cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Floribunda
ISSN : 01254706     EISSN : 24606944     DOI : -
Floribunda is published both in Bahasa Indonesia and English, covers wide range of plant diversity, taxonomy and systematics of Malesian flora particulary distributed in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2018)" : 7 Documents clear
COVER OF FLORIBUNDA 6(1) Cover of Floribunda
Floribunda Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.14 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i1.2018.269

Abstract

Cover of Floribunda
MITRA BESTARI FLORIBUNDA 6(1) Mitra Bestari
Floribunda Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.961 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i1.2018.272

Abstract

Mitra Bestari Floribunda 2018
DISTRIBUTION, MORPHOLOGICAL VARIATION AND NEW VARIETY OF BACCAUREA ANGULATA MERR. (PHYLLANTHACEAE) Gunawan Gunawan; Tatik Chikmawati; Sobir Sobir; Sulistijorini Sulistijorini
Floribunda Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.322 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i1.2018.226

Abstract

Gunawan, Tatik Chikmawati, Sobir & Sulistijorini.2018. Distribusi, Variasi Morfologi dan Varietas Baru dari Baccaurea angulata Merr. (Phyllanthaceae). Floribunda 6(1): 1–11. — Baccaurea angulata (belimbing merah) adalah jenis endemik di Kalimantan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat tradisional, namun sejauh ini informasi distribusi dan variasinya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan memetakan lokasi-lokasi tumbuh pohon B. angulata, menggambarkan variasi morfologi, dan analisis fenetik B. angulata yang tumbuh di Kalimantan dan Pulau Natuna. Eksplorasi B. angulata dilakukan di Pulau Natuna dan  empat provinsi di Kalimantan (Barat, Timur, Tengah dan Selatan). Peta persebaran dibuat dengan program ArcGIS versi 10.3. Pola distribusi dianalisis menggunakan indeks Morishita. Data morfologi batang, daun, bunga, dan buah digunakan untuk analisis fenetik belimbing merah berdasarkan koefisien Simple Matching (SM) dengan metode UPGMA. B. angulata tersebar secara acak di Kalimantan Barat, Tengah dan Pulau Natuna, tetapi memiliki pola penyebaran mengelompok di Kalimantan Selatan dan Timur. Penemuan B. angulata di desa Ceruk dan Limau Manis di Pulau Natuna dengan nama lokal belimbing besi merupakan rekaman baru. Peta sebaran B. angulata di Kalimantan dan Pulau Natuna disediakan. Secara morfologi, B. angulata di Kalimantan dan Pulau Natuna bervariasi pada beberapa ciri yaitu tepi stipula, permukaan tangkai daun, warna tangkai perbungaan betina, dan bentuk buah. Analisis fenetik mengelompokkan seluruh sampel ke dalam tiga kelompok B. angulata berdasarkan 20 ciri morfologi dengan nilai keserupaan 53% sesuai dengan bentuk dan rasa buah. B. angulata dengan buah membulat diusulkan sebagai varietas baru dengan nama B. angulata Merr. var. globulus Gunawan.Kata kunci: Baccaurea angulata, Kalimantan, Pulau Natuna, rekaman baru, varietas baru, Phyllanthaceae. Gunawan, Tatik Chikmawati, Sobir & Sulistijorini.2018. Distribution, Morphological Variation and New Variety of Baccaurea angulata Merr. (Phyllanthaceae). Floribunda 6(1): 1–11. — Baccaurea angulata (belimbing merah) is an endemic species of Borneo. Fruits of Baccaurea angulata are usually utilized as food and local medicine, but up to now the information about its distribution and variation is very scarce. The objectives of the research were to map the distribution, describe the morphological variation, and analyze the phenetics of B. angulata in Natuna Island and Indonesian Borneo, Kalimantan. B. angulata was explored in Natuna Island and four  Provinces of Kalimantan (West, East, Central, and South). The distribution was mapped using ArcGIS version 10.3. The distribution pattern was analyzed using the Morishita index. Morphological data of stem, leaves, flower and fruit were used to analyze the phenetics of B. angulata using Simple Matching coefficient, to construct a dendrogram using UPGMA  method. B. angulata is randomly distributed in the West and Central of Kalimantan, also in Natuna, but it has a clumped pattern in South and East Kalimantan. The presence of B. angulata in the Ceruk and Limau Manis villages in Natuna Island with local name belimbing besi is a new record. B. angulata is morphologically variable in several characters, i.e. stipule margin, petiole surface, pistillate peduncle colour, and fruit shape. Phenetic analysis based on 20 characters grouped all individuals into three groups with similarity index of 53% according to the shape and fruit taste. The  individuals of B. angulata with oval fruits are proposed to constitute a new variety, namely B. angulata Merr. var. globulus Gunawan.Key words: Baccaurea angulata, Kalimantan, Natuna Island, new record, new variety, Phyllanthaceae. 
MORPHOLOGICAL VARIATIONS OF TERRESTRIAL ORCHID THELYMITRA JAVANICA BLUME (ORCHIDACEAE: ORCHIDOIDEAE) IN MOUNT ARJUNO, LAWU, AND SUMBING, JAVA – INDONESIA I Made Saka Wijaya; Budi Setiadi Daryono; Purnomo Purnomo
Floribunda Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.355 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i1.2018.221

Abstract

I Made Saka Wijaya, Budi Setiadi Daryono & Purnomo. 2018. Variasi Morfologi Anggrek Tanah Thelymitra javanica Blume (Orchidaceae: Orchidoideae) di G. Arjuno, G. Lawu dan G. Sumbing, Jawa-Indonesia. Floribunda 6(1): 22–31. — Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologi dan kekerabatan fenetik dari T. javanica dari ketiga gunung tersebut. Tiga belas sampel dikoleksi dari sepanjang jalur pendakian. Pengamatan morfologi dilakukan terhadap organ akar, umbi, daun, tangkai perbungaan, braktea, bunga, buah dan biji. Dendrogram dibangun dengan metoda kluster UPGMA dengan algoritma “Percent’s Similarity”. Sedangkan analisis PCA dilakukan dengan algoritma “Euclidean Distance” menggunakan perangkat lunak MVSP v.3.1. Hasil studi menunjukkan bahwa variasi morfologi jenis T. javanica tergolong plastis dalam hal ukuran dan warna, terutama warna tangkai perbungaan, mahkota, labelum, ovarium dan rangka ovarium, yang dapat digunakan untuk membedakan populasi atau ekotipe.Kata kunci: Ekotipe, Orchidaceae, fenetik, plastisitas, Thelymitra javanica. I Made Saka Wijaya, Budi Setiadi Daryono & Purnomo. 2018. Morphological Variations of Terrestrial Orchid Thelymitra javanica Blume (Orchidaceae: Orchidoideae) in Mount Arjuno, Lawu, and Sumbing, Java- Indonesia. Floribunda 6(1): 22–31. — The aims of this study were to observe morphological variations and phenetic relationships of T. javanica from the three mountains. Thirteen samples were colected along the tracking routes, morphological observation was based on character of root, tuber, leaf, peduncle, floral bract, flower, fruit, and seed. The data were compile descriptively to identify variations that subsequently scored. Dendrogram were constructed by UPGMA clastering method with Percent’s Similarity algorithm, while Principal Component Analysis was done with Euclidean Distance algorithm using MVSP v.3.1. software. The result shows that morphological variations of T. javanica is found to be plastis for size and color, especially color of peduncle, petals, labellum, ovary, and ovary ribs that can be used to separate distinct population or ecotype.Keywords: Ecotype, Orchidaceae, phenetic, plasticity, Thelymitra javanica 
RHODODENDRON GUMINEENSE CRAVEN (ERICACEAE, SUBGENUS VIREYA), A NEW RECORD FOR INDONESIA Yasper Michael Mambrasar
Floribunda Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.123 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i1.2018.248

Abstract

Yasper Michael Mambrasar. 2018. Rhododendron gumineense Craven (Ericaceae, Submarga Vireya), Rekaman Baru untuk Indonesia. Floribunda 6(1): 19–21. — Jumlah jenis Rhododendron di Indonesia dilaporkan sebanyak 229 jenis. Satu jenis Rhododendron dari Lembah Baliem, Indonesia yang sebelumnya diidentifikasi sebagai Rhododendron beyerinckianum Koord. telah diidentifikasi sebagai Rhododendron gumineense Craven, berdasarkan bentuk daun dan tangkai putik. Sehingga menambah jumlah jenis Rhododendron di Indonesia menjadi 230.Kata Kunci: Indonesia, Lembah Baliem, Rekaman baru, Rhododendron. Yasper Michael Mambrasar. 2018. Rhododendron gumineense Craven (Ericaceae, Subgenus Vireya), a new record for Indonesia. Floribunda 6(1): 19–21. — The number of Rhododendron species in Indonesia was reported as 229 species. A specimen of Rhododendron from the Baliem valley, Indonesia previously identified as Rhododendron beyerinckianum Koord. has been identified as Rhododendron gumineense Craven, based on leaf shape and style morphology. This increases the number of Rhododendrons in Indonesia to 230 species.Keywords: Indonesia, Baliem valley, New record, Rhododendron. 
PLECTRANTHUS MONOSTACHYUS (P. BEAUV.) B. J. POLLARD (LAMIACEAE) DI JAWA Arifin Surya Dwipa Irsyam; Arieh Mountara
Floribunda Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.945 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i1.2018.223

Abstract

Plectranthus monostachyus (P. Beauv.) B. J. Pollard yang dikoleksi dari Dramaga-Bogor dan Jatinangor-Sumedang merupakan rekaman baru untuk marga Plectranthus di Pulau Jawa. Keberadaannya di Jawa belum dicatat oleh Backer (Flora of Java Vol. II, 1965: 635─636) dan Keng (Flora Malesiana Vol. 8 (3), 1978: 382─393). Jenis tersebut merupakan tumbuhan asli dari kawasan Afrika Tropis dan banyak ternaturalisasi di luar daerah sebaran aslinya. Chung et al. (dalam Nature in Singapore 8: 1–13. 2015) melaporkan bahwa P. monostachyus pertama kali direkam di Singapura pada tahun 2009 dan saat ini telah tersebar secara luas di pulau tersebut. Pada lokasi pengamatan di Dramaga dan Jatinangor, jenis ini tumbuh di area persawahan, sepanjang aliran air, dan daerah yang ternaungi. Penyebaran bijinya diduga dibantu oleh air. Plectranthus monostachyus dipertelakan sebagai berikut.
REKAMAN BARU FISSIDENS (BRYOPHYTA: FISSIDENTACEAE) UNTUK BORNEO Sarah Agustiorini; Nunik Sri Ariyanti
Floribunda Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.141 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i1.2018.236

Abstract

Sarah Agustiorini & Nunik Sri Ariyanti. 2018. New records of Fissidens (Bryophyta: Fissidentaceae) for Borneo. Floribunda 6(1): 12–18. — Two species of the genus Fissidens, namely F. bogoriensis Fleisch. and F. braunii (C. Mull.) Dozy & Molk., are reported as new records for the bryoflora of Borneo. F. bogoriensis was previously reported only occured in Java, Malay Peninsula, New Guinea, Indo-Pacific Islands, China, and Japan. F. braunii was found in Sumatra, Malay Peninsula, New Guinea and Polynesia. In the current exploration these two species were found in the Eastern Borneo. Descriptions, notes, and ilustrations are provided.Keywords: Borneo, Fissidens, New Record. Sarah Agustiorini & Nunik Sri Ariyanti. 2018. Rekaman Baru Fissidens (Bryophyta: Fissidentaceae) untuk Borneo. Floribunda 6(1): 12–18. — Dua jenis dari marga Fissidens,yaitu F. bogoriensis Fleisch. dan F. braunii (C. Mull.) Dozy & Molk., dilaporkan sebagai rekaman baru untuk flora lumut di Borneo. F. bogoriensis sebelumnya dilaporkan hanya terdapat di Jawa, Semenanjung Malaya, Papua Nugini, Kepulauan Indo-Pasifik, China, dan Jepang. F. braunii dilaporkan terdapat di Sumatra, Semenanjung Malaysia, Papua Nugini dan Polynesia. Akan tetapi, dalam eksplorasi kali ini dua jenis tersebut ditemukan di Kalimantan Bagian Timur. Deskripsi, catatan, dan ilustrasi jenis disediakan.Kata kunci: Borneo, Fissidens, Rekaman Baru. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7