cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2018): May 2018" : 5 Documents clear
HAMBATAN PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) UNTUK MENJALANI REHABILITASI JANTUNG Saripudin, Nurul Fatimah; Emaliyawati, Etika; Somantri, Irman
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2018): May 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.969 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.37

Abstract

AbstrakTingkat kepatuhan dan partisipasi pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) jantung pasca revaskularisasi dalam menjalani rehabilitasi jantung masih sangat rendah yang dipengaruhi oleh berbagai hambatan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan penyakit serta menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatandari pasien PJK dalam menjalani rehabilitasi jantung di Poliklinik Jantung RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metoda penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 42 responden yang menggunakan accidental sampling selama 1 bulan. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Cardiac Rehabilitation Barrier Scale dari Grace et.al tahun 2011 yang telah diterjemahkan. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan rerata skor. Hasil penelitian diperoleh bahwa hambatan berdasarkan aspek logistik menjadi hambatan dengan rata-rata skor (mean) tertinggi yaitu 2,29. Selanjutnya adalah hambatan berdasarkan aspek waktu dengan rerata skor 2,24, kemudian berdasarkan aspek pelayanan kesehatan dengan rerata skor 2,19 dan yang paling rendah memperoleh rerata skor adalah berdasarkan status fungsional pasien yaitu 2,14. Jarak dan ketidaktahuan pasien mengenai rehabilitasi jantung menjadi dua hambatan yang memiliki rerata skor tertinggi yaitu 2,52 dan 2,38. Hambatan berdasarkan aspek logistik yaitu jarak menjadi hambatan yang paling banyak terjadi. Maka dari itu, peneliti menyarankan untuk dapat menerapkan rehabilitasi jantung dengan setting rumah yang disesuaikan dengan karakteristik pasien. Kata Kunci: Hambatan, PJK, Rehabilitasi Jantung AbstractBarrier Of Coronary Artery Disease (Cad)Patient Who Undergoing Cardiac Rehabilitation At Cardiac Clinicrsup Dr. Hasan Sadikin Bandungthe. The level of adherence and participation of patients coronary artery disease (CAD) post revascularization  who undergoing cardiac rehabilitation was still very low which is influenced by various barriers.  This may lead a recurrence of disease  and decrease of the quality of life . This research aims to know about barrier of CAD patient who undergoing cardiac rehabilitation in Cardiac Clinic RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. This research used a descriptive quantitative method and involved 42 respondent were taken by accidental sampling technique which held in a month.  The research instrument used Cardiac Rehabilitation Barrier Scale from Grace et.al in 2011 that has been translated into Indonesian.  Analysis of  data used  distribution of frequencies and mean score. The results obtained that the barrier  based on logistic aspect with mean 2.29 become highest mean score . Then the barriers based on  aspect of time with mean value score 2.24, then based on the aspect of health care with mean score 2.19 and the lowest mean score is based on the patient's functional status 2.14. Distance and patient's ignorance about cardiac rehabilitation came in two barriersand the  highest mean value was 2.52 and 2.38. The barriers based on the logistic aspect was  distance, the most happened in cardiac rehabilitation. Researchers suggested that for apply the home based cardiac rehabilitation with adjusted of characteristic patient.  Keyword: Barriers, CAD, cardiac rehabilitation
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI INDONESIA Setyawati, Anita; Widiasih, Restuning; Ermiati, Ermiati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2018): May 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.948 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.38

Abstract

AbstrakPreeklampsia adalah kelainan multisistemik spesifik pada kehamilan yang ditandai oleh timbulnya hipertensi dan proteinuria setelah umur kehamilan 20 minggu. Kondisi yang terjadi pada kasus preeklampsia perlu ditangani dengan tepat karena preeklampsia dapat menimbulkan komplikasi yang serius pada ibu dan janin. Sementara itu, hingga saat ini penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti. Namun demikian, beberapa penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia. Sehingga, studi literatur ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan preeklampsia berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Indonesia. Studi literatur ini dilakukan dengan cara melakukan pencarian artikel pada google cendekia, pengkategorian artikel sesuai kriteria inklusi, dan analisis artikel. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah : faktor-faktor dan preeklampsia. Pada pengaturan lanjutan ditentukan artikel yang dicari adalah artikel pada tahun 2008-2018. Dalam pencarian tersebut didapatkan 887 artikel. Kriteria inklusi yang digunakan dalam pencarian artikel adalah : (1) artikel berisi tentang kejadian preeklampsia di Indonesia, (2) kata kunci yang digunakan dalam pencarian ada dalam judul artikel, dan (3) rancangan penelitian dalam artikel menggunakan case control design. Berdasarkan kriteria inklusi tersebut, maka didapatkan 10 artikel yang dapat dianalisis untuk studi literatur ini. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, telah teridentifikasi bahwa faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia adalah karakteristik ibu, riwayat kehamilan, berat badan, riwayat penyakit kronis, pengetahuan, dan riwayat kontrasepsi. Faktor-faktor resiko yang telah teridentifikasi ini diharapakan dapat digunakan sebagai dasar untuk menganalisis program pencegahan preeklampsia dan menentukan penatalaksanaan yang lebih tepat pada ibu hamil dengan preeklampsi di Indonesia. Kata kunci: faktor, preeklampsiaAbstractLiterature Study: Related Factors With Preeclampsia Events In Indonesia. Preeclampsia is a specific multisystemic disorder in pregnancy characterized by the onset of hypertension and proteinuria after 20 weeks' gestation. Conditions that occur in cases of preeclampsia need to be handled appropriately because preeclampsia can cause serious complications in the mother and fetus. Meanwhile, until now the cause of preeclampsia is not known for certain. Nevertheless, several studies have identified factors associated with the incidence of preeclampsia. Thus, this literature study was conducted to identify factors related to preeclampsia based on the results of studies that have been conducted in Indonesia. This literature study is done by doing an article search on google scholar, categorizing articles according to inclusion criteria, and article analysis. The keywords used in article search are: factors and preeclampsia. In the advanced settings specified article sought is an article in 2008-2018. In this search 887 articles were obtained. The inclusion criteria used in article search are: (1) articles containing the incidence of preeclampsia in Indonesia, (2) the keywords used in the search are in the title of the article, and (3) the research design in the article using case control design. Based on the inclusion criteria, 10 articles can be analyzed for this literature study. Based on the analysis that has been done, has been identified that risk factors associated with the incidence of preeclampsia are mother characteristics, pregnancy history, body weight, history of chronic diseases, knowledge, and history of contraception. These identified risk factors are expected to be used as a basis for analyzing prevention programs of preeclampsia and establishing more appropriate management in pregnant women with preeclampsia in Indonesia. Keywords: factor, preeclampsia
EFEKTIFITAS HYPNOTHERAPI TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA PADA SISWI SMA Aprilyadi, Nadi; Feri, H. Jhon; Ridawati, Indah Dewi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2018): May 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.37 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.39

Abstract

AbstrakDismenorea sering terjadi pada remaja. Di Indonesia prevalensi dismenore pada usia remaja sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder (Santoso, 2008). Secara farmakologi, penatalaksanaan adalah dengan pemberian obat-obat analgetik seperti golongan obat Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs (NSAID) dapat meredakan nyeri. Salah satu pengobatan non farmakologi adalah dengan hipnoterapi yang merupakan aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis) seperti halnya nyeri, kecemasan, dll. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi terhadap nyeri dismenore pada siswi SMA PGRI I Lubuk Linggau. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen, dengan rancangan kuasi eksperimen one group pre and post test without control. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Total Sampling sebanyak 17 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quesioner penilaian nyeri Visual Analog Scale (VAS) dengan skala Numeric Rating Scale (NRS). Analisa univariat mayoritas siswi yang mengalami penurunan intensitas nyeri dismenore berusia 16- 17 tahun dan 100% responden mengalami penurunan intensitas nyeri dismenore setelah mendapatkan hipnoterapi, analisis bivariat dengan uji t-test didapatkan pengaruh yang signifikan Hipnoterapi terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore (ƥ value 0,000). Hipnoterapi disarankan untuk digunakan dalam penerapan asuhan keperawatan nyeri khususnya guna mengurangi intensitas nyeri dismenore. Kata Kunci : Hipnoterapi, Dismenore Abstract The Effectiveness Of Hypnotherapy On Disease Of Diseases Of Dismenore In Female StudentSenior High School PGRI I Lubuklinggau.Dysmenorrhoea often occurs in adolescents. In Indonesia the prevalence of dysmenorrhea in adolescence is 64,25% consisting of 54,89% primary dysmenorrhea and 9,36% secondary dysmenorrhea (Santoso, 2008). Pharmacologically management is by administering analgesic drugs such as the Nonsteroidal Anti Inflammatory Drugs (NSAID) group to relieve pain. One of the non-pharmacological treatments is hypnotherapy which is the application of hypnosis in curing mental and physical problems (psychosomatic) as well as pain, anxiety, etc.The purpose of this study was to determine the effect of hypnotherapy on dysmenorrhea pain in high school students PGRI I LubukLinggau. This is a pre experimental study, with a quasi-experimental one group pre and post test without control design. The sample technique used in this study is Total Sampling of 17 respondents. The instrument used in this study used Visual Analog Scale (VAS) visual pain assessment quesioner with Numeric Rating Scale scale (NRS). Univariate analysis of the majority of students who experienced decreased intensity of dysmenorrhea pain aged 16-17 years and 100% of respondents experienced decreased intensity of dysmenorrhea pain after obtaining hypothotherapy, bivariate analysis with t-test test showed significant effect Hypnotherapy to decrease intensity of dysmenorrhea pain (ƥ value 0,000) .Hypnotherapy is recommended for use in the application of pain nursing care especially to reduce the intensity of dysmenorrhea pain. Keywords: Hypnotherapy, Dysmenorrhea
GAMBARAN TINGKAT STRES PASIEN DIABETES MELLITUS PH, Livana; Sari, Indah Permata; Hermanto, Hermanto
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2018): May 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.716 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.40

Abstract

AbstrakDiabetes Mellitus merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah, akibat adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.  Pasien Diabetes Mellitus harus melakukan terapi pengelolaan sepanjang hidupnya baik secara farmakologis maupun non farmakologis untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mengontrol kestabilan kadar gula darahnya. Terapi tersebut dapat menimbulkan suatu dampak tertentu, baik secara fisik maupun secara psikologis.  Salah satu dampak psikologis yang dapat dirasakan oleh pasien Diabetes Mellitus adalah stres.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada pasien Diabetes Mellitus di wilayah dokter keluarga Djazariyah Kabupaten Kendal.  Metode deskriptif kuantitatif. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner Depression Anxiety Stres Scale yang terdiri dari 42 pertanyaan.  Sampel berjumlah 37 responden.  Sebagian besar pasien Diabetes Mellitus mengalami stres ringan.  Peneliti memberikan saran bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stres Scale yang telah dimodifikasi disetiap pertanyaannya, agar mempermudah responden dalam menjawab. Kata kunci: Stres pada pasien Diabetes Mellitus. AbstractThe description of stress levels in Diabetes Mellitus patients. Diabetes Mellitus is a metabolic abnormality characterized by elevated blood sugar levels, due to an abnormality of insulin secretion, insulin work or both. Diabetes Mellitus patients should take life-long management therapy both pharmacologically and nonpharmacologically to prevent complications and control the stability of their blood sugar levels. The therapy can have a certain impact, both physically and psychologically. One of the psychological effects that can be felt by Diabetes Mellitus patients is stress. This study aims to determine the description of stress levels in Diabetes Mellitus patients in the area of Djazariyah family doctor Kendal District. Quantitative descriptive method. The measuring tool used is a questionnaire of Depression Anxiety Stress Scale consisting of 42 questions. The sample was 37 respondents. Most Diabetes Mellitus patients experience mild stress. Researchers provide suggestions for further researchers to use the questionnaire of Depression Anxiety Stress Scale that has been modified in each question, in order to facilitate respondents in answering. Keywords: Stress in Diabetes Mellitus clients
HEALTH BEHAVIOUR PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DALAM MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI Widiasih, Restuning; Setyawati, Anita
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2018): May 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.622 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v2i1.17

Abstract

AbstrakIndonesia masih tertinggal dalam banyak aspek kesehatan reproduksi khususnya pada perempuan. Upaya-upaya promosi dan prevensi kesehatan perempuan pada kelompok perempuan sehat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kondisi kesejahteraan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya promosi kesehatan dan prevensi timbulnya penyakit pada kesehatan reproduksi perempuan usia subur. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif, jumlah sampel 51 perempuan di Wilayah Cikutra, instrument penelitian berupa kuesioner tentang aktivitas perempuan dalam menjaga kesehatan reproduksi. Cara pengumpulan data dilakukan langsung pada responden, data dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan upaya perempuan menjaga kesehatan reproduksi bervariasi yaitu seluruh responden mengikuti program keluarga berencana, menjaga kesetiaan pada pasangan dan upaya untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh sebagian besar responden. Disisi lain sedikit perempuan melakukan upaya pencegahan penyakit infeksi sistem reproduksi, dan upaya pencegahan penyakit kanker payudara dan kanker cerviks. Kesimpulan, upaya perempuan menjaga kesehatan reproduksi belum maksimal, perlu perhatian yang lebih dari pemerintah untuk lebih memfasilitasi perempuan dalam meningkatkan kesehatan dan pencegah penyakit reproduksi. Kata kunci; Promosi kesehatan; Pencegahan penyakit; Kesehatan reproduksi perempuan Abstract Please Reproductive Health Behaviour amongst Women of Reproductive Age. Women’s reproductive health in Indonesia is still under expectation. Women’s health promotion and illness prevention programmes are significant to improve women’s wealthiness, in particular, their reproductive health. The objective of this study was to determine women’s health behavior related to health promotion and illness prevention in reproductive diseases and issues. this study applied the descriptive qualitative approach that involved 51 women from sub-district Cikutra, Bandung. Respondents filled in a questioner about women’s health behavior in health promotion and illness prevention related to reproductive health. The data were analyzed using distribution frequency. This study found that all respondents participated in the family planning programmes (100%), the majority of respondents were faithful to their partner (92%), and they understood how to deal with domestic violence (75%). While less of women did illness prevention or screening related to infection of the reproductive system (31%), and breast and cervical cancer (35% and 39%, respectively). Women’s reproductive health behavior is not maximum yet. the Indonesian government needs to provide more attention, facilities, and programmes to enhance women’s health behavior in women’s reproductive health promotion and illness prevention. Keywords: health promotion, illness prevention, women’s reproductive health 

Page 1 of 1 | Total Record : 5