cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (1994)" : 7 Documents clear
TA'ZIAH DI NASARA (Studi Tentang Penggunaan Lektur Keagamaan) Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.101 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.631

Abstract

Manusia dalam hidup dan kehidupannya;di dunia mempunyai beraneka ragamkebutuhan yang haras dipenuhi, baik secaraindividu maupun secara bersama-samasebagai suatu satuan kegiatan, menyebabkanterwujudnya beraneka ragam model pengetahuanyang menjadi pedoman hidup. Pedomanhidup itu masing-masing bergunaatau relefan untuk usaha memenuhi kebutuhanmanusia. Kebudayaan dilihat sebagaiterdiri dari unsur-unsur yang masingmasingberdiri sendiri tetapi satu sama lainsaling berkaitan. Unsur-unsur tersebutadalah; Bahasa dan komunikasi, ilmu pengetahuan,tehnologi, ekonomi, organisasisosial, aga-ma, kesenian. (Suparlan, 1986 :10) Pakar lain menyebutketujuh unsur tersebut"Unsur kebudayaan yang universal",dan merupakan unsur yang pasti bisaditemukan disemua kebudayaan di dunia,baik yang hidup dalam masyarakat pedesaanyang kecil terpencil maupun dalammasyarakat kekotaan yang besar dan komplex.(Koentjaraningrat, 1974 : 2)
ANTISIPASI AGAMA TERHADAP TREND GLOBALISASI PEMBANGUNAN DI KECAMATAN BETO AMBARI, KABUPATEN BUTON, SULAWESI TENGGARA Abdul aziz albone
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v6i1.627

Abstract

Berdasarkan acuan umum, penelitianini didasari oleh latar belakang pemikiranbahwa pembangunan di Indonesia yangdewasa ini telah memasuki tahap tinggallandas Pelita VI, telah menghasilkan perubahandalam masyarakat. Prioritas pembangunanekonomi yang menganut azasketerbukaan dan diarahkan pada industrialisasi,telah membuka peluang interaksiyang makin meluas dengan dunia luar. Halini ditopang oleh perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi, terutama dibidangtelekomunikasi dan informasi, sehinggainteraksi antarbangsa meningkat dengansegala pengaruh yang ditimbulkannya
KERUKUNAN fflDUP ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI SEKEHA TEMPEK DI DESA MEDEWI KECAMATAN PEKUTATAN KABUPATEN JEMBRANA PROPINSI BALI Muhammad arsyad
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.419 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.632

Abstract

Satu hal yang menarik bahwa, asalmula dibukanya lahan persawahan danperkebunan sertapemukiman DesaMedewi,diprakarsai oleh orang-orang Islam. Sejakpemerintahan secara resmi dari tahun 1941sampai dengan tahun 1945 dikepalai olehorang Islam.Ada dua umat yang mendiami wilayahDesa Medewi, di wilayah Desa Adat dihunioleh mayoritas Umat Hindu, disebagiankecil wilayah Desa (Kelurahan) dinas dihunioleh minoritas Umat Islam.Masyarakat adalah suatu satuankehidupan sosial manusia yang menempatisuatu wilayah tertentu, yang keteraturandalam kehidupan sosial tersebut telahdimungkinkan karena adanya seperangkatpranata-pranata sosial yang telah menjaditradisi dan kebudayaan yang mereka milikibersama. (Suparlan, 1982 : 82).
ANTISIPASI UMAT BERAGAMA TERHADAP TREND GOLOBALISASI DAN PEMBANGUNAN DI PROPINSI MALUKU (Studi Kasus di Kec. Teluk Ambon Baqula Kodya Ambon) pat badrun
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.918 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.628

Abstract

Studi ini beranjak pada masalah yangmengacu kepada tig pertany aan pokok y akni(1) Bagaimana respon masyarakat danagama terhadap tantangan dan pengaruhtrend globalisasi dewasa ini, (2) Bagaimanake-ragaman latar belakang regional danlokal berupa perbedaan geografis dan sosialbudaya masyarakat Indonesia melahirkanperbedaan respon ; dan (3) Bagaimanaberbagai kecenderungan respon tersebutmempunyai dampak terhadap proses pembangunan.Sebagai studi kasus yang lebih bersifateksploratif, maka tujuan penelitian ini ialahmenemukan jawaban terhadap pertanyaanyang diajukan dalam/sebagai masalah tersebutdi atas. Konkritnya, penelitian bertujuanuntuk menemukan informasi yang menyangkut: (1) respon masyarakat danagama terhadap trend globalisasi yangmelanda masyarakat dewasa ini; (2) perbedaan-perbedaan respon sebagai akibat dariperbedaan latar belakang lokasi penelitian;dan (3) dampak dari respon tersebut terhadapproses pembangunan lokal.
MINAT BACA LEKTUR KEAGAMAAN PADA MURID SEKOLAH UMUM NEGERI DI KECAMATAN LAPPARIAJA KAB. BONE mattungekeng mattungekeng
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v6i1.633

Abstract

Betapabesarpengaruhnyalekturkeagamaanterhadap pembentukan pikiran ummatIslam sebagai kelompok mayoritas diIndonesia dan pada gilirannya menjadipendorong semangat ummat untukmengambil peran nyata dalam proseskehidupan berbangsa dan bernegara. Perananlektur keagamaan semakin dituntutpeningkatan dan insentitasnya, baik darisegi jumlahnya maupun dari segi kwalitasnya,termasuk relevansinya dengan kebutuhanperkembangan kehidupan masyarakat.(Gemngan; 1992)
Responsi Masyarakat Desa Terhadap Perkembangan Kaset Agama (Studi Kasus di Desa Datara Kab. Gowa) Abdul Kadir Ahmad
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.801 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.629

Abstract

Menurut Onong Uchjana Effendy,media massa merupakan media komunikasiyang mampu menjangkau khalayak yangjumlahnya relatif amat banyak, heterogen,otonom, terpencar-pencar, sertabagi komunikatoryang menyebarkan pesannya bersifatabstrak. Media tersebut meliputi pers,radio, televisi, dan film, dengan cirinyayang utama menimbulkan keserempakan(simultanity) dan keserentakan (instantaneousness)pada khalayak tatkala diterpapesan-pesan yang disebarkan kepadanya.1Alvin Toffler dalam The Third Wave(1980) membagi tiga tahap perkembanganperadaban manusia, yaitu gelombang pertama,tahap agricultural, tahap kedua, tahapindustrial, dan tahap ketiga, tahap informasi,atau disebut pula gelombang ke tiga.Setiap gelombang memiliki ciri khas masing-masing, baik dalam bidang teknosfer,infosfer, sosiosfer, dan fiskosfer. Yangmenjadi sumberkekuatan gelombang ketigabukan lagi pada sumber daya alam danpemilikan alatproduksi, melainkan terletakpada informasi sebagai kekuatan utama
EKSISTENSI INSTITUSI SYARA' DAN PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA MASYARAKAT DI KABUPATEN SOPPENG Muhammad As'ad
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.035 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.630

Abstract

Agama Islam diterima secara resmioleh kerajaan-kerajaan di daerah SulawesiSelatan pada permulaan abad ke-17 M.,dimulai oleh Kerajaan Luwu (1603), kemudiankerajaan-kerajaan Gowa (1605), Sidenreng(1608), Soppeng (1609), Wajo (1610),Bone (1611) dan Balanipa di daerah Mandar(1615).Sebelum agama Islam diterima secararesmi dan melembaga dalam masyarakat diSulawesi Selatan, pangngadereng sebagaiakumulasi sejumlah pranata kehidupanmasyarakat yang dijadikan pedoman dalambertingkah laku dan dalam mengaturkehidupan bersama, mencakup 4 unsur/sendi, yaitu ade', bicara, rapang dan wari'.Setelah agama Islam melembaga, syara'dimasukkan sebagai sendi kelima yangkedudukannya sama dengan sendi lainnya

Page 1 of 1 | Total Record : 7