cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2016)" : 15 Documents clear
MOLAPE SARONDE DAN MOTIDI DALAM BINGKAI ADAT DAN AGAMA DI GORONTALO Syarifuddin Amir
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.027 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.264

Abstract

Sejak Sultan Amai menganut Agama Islam sekaligus menjadikannya sebagai agama resmi kerajaan di Gorontalo, terjadi proses islamisasi adat dan tradisi pada masyarakat Gorontalo. Akhirnya, nilai-nilai lokal yang berkembang di Gorontalo bermuara dari nilai-nilai Islam. Dengan falsafah “Adati Hulo-Huloqa To Saraqa, Saraqa Hulo-Huloqa To Kuruqani” (Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Alquran), nilai Islam selalu mewarnai seluruh upacara  adat tak terkecuali upacara adat pernikahan. Molape Saronde dan Motidi sebagai bagian dari upacara adat pernikahan pada tahap Mopotilantahu (mempertunangkan), tak lepas lepas dari nilai Islam. Tari Molape Saronde (ditarikan oleh pengantin laki-laki)  dan Motidi (ditarikan oleh pengantin perempuan) diadakan pada malam hari acara pernikahan dirangkaikan dengan acara khatam Alquran bagi pengantin perempuan. Menjunjung tinggi adat serta berpegang tegang etika islami menjadi tema sentral dalam Tradisi Molape Saronde dan Motidi. Tradisi ini juga sekaligus menjadi nasihat bagi kedua calon mempelai sebagai bekal dalam menghadapi kehidupan rumah tangga yang penuh tantangan
STUDI PERBANDINGAN ANTARA BURNOUT PADA GURU MAN dan GURU SMUN DI SULAWESI SELATAN Ulfiani Rahman
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.943 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perbedaan kecenderungan burnout guru di MAN dengan guru di SMUN, perbedaan burnout berdasarkan masa bekerja; perbedaan burnout berdasarkan status perkawinan;Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan lokasi penelitian pada guru-guru di 4 MAN dan 4 SMU dibagian Utara, Timur, Barat dan Selatan dari Sulawesi Selatan. Sebanyak 250 (106 guru MAN dan 144 guru SMUN) yang menjadi objek penelitian dan merupakan penelitian sampel. Data dikumpulkan melalui Skala Burnout yang digunakan Ulfiani (2013) dan  lalu diperkuat dengan wawancara. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik nonparametrik. Hipotesis pertama dianalisis dengan menggunakan analisis Mann Whytney, hipotesis kedua dan ketiga diuji dengan analisis Kruskall Wallis. Hasil penelitian melalui analisis Mann Wahitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan burnout antara guru di SMUN dengan guru di MAN. Dengan demikian hasil tersebut menunjukkan H1 diterima. Seterusnya, melalui analisis Kruskal Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecenderungan burnout guru di SMUN dengan guru di MAN berdasarkan masa bekerja dan status perkahwinan. Dengan demikian hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 diterima.
PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN STUDI : KEGIATAN ROHIS DI SMAN KOTA CIREBON marpuah marpuah
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.103 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.300

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) sangatlah berperan penting untuk mengatasi banyaknya perilaku remaja yang menyimpang dari nilai-nilai keislaman. Fakta lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan dari pembelajaran PAI dalam kelas belum efektif, sebagian siswa hanya berfokus pada sisi kognitif dan minim pada pembentukan sikap dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan ROHIS yang berperan dalam meningkatkan peranan PAI untuk membentuk perilaku keagamaan siswa dan menciptakan budaya Islami di sekolah, serta kaitannya dengan peningkatan hasil belajar PAI siswa. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri Kota Cirebon. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskrifitif naratif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Bentuk peranan ROHIS yaitu dengan membuat program-program kegiatan dan melaksanakan kegiatan keagamaan tersebut, seperti: kegiatan mentoring keagamaan dan pengajian dalam maupun antar sekolah, pengumpulan zakat, penyembelihan hewan qurban, kegiatan kesenian yang Islami (marawis, kaligrafi, nasyid, qasidah, qiro’ah dan mading yang dikelola oleh ROHIS). Pesantren kilat pada bulan ramadhan, mabid pada setiap akhir tahun, peringatan PHBI, dan 10 muharram, dan lain-lain. 2) Secara keseluruhan hasil yang dicapai adalah meningkatnya pengetahuan agama siswa, terciptanya budaya Islami di sekolah dengan kaitannya hasil belajar PAI siswa.
PROBLEMATIKA PEMANFAATAN BUKU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 11 MANADO DAN SD NEGERI 1 BUNAKEN KEPULAUAN Husnul Fahima Ilyas
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.633 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.265

Abstract

Artikel ini bergenre kebijakan yang berupaya mengungkapkan problem mengenai pemanfatan buku Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Manado dan SD Negeri 1 Bunaken Kepulauan. Permasalahan difokuskan pada ketersediaan buku PAI, mekanisme pemanfaatan, dan problem yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan buku PAI. Data-data diperoleh dari hasil wawancara, dokumen, dan observasi dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SD Negeri 11 Manado menggunakan buku PAI K-13 untuk kelas I, II, IV, dan V dalam pembelajaran. Ketersediaan buku khususnya buku Pendidikan Agama Islam K-13 di SD Negeri 11 Manado belum maksimal dan masih jauh dari teori ideal karena belum berbanding  satu siswa-satu buku. Sekitar 10% siswa belum mempunyai buku pegangan. Solusinya memfotokopi buku PAI bagi anak mampu secara materi. Sedangkan untuk kelas III dan VI menggunakan buku PAI KTSP 2006 penerbit Erlangga yang disediakan oleh sekolah (menggunakan dana BOS). Berbeda dengan SD Negeri 1 Bunaken Kepulauan, distribusi buku PAI sangat timpang. Untuk buku K-13 khususnya pelajaran agama tidak terjangkau sampai kepulau-pulau. Solusi yang ditawarkan guru PAI mendikte atau menuliskan di papan tulis (khusus kelas I dan VI). Sedangkan  kelas II, III, IV, dan V SD Negeri 1 Bunaken Kepulauan, tidak mempunyai buku wajib baik pegangan guru dan siswa yang sesuai standar kurikulum K-13 ataupun KTSP 2006. Hal ini disebabkan guru bidang studi PAI tidak ada, solusinya guru kelas hanya mengajarkan Iqra dan bacaan shalat pada jam pelajaran PAI. 
KONSTRUKSI KEPESANTRENAN DI BANTAENG (Segenggam Semangat dan Idealism) Arifuddin Ismail
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.723 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.285

Abstract

Penyebaran pesantren memberi kontribusi positif terhadap kehidupan masyarakat secara luas, baik yang terkait dengan usaha pencerdasan  maupun yang terkait tatanan ke- hidupan sosial yang lebih kondusif. Gambaran ini diperoleh dari penelusuran di Bantaeng dengan menggunakan metode  pemetaan kapasitas. Pesebaran pesntren yang terjadi  merupakan  buah atau hasil dari kerja keras pesantren dengan modal semangat dan idealisme yang terus menerus meningkatkan diri (kapasitas), mengusung bendera pendidikan agama sebagai core (inti), dan menjadi pintu masuknya. Dari situ melakukan pengembangan yaitu pengembaraan kepada aspek-aspek lain, yang terkait dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Page 2 of 2 | Total Record : 15