cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2014)" : 22 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Fenilpropanolamin (PPA) terhadap Preeklampsia Virginia, Dita Maria; Dasuki, Djaswadi; Wibowo, Tunjung
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.54 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i2.163

Abstract

Preeclampsia causes high morbidity and morta lity among maternal in a worldwide. The condition such as influenza make them to consume decongestant to relief their  flu. Phenylpropanolamine (PPA) is decongestant which widely used in Indonesia and include over the counter (OTC) medicine. PPA is a sympathomitetic agent. Somehow, it can constricts uterine blood vessels and makes hipoxia in placental areas then itâ??s possible to get preeclampsia. To examine the association between the PPA used during pregnancy and preeclampsia. a matched case-control study of 68 maternal with an equal number of preeclampsia and non-preeclampsia was conducted among women who delivered infants between November 2012 and February 2013. Data were obtained from medical report and questionnaire and analized using McNemar, and conditional logistic regression to calculate odds ratio (OR) and 95% confidence intervals (CI) of potential risk factors associated with preeclampsia. Maternal who used PPA > 25 mg a day get preeclampsia/eclampsia 5,28 greater than maternal who consume PPA <12,5 mg a day (p=0,05). Bivariat analysis then multivariat result showed no correlation between frequency, duration, and trimester of PPA used with preeclampsia. The used of phenylpropanolamine (PPA) during pregnancy is greater on maternals who get preeclampsia than maternals who do not get preeclampsia.Keywords:  Preeclampsia, phenylpropanolamine, risk factors Preeklampsia merupakan salah satu penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu di dunia. Kondisi seperti influenza menyebabkan ibu hamil mengkonsumsi dekongestan untuk mengurangi gejala flu. Fenilpropanolamin (PPA) merupakan dekongestan yang banyak digunakan di Indonesia dan termasuk obat over the counter (OTC) yang dapat menimbulkan vasokonstriksi. Hal itu dapat menimbulkan konstriksi pada vaskuler uterus dan hipoksia plasenta sehingga memungkinkan timbulnya preeklampsia. Untuk mengetahui hubungan penggunaan PPA selama masa kehamilan terhadap terjadinya preeklampsia digunakan rancangan matched case-control dengan jumlah maternal pada kelompok kasus dan kontrol sebesar 68 maternal yang melahirkan antara bulan November 2012 sampai Februari 2013. Data diperoleh dari rekam medis, catatan kepe rawatan, dan kuesioner lalu dianalisis menggunakan McNemar, dan regresi logistik kondisional untuk menghitung odds ratio (OR) dan 95% confidence intervals (CI) dari faktor risiko yang berpotensi terkait dengan preeklampsia. Maternal yang menggunakan fenilpropanolamin (PPA) >25 mg sehari memiliki risiko 5,28 kali lebih besar (p=0,05) mengalami preeklampsia dari pada maternal yang mengkonsumsi dosis <12,5 mg per hari. Hasil analisis bivariat dilanjutkan dengan mulitivariat menunjukkan frekuensi, durasi, dan trimester penggunaan PPA tidak menunjukkan hubungan dengan preeklampsia. Fenilpropanolamin (PPA) lebih banyak digunakan selama kehamilan pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia daripada ibu hamil yang tidak mengalami preeklampsia.Kata kunci: Preeklampsia, fenilpropanolamin, faktor risiko 
Pengembangan, Evaluasi, dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Akut Sediaan Nanoemulsi Spontan Minyak Jintan Hitam Olii, Audia Triani; Pamudji, Jessie Sofia; Mudhakir, Diky; Iwo, Maria Immaculata
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.215 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i2.219

Abstract

Nigela sativa is the plant in which the seeds have a strong anti inflammatory effect. The compound that responsible to perform anti inflammation effect is thimoquinon, that contained in volatile constituents of Nigella sativa oil. Later it was found that even the fixed oil of Nigella sativa has greater anti inflammation ef-fect than thimoquinon. Limited usage of oil or powder have a problems in bioavailability. To overcome this problem, the self nanoemulsion formula development is done to enhance the bioavailability. Nanoemulsion contain 200μL Nigella sativa oil per 1 g mixture of oil phase made by VCO, Cremophor RH40,  polietilen glikol 400 rasio 1:7:2. Disper sibility test showed that SNEDDS is rapidly form a transparent mixture within 9,17 ± 0,015 minutes in HCl 0,1 N, the rate of stirage at 50 rpm, mean globules diameter of 57,6 ± 13.04 nm, polydispersity index of 0,288 ± 0,033, and zeta potential of 0,243 ± 0,136 mV. Stability test of centrifuge test showed that SNEDDS is stable, although at the third cycle of freeze thaw cycle showing a significant difference in polydispersity index and zeta potensial with the previous cycle. Result of anti inflammation acute activity test of Nigella sativa oil which is incorporate in SNEDDS of VCO has no antiinflammation. Keywords:  Nigella sativa oil, Self Nanoemulsion, anti inÏ?lammation   Nigella sativa, tanaman dengan biji yang memiliki efek antiinflamsi yang cukup kuat. Senyawa yang bertanggung jawab memberikan  efek antiinflamasi adalah thimokuinon, senyawa yang terkandung dalam minyak  menguap dari minyak jintan hitam. Namun ditemukan bahwa  bahkan minyak lemak jintan hitam memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih besar dari thimokuinon. Penggunaan yang terbatas pada minyak atau serbuk jintan hitam mempunyai  masalah dalam bioavailabilitas. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengembangan formula sediaan nanoemulsi  spontan (SNES) dalam usaha meningkatkan bioavailabilitas minyak jintan hitam. Nanoemulsi yang mengandung 200 μL minyak jintan hitam per 1 g fase minyak dibuat dengan menggunakan VCO, Cremophor RH 40 dan polietilen glikol 400 dengan perbandingan 1:7:2. Hasil uji dispersibilitas menunjukkan sediaan teremulsi dengan cepat membentuk campuran transparan dalam waktu 9,17 ± 0,015 menit dalam medium HCl 0,1 N dengan kecepatan pengadukan 50 rpm, dengan ukuran diameter globul 57,6 ± 13.04 nm, indeks polidispersitas  0,288 ± 0,033,  dan zeta potensial 0,243 ± 0,136 mV. Hasil uji stabilitas pada uji sentrifugasi menunjukkan SNES minyak jintan hitam stabil secara fisik, walaupun pada siklus ketiga freeze thaw menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan siklus sebelumnya pada indeks polidispersi dan zeta potensial. Hasil uji aktivitas antiinflamasi akut minyak jintan hitam yang diinkorporasikan dalam SNES VCO tidak memberikan efek antiinflamasi.Kata kunci: minyak jintan hitam, nanoemulsi spontan, antiinϐlamasi akut  

Page 3 of 3 | Total Record : 22