cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 3 (2019)" : 20 Documents clear
TRAGEDI KEBUN TEBU: PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL PADA PERTUNJUKAN LUDRUK Wardani, Herlina Kusuma
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.782

Abstract

Ludruk merupakan warisan budaya sejak jaman penjajahan yang dimiliki oleh masyarakat Jawa Timur. Ludruk merupakan sarana hiburan yang fenomenal pada saat itu. Cerita ludruk diambil dari kisah kehidupan sehari-hari yang dialami oleh masyarakat bawah yang mengalami kesulitan ekonomi dan ketertindasan. Oleh karena itu, ludruk juga menjadi alat perjuangan di masa penjajahan Belanda dan Jepang. Bahkan juga menjadi alat propaganda partai politik di masa orde lama maupun orde baru. Salah satu unsur yang sangat penting dalam pementasan ludruk ialah adanya pengarang. Proses kehidupan pengarang di masyarakat memiliki andil yang besar dalam proses pembuatan cerita ludruk. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan sosial pengarang dan masyarakat dalam lakon ludruk Tragedi Kebun Tebu dengan analisis sosiologi sastra. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial pengarang dan masyarakat berupa latar belakang keluarga dan tantangan masa depan, pimpinan grup ludruk Karya Budaya dan siasat menghadapi tantangan, karir pengarang dan kesempatan kerja masyarakat, ideologi pengarang dan perubahan sosial masyarakat, serta menyikapi travesti di masyarakat.Kata kunci: Pengarang, masyarakat, ludruk, sosiologi sastra.
REPERTOAR MASYARAKAT MIGRAN: SEBUAH PERJALANAN MENCARI IDENTITAS Sukmawati, MA, Anggy Denok
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.935

Abstract

Judul                         : Language and Migration in a Multilingual Metropolitan Berlin LivesPenulis                       : Patrick StevensonPenerbit                     : Palgrave Macmillan, LondonTahun Terbit               : 2017Jumlah Halaman         : 219 Dinamika kehidupan di kota besar sangat berpengaruh pada bahasa yang berkembang dan digunakan oleh penuturnya. Chríost (2007) menyatakan bahwa pengaruh itu bisa sangat kompleks dan seringkali evolusioner. Salah satu contoh dampak urbanisasi pada bahasa adalah hubungan antara kemunculan kota-kota pertama di dunia dan inovasi tulisan di sejumlah belahan dunia yang berbeda?Mesoamerika, Mesir Kuno, Sumeria, dan Cina. Kemudian, dalam konteks Eropa, evolusi tulisan, sastra, filsafat, dan berbagai aktivitas yang berpusat pada bahasa berkaitan erat dengan munculnya negara-kota di Yunani Kuno. Di dunia modern, keberadaan kota menjadi penting karena kota menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, dan sosial. Berkaitan dengan hal itu, jika dilihat dari sudut pandang ilmu Sosiolinguistik, kota merupakan tempat yang jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan tempat lain. Wardaugh (1998) mengatakan bahwa kota merupakan tempat yang lebih sulit dikarakterisasikan jika dibandingkan dengan daerah pedesaan. Variasi bahasa dan pola perubahan terlihat lebih jelas di kota, seperti struktur keluarga, mata pencaharian, serta kesempatan bagi masyarakat untuk naik kelas sosial?ataupun turun kelas sosial. Migrasi, baik itu ke dalam maupun ke luar kota, juga merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan kompleksnya dinamika bahasa di kota. Standardisasi dan difusi bahasa merupakan dinamika bahasa yang juga biasa terjadi di kota dan hal itu bisa berpengaruh di luar daerah administrasinya.
DISCOURSE OF FAMILY WELL-BEING AND THE VALUE OF WORK AT RPTRA’S TESTIMONIAL VIDEOS Wibowo, Sunar; Marta, Rustono Farady; Panggabean, Hana
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.808

Abstract

Well being is one of the global SDGs (Sustainable Development Goals) movement in which Indonesian Government formally join. Integrated child friendly public spaces (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak or abbreviated as RPTRA ? in Indonesian), are built for improving cities to become Child Friendly Cities, which actually serve as a component for achieving this well-being SDG. This study aims  to show how RPTRA staff creatively communicate to public by uploading testimonial videos on YouTube,  which is intended to show how RPTRA?s existence is perceived by its surrounding community. Analyzing a sample of such videos using the Fairclough?s critical discourse analysis, it was found that RPTRAs provide real benefits  not only to children, but also to all family members, contributing to family well being. To put it in the context of RPTRA employment fenomena, the testimonial video also reveals the job meaningfulness as perceived by the RPTRA staff.
DAMPAK SOSIAL-EKONOMI PEMINDAHAN PAKSA: STUDI ATAS PENYINTAS LUMPUR LAPINDO, JAWA TIMUR Novenanto, Anton
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.920

Abstract

This is a study to identify and discuss socio-economic impacts of forced-displacement in the course of Lapindo mudflow in East Java. The main conceptual framework of this study follows previous study which views Lapindo mudflow case as ?disaster of development? for has caused massive forced-displacement of the populations (Novenanto, 2015c). Main themes of discussion of this study will concentrate on migration patterns, loss of access to land and buildings, changing type of work, disruption of access to public facilities and services, and social ties. This study relies on data collected from a community-based research to identify multidimensional impacts of Lapindo mudflow into 6 (six) partner-communities. The data is collected through questionnaire-based survey, focus group discussions, and observations. The research process involved members of each community from research design, collecting data, and data analysis. Such involvement is an implicit strategy to empower them through a continuous practice of critical thinking and logical reasoning which could be additional cultural capital for them in self-empowerment and advocation to the fulfillment and recovery of basic rights in the aftermath of the disaster.
FRAMING AND NAVIGATING BREASTFEEDING AS A DEVELOPMENT ISSUE Ocktaviani, Sentiela; Rahadian, Angga Sisca
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.913

Abstract

This study addresses the issue of working mothers who give exclusive breastfeeding to their babies. During this time, public overlooks breastfeeding activities by considering breastfeeding merely as a mother's duty and a mundane matter. The involvement of her husband, family, community, and government to support the success of exclusive breastfeeding is still lacking. Workers' mothers have a dual role, domestic and public duties. Breastfeeding is often a barrier to women's performance in the public sphere and indirectly it impacts on household financial conditions. On the other hand, exclusive breastfeeding provides many benefits, primary for health and economic benefits. Therefore, this study wants to analyze breastfeeding activities through the development paradigm and finds the proper strategy for stakeholders to navigate breastfeeding as a development activity. The approach used in this research is qualitative by conducting interviews with stakeholders and literature review. The concepts of gender and development are applied to analyze the involvement of partners, families and communities in supporting the achievement of exclusive breastfeeding. The government also has an essential role in ensuring women and men have equal rights in the workplace and in the domestic sphere to do the household chores and bearing the children. The social movement also proved effective in providing an understanding to public that ensuring exclusive breastfeeding is a responsibility for all stakeholders.
REPRODUKSI (PERTUKARAN) PANGAN: MENYEMAI DAULAT HIDUP DI SUMBA BARAT (DAYA) Laksono, Paschalis Maria; Anantasari, Esti; Nandiswara, Olga Aurora
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.747

Abstract

Abstrak Pada orang Kodi di Kabupaten Sumba Barat (Daya), bagaimana pun ekonomi itu, masih menyatu dalam totalitas organisasi sosial sistem kekerabatan yang dibayangkan memancar dari sistem kepercayaan pada Marapu, yaitu seorang ayah sekaligus ibu pencipta dan perawat kehidupan (Ama Mawolo Ina Marawi). Oleh karena itu garis kerabat baik dari sisi ayah maupun ibu, masing-masing secara kreatif dilantunkan demi tegaknya moralitas pertukaran, yaitu jalannya ekonomi-Uma. Secara simbolik pertukaran itu diritualkan pada pesta adat. Artikel ini dapat diperlakukan sebagai penggalan reflektif cuplikan dari proses penelitian partisipatoris berkesinambungan yang masih terus berlangsung sejak tahun 2015. Proses itu terkait dengan usaha bersama warga masyarakat untuk memilih dan mereproduksi moda pertukaran pangan, tanpa harus menjadi peminta-minta (mandara uang), di pulau-pulau kecil di Maluku dan Nusa Tenggara Timur demi kedaulatan pangan mereka. Oleh karena itu di sini Sumba Barat Daya akan terkoneksikan secara komparatif dengan kabupaten dan pulau-pulau lainnya. Abstarct For Kodi's people in Southwest Sumba Regency, their economy is still based on social kinship organizations, which can be seen from the belief system in Marapu,that is a father and a creator and a guardian of life (Ama Mawolo Ina Marawi). Therefore, both the father and mother's kinship lines, each creatively revealed for the sake of the morality of exchange, that is the continuation of the Uma-economy. Symbolically the exchange is ritualized at a traditional ritual. This article can be treated as a reflective fragment of footage from a continuous participatory research process that has continued since 2015. The process is related to the effort with community members to choose and reproduce food exchange modes, without being a beggar (mandara uang), on small islands in Maluku and East Nusa Tenggara for their food sovereignty. Therefore, in this article Southwest Sumba will be connected comparatively with other districts and islands.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERDASARKAN PREFERENSI MASYARAKAT ASLI: STUDI KASUS DI RAJA AMPAT Iriani, Ade Yunita
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.731

Abstract

Kepulauan Raja Ampat yang dikenal sebagai wisata bahari menunjukkan perkembangan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat tiap tahunnya. Namun di dalam perkembangannya, kegiatan pariwisata Kepulauan Raja Ampat mengalami permasalahan berupa keterlibatan masyarakat asli yang masih rendah dalam usaha pariwisata di Kepulauan Raja Ampat dan adanya kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi masyarakat asli Kepulauan Raja Ampat terhadap dampak pengembangan pariwisata yaitu pada lingkungan maupun perekonomian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode statistik deskriptif untuk menjelaskan karakteristik perkembangan pariwisata; metode penilaian tingkat kepuasan dan tingkat preferensi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata berdasarkan skala likert; serta analisis lingkungan strategis (IFAS-EFAS) untuk mengetahui potensi dan masalah serta pemetaan strategi pengembangan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pengembangan pariwisata Kepulauan Raja Ampat terhadap lingkungan dan perekonomian berpengaruh positif bagi masyarakat asli namun belum sepenuhnya sesuai harapan masyarakat sehingga diperlukan strategi yang sesuai dengan kondisi tersebut. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa strategi pengembangan pariwisata Kepulauan Raja Ampat yang sesuai untuk diterapkan adalah memanfaatkan peluang dan mengurangi kelemahan yang ada di Kepulauan Raja Ampat yaitu dengan meningkatkakn potensi sumberdaya lokal yang berdaya saing, kreatif dan inovatif.
RESIGNIFICATION: WACANA BALIK ORANG PAPUA DALAM MENANGGAPI RASISME Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.876

Abstract

Terjadi pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya oleh berbagai pihak, mulai dari tentara, satuan pamong praja, kepolisian, sampai organisasi masyarakat pada 16-17 Agustus 2019. Massa pengepung meneriaki mahasiswa Papua dengan kata monyet. Artikel ini menggunakan teori resignifation Judith Butler (1997) untuk melihat bagaimana orang-orang Papua sebagai korban ujaran rasial mampu berbicara balik kepada pelaku setelah mengemansipasi dirinya sendiri dari jejaring konteks sosial yang diskriminatif. Keutamaan resignification yang diusulkan Butler sebagai cara menanggapi ujaran kebencian adalah pemanfaatan logika internal ujaran yang disusun oleh pelaku sebagai sumber daya untuk menyusun wacana balik. Pola resignification yang dilakukan orang Papua adalah meliyankan diri sendiri dengan menggunakan frasa ?monyet Papua? dalam wacana baliknya. Frasa ?monyet Papua? ini merupakan bentuk reartikulasi pembedaan diri yang dilakukan dalam ujaran rasis ?monyet?. Cara ini digunakan untuk melucuti otoritas pelaku ujaran, mempersatukan orang-orang Papua, dan mampu menjustifikasi tuntutan untuk merdeka dari kolonialisasi Indonesia. Peralihan fokus diskursus wacana balik orang Papua dari melawan rasisme menjadi tuntutan kemerdekaan Papua dapat pula dibaca sebagai upaya taktis untuk melakukan afirmasi kesetaraan status antara manusia Indonesia dan manusia Papua. Cara pandang bahwa perlakuan rasisme adalah bagian dari tindakan kolonialisasi Indonesia terhadap Papua melandasai pola interpretasi ujaran rasis Surabaya sehingga menghasilkan pola wacana balik yang demikian.Papuans Counter Speech toward Racism Speech
WATU SEMAR: SEBUAH REFLEKSI PEMIKIRAN DAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT SAMBONGREJO, BOJONEGORO Milawaty, Milawaty
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.777

Abstract

Dikarenakan kuatnya keberadaan Watu Semar berkat mitosnya, penelitian ini dilakukan untuk mengungkap makna dan peran Watu Semar bagi masyarakat pemilik mitos, yakni para penduduk asli Desa Sambongrejo di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran dan budaya lokal masyarakat tersebut melalui keberadaan serta mitos Watu Semar. Metode penelitian yang digunakan ialah studi lapangan dengan wawancara mendalam yang dipadukan dengan teori Kritik Sastra Lisan dari Alan Dundes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos Watu Semar, yang dipercaya memiliki hubungan kuat dengan sosok Punakawan Semar, kuat dilanggengkan melalui pewarisan secara turun-temurun sebagai budaya kepercayaan khas masyarakat Sambongrejo. Bagi mereka, Watu Semar memiliki arti yang signifikan sebagai dulur, saudara kandung mereka sendiri, dan dan bernilai historis sehingga begitu dihormati. Watu Semar berperan sebagai simbol kepercayaan lokal serta bentuk ekspresi budaya (uri-uri budoyo) masyarakat Desa Sambongrejo yang notabene memiliki kecenderungan pemikiran ke hal-hal mistis. Karenanya di dalam masyarakat Sambongrejo, keberadaan Watu Semar dan mitosnya memiliki pengaruh yang sangat besar, dimana ia merupakan refleksi pemikiran dan basis kebudayaan dari masyarakat lokal Sambongrejo itu sendiri.
KEBUDAYAAN DAN PEMBANGUNAN DI ERA CULTURAL TURN Sukmawati, MA, Anggy Denok
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.987

Abstract

Kebudayaan dan pembangunan adalah dua hal yang sesungguhnya erat terkait. Keduanya saling terkait dan mempengaruhi ? perubahan kebudayaan dan laju pembangunan akan senantiasa terus membentuk perkembangan dan peradaban masyarakat ke depan. Dalam konteks ini, maka keduanya tak bisa dipilah-pisahkan sama sekali. Kebudayaan tak bisa dilepaskan karena ia adalah matras dari peradaban dan pembangunan adalah hal yang tak terelakkan seiring dengan tumbuh dan berkembangnya masyarakat yang terus berubah. Namun demikian, hubungan keduanya tidaklah selalu mulus. Dalam sejarahnya, kebudayaan dan pembangunan mengalami ketegangan-ketegangan yang berdampak pada masyarakat secara konkret.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 3 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 3 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2021) Vol. 22 No. 3 (2020) Vol. 22 No. 2 (2020) Vol. 22 No. 1 (2020) Vol. 21 No. 3 (2019) Vol. 21 No. 2 (2019) Vol. 21 No. 1 (2019) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol. 20 No. 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol. 20 No. 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol. 19 No. 3 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol. 19 No. 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol. 19 No. 1 (2017) Vol. 18 No. 3 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol. 18 No. 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol. 18 No. 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol. 17 No. 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol. 17 No. 1 (2015) Vol 16, No 3 (2014) Vol. 16 No. 3 (2014) Vol. 16 No. 2 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol. 16 No. 1 (2014) Vol. 15 No. 3 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol. 15 No. 2 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol. 15 No. 1 (2013) Vol. 14 No. 3 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol. 14 No. 2 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol. 14 No. 1 (2012) Vol 13, No 2 (2011) Vol. 13 No. 2 (2011) Vol. 13 No. 1 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol. 12 No. 3 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol. 12 No. 2 (2010) Vol. 12 No. 1 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol. 11 No. 2 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol. 11 No. 1 (2009) Vol. 10 No. 2 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol. 10 No. 1 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2007) Vol. 9 No. 1 (2007) Vol. 8 No. 2 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol. 8 No. 1 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 2 (2005) Vol. 7 No. 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol. 7 No. 1 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 2 (2004) Vol. 6 No. 2 (2004) Vol. 6 No. 1 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 2 (2003) Vol. 5 No. 2 (2003) Vol. 5 No. 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 3, No.1 (2000) Vol 3, No.1 (2000) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.1 (1998) Vol 2, No.1 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.1 (1997) Vol 1, No.1 (1997) More Issue