3,8% pada 2012 atau mencapai hingga 9% dari PDB jika mempertimbangkan multiplier effect dari PDB. Walaupun pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia tinggi, jika dibandingkan dengan negaranegara kompetitor lainnya di kawasan ASEAN maka Indonesia masih jauh tertinggal. Mengingat potensi sektor pariwisata Indonesia di masa depan, maka diperlukan berbagai strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara dan mengembangkan pariwisata Indonesia. Penelitian ini menganalisis berbagai strategi yang dilakukan oleh pemerintah dalam menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT untuk menyiapkan strategi yang tepat bagi pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan berbagai strategi yang harus diambil dan diperbaiki Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Political Economic Determinants of Growth Acceleration: A Korea-Indonesia Comparative Study Wardhana, Irwanda Wisnu
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i1.182

Abstract

This paper conducts an empirical and comparative analysis in political economy of growth acceleration determinants in Korea and Indonesia. It aims to reveal plausible explanations on Korean development success compared to Indonesia. This research provides an in-depth study parallel to a case study by using comparable variables. It examines five determinants namely initial conditions, quality of institutions, public policy innovations, socio-political circumstances, and access to external resources. The evidence exhibits Korea has better conditions in all determinants. Lesson learned from its development experiences could improve the effectiveness of the Korea official development aid.
Estimation of Indonesia’s Fiscal Reaction Function Pamungkas, Raditiyo Harya
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v20i1.178

Abstract

Fiscal policy is a core factor in managing macroeconomic indicators strategy. Following several financial crises, both advanced and emerging countries undertook prudent fiscal policies to maintain debt sustainability. This paper investigates the fiscal policy behaviour of Indonesia through a fiscal reaction function, which represents how the government reacts to the debt to GDP ratio by the creation of primary balance in the budget. Breakpoint unit roottest is conducted due to the stationarity characteristics of data variables, hence the widely used Autoregressive Distributive Lag (ARDL) bound test is employed using quarterly data from 1990 to 2014. These results indicate that the government of Indonesia has reacted to the increase in debt to GDP bygenerating the primary surplus due to increase in debt accumulation which shows the well-behaved fiscal policy to maintain debt sustainability. In Indonesia’s fiscal reaction function, real interest rate, nominal exchange rateto US$, and election significantly determine the primary balance behaviour. In addition to maintaining a debt to GDP ratio at a low level, the government should also consider the other variables other than debt to achieve sustainability of fiscal policy especially in managing shocks.

Page 1 of 1 | Total Record : 5