cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2007)" : 14 Documents clear
PENGARUH KADAR BAHAN PENGIKAT MUSILAGO GUMMI ARABICI DAN UKURAN GRANUL BASAH TERHADAP MIGRASI OBAT SELAMA PROSES PENGERINGAN Endarti, Dwi; Fudholi, Achmad
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i3.81

Abstract

Wet granulation is one of compressed tablet method that used widely. This experiment purposed to study the effect of gummi arabici mucilage binder concentration and wet granul size on drug migration during drying process which used vitamin B6 as a model of drug. Three formulation of granul was prepared using gummi arabici mucilage binder which concentration 10%, 15%,20%. Each formula was sieved used sieving number 8, 12, 16 mesh. Granul was dried in oven at temperature 60°C for 3,5 hours used drying cell. Drug migration was known by calculating the coefficient of migration value. The result was analyzed used statistic method ANOVA two way at 95% level of significant and student-t test if thereâ??s a significant of difference. The result of experiment showed a significant of difference on coefficient of migration that influenced by gummi arabici mucilage concentration, but the wet granul size didnâ??t give a significant of difference. The coefficient of migration value which resulted at granul size 8, 12, 16 mesh at each formula are FI 0,230, 0,215, 0,209; FII 0,161, 0,151, 0,138; FIII 0,087, 0,071, 0,063. ABSTRAK Granulasi basah merupakan salah satu metode pembuatan tablet yang digunakan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar bahan pengikat musilago gummi arabici dan ukuran granul basah terhadap migrasi obat selama proses pengeringan dengan menggunakan vitamin B6 sebagai model obat. Untuk mencapai tujuan tersebut dibuat 3 macam formula granul dengan bahan pengikat musilago gummi arabici dengan kadar 10%, 15%, 20%. Masing-masing formula tersebut diayak dengan ayakan no 8, 12, 16 mesh. Granul dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 60°C selama 3,5 jam dengan menggunakan sel pengering. Besarnya migrasi obat diketahui dengan menghitung harga koefisien migrasi. Selanjutnya hasil yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA dua jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji t (student) jika terdapat perbedaan yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada koefisien migrasi obat karena pengaruh kadar bahan pengikat musilago gummi arabici yang digunakan, sedangkan ukuran granul basah tidak memberikan perbedaan yang bermakna. Harga koefisien migrasi yang diperoleh pada granul dengan ukuran 8, 12, 16 mesh pada masing-masing formula adalah FI 0,230, 0,215, 0,209; FII 0,161, 0,151, 0,138; FIII 0,087, 0,071, 0,063.
PENGARUH SUHU STERILISASI TERHADAP PENYERAPAN LARUTAN D-MANITOL SEDIAAN PARENTERAL DENGAN PENGEMAS PLASTIK LOW DENSITY POLYETHILENE Lukitaningsih, Endang; Mufrod, .; Bustomi, Tomy
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i3.82

Abstract

Plastic can cause some problems, especially in parenteral product. Main disadvantage of using plastic container is  plastic has capability to absorp many compounds which in solution. Furthermore, it can cause decreasing of drug concentration which having an effect on efficacious of drug. This research aims to know the influence of autoclave sterilitation process and Low Density Polyethilene (LDPE) plastic container to decreasing of D-Manitol concentration in parenteral dosage form. Beside that, the other purpose is searching sterilization temperature which have high safety and effectivity. The research includes making D-Manitol 20% solution and then determination of its concentration. After that, the D-Manitol solution is divided into two groups. One group is as control solution (without plastic LDPE) and another group is as sample (with plastic LDPE). Then, both of solutions are strerilized at three temperature programs (100°C, 102°C, 105°C). The results show that sterilization by autoclave and plastic presence in D-Manitol solution can cause concentration D-Manitol decreasing. The decreasing of D-Manitol concentration is not more than 5%, so that it is accepted in accordance with rule of Indonesian Pharmacope 4th edition. The best condition of sterilization is 100°C temperature during 45 minutes. ABSTRAK Plastik dapat menimbulkan masalah, terutama dalam sediaan parenteral. Kerugian utama penggunaan pengemas plastik adalah plastik mempunyai kemampuan untuk menyerap banyak komponen dalam larutan sediaan. Selanjutnya dapat mengakibatkan berkurangnya kadar obat yang berpengaruh pada kemanjuran obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu sterilisasi autoklaf dan bahan pengemas plastik Low Density Polyethilene (LDPE) terhadap penurunan kadar larutan D-Manitol sediaan parenteral (Injeksi D-Manitol). Di samping itu bertujuan untuk mencari suhu sterilisasi yang paling aman dan efektif. Penelitian meliputi pembuatan larutan D-Manitol 20% kemudian dilakukan penetapan kadar awal. Larutan dibagi menjadi dua kelompok untuk kontrol (tanpa plastik LDPE) dan sampel (dengan penambahan plastik LDPE), kemudian disterilisasi pada tiga paket suhu (100°C, 102°C, 105°C). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan sterilisasi dengan autoklaf menggunakan variasi suhu pada larutan D-manitol tanpa penambahan plastik dan dengan penambahan plastik menyebabkan terjadinya penurunan kadar D-Manitol. Besarnya penurunan kadar D-Manitol tidak lebih dari 5%, sehingga masih dapat diterima berdasarkan Farmakope Indonesia IV. Suhu sterilisasi 100°C selama 45 menit merupakan kondisi sterilisasi yang paling efektif dan aman.
PENGEMBANGAN FORMULASI TABLET PREDNISON SECARA KEMPA LANGSUNG DENGAN TEKNIK DISPERSI PADAT Syukri, Yandi; Mulyanti, Eka
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i3.83

Abstract

Prednison adalah obat yang digunakan untuk menekan sistem imun dan inflamasi yang sukar larut dalam air. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menaikkan kelarutan prednison pada proses formulasi melalui pembentukan dispersi padat menggunakan polivinilpirolidon (PVP). Formulasi tablet prednison secara kempa langsung dengan teknik dispersi padat dibuat dengan 5 variasi konsentrasi PVP 1, 2, 3, 4, dan 5%. Sebagai  pembanding digunakan kontrol negatif yaitu yang mengandung 0% PVP. Serbuk dispersi padat yang diperoleh diuji sifat alirnya meliputi waktu alir dan sudut diam untuk optimasi metode kempa langsung. Tablet yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta sifat kimianya (uji disolusi). Hasil evaluasi sifat fisik tablet menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Farmakope Indonesia edisi IV dan kepustakaan lainnya. Data yang diperoleh dari uji disolusi dianalisis menggunakan ANAVA dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan laju disolusi prednison dibanding dengan kontrol negatif yaitu formula I 0,35%; formula II 0,64% ; formula III 0,12% ; formula IV 15,9% dan formula V 27,37%. Hasil perhitungan DE30 dari seluruh  formula yaitu 65,98% untuk formula I; formula II 66,16%; formula III 74,55%; formula IV 80,37%; formula V 91,02%, sedangkan pada kontrol negatif memiliki DE30 63,47% dan kontrol positif 83,94%. ABSTRACT Prednisone is a drug, used to provide relief for inflamed areas of the body which insoluble in water. The aim of this research was to increased the solubility of prednisone to formulation process by solid dispersion system using polyvinnilpyrrolidon(PVP). Direct compression prednisone tablet formulation by solid dispersions teknique was made with 1, 2, 3, 4 and 5 % PVP variation concentration and a compatitor used the formula with 0% PVP (negative control). The mass powder of solid dispersion that have got, tested about the fisical and the chemistry point include  the flowing time and angle of repose to optimate direct compresiion method. Tablet yields was tested its physical characteristics include uniform weigh, hardness, friability, disintegration and dissolution. Dissolution data was analized statistically used ANAVA. The result showed that there were an increased percentage of prdnisone disolution compared with negative control ( 0% PVP), e.a : 0,35% for 1st formula; 0,64% for 2nd formula ; 3rd formula 0,12% ;  4th formula 15,9% dan 5th formula  27,37%. The disolution efficiency from all of the formula are 65,98% for formula I; formula II 66,16%; formula III 74,55%; formula IV 80,37%; formula V 91,02%. DE30 of  negative control 63,47% and for positive control 83,94%.
UJI PERMEABILITAS INTRINSIK DAN TERMODINAMIKA DIFUSI PIROKSIKAM SECARA IN VITRO Aryani, Ni Luh Dewi; Martodihardjo, Suwaldi
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 3 (2007)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i3.77

Abstract

The effectivity of a topical drug therapy was influenced by its ability to penetrate into skin. Stratum corneum which is a barrier of skin layer caused most drugs experience difficulties in penetrating skin layer in a appropriate speed to reach its therapeutic level, even though it is a potent drug. Research on drug permeability through skin layer is a must in order to develop transdermal formulation. In this work we had conducted intrinsic permeability and diffusion thermodynamic test of piroxicam in phosphate buffer pH 3,5 in vitro, using side by side diffusion cell complemented with rabit skin membrane. Data gained in this experiment were flux, permeability coefficient, diffusion coefficient, and latent time for piroxicam consecutively 2.78x10-4 mg/cm2/second, 6.68x10-6 cm/second, 1,08x10-9 cm2/second and 33.77 minutes. Piroxicam diffusion process was an endothermic and unconstant process. DF, DH, and DS value for piroxicam diffusion process at 32ºC were consecutively 7.22 kcal/mol, 4.73 kcal/mol, and 8.16 cal /degr/mol. ABSTRAK Efektivitas terapi obat yang digunakan secara topikal tergantung dari kemampuannya untuk berpenetrasi ke dalam kulit. Stratum korneum yang merupakan lapisan penghalang kulit menyebabkan sebagian besar obat sulit untuk melewati kulit dengan kecepatan yang cukup untuk mencapai level terapetiknya walaupun merupakan obat yang poten. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian terhadap permeabiltas obat melalui kulit untuk pengembangan formulasi sediaan transdermal.  Pada penelitian ini dilakukan uji permeabilitas intrinsik dan termodinamika difusi piroksikam dalam dapar fosfat pH 3,5 secara in vitro menggunakan alat uji sel difusi model side by side yang dilengkapi dengan membran kulit kelinci. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yang meliputi fluks, tetapan permeabilitas, koefisien difusi dan waktu laten difusi piroksikam masing-masing adalah 2,78x10-4 mg/cm2/detik, 6,68x10-6 cm/menit, 1,08x10-9 cm2/menit dan 33,77 menit. Proses difusi piroksikam merupakan suatu proses yang berlangsung tidak spontan dan merupakan suatu proses endotermik. Nilai DF, DH, dan DS proses difusi piroksikam pada suhu 32ºC  masing-masing adalah 7,22 kkal/mol, 4,73 kkal/mol, dan 8,16 kal /der/mol.

Page 2 of 2 | Total Record : 14