cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (1991)" : 8 Documents clear
PROSPEK PEMBINAAN DAN ENGEMBANGAN DAKWAH DI SULAWESI SELATAN alwi nawawi
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.65 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.662

Abstract

Dakwah,mcrupakan upaya menycbar luaskandan mcmperkenalkan syiar scrta upaya untukmempcrdalam pengctahuan Agama (Islam)kcpada masyarakat. Dalam pclaksanaan dakwah,ada dua komponen yang lerlibat langsung,yakni para da'i dan masyarakat ilu scndiri.Pesatnya proses perkembangan masyarakat,mcnuntut usaha penycimbangan dan upayapemcnuhan konsumsi masyarakat terhadappengctahuan Agama. Olchnya, Pcmerintah OrdeBaru bcrusaha mendorong tumbuhnya wadah/lembaga demi kepentingan dakwah, walaupunorganisasi-organisasi sosial Islam dan kemasyarakatanyang ada dan telah melcmbagadalam masyarakat tetap menjadi tumpuan harapandalam pengembangan dakwah
PERSEPSI DAN ORIENTASI KEAGAMAAN MASYARAKAT Arifuddin Ismail
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.918 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.658

Abstract

Gerakan reformasi pemikiran keagamaan,khususnya Islam di Indonesia, dalam tahuntahunterakhir ini kembali diperdengarkan. Fokuspcrbincangannya tidak terbatas pada masalahubudiyah, tetapi mencakup semua aspekkehidupan. Getaran gerakan ini terasa hingga kepelosok-pclosok, mempengaruhi bentuk-bentukdan manifcstasi agama dalam kehidupan sosial,begitu pula pada corak komitmen pribadi tcrhadapajaran agama. Salah satu akibat yang bisadilihat adalah beragamnya persepsi keagamaanmasyarakat yang dengan sendirinya mengarahkepada orientasi tertentu.
UPACARA KEAGAMAAN - MASYARAKAT TANI DI DESA GANRA Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.695 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.659

Abstract

Sebelum diterimanya agama Islam oleh kerajaan-kerajaan Bugis di Sulawesi Selatan, masyarakattelah mempercayai adanya kekuatan gaib(super natural) yang mempengaruhi kehidupanmanusia. Mereka percaya adanya Tuhan yangmenciptakan manusia beserta alam lainnya(Palanroe), Tuhan yang mengatur kehidupanmanusia (Patotoe) yang mereka namai DewataSeuwae (Tuhan Yang Esa). Selain kepercayaantersebut, mereka juga percaya terhadap kekuatan-kekuatan gaib lainnya yang merupakan dewadewayang menempati tempat-tempal tertentu,seperti sungai, pohon besar, batubesar dan persawahan.
ISLAM DI PULO TENGAH Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.341 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.655

Abstract

Keadaan Fisik.Pulo Tengah, salah satu dusun yang tcrletakdalam wilayah Desa Amassang KecamaianPolewali Polmas. Terlctak ditengah pulau kccil,dan terpisah dari daratan Bajoe, dacrah pesisirpantai sebelah timur kota Kecamaian Polewali.Untuk mencapai lokasi ini, bisa ditempuh lcwatBinyang, dengan menggunakan perahu bermotor.Pada umumnya pengunjung yang bcrminalke Pulo Tengah lebih suka melintasi pesisirperkampungan Bajoe, dan menyebcrang ke sanadengan perahu - perahu nelayan yang digunakanuntuk menaagkap ikan. Dari pesisir Bajoe ini,Pulo Tengah dapat di jankau hanya sekitar 15Menit dengan perahu motor kecil.Dusun ini luasnya 300 hektar, terdiri darisatu buah Rukun kampung, tiga RT denganjumlah penduduk 456 jiwa, Mereka tersebar diPulo ini, dengan membangun rumah - rumahsederhana, model panggung. Pada umumnya,rumah tempat kediaman penduduk dibangundari kayu, beratap rumbia. Secara geografis,dusun ini, terisolir dari pusat aktiftas DesaAmassangan. Sentuhan - senluhan pembangunanfisik, sebagaimana yang sering terjadi di daratanDesa tidak banyak menyentuh kepentinganmasyarakat
PRANATA-PRANATA SOSIAL DALAM MASYARAKAT PANTAI DI SULAWESI SELATAN* MA Sallatang
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.752 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.660

Abstract

Pranata-pranata sosial terdapat di setiapmasyarakat. Ia mcrupakan pcrangkat normanormabcrkcnaan dengan masalah-masalahpokok yang bersifat tetap dan universal untukkehidupan sosial yang teratur.Paling sedikit ada tiga unsur pada setiappranata sosial. Ketiga unsur tcrmaksud, adalah:(a) pola-pola tertcntu tingkah laku yang melembaga,(b) pengaturan tingkah laku individu-individumenurut pola-pola itu dan (c) keleraturanketeraturantertcntu yang ditunjang oleh normanormadengan sanksi-sanksi atau pun ganjaranyang disahkan oleh norma-norma itu. 1)
NGAGEL DESA PADAT MUSHALLAH Arraiyah, Hamdar
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.219 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.656

Abstract

Tulisan ini akan membahas kchidupan bcragamadi Dcsa Ngagel yang diibkuskan padapcmanfaatan rumah ibadah dan madrasah sebagaiwadah pembinaan umat.Ngagel adalah scbuah dcsa di pcsisir utaraJawa Tengah. Letaknya 103 km dari Semarang,ibukota propinsi, dan 30 km dari Pali, ibukoiakabupaten. Dcsa yang luasnya 466 ha ini mempunyaipenduduk scbanyak 7384 jiwa (1990),mempunyai kepadatan penduduk tertinggi dalamwilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.Bagian terbesar dari penduduknya bekcrja scbagaipetani. Jumlah buruh tani (1105) lebihbanyak dibanding pclani sendiri (765) karenalahan pertanian yang tcrscdia yaitu sawah yangditanamipadi,palawija,atautebuh sangatscdikit.Pckerjaan lain yang banyak ditckuni pendudukyailu buruh industri, buruh bangunan, pedagang,dan pegawai.
PERANAN AGAMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BANTAENG SUL - SEL Alwy amien
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.62 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.661

Abstract

Pada tahun 1933 di zaman penjajahan Belanda,Bantaeng dibcntuk menjadi satu Afdcling(bagian) dcngan membawahi 4 (cmpat)ondcrafdclingyang bcrkcdudukan di Bantaeng,sedang khusus pemerintahan kcrajaan dijadikansuatu distrik dknana Bantaeng tcngah (KecamatanBantaeng) termasuk di dalamnya Bantaengyang berstalus kcrajaan yang diperintan oichseorang raja (Karaeng) yang melaksanakanpemerintahannya dibantu oleh adat 12 (duabelas)..Pada tahun 1945 - 1950 zaman Rcvolusi,Bantaeng dijadikan basts bagi para gcrilyawanpejuang kemerdekaan, karena tempatnya strategisdalam rangka penyusunan taktikdan strategiperjuangan melawan kaum penjajah Bclanda.
ORIENTASI PEMIKIRAN KEAGAMAAN MAHASISWA Abdul Kadir Ahmad
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.143 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.657

Abstract

Secara common sense, adagejalapeningkatankesadaran mahasiswa terhadap kehidupan keagamaan.Hal itu boleh jadi, merupakan salah satusisi dari terjadinya degradasi kiprah mahasiswadalam masyarakat akibat adanya restrukturisasidan semboyan back to campus, pasca tahun 70-an. Di sisi lain, boleh jadi gejala itu sebagaibagian dari ekskalasi kesadaran beragama yangsecara umum terjadi dalam masyarakat. Yangpasti, mahasiswa menemukan dimensi bamdalam kehidupannya sebagai moral force, yanglebih berorientasi kc dimensi pergumulan religius.Gejala itu dapat dengan mudah ditemukandalam banyak hal. Masjid-masjid kampus saratdengan kegiatan keagamaan baik pengajian,pcngkajian maupun aktivitas belajar agamadalam bentuk lain. Dalam hal yang lebih transparan,mahasiswa wanita cenderung memperlihatkankesadaran keberagamaan secara formaldalam bentuk pemakaian busana berciri khasislami.

Page 1 of 1 | Total Record : 8