cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jnana Budaya
ISSN : 14105195     EISSN : 14105195     DOI : -
Core Subject :
Jnana Budaya merupakan seri penerbitan Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, NTB, NTT. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun. Jnana Budaya merupakan sebuah wadah untuk memberikan ruang dalam menyampaikan gagasan ataupun bersifat informasi berkaitan dalam bidang sejarah, sosial,dan budaya. Fokus dari Jurnal Jnana Budaya merupakan hasil pemikiran yang original dan aktual dalam tataran konsep ataupun dalam wujud yang sifatnya praktisi. Kata Jnana berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti pengetahuan, sedangkan budaya merupakan konstruksi dari pola kehidupan masyarakat. Secara harfiah Jnana Budaya berarti pengetahuan tentang kebudayaan yang berkembang ditengah-tengah kehidupan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
PELAYARAN ORANG BIAK NUMFOR SEBELUM ABAD 19 SUATU TINJAUAN SEJARAH MARITIM Polla Usmany, Desy
Jnana Budaya: Media Informasi dan Publikasi Sejarah dan Nilai Tradisional Vol 19, No 2 (2014): Edisi Agustus 2014
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.384 KB)

Abstract

Orang Biak Numfor adalah penduduk asli Papua yang tinggal di kepulauan Biak Numfor. Sebagai masyarakat bahari, mereka memiliki kemampuan dalam pengetahuan tentang alam, astronomi dan teknologi transportasi laut. Dari berbagai sumber sejarah, baik tertulis maupun lisan, diketahui bahwa sebelum abad 15, orang Biak Numfor sudah berlayar ke bagian Barat dan Timur Papua, bahkan hingga keluar Papua. Faktor penyebab pelayaran antara lain tuntutan hidup, harta kawin, budak, aib dan ego korfandi. Namun setelah Tidore berhasil menaklukkan sebagian pantai bagian Barat dan kepala burung Papua, tujuan pelayaran mulai berubah. Perburuan budak lebih dominan. Mereka menjadi perompak Papua. Terlebih setelah Belanda berhasil menaklukkan Tidore. Wilayah pelayaran mereka semakin meluas hingga ke Jawa, bahkan diyakini sampai ke Malaka. Peran mereka semakin menurun seiring dengan bangkitnya perompak Tobelo pada abad 19. Secara garis besar, jalur pelayaran mereka dimulai dari kepulauan Biak Numfor, selanjutnya menyusuri tanah besar Papua ke bagian Barat dan Timur. Pelayaran ini menyebabkan banyak orang Biak Numfor kemudian tinggal dan menetap di berbagai daerah lain di luar kepulauan Biak Numfor. Persebaran penduduk Biak Numfor ini berdampak pada terciptanya hubungan emosional nasionalisme kebangsaan Indonesia, sehingga muncul pergerakan kebangsaan di Biak pada tahun 1948.

Page 2 of 2 | Total Record : 11