cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jabfebuns@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami No 36A, Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Bisnis
ISSN : 14120852     EISSN : 25805444     DOI : 10.20961
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB)is published by Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret, Indonesia. Published two times a year, February and August, JAB is a media of communication and reply forum for scientific works especially concerning the field of the business and accounting. Papers presented in JAB are solely that of author. Editorial staff may edit the papers, as long as not change its meaning. JAB has obtained an accreditation from Directorate General of Research and Development Strengthening, Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia by SK No. 21/E/KPT/2018.
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Do Political Connections, Ownership Structure, and Audit Quality Affect Earnings Management? Yeterina Widi Nugrahanti; Agung Tri Nugroho
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i1.766

Abstract

This study aims to determine the effect of political connections, ownership structure (managerial ownership and institutional ownership), and audit quality toward earnings management. Earnings management in this study is measured by discretionary accruals using the modified Jones model. By purposive sampling, this study gets 262 non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange during 2017-2019 as samples (786 observations). This study uses generalized least square panel data regression for testing the hypotheses. The results indicate that political connections have a positive effect on earnings management, while managerial ownership, institutional ownership and audit quality have a negative effect on earnings management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh koneksi politik dan mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah koneksi politik, kepemilkan manajerial, kepemilikan institusional dan kualitas auditor. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah manajemen laba. Dalam penelitian ini koneksi politik diukur dengan jumlah dewan direksi dan dewan komisaris yang memiliki koneksi politik dan manajemen laba diukur dengan nilai discretionary accruals menggunakan model Jones dimodifikasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data yang diambil dari laporan tahunan perusahaan dengan rentang waktu tahun 2017 sampai 2019 (3 tahun). Populasi penelitian ini merupakan semua sektor perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berdasarkan hasil purposive sampling terdapat 262 perusahaan (786 observasi) yang digunakan sebagai sampel penelitian. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koneksi politik berpengaruh positif terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan manajerial dan kepemilikan instusional berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Penelitian ini juga menemukan bahwa kualitas auditor tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Kendala dan Kesiapan Lembaga Pemerintah Indonesia dalam Penerapan Akuntansi Agrikultur Indiana Farid Martadi
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i1.788

Abstract

The aim of this research is to analyze about the constrains and readiness of Indonesian government organizations in implementing the PSAP – Agriculture (Draft). This research was conducted in two agencies in the Ministry of Marine Affairs and Fisheries and two agencies in the Ministry of Agriculture. This study was using a qualitative methods by using initial questionnaire to obtain general description about accounting of biological assets and their agriculture products at the four working units as described. Advance confirmation and evidence collection was carried out remotely right after the answers of the initial questionare was received. The results of this study indicated that asset valuation is the biggest obstacle to the four agencies in implementing the PSAP - Agriculture (Draft), due to the absence of active market. Regulation about State’s Property was also a problem to those agencies in presenting biological assets according to PSAP - Agriculture (Draft). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa terhadap kendala dan kesiapan penerapan Draf PSAP – Agrikultur pada organisasi pemerintah di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada dua unit kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan serta dua unit kerja di Kementerian Pertanian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan kuesioner awal untuk mendapatkan gambaran umum terkait akuntansi aset biologis produk agrikulturnya pada keempat unit kerja. Konfirmasi lanjutan dan pengumpulan bukti-bukti dilakukan secara jarak jauh setelah jawaban atas kuesioner awal diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, penilaian aset merupakan kendala terbesar bagi keempat unit dalam penerapan draf PSAP – Agrikultur, karena tidak adanya pasar aktif. Peraturan terkait Barang Milik Negara juga menjadi kendala bagi keempat unit kerja tersebut dalam menyajikan aset biologis sesuai draf PSAP – Agrikultur.
Pengaruh Pengungkapan CSR Mikro Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Pelayanan Kesehatan dan Teknologi Kesehatan di Asean Reynis Putri Rahmaningtyas; Y Anni Aryani
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i1.735

Abstract

This study examines Micro-CSR and Financial Performance. Micro CSR is an important factor that affects Financial Performance. Micro CSR has been widely researched in the field of industrial psychology. However, Micro CSR has not received much attention in the financial sector. Micro CSR is also widely ignored in the literature. Whereas, micro-corporate social responsibility (CSR) has become an important part of organizational social responsibility. This study examines the effect of Micro CSR on the Performance of Healthcare and Health Technology Companies in ASEAN for the 2014-2019 period. The sample was selected using purposive sampling method. Hypothesis testing in this study uses Software Eviews Version 12. The results show that Micro CSR has a positive and significant impact on Financial Performance. This reflects that if the company can run or maintain good relations with its employees, it will create a sense of belonging to employees that resulted positive influence on financial performance. Penelitian ini meneliti tentang Micro-CSR dan Kinerja Keuangan. CSR Mikro adalah faktor penting yang mempengaruhi Kinerja Keuangan. CSR Mikro telah banyak diteliti dalam bidang psiklogi industri. Namun CSR Mikro belum banyak mendapat banyak perhatian di bidang keuangan. CSR Mikro juga banyak diabaikan dalam literatur. Tanggung jawab sosial perusahaan mikro (CSR) telah menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial organisasi. Penelitian ini menguji pengaruh CSR Mikro terhadap Kinerja Perusahaan Pelayanan Kesehatan and Teknologi Kesehatan di ASEAN periode 2014-2019. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Software Eviews Versi 12. Hasil menunjukkan bahwa CSR Mikro mempunyai pengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan dan signifikan. Hal ini mencerminkan bahwa jika perusahaan dapat menjalankan atau menjalin hubungan baik dengan karyawannya, maka akan tercipta sense of belonging pada diri karyawan yang berdampak positif pada kinerja keuangan.
IT Capability’s Impact Towards Competitive Advantage Through Business Process Agility on Indonesia’s Accounting Firms during Pandemic Aulastine Setiawan; Oviliani Yenty Yuliana; Devie Devie
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i1.768

Abstract

The existence of work from home policy due to the Covid-19 pandemic had caused several service industry sectors, such as accounting firms, to be hardly affected. However, to survive in the business competition, these accounting firms have to adapt by increasing their IT capability and business process agility to create a competitive advantage over their competitors. This research aims to observe the IT capability and the agility of Indonesia’s accounting firms and examine the mediation effect of business process agility. The samples are public accounting firms registered in Indonesia’s Audit Board and a service accounting firm with more than one licensed accountant. The analysis technique used in this research is Structural Equation Modelling with three variables: IT Capability, Business Process Agility, and Competitive Advantage. The results show that IT Capability directly impacts the Competitive Advantage of the firms, and the mediation of Business Process Agility increases the total effect of IT Capability towards competitive advantage. Therefore, this study could acknowledge Indonesia’s accounting firms about how to survive in this pandemic by creating a Competitive Advantage by increasing their IT Capabilities and Business Process Agility. Adanya kebijakan work form home akibat pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang berat pada sektor industri jasa, salah satunya adalah kantor akuntan publik. Agar tetap dapat bersaing, kantor akuntan harus mampu beradaptasi dengan meningkatkan kapabilitas IT (IT Capability) dan kelincahan bisnis proses (Business Process Agility) untuk menciptakan keunggulan kompetitif (Competitive Advantage) atas pesaingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji IT Capability dan Business Process Agility kantor akuntan di Indonesia serta menguji pengaruh mediasi dari Business Process Agility. Sampel penelitian adalah kantor akuntan publik yang terdaftar di IAI dan kantor akuntan jasa yang memiliki lebih dari satu akuntan yang berpraktik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sturctural Equation Modelling dengan tiga variabel: IT Capability, Business Process Agility, dan Competitive Advantage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IT Capbility berdampak secara langsung terhadap Competitive Advantage perusahaan dan mediasi Business Process Agility memperkuat pengaruh IT Capability terhadap Competitive Advantage. Untuk itu, penelitian ini memberikan wawasan kepada kantor akuntan di Indonesia tentang bagaimana cara bertahan di masa pandemi Covid-19 dengan menciptakan Competitive Advantage melalui IT Capabilities dan Business Process Agility.
Budgetary Slack: Iklim Kerja Etis, Motivasi Berprestasi, Komitmen Organisasi, dan Modal Intelektual Rizki Sari Eka Putri; Amrie Firmansyah
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i1.741

Abstract

Better work performance compared to the ability to absorb the budget indicates that the output can be achieved with a lower budget allocation than the planned budget. This illustrates that the budget available to Ministries/Agencies is larger than it should be. Based on these conditions, the research was conducted with the aim of examining the effect of ethical work climate, need for-achievement and organizational commitment of budgetary slack moderated by intellectual capital with the research locus at the Ministry of Home Affairs. The study applied quantitative method with a sample of 137 civil servants who were determined purposively. Research data analysis used the Structural Equation Modelling with hypothesis testing based on path analysis. The results of the study found that an ethical work climate had no effect on budgetary slack, while need for-achievement and organizational commitment had a significant positive effect on budgetary slack. Intellectual capital proved unable to moderate the relationship of the three variables to budgetary slack. Performa kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan penyerapan anggaran mengindikasikan bahwa keluaran (output) dapat dicapai dengan alokasi anggaran yang lebih rendah dari anggaran yang telah direncanakan. Hal ini menggambarkan bahwa anggaran yang tersedia pada Kementerian/Lembaga lebih besar dibandingkan yang seharusnya. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 untuk mengkaji pengaruh iklim kerja etis, motivasi berprestasi dan komitmen organisasi terhadap budgterary slack yang dimoderasi oleh modal intelektual dengan lokus penelitian pada Kementerian Dalam Negeri. Penelitian menerapkan metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 137 pegawai negeri sipil yang ditentukan secara purposive. Analisis data penelitian menggunakan Structural Equation Modelling dengan pengujian hipotesis berdasarkan jalur analisis. Hasil penelitian menemukan bahwa iklim kerja etis tidak berpengaruh terhadap budgetary slack, sedangkan motivasi berprestasi dan komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap budgetary slack. Modal intelektual terbukti tidak mampu memoderasi hubungan ketiga variabel terhadap budgetary slack.
Perubahan Nama Perusahaan Terhadap Tingkat Likuiditas dan Abnormal Return Saham Yoga Haadiy Prassetio; Doddy Setiawan; Mutmainah Mutmainah
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i1.730

Abstract

Announcement of company name change is important information, especially in making investment decisions. Announcement of a change in company name can cause a market reaction that affects the stock price. This study aims to analyze the change in the company's name on liquidity and stock abnormal returns on the Indonesia Stock Exchange in the period 2011-2021. The number of samples used in the study were 85 companies. The results showed an increase in positive abnormal returns after the announcement and a decrease in the bid-ask spread before and after the announcement. Furthermore, there is a significant negative abnormal return around the announcement date. In contrast to the bid-ask spread which shows a significantly positive result on the day around the announcement. In this study, the results of the additional analysis of the effect of the ratio of ROA, DAR, firm size, and PBV showed a significant effect on abnormal returns, while firm age showed no significant effect on abnormal returns of the company's stock that changed its name. Pengumuman perubahan nama perusahaan merupakan informasi yang penting terutama dalam pengambilan keputusan investasi. Pengumuman perubahan nama perusahaan dapat menimbulkan reaksi pasar yang berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa perubahan nama perusahaan terhadap likuiditas dan abnormal return saham di Bursa Efek Indonesia pada periode 2011-2021. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 85 perusahaan. Hasil penelitian menunjukan peningkatan abnormal return yang positif setelah pengumuman dan penurunan bid-ask spread sebelum dan sesudah pengumuan. Selanjutnya, terdapat abnormal return yang signifikan negatif disekitar tanggal pengumuman. Berbeda dengan bid-ask spread yang menunjukan hasil yang signifikan positif pada hari di sekitar pengumuman. Dalam penelitian ini hasil analisis tambahan pengaruh variabel ROA, DAR, firm size, dan PBV menunjukan pengaruh signifikan terhadap abnormal return sedangkan umur perusahaan (firm age) mrnunjukan tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap abnormal return saham perusahaan yang melakukan perubahan nama.
Board of Directors’ Size and Profitability of Sharia Insurance in OIC Countries Falikhatun Falikhatun; Alfiya Putri
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i1.762

Abstract

The aim of this paper was to investigate the impact of board of directors' size on the profitability ratio of public sharia insurance. A Hausman test was employed on the selection between fixed and random effects in our panel data for a sample of 58 firm-years from 2016 to 2019. Net Profit margin used as proxies for the profitability ratio. The analysis was run on the samples of sharia insurance firms were OIC Countries from Malaysia, UAE, Saudi Arabia, Qatar, Oman, Pakistan, and Bangladesh. The findings of our analyses revealed positively related and statistically significant results between board size and the profitability ratio. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menginvestigasi pengaruh ukuran dewan direksi terhadap rasio profitabilitas asuransi syariah publik. Uji Hausman digunakan pada pemilihan antara efek tetap dan acak dalam data panel kami untuk sampel 58 perusahaan dari tahun 2016 hingga 2019. Margin Laba Bersih (NPM) digunakan sebagai proxy untuk mengukur rasio profitabilitas. Analisis dilakukan pada sampel perusahaan asuransi syariah negara-negara anggota OKI yaitu Malaysia, UEA, Arab Saudi, Qatar, Oman, Pakistan, dan Bangladesh. Temuan analisis kami mengungkapkan bahwa secara statistic terdapat pengaruh positif signifikan antara ukuran dewan direksi dengan rasio profitabilitas.
Foreign Ownership and Corporate Financial Decision Making: A Review and Future Research Agenda Mandra Lazuardi Kitri; Sudarso Kaderi Wiryono; Yunieta Anny Nainggolan
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i2.793

Abstract

Individuals, firms, and even countries face scarcity due to limited resources. To overcome this problem, especially in the need for capital resources, firms and countries try to acquire additional capital externally through foreign investment. Previous research has been conducted to examine the effect of foreign ownership on a firm’s decision-making and performance. However, the systematic literature review shows that the results are still inconclusive and bring confusion for firms and governments in determining their strategy for promoting foreign investment. There are two gaps identified surrounding current research on foreign ownership that needs special attention. First, most research considers foreign ownership as an ownership type and puts less attention on the actual ownership types. Second, research has found that different characteristics of the home or host country involved in foreign investment may moderate the relationship between foreign ownership and a firm’s decision-making but only considers a one-sided observation of country characteristics (home or host country only). This research proposes future research agenda in examining how different foreign owner’s ownership types affect a firm’s decision-making, risk, and performance and whether country characteristics differences moderate the relationships between foreign owner’s ownership types, firm’s decision-making, risk, and performance. Individu, perusahaan, dan bahkan negara menghadapi persoalan kelangkaan akibat terbatasnya sumber daya. Untuk menghadapi hal tersebut, terutama terkait dengan kebutuhan modal, perusahaan dan negara berupaya untuk memperoleh tambahan modal melalui sumber eksternal berupa investasi asing. Penelitian terdahulu telah dilakukan untuk mengetahui efek dari kepemilikan asing terhadap pengambilan keputusan dan kinerja perusahaan. Namun, hasil penelitian-penelitian tersebut masih beragam dan membawa kebingungan bagi perusahaan dan negara dalam memutuskan strategi untuk mempromosikan investasi asing. Terdapat dua persoalan yang ditemukan dalam penelitian-penelitian terkait kepemilikan asing. Pertama, sebagian besar penelitian menilai kepemilikan asing sebagai jenis kepemilikan dan kurang memperhatikan jenis pemilik asing sesungguhnya. Kedua, beberapa penelitian menemukan bahwa karakteristik negara memoderasi hubungan antara kepemilikan asing dan pengambilan keputusan serta kinerja perusahaan, namun penelitian-penelitian tersebut hanya mempertimbangkan satu sisi karakteristik negara (asal investor atau lokasi perusahaan). Penelitian ini mengusulkan agar agenda riset masa depan dapat menggali pengaruh perbedaan tipe kepemilikan pemilik asing terhadap pengambilan keputusan, risiko, dan kinerja perusahaan serta bagaimana perbedaan karakteristik negara dapat memoderasi hubungan antara tipe pemilik asing dengan pengambilan keputusan, risiko, dan kinerja perusahaan.
Earnings Quality: The Moderating Role of CEO's Demographic Backgrounds in Agency Relationships Enrico Adhanur Karyadi; Kuwat Slamet
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i2.724

Abstract

Chief executive officer (CEO) as a company leader plays important role in influencing the relationships with its stakeholder, especially within the perspective of agency relationships. This study aims to examine the effect of bonuses, audit quality, and financial distress on earnings quality to represent potential conflicts in agency relationships as well as the moderating role of CEO demographic backgrounds on those effects. Using the sample of property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2014 to 2020, this study finds that bonuses and CEO demographic backgrounds are negatively associated with earnings quality, while both audit quality and financial distress are not associated with earnings quality. Audit quality plays an important role in aligning principals and agent interest in firms that are being led by CEO that have risky demographic backgrounds. However, CEO demographic backgrounds fail to moderate the agency conflict that occurs within manager-shareholders (bonuses) and manager-creditors (financial distress) on earnings quality. Future research should explore top management team effects demographic backgrounds on agency relationships. Chief executive officer (CEO) sebagai pemimpin perusahaan berperan penting dalam memengaruhi hubungan dengan pemangku kepentingan, terutama dalam perspektif hubungan keagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh bonus, kualitas audit, dan kesulitan keuangan pada kualitas laba untuk mewakili potensi konflik dalam hubungan keagenan serta peran moderasi latar belakang demografis CEO pada pengaruh tersebut. Dengan menggunakan sampel perusahaan properti dan real estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari 2014 hingga 2020, penelitian ini menemukan bahwa bonus dan latar belakang demografis CEO berpengaruh negatif terhadap kualitas laba, sedangkan kualitas audit dan kesulitan keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba. Kualitas audit berperan penting dalam menyelaraskan kepentingan principal dan agent di perusahaan yang dipimpin oleh CEO yang memiliki latar belakang demografis yang berisiko. Akan tetapi, latar belakang demografis CEO gagal memoderasi konflik keagenan yang terjadi antara manajer-pemegang saham (bonus) dan manajer-kreditur (kesulitan keuangan) terhadap kualitas laba. Penelitian selanjutnya diharapkan menyelidiki pengaruh latar belakang demografis tim manajemen puncak pada hubungan keagenan.
Intellectual Capital Measurement: Extended-Vaic Vs Vaic Which One Is Better? Noel Singgih Haryo Pradono; Eka Bertuah
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jab.v22i2.796

Abstract

This study aims to make comparison between two measurement model for Intellectual Capital and explore its impact on financial and stock performance. As many as 19 non-financial companies with 183 observations for the period of 2010-2020 (unbalanced panel) was used for regression model. Fixed Effect Model with robust is the most suitable model for panel data regression in this research. According to the results both models are fit to predict internal financial performance with ROA and ROE as proxy but not fit to predict stock valuation in the market with MBV as proxy. VAIC model is better for IC measurement than E-VAIC model. Human Capital is the most significant component both for VAIC and E-VAIC model. The result also indicated that Relationship capital efficiency has pure moderating role. Penelitian ini bertujuan membandingkan dua model pengukuran Intellectual Capital dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan dan saham. Sampel terdiri dari perusahaan non finansial yang terdaftar di BEI selama 2010-2020. Sebanyak 19 perusahaan dengan 183 observasi (unbalanced panel) digunakan dalam model regresi. Dari hasil pengujian model, ditemukan bahwa model yang paling tepat adalah model Fixed Effect Model dengan Robust. Dari hasil regresi ditemukan bahwa dua model yang dibandingkan dapat digunakan untuk memprediksi kinerja keuangan internal namun tidak cocok untuk memprediksi nilai saham yang ditangkap oleh pasar yang diproksikan oleh MBV. Model VAIC memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengukur IC daripada Model E-VAIC. Komponen Human Capital menjadi variabel yang berpengaruh paling signifikan baik pada model VAIC maupun E-VAIC. Relationship capital efficiency ditemukan menjadi variabel moderasi murni pada model E-VAIC.