cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jabfebuns@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Sutami No 36A, Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Bisnis
ISSN : 14120852     EISSN : 25805444     DOI : 10.20961
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB)is published by Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret, Indonesia. Published two times a year, February and August, JAB is a media of communication and reply forum for scientific works especially concerning the field of the business and accounting. Papers presented in JAB are solely that of author. Editorial staff may edit the papers, as long as not change its meaning. JAB has obtained an accreditation from Directorate General of Research and Development Strengthening, Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia by SK No. 21/E/KPT/2018.
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Pengaruh Audit Fee Stickiness Terhadap Kualitas Audit Ayudia Putri Aliffia Jannah; Iman Harymawan
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.093 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i1.557

Abstract

This study aims to obtain empirical evidence regarding the  association between Audit Fee Stickiness (which is divided into Upward and Downward stickiness) with Audit Quality. Audit fee stickiness is  measured by capturing  the percentage change in actual audit fees in reaction to a 1% increase or decrease in expected audit fees. Whereas audit quality is measured by discretionary accruals using the model of Modified Jones. 652 samples were selected from listed companies on the Indonesia Stock Exchange during 2014 – 2018. The research finding shows that audit fees are less sticky upward in Indonesia. Whereas less sticky upward of audit fees positively associated with audit quality and less sticky downward of audit fees were negatively associated with audit quality. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh kekakuan harga audit (Audit Fee Stickiness), yaitu Upward dan Downward stickiness terhadap Kualitas Audit. Audit fee stickiness diukur dengan perubahan prosentase actual audit fees sebagai reaksi terhadap kenaikan atau penurunan minimal 1% dari expected audit fees. Sedangkan untuk Kualitas Audit diukur menggunakan discretionary accruals model Modified Jones. Sebanyak 652 sampel dipilih dari perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2014 – 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit fee di Indonesia cenderung untuk bersifat less sticky upward. Dengan hasil temuan yaitu terdapat pengaruh positif terhadap kualitas audit apabila kekakuan harga audit bersifat less sticky upward. Serta terdapat pengaruh negatif terhadap kualitas audit apabila kekakuan harga audit  bersifat less sticky downward.
Pengaruh Perbaikan Integritas Terhadap Efisiensi Belanja Pemerintah Daerah Hasan Hasan; Benedictus Raksaka Mahi
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.84 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i1.639

Abstract

This study aims to examine the effect of local government integrity on local government spending efficiency. This study uses the budget management index variable, which is the most relevant variable in the Integrity Assessment Survey constituent variables with regional expenditures. The sample in this study was 74 districts or cities in Indonesia using 2019 data. A two-step method was used in this study. The first method is Data Envelopment Analysis (DEA) which is used to determine the relative efficiency of the Regional Government with inputs in the form of total expenditure realization and output in the form of Economic Growth, Human Development Index, and the number of people who are not included in the category of poor people. After the efficiency value is determined, the next step is to test the effect of integrity on efficiency, using the multiple linear regression method. This study found that integrity in budget management has a positive and significant effect on the efficiency of local government spending. In other words, the less integrity a local government has, the higher the production costs and the less efficient the production process. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh integritas pemerintah daerah terhadap efisiensi belanja pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan variabel indeks pengelolaan anggaran yang merupakan variabel penyusun Survei Penilaian Integritas yang paling relevan dengan belanja daerah. Sampel dalam penelitian ini adalah 74 kabupaten atau kota di Indonesia menggunakan data tahun 2019. Dua langkah metode digunakan dalam penelitian ini. Metode pertama yaitu Data Envelopment Analisys (DEA) yang digunakan untuk menentukan efisiensi relatif dari pemerintah daerah dengan input berupa realisasi belanja total dan output berupa Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, dan jumlah penduduk yang tidak termasuk dalam kategori penduduk miskin. Setelah nilai efisiensi ditentukan, langkah berikutnya untuk menguji pengaruh integritas terhadap efisiensi, digunakan metode regresi linier berganda. Penelitian ini menemukan jika integritas dalam pengelolaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi belanja pemerintah daerah. Dengan kata lain, semakin tidak berintegritas suatu pemerintahan daerah, maka biaya produksi akan semakin tinggi dan proses produksi menjadi kurang efisien.
Analisis Aspek Keperilakuan dalam Proses Penganggaran Cindhita Mahardika; Hijroh Rokhayati
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.366 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i1.600

Abstract

This study aims to synthesize and analyze various theories that explain behavioral aspects of the budgeting process and its supporting factors. This study examined a number of 56 articles from 1973 to 2019, which were obtained through Googlesholar. The results of this study are behavioral aspects mapping into 3 stages of the budgeting process which include; goal setting, implementation and evaluation through the perspective of the theory used. The results of this study confirm that the behavioral aspects of the budget do not have theoretical cohesion. Various theories from the perspective of economics, organizational behavior, sociology and psychology are used to explain this issue. This study also provides a practical contribution to management in the form of an executive summary of managerial suggestions from theoretical reviews and empirical studies of previous research. This study provides a theoretical contribution in the form of a framework that elaborates the budgeting process and presents research gaps for future research. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis berbagai teori yang menjelaskan aspek keperilakuan dalam proses penganggaran beserta faktor-faktor pendukungnya. Penelitian ini mengkaji sejumlah 46 artikel sejak tahun 1973 sampai dengan tahun 2021. Hasil penelitian ini memetakan aspek keperilakuan dalam 3 tahapan proses penganggaran yang meliputi; penetapan tujuan, implementasi dan evaluasi melalui prespektif teori yang digunakan. Hasil penelitan ini mempertegas bahwa aspek keperilakuan dalam anggaran tidak memiliki kohesi teori. Berbagai teori dalam prespektif ekonomi, perilaku organisasi, teori sosiologi dan psikologi digunakan untuk menjelaskan prose penganggaran. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen berupa ringkasan eksekutif mengenai saran-saran manajerial dari tinjauan teoritis maupun kajian penelitian terdahulu. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis berupa kerangka kerja yang mengelaborasi proses penganggaran dan menyajikan riset gap untuk penelitian masa depan.
Pengaruh CEO Dan CFO yang Memiliki Pengalaman Sebagai Auditor Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Sigit Setya Wicaksono; Mohammad Nasih
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.96 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i1.635

Abstract

The CEO and CFO's experience as auditors has a significant impact on financial reporting. This study describes the experience with the CEO and CFO experience as auditors or partners in an accounting firm. This study was conceived to find out how the CEO and CFO's experience as auditors relate to the quality of the company's financial statements. The study was conducted on non-financial companies listed on IDX in 2014-2018 and a sample of 1993 companies. The researcher uses multi-linear analysis using STATA 14 software to test whether earnings management is related to the variables mentioned above. The results show that CEOs experienced with auditors impact earnings management, while CFOs experienced with auditors do not influence earnings management.Pengalaman CEO dan CFO sebagai auditor memiliki dampak yang penting dalam menghasilkan laporan keuangan. Pengalaman dalam varibel ini digambarkan dengan riwayat kerja CEO dan CFO yang pernah menjadi auditor atau partner dari sebuah perusahaan akuntan publik. Peneliti coba menginvestigasi mengenai hubungan CEO dan CFO yang memiliki pengalaman sebagai auditor dan pengaruhnya terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan. Penelitian dilakukan pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI pada periode 2014-2018 dengan sampel sebanyak 1993 perusahaan. Penulis menggunakan analisis linear berganda dengan menggunakan software STATA 14 untuk menguji apakah earning management terkait dengan variabel diatas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa CEO yang berpengalaman sebagai auditor berpengaruh terhadap earning management, sedangkan CFO yang berpengalaman sebagai auditor tidak berpengaruh terhadap earning management.
Institutional Ownership, Family Firms, Leverage, and Earnings Management Ari Kuncara Widagdo; Rahmawati Rahmawati; Djuminah Djuminah; Ratnaningrum Ratnaningrum
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.024 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i2.702

Abstract

This study aims to record the empirical finding on the influence of family firms and institutional ownership on earnings management. It also examines the effect of leverage on the correlation between family firms and institutional ownership to earnings management. The object of the study comprises manufacturing firms registered in the Indonesia Stock Exchange from 2017 through 2020. The observations are 44 firm years in total. The data were collected from their annual financial reports, using panel regression as the analysis method. The findings suggest that family firms negatively influence earnings management, whereas institutional ownership has no impact on earnings management. This implies that the family firms ownership tends to generate an alignment effect. Furthermore, leverage negatively influences earnings management, but it has a positive impact on the relationship between family firms with earnings management, likewise has no consequence to the relationship institutional effect with earnings management. It indicates that family firms with high leverage intend to minimize the chance of violation against debt covenants and, at the same time, intensify the firm's negotiation power over debt negotiation. Studi ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh perusahaan keluarga dan kepemilikan institusional terhadap manajemen laba. Kami juga menguji apakah leverage memiliki pengaruh pada hubungan antara perusahaan keluarga dan kepemilikan institusional terhadap manajemen laba. Kami secara khusus memeriksa perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2017-2020. Total observasi adalah 44 perusahaan-tahun. Data penelitian dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan. Analisis data menggunakan regresi data panel. Bukti menunjukkan bahwa perusahaan keluarga berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan perusahaan keluarga cenderung menghasilkan efek keselarasan. Selanjutnya, leverage berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, tetapi berpengaruh positif terhadap hubungan antara perusahaan keluarga dengan manajemen laba, tetapi tidak berpengaruh terhadap hubungan institusional dengan manajemen laba. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan keluarga dengan leverage yang tinggi ingin mengurangi kemungkinan pelanggaran perjanjian utang dan meningkatkan kekuatan negosiasi perusahaan selama negosiasi utang.
Efektivitas Pelaporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Implementasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA Keuangan) Pemerintah Daerah Santi Silfiani; Nasyiah Hasanah Purnomowati
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.371 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i2.743

Abstract

This study aims to examine how the implementation of SIMDA Finance at the Government of Magelang Regency, how the obstacles in implementing SIMDA Finance at the Government of Magelang Regency and how the effectiveness of financial reporting before and after the implementation of SIMDA Finance. This type of research is study case qualitative research. The object of this research is the Magelang Regency Government with the research samples are 11 SKPD in the Magelang Regency. The result of this research is that the implementation of SIMDA Finance at the Magelang Regency Government has been in accordance with existing procedures. Constraints in implementing SIMDA Finance at the Magelang Regency Government include lack of human resource knowledge, network/connection problems, hardware/hardware problems, and software/software problems. The implementation of SIMDA increases the effectiveness of financial reporting compare to before the SIMDA implementation and the quality of the financial reports is higher than before the implementation of SIMDA. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana implementasi SIMDA Keuangan pada Pemerintah Kabupaten Magelang, bagaimana kendala dalam inplementasi SIMDA Keuangan pada Pemerintah Kabupaten Magelang dan bagaimana efektivitas pelaporan keuangan sebelum dan sesudah Implementasi SIMDA Keuangan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif studi kasus. Objek penelitian yaitu Pemerintah Kabupaten Magelang dengan sampel penelitian yaitu 11 SKPD di Pemerintah Kabupaten Magelang. Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi SIMDA Keuangan pada Pemerintah Kabupaten Magelang telah sesuai dengan prosedur yang ada. Kendala dalam implementasi SIMDA Keuangan pada Pemerintah Kabupaten Magelang diantaranya kurangnya pengetahuan SDM, masalah jaringan/koneksi, masalah pada hardware/perangkat keras, dan masalah pada software/perangkat lunak. Implementasi SIMDA meningkatkan efektivitas pelaporan keuangan daripada sebelum implementasi SIMDA dan Kualitas laporan Keuangan yang dihasilkan lebih berkualitas daripda sebelum implementasi SIMDA.
Pengungkapan Corporate Social Responsibility Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Ajeng Tita Nawangsari; Mochammad Ilyas Junjunan; Imam Buchori
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.178 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i2.685

Abstract

This study aims to look at the differences and patterns of CSR disclosure before and during the COVID-19 pandemic. The sample in this study consisted of 156 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The results showed that there were significant differences in CSR disclosure before and during the COVID-19 pandemic. CSR disclosure during the COVID-19 pandemic has decreased compared to CSR disclosure before the COVID-19 pandemic. However, economic performance indicator have actually increased. This pattern is in line with the stakeholder theory which states that in times of uncertainty such as economic and financial crises, companies tend to focus on fulfilling the interests of their definitive stakeholders, which are investors and creditors. This indicates that the company prioritizes the going concern perception by giving signals to investors and creditors through the disclosure of economic performance which is expected to strengthen positive sentiment from investors and creditors even though the company is in times of uncertainty due to the COVID-19 pandemic. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan dan pola pengungkapan CSR sebelum dan selama masa pandemi COVID-19. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 156 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengungkapan CSR sebelum dan selama pandemi COVID-19. Pengungkapan CSR selama pandemi COVID-19mengalami penurunan dibandingkan dengan pengungkapan CSR sebelum pandemi COVID-19. Walaupun demikian, indikator kinerja ekonomi justru mengalami kenaikan. Pola yang demikian, sejalan dengan teori stakeholders yang diajukan dalam penelitian ini. Teori stakeholders menyatakan bahwa pada masa ketidakpastian seperti krisis ekonomi dan keuangan, perusahaan cenderung memfokuskan diri terhadap pemenuhan kepentingan stakeholders definitifnya yang dalam hal ini adalah investor dan kreditor. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan lebih mengutamakan persepsi going concern dengan memberikan sinyal kepada investor dan kreditor melalui  keterbukaan informasi kinerja ekonomi yang diharapkan bisa memperkuat sentimen positif dari investor dan kreditor walaupun perusahaan sedang ada di masa-masa ketidakpastian karena pandemi COVID-19.
Pengaruh Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Forward-Looking Information Irma Novia; Niki Lukviarman; Erna Setiany
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.128 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i2.690

Abstract

This study investigated the influence of corporate governance on the disclosure of forward looking information The Secondary data for the study collected from  annual report of consumer goods industry manufacturing companies that listed in  Indonesia Stock Exchange for 2017-2019, by using purposive sampling technique, 122 annual reports were obtained as the research sample. Model Analysis in this research is multiple linear regression analysis models. The results of this study showed that the board size and the frequency of audit committee meetings has a positive and significant effect on disclosure of forward looking information, the proportion of independent audit committees has a negative and significant effect on disclosure of forward looking information and the proportion of board independence, public ownership and audit quality have no significant effect on disclosure of forward looking information.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh corporate governance terhadap pengungkapan forward looking information. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data dari laporan tahunan perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017-2019, dengan teknik purposive sampling didapatkan 122 laporan tahunan sebagai sampel penelitian. Untuk pengujian hipotesis, peneliti menggunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan frekuensi rapat komite audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap  pengungkapan forward looking information, proporsi komite audit independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan forward looking information dan proporsi komisaris independen, kepemilikan publik dan kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan forward looking information. 
Sistem Tarif Tunggal vs. Tarif Berdasar Jarak: Studi Kasus Calon Pelanggan LRT Jabodebek Farid Riyadussolihin; Tastaftiyan Risfandy
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.535 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i2.698

Abstract

LRT Jabodebek adalah salah satu proyek strategis nasional Pemerintah Republik Indonesia yang diharapkan akan selesai di tahun 2022. Studi yang sebelumnya dilakukan oleh Tjahjono et al. (2020) menyatakan bahwa kajian lebih lanjut yang lebih detail mengenai penetapan harga perlu dilakukan untuk mengetahui skema penetapan harga yang optimal dan adil bagi komuter maupun operator. Peneliti melakukan survei terhadap 245 responden calon pengguna LRT yang tersebar di sekitar stasiun LRT Jabodebek untuk mengetahui preferensi konsumen terkait tarif LRT Jabodebek tersebut. Hasil survei menunjukkan bahwa calon pengguna lebih tertarik apabila tarif LRT Jabodebek menggunakan skema tarif berdasarkan jarak tempuh daripada sistem tarif tunggal yang saat ini direncanakan. Sebanyak 32% responden tidak setuju dengan tarif tunggal karena tarif tidak sesuai dan akses menuju stasiun LRT Jabodebek membutuhkan waktu/biaya yang lebih banyak. Namun demikian, peneliti menemukan bahwa tidak ada faktor penentu yang signifkan terhadap pemilihan tarif LRT Jabodebek tersebut. Hanya faktor Pendidikan yang secara signifikan mengurangi preferensi responden tarif tunggal LRT Jabodebek. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah khususnya PT KAI sebagai operator LRT Jabodebek untuk secara berkala mengkaji sistem tarif LRT Jabodebek setelah aktif beroperasi.
Tax Auditor Team Leader’s Quality, Time Budget Pressure, Task Complexity: How Well Tax Audit Quality in Indonesia? Aji M. Elvin Nor; Amrie Firmansyah; Amardianto Arham; Bernadi Vito
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.101 KB) | DOI: 10.20961/jab.v21i2.686

Abstract

This study's objective empirically analyzes the effect of tax auditor team leader's technical competence and experience, time budget pressure, and task complexity on tax audit quality. This study employs secondary data from Indonesia Tax Authority Office. The population in this research is the Tax Assessment issued throughout Indonesia. The sample used amounted to 4,326 observations divided into two regional categories: Java Area and non-Java Area. The data are analyzed by logistic regression. The results suggest that the tax auditor team leader's technical competence, time budget pressure, and task complexity are negatively associated with tax audit results. In contrast, the tax auditor team leader experience is positively associated with the tax audit results quality. This study shows that it is essential that the Indonesian Tax Authority rearrange the tax auditor quality criteria in its regulations.