Al-Qalam
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 20, No 2 (2014)"
:
16 Documents
clear
MENGUKUR INDEKS KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN KONAWE SELATAN
Saprillah Saprillah
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.835 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.196
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian tentang pengukuran Indeks Kerukunan Antar UmatBeragama di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kerukunanantar umat beragama di Kab. Konawe Selatan. Variabel yang menjadi alat ukur ada empat yaitu;hubungan sosial, hubungan keagamaan, nilai dan lokus sosial, dan dukungan pemerintah. Penelitianmenggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel yang disebar sebanyak 138 (dari 1100 sampeldi seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara). Lokasi penyebaran angket berbasis desa/kelurahan yangmemiliki tingkat pluralitas yang tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1). Indeks kerukunanantar umat beragama di Kab. Konsel berada pada nilai 2,86 atau berada pada tingkat tinggi. Penerimaandan penghargaan terhadap sesama warga relatif tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan sikap terbukadalam konteks hubungan sosial. Bahkan, responden yang berasal dari kelompok agama minoritasmenampakkan keterbukaan dalam hal keagamaan. 2). Faktor agama, usia, dan pengalaman interaksitampaknya mempengaruhi kualitas kerukunan antar umat beragama. Kelompok agama mayoritasmengalami hambatan dalam hal merayakan pergaulan dalam konteks keagamaan meski secara sosialtidak bermasalah. Kelompok responden yang berusia matang menunjukkan sikap yang lebih terbuka.Begitu pula dengan pengalaman interaksi, semakin tinggi interaksinya maka peluang semakin rukunlebih besar. 3). Faktor adat dan karakter orang Tolaki yang terbuka menjadi salah satu katup pengamanyang penting dalam konteks pembangunan kerukunan. Hukum adat sejauh ini menjadi elemen pentingyang dapat menyelesaikan konflik antar individu.
TUAN GURU HAJI MUHAMMAD HUSAIN A. KALAM TUASIKAL: MENDAYUNG MENANTANG BADAI MALUKU
Idham Khalid Bodi
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.274 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.187
Penelitian ini bertujuan untuk menulis biografi singkat ulama yang menjadi sasaran penelitian. Adapunulama sasaran penelitian ini adalah seorang tokoh pendidikan sekaligus seorang pejuang KemerdekaanRepublik Indonesia. Beliau adalah Tuan Guru Haji Muhammad Husain A. Kalam Tuasikal, yang lebihdikenal dengan nama Tuan Guru Husain Tuasikal. Beliau lahir di negeri Pelaw Pulau Haruku padatanggal 10 Desember 1918 dan meninggal dunia dalam usia 64 tahun, yakni pada tanggal 28 Oktober1982 di Ory negeri Pelaw dan juga dimakamkan di sana. Sebagai seorang tokoh pendidikan, beliau telahmeninggalkan yayasan Nadil Ulum dan Madrasah yang sama dengan nama yayasan tersebut. Madrasahmadrasahtersebut tersebar pada lima negeri di Maluku Tengah. Sebagai seorang yang nasionalis, beliauadalah pendiri sekaligus sebagai sekretaris PRIMA (Pemuda Republik Indonesia Maluku). Atas jasajasanyadalam bidang pendidikan dan tokoh pejuang, pemerintah memberikan penghargaan sebagaitokoh pendidikan Indonesia mewakili Provinsi Maluku pada tahun 1978 dan sebagai anggota legiunveretan Republik Indonesia.
PENCARIAN OTENTISITAS DIRI KOMUNITAS MU’ALLAF DI KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT
Munawir Haris
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.803 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.192
Konversi agama jelas bukan masalah sederhana di tanah Papua. Perpindahan agama yang dilakukankomunitas mu’allaf membawa berbagai reaksi keras dari berbagai pihak, temasuk oknum aparat danpemerintah daerah. Keputusan untuk pindah agama ke dalam Islam, tidak semata-mata lahir darihidayah Allah, tetapi ada banyak faktor yang mendasarinya. Faktor-faktor penyebab konversi antaralain: starifikasi sosial, budaya, dan tradisi yang dekat dengan kebiasaan mereka. Faktor budaya yangmelekat, pada suku Abun dengan Islam menjadi faktor dominan mereka melakukan konversi. Dalampenelitian diungkapkan, bahwa sebenarnya budaya yang berkembang di masyarakat Abun lebih dekatdengan Islam. Data menujukan: pertama Islam adalah agama yang pertama kali masuk di daerahTambraw, dibawa oleh Sultan Tidore dari Ternate. kedua faktor guru spiritual yang bertempat tinggaldi gunung disakralkan oleh masyarakat setempat. ketiga faktor hidayah dari Tuhan juga menjadi bagiandari konversi agama yang dilakukan oleh komunitas mu’allaf suku Abun. Penelitian ini menggunakanparadigma analisa kritis, serta menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konstruksi sosial.Dengan beberapa informan yang dipilih berdasarkan kategori yang ditetapkan peneliti, terutamamereka yang melakukan ikrar di Kemenag Kab.Sorong. Tekhnik pengumpulan data dilakukan dengancara wawancara mendalam dengan sejumlah tokoh peniting. Hasil dari penelitian ini menunjukkanperpindahan agama yang dilakukan mu’allaf melalui tiga proses dialektika yakni, secara personal(individual), kelompok degan mengajak keluarga, dan masuk Islam dengan menyembunyikan identitaskeislaman. proses perpindahan mu’allaf yang terjadi berawal dari pencarian jati diri keagamaan, yangmendapatkan masukkan dari lingkungan obyektifnya.
REALITAS PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU PADA TINGKAT SD DI KOTA PEKALONGAN JAWA TENGAH
A.M. Wibowo
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (91.026 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.183
Penelitian ini berusaha menemukan pola-pola proses pendidikan Agama Khonghucu bagi peserta didiksekolah dasar di Kota Pekalongan Jawa Tengah. Proses pendidikan yang dimaksud meliputi kurikulumpendidikan agama Khonghucu, kompetensi guru, proses pembelajaran, serta hambatan-hambatanpelaksanaan pendidikan agama Khonghucu di sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatifpenelitian ini berhasil menemukan 4 pola pelaksanaan pendidikan agama Khonghucu pada jenjangsekolah dasar. Pertama, pendidikan agama Khonghucu telah dilaksanakan pada dua sekolah dasar yaituSDN Sampangan 02 dan SD Satyawiguna. Kedua, secara kualifikasi akademik dan standar kompetensi gurupendidikan agama Khonghucu belum mengacu dengan dipersyaratkan pemerintah dalam permendiknasNo 16 tahun 2007 tentang kompetensi guru. Ketiga, kurikulum pendidikan agama Khonghucu yangdilaksanakan pada sekolah dasar di Pekalongan menggunakan kurikulum yang disusun oleh Majelis TinggiAgama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) dan tidak mengacu KTSP. Keempat, ditemukan enam faktorpenghambat dalam pelaksanaan pendidikan agama Khonghucu pada tingkat sekolah dasar yaitu kualifikasiguru, perangkat pembelajaran yang tidak memadahi, proses pembalajaran yang monoton, ketidakmampuanguru pendidikan agama Khonghucu untuk bergaul dan sharing pendapat dengan pimpinan dan temansejawat, monitoring pimpinan sekolah dan Majelis agama Khonghucu (MAKIN) yang belum maksimal,serta ketiadaan buku pelajaran bagi siswa Khonghucu.
ISLAM PATUNTUNG: TEMU-TENGKAR ISLAM DAN TRADISI LOKAL DI TANAH TOA KAJANG
Syamsurijal Syamsurijal
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.743 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.197
Lokalitas selama ini digambarkan sebagai daerah terpinggirkan dan tidak punya daya. Namun apa yangdilakukan komunitas lokal Tanah Toa Kajang, justru sebaliknya. Di tengah gempuran modernitas,Negara dan agama resmi, mereka tetap survive berjalan dengan tradisi lokal mereka. Di saat yang samalokalitas yang mereka miliki justru dijadikan arena untuk bertarung, bernegosiasi, beradaptasi, bahkansekali waktu meresistensi kebudayaan baru tersebut. Tulisan ini menggambarkan proses itu, denganmengambil fokus pada pertemuan antara Islam dan tradisi lokal mereka. Pada perjumpaan Islam dantradisi lokal Patuntung itulah potret titik temu dan titik tengkar tersebut terpampang jelas. Tulisan inimerupakan ringkasan dari penelitian yang dilakukan secara kualitatif dari kurung waktu 2005 sampaisekarang. Karena ringkasan dari sekian episode penelitian, mungkin tidak bisa menggambarkan secarautuh proses-proses pergulatan tersebut.
PENANGGULANGAN ALIRAN BERMASALAH DI MAN MODEL TERNATE
M. Sofyan BR
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.358 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.188
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya madrasah terhadap penanggulangan alirankeagamaan yang ditengarai sebagai aliran bermasalah menurut perspektif masyarakat setempat.Penanggulangan yang dilakukan oleh madrasah dicermati melalui wawacara, observasi, dan studidokumentasi terhadap upaya yang dilakukan madrasah, baik melalui dokumen pembelajaran, kegiatanpembelajaran, ataupun kegiatan tambahan dalam berbagai bentuk. Hasil penelitian menunjukkan,dominan penanggulangan dilakukan dalam bentuk pencegahan untuk menghindarkan siswa terlibatdalam aliran bermasalah. Kegiatan pencegahan juga melibatkan pihak luar madrasah.
SEKOLAH ALAM LAMPUNG: WADAH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
Nur Alia
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (109.707 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.193
Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam(PAI) di Sekolah Alam Lampung, termasuk di dalamnya metode pembelajaran serta faktor pendukungdan penghambat pelaksanaan PAI. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif ini dilakukandi Sekolah Alam Lampung pada tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAIdi Sekolah Alam Lampung menggunakan metode keteladanan, integrasi PAI ke dalam semua matapelajaran dengan menggunakan model spiderweb, integrasi PAI dalam intra/ekstra-kurikuler, melibatkanseluruh komponen sekolah dan orang tua, mengutamakan praktek dan pengalaman, dan memanfaatkanalam sebagai media pembelajaran. Faktor pendukung berupa kebebasan guru untuk mengeksplorasimetode dan strategi pembelajaran, lingkungan yang kondusif, dan pandangan positif orang tua terhadaptenaga pendidik. Sementara faktor penghambat berkaitan dengan keterbatasan sumber daya tenagapendidik, perbedaan kemampuan pemahaman agama peserta didik, serta masyarakat yang belum dapatsepenuhnya menerima keberadaan sekolah alam.
KOMPETENSI PENGAWAS MADRASAH DI KOTA KENDARI
Badruzzaman Badruzzaman
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.819 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.184
Posisi pengawas dalam sistem pendidikan nasional Indonesia sangat strategis.Tugas dan fungsi sebagaitenaga supervisor akademik dan manajerial serta evaluator terhadap peningkatan kualitas kepalamadrasah dan guru mata pelajaran menuntutnya untuk berkerja secara professional.Namun beberapahasil riset parsial menyatakan bahwa tingkat profesionalitas pengawas masih tergolong rendah.Risetkali ini menelusuri tingkat kompetensi pengawas secara komprehensif, yaitu mencakup kompetensiakademik, manajerial, evaluasi pendidikan kelitbangan, kepribadian, dan sosial.Penelitian survei diKota Kendari pada tahun 2012 mengumpulkan data dengan metode kuantitatif dan analisis deskriptifkuantitatif, terhadap 25 responden (pengawas).Penelitian bertujuan untuk menemukan tingkatkompetensi pengawas dengan harapan dapat bermanfaat terhadap kebijakan peningkatan kualitaspengawas madrasah.Ditemukan, bahwa secara umum tingkat kompetensi pengawas madrasah diKota Kendari terkategori ‘sedang’. Dan tingkat kompetensi pengawas berdasarkan karanteristikpengawas tampak variatif.Peningkatan kompetensi pengawas perlu diintensifkan terutama peningkatanpengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berkaitan dengan pembinaan dan bimbingan terhadapkepala madrasah dan guru mata pelajaran, penelitian, penilaian kinerja, dan kemahiran membangunkemiteraan.
ORANG MELAYU DI KOTA TERNATE ABAD XV-XIV
Usman Nomay
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (111.61 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.198
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan sejarah orang Melayu di Kota Ternate, kedatanganorang Melayu, dan peranan orang Melayu pada abad 15-16. Metode yang dipakai dalam mendapatkandata adalah metode sejarah, yang terdiri atas; heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Setelahheuristik maka tahap yang kedua adalah kritik atas data yang telah diperoleh. Apakah data tersebut perludipakai dan cocok dengan topik yang sedang diteliti atau tidak. Tahapan berikutnya adalah interpertasi.Tahap ini dimaksudkan agar tidak terjadi penerimaan data mentah, tetapi harus ada interpertasi atasdata yang telah ditemukan. Kemudian tahapan yang terakhir adalah penulisan atas data yang sudahdianggap valid. Rempah-rempah sebagai komoditi utama yang menjadi salah satu penyebab kehadiraanorang Melayu ke Ternate. Rempah-rempah dibeli dengan harga yang murah di Ternate, dan dijual diwilayah lain akan mendatangkan keuntungan berlipat ganda. Nahkoda Ismail sebagai orang Melayu yangdatang dan pergi dari Malaka ke Ternate untuk membawa pedagang Melayu untuk membeli rempahrempah.Bukti yang masih terlihat hingga sekarang adalah Benteng Gamlamo atau Benteng Orangje.Yang mana benteng ini pernah menjadi gudang penyimpanan barang dagangan orang Melayu. DatukMaula Husain, orang Melayu yang sangat berperan dalam proses masuk dan berkembangnya Islam diTernate. Beliau mempunyai suara yang merdu dalam membaca al-Quran sehingga orang Ternate inginuntuk mengikutinya, dan diundang oleh sultan Ternate untuk mengajarkan baca-tulis al-Quran kepadaorang-orang yang ada di kesultanan Ternate. Masjid kesultanan Ternate awalnya berada di kampungMelayu, namun setelah itu dipindahkan ke tempat yang sekarang.
EKSISTENSI BATA KUNO DI MUSEUM BENTENG SOMBA OPU MEMBERI SUATU MAKNA
Muhaeminah Muhaeminah
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1084.171 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i2.189
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap data sejarah arkeologi benteng Somba Opu kabupatenGowa, dengan menggunakan metode pengamatan terhadap keterkaitan data dengan keberadaanbenteng. Survei dan wawancara dengan tokoh masyarakat setempat guna memperoleh gambaran storisitus benteng Somba Opu. Test-pit, yang dilakukan untuk mengetahui berbagai bentuk peninggalanarkeologi yang terdapat di dalam tanah dengan membuka kotak galian 100x100 cm dengan pendalamanmenggunakan sistem spit dengan ukuran kedalaman yang ditetapkan 15 cm secara konsisten setiapspitnya. Hasil penelitian, membuktikan bahwa nilai historisnya sangat tinggi, sehingga dalam proseskolonialisasi diawali dengan kegiatan perdagangan, penguasaan ekonomi, kemudian meningkatmenjadi penguasaan dibidang politik, dengan penguasaan inilah maka terjadi suatu hubungan yangtidak harmonis antara kerajaan Gowa dengan kolonial Belanda, dan akhirnya disepakati suatu perjanjianyaitu Perjanjian Bungaya maka Benteng Somba Opu sebagai kejayaan Gowa dihancurkan dan diratakandengan tanah oleh penjajah Belanda. Tinggalan arkeologi berupa fragmen bata yang masih jelas goresanhuruf lontara jangang-jangang, bekas kaki binatang, perahu dan motif tikar.